(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 43


__ADS_3

Dibukanya kembali lembar demi lembar hingga sampai dilembaran saat Ambeera menceritakan melakukan hubungan itu dengan Liam.


Dan demi Tuhan, semua yang dikatakan oleh Hansel adalah benar! Ambeera menuliskan bagaimana cara dia saat itu membodohi Liam termasuk menuangkan tinta merah agar terlihat seperti adanya bercak darah kesucian.


Harus bagaimana lagi menepis semua yang tertulis dibuku diary ini agar menjadi sebuah kebohongan belaka? Sungguh hati Liam merasa sangat hancur, selama ini wanita yang sangat dia cintai hingga detik ini, tidak lebih hanya seorang wanita licik dan keji.


Tanpa menunggu pertanyaan lanjutan dari Liam, handphone yang sejak tadi dipegang oleh Hansel, dia berikan pada Liam dan sudah terlihat bagian file video.


"Sebenarnya aku sudah menghapus video-video kami saat melakukannya! Tapi begitu aku menemukan ponsel lama ku rupanya masih ada satu yang tersisa! Hansel menyodorkan handphone itu pada Liam.


Dan Liam pun memutar video berdurasi sekitar 35 menit, dimana peran didalam video itu tak lain adalah Ambeera dengan Hansel.


Terdengar suara-suara menjijikkan dari Ambeera saat sedang berada dibawah kungkungan Hansel! Seketika Liam langsung menepis handphone itu.


"Cukup!" Liam menutupi kedua gendang telinga dengan tangannya.


Hansel kembali memasukkan handphone itu kedalam saku celananya.


"Aku sangat menyayangkan Ambeera pergi sebelum dia meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan selama ini pada saudarinya sendiri! Dan sangat disayangkan ternyata kau malah menceraikan Ameera!"


Malam itu Liam meninggalkan kediaman Hansel tentunya dengan buku diary ditangannya. Semua amarah tidak bisa dia luapkan.


Bug..


Bug..


Liam memukul-mukul stir mobilnya, memukul-mukul kepalanya sendiri! Tidak menyangka Ambeera setega ini padanya dan pada Ameera.


Rasa bersalah pada Ameera pun kian menyelimuti hati dan perasaan Liam saat ini! Tapi apa yang bisa dia lakukan sekarang? Ameera telah pergi dan itu semua akibat kebodohannya sendiri.


"Kau pasti sangat muak dan sangat membenci ku bukan? Maafkan aku Ameera, aku habiskan waktu saat-saat kita bersama dengan memberikan luka dihati mu!"


Tanpa terasa Liam menitihkan air matanya saat mengingat kembali, bagaimana dirinya memperlakukan Ameera dari mulai melontarkan kata-kata kasar, bahkan menyiksanya secara fisik dan mental.


Liam mengemudikan mobilnya menuju kediaman Momy Joanna dan Dady El.

__ADS_1


Tok.


Tok.


Baru saja hendak istirahat setelah seharian tadi berbenah menata peralatan untuk besok mulai membuka rumah makan, malam-malam begini masih ada yang mengetuk pintu rumah, momy Joa pun membukakan pintu rumahnya.


Klek..


Sosok bertubuh kekar dan berwajah sendu seperti tidak memiliki keinginan untuk hidup berdiri dibalik pintu rumahnya.


"Liam! Darimana kau, kenapa wajahmu kelihatan kacau sekali nak kau kenapa?" momy Joanna melihat keadaan Liam sangat berantakan seperti gelandang yang tidak terurus.


Dipeluknya momy Joanna oleh Liam dengan erat.


"Mom, aku ingin tidur di sini bolehkah?"


"Iya boleh, tapi kau kenapa? Astaga tubuhmu bau alkohol perpaduan bau segalanya pokoknya! Kau berapa lama tidak mandi?"


Dilepaskannya pelukan itu oleh Liam, tak tega dengan kondisi mantan menantunya yang berantakan itu! Momy Joanna pun mempersilahkan Liam untuk masuk kedalam rumah.


"Astaga kau ini seorang pewaris D.E skincare Am perusahaan skincare terbesar di negara ini! Harta mu melimpah tapi kenapa keadaan mu mirip gelandang yang belum makan satu Minggu!"


"Sut mom, jaga bicaramu! Biarkan Liam menghabiskan dulu makanannya!"


Akhirnya makanan tiga piring habis dilahapnya oleh Liam, sejak bercerai dengan Ameera memang pola makan Liam sangat tidak teratur terkadang dia lupa bahwa seharian belum makan sama sekali.


"Sekarang ceritakan kenapa keadaan mu begini Am? Ibumu pasti akan sedih melihat penampilan putranya seperti ini!" tanya Momy Joa.


"Aku memang akhir-akhir ini sibuk jadi tidak sempat mengurus diri mom!"


"Kalau begitu carilah wanita yang bisa membantu mu mengurus diri, menikah lah lagi dengan wanita yang kau inginkan jangan terus menerus mengingat mendiang Amber!" ucap Dady El.


"Iya Am, kami dan juga Ameera pasti ikut bahagia jika kau menikah kembali dengan wanita yang bisa membuat mu bahagia, jangan seperti ini," momy Joa kembali menasihati Liam.


Liam hanya tertunduk dihadapan momy Joanna dan Dady El, meminta kembali untuk bisa bersama dengan Ameera pun rasanya itu tidak mungkin! Betapa tidak tau malunya, jika sampai kata-kata itu terlontar dari bibir Liam.

__ADS_1


"Ya sudah jika kau tidak mau menceritakan masalahmu pada kami! Tidurlah di kamar Ameera, lagipula dia kan sudah tinggal di mes jadi kosong kamarnya kau boleh menginap disini kapanpun kau mau,"


"Mom, dad,"


"Iya," momy Joa dan Dady El serempak menjawab.


"Boleh ceritakan tentang Ameera saat dia kecil, atau saat dia baru SMP SMA, aku ingin mendengarnya!"


Sontak saja Momy Joanna dan Dady El pun terkejut mendengar Liam ingin mendengar tentang Ameera, karena yang mereka tau Liam tidak tertarik sama sekali pada Ameera karena itulah keduanya sampai bercerai.


"Momy pikir kau tidak tertarik dengan cerita Ameera, atau momy yang salah dengar?"


"Mungkin maksud Liam cerita tentang Ambeera, mom," timpal Dady El.


"Tidak momy tidak salah dengar, ceritakan tentang masa kecil Ameera padaku!"


Akhirnya momy Joanna dan Dady El pun menceritakan bagaimana Ameera saat kecil, gadis itu sangat pintar dan aktif dalam berbagai hal! Suka menghabiskan waktu dengan belajar dan membantu momynya memasak di dapur.


Dari cerita ini dapat Liam dapatkan satu lagi kebohongan Ambeera yang dulu dua pernah berkata bahwa Ameera sama sekali tidak mau masuk dapur. Momy Joanna dan Dady El bahkan menceritakan bagaimana sikap Ameera yang sangat mengayomi dan melindungi Ambeera sehingga selalu mengalah pada Ambeera.


Hati Liam semakin terenyuh mendengar cerita tentang Ameera, penyesalan dihatinya semakin tajam! Saat ini ingin sekali Liam menemui Ameera, memeluknya dan meminta maaf pada Ameera.


Tapi semua sudah terlambat, Liam yakin di hati Ameera hanya ada kebencian untuknya.


"Ngomong-ngomong soal Ameera, lusa momy dan Dady El hendak berkunjung ke mesnya sekalian bawakan makanan untuk Ameera, kau mau ikut Am?"


Ditanya seperti itu Liam langsung tertunduk, bagaimana bisa setelah apa yang dia lakukan selama ini pada Ameera, banyaknya luka yang dia torehkan dihati Ameera lalu untuk muncul kembali dihadapan Ameera tentulah Liam tidak memiliki kesanggupan untuk bertemu dengannya lagi.


"Tidak mom, aku tidak akan ikut!"


"Baiklah kalau kau tidak mau ikut, tapi Am selama ini kan kami bersahabat dengan orangtuamu maka dari itu kalau momy boleh minta janganlah kau terus membenci Ameera, kalian masih bisa bersahabat seperti kami para orangtua!"


"Aku tidak lagi membenci Ameera kok mom,"


♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


Pulang Am pulang kenapa jadi nginep Mulu di rumah orangtuanya Ameera, mana engga mau mandi lagi udah berhari-hari 😅


__ADS_2