(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 60


__ADS_3

Liam dan Ameera menikmati minuman hangat itu secara perlahan, Liam memang masih tidak ingin cepat-cepat pulang dari sini! Bisa kembali memandangi wajah cantik Ameera membuatnya sangat betah berlama-lama.


Merasa gugup terus menerus ditatap oleh Liam, Ameera pun mengalihkan perhatiannya.


"Aku akan keringkan pakaian mu dengan hairdryer dulu, agar benar-benar kering dan kau bisa memakainya lagi!"


"Biar aku saja Ra,"


"Tidak usah, kau duduk saja,"


Ameera melangkah pergi untuk mengambil pakaian Liam yang baru selesai dimesin pengering mesin cuci, kemudian di keringkan lagi oleh hairdryer cukup lama sampai pakaian itu bisa dipakai kembali oleh Liam.


"Ini sudah kering pakailah pakaian mu!"


"Terimakasih Ra,"


Liam menerima pakaian itu lalu masuk kedalam kamar untuk memakai pakaiannya. Setelah rapih Liam kembali duduk disofa samping Ameera.


"Kau sudah selesai?"


"Iya berkat kau pakaian ku kering,"


"Ya sudah, pulanglah Am sudah malam,"


"Lalu bagaimana dengan kita? Apa kau belum bisa memutuskan hal ini Ra?"


Ameera menghembuskan nafas panjangnya untuk menjawab pertanyaan dari Liam.

__ADS_1


"Biarkan aku menyelesaikan urusan ku dengan Xander terlebih dahulu! Aku juga perlu berhati-hati dalam menyampaikan perasaan ku yang sesungguhnya agar Xander bisa menerimanya!"


"Jadi, aku harus menunggu hingga saat itu?"


Ameera mengangguk, dan Liam pun paham memang hubungan Ameera dengan Xander haruslah diselesaikan terlebih dahulu.


"Aku akan menunggu mu Ra, aku pulang sekarang ya!"


"Ayo aku antar kedepan,"


Ameera mengantar Liam hingga kedepan pintu, sebelum pergi Liam kembali berbalik lalu meraih tengkuk leher Ameera.


Ciuman mesra itu kembali dilakukan walaupun hanya sesaat.


"Selamat beristirahat," ujar Liam lalu setelahnya Liam pergi meninggalkan flat milik Ameera.


Aaaaa....


Ameera menjerit-jerit seperti baru merasakan namanya berciuman, dan bibir Liam terus terbayang-bayang dalam pikirannya.


"Aku pasti sudah gila, kenapa bibir Liam terus menerus terngiang-ngiang dalam otakku, astaga sadar Ra sadar!" masih merasa kasmaran karena ciuman tadi Ameera melompat keatas ranjang lalu kepalanya menelusup kedalam bantal sementara tubunya menungging dan bergerak naik turun sambil terus tertawa sendiri.


Keesokan harinya! Mentari pagi menyapa sebuah kamar dari Tiffany, karena kelelahan Tifanny masih tertidur dipelukan Xander dan keduanya masih dalam kondisi polos hanya tertutupi selimut yang dipakai satu berdua.


Terusik akibat sinar matahari pagi masuk lewat jendela mess itu! Xander mengucek-ngucek matanya lalu perlahan kedua matanya terbuka, baru kali ini bangun tidur Xander merasakan tubuhnya lebih terasa fresh dan bugar seperti telah berolahraga semalam.


Tapi sebuah tangan kecil melingkar ditubuhnya membuat Xander terkaget, tangan siapa yang memeluknya pagi-pagi begini.

__ADS_1


Dan sebuah wajah yang dia yakini itu adalah Tiffany tengah tertidur lelap sambil memeluk tubuhnya.


"Fanny!" teriak Xander.


Mendengar teriakan yang begitu kencang digendang telinganya, membuat Fanny membuka lebar-lebar kedua matanya dan sadar Xander telah terbangun.


Segera Xander singkirkan tubuh Tifanny, lalu dilihatnya kedalam selimut yang ternyata keduanya sama-sama polos.


"Ah siittt, apa yang aku lakukan?" Xander meremat kepalanya sendiri.


"Semalam kau mabuk berat Tuan Xand!" lirih Fanny.


"Lalu, jika aku mabuk berat kenapa kau membawaku kesini? Dimana ini? Dan apa-apaan ini Fanny?" Xander melihat sekelilingnya dan melirik sinis tubuh Tiffany.


"Aku tidak kuasa melawan mu hingga hal ini pun terjadi,"


"Apa kau bilang? Tidak kuasa melawan ku? Aku tau sekali tentang diriku yang tidak bisa mabuk, dan kau tau ketika aku mabuk berat tubuhku tidak memiliki kekuatan, apalagi untuk memper ko sa mu!" sentak Xander.


Tifanny terdiam, memang semalam dia yang tidak mau menolak dan dia yang menginginkan ini terjadi.


"Ini sudah terjadi, bertanggungjawab lah atas perbuatan mu padaku!"


Xander tertawa sinis sambil menatap jijik tubuh Tiffany.


"Anggap kita tidak melakukan hal bodoh ini, dan jangan sampai orang lain mengetahui ini apalagi itu Ameera!"


Xander segera turun dari atas ranjang yang semalam telah memanjakan tubuhnya, tanpa mempedulikan perasaan Tiffany yang terluka akibat perkataannya! Xander memunguti pakaiannya lalu dia memakai kembali satu persatu pakaiannya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana jika aku hamil Tuan?"


__ADS_2