(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 61


__ADS_3

Xander pun duduk dibibir ranjang lalu menatap wajah Tiffany.


"Fan, aku tau kau adalah wanita baik-baik! Karena itulah kau berhak bahagia, kau berhak bersama dengan laki-laki yang mencintai mu dan orang itu bukan aku!"


"Sekali lagi aku tanya, bagaimana jika aku hamil?"


"Mudah, hanya tinggal aborsi!"


Deg..


Seorang laki-laki yang selama ini Tiffany anggap sebagai laki-laki baik dan bertanggungjawab tega berkata menyuruhnya melakukan tindakan itu? Tiffany menatap wajah Xander dengan tatapan penuh amarah.


"Apa salahnya Fan? Toh semalam saja kau memang menginginkannya bukan? Padahal kau bisa menolak, tapi kau menginginkan ini terjadi, karena itu aku tidak memiliki tanggungjawab apapun terhadap mu!"


"Aku salah menilai mu, aku kira kau laki-laki yang baik dan bertanggungjawab Tuan, tapi kau tidak lebih dari seorang baji ngan,"


Tak ingin lagi berdebat dengan Tiffany dan Xander sudah sangat ingin bertemu dengan Ameera untuk menyelesaikan kesalahpahaman soal kejadian Ameera dengan Liam di taman semalam. Xander pun pergi begitu saja tanpa pedulikan makian dari Tiffany.


Melihat Xander pergi begitu saja, membuat Tiffany merasa kesal.


"Sial, aku sudah rela tubuhku ditidurinya, tetap saja aku tidak bisa menjerat Tuan Xander!"


Xander masuk kedalam mobil, sebenarnya ada rasa kasihan juga terhadap Tiffany akibat ulahnya semalam! Tapi mau bagaimana lagi, Tiffany sendiri yang sudah mau menjerumuskan dirinya kedalam lingkaran tak terbalas ini.


"Aku harus bertemu Ameera, hari ini juga Ameera harus benar-benar lepas dari bayang-bayang Liam! Dan jika dia menolak, maka dengan terpaksa mungkin aku akan sedikit membuat mu tidak nyaman dengan rencana ku Ra!"


Mobil melaju untuk menuju flat yang dihuni oleh Ameera, pagi ini Ameera yang sudah bersiap-siap hendak berangkat kerja pun keluar dari flat, dan Xander yang sejak tadi sudah berdiri didepan pintu apartemen itu tentu saja mengagetkan Ameera.


"Astaga! Xand, kau membuatku terkejut!"


"Kita perlu bicara Ra,"


"Iya rencananya sore ini aku memang mau meminta mu untuk kita bertemu dan bicara,"

__ADS_1


"Aku mau sekarang!"


"Tapi aku harus kerja Xand, nanti sore kita ketemuan di cafe biasa,"


"Aku akan memaafkan perbuatan mu semalam dengan laki-laki itu di taman, tapi aku mohon kau berhenti kerja dari sana dan ikut denganku sekarang,"


"Xand, apa kau melihat aku dan Liam di taman?"


"Iya Ra, aku memang sangat sakit hati melihat itu! Tapi aku bersedia melupakan kejadian itu, yang penting sekarang kau ikutlah denganku dan tidak usah kerja lagi,"


"Ikut? Tapi ikut kemana Xand? Aku harus berangkat kerja sekarang!"


"Bukankah kau sudah berjanji untuk keluar dari perusahaan itu?"


"Maaf Xand, nanti sore kita lanjut bicarakan hal ini ya! Aku pergi dulu!"


Tapi satu tangan Xander mencengkram tangan Ameera.


"Xand,"


"Xand, lepas!"


"Jawab!" memekik..


Ameera belum berani menjawab pertanyaan Xander yang sedang emosi.


"Ameera kau sadar, aku bahkan sampai menentang orangtuaku, aku meninggalkan seluruh harta ku! Itu semua demi dirimu kau lupa itu semua?


"Xand aku sangat menyesali semua ini, jika aku bisa mencintaimu aku pasti mau menikah dengan mu dan kita hidup bahagia bersama, tapi kenyataannya ada Liam di hati ku!"


Mendengar nama Liam lagi-lagi disebut membuat Xander semakin meradang dan merasa tidak dihargai.


"Aku rasa sudah saatnya aku katakan padamu Xand, sekeras apapun usahaku untuk membuka hati untuk mu, kau tetap tidak berhasil memasukinya! Aku pergi dulu, terimakasih untuk semua kebaikanmu,"

__ADS_1


Ameera pergi begitu saja meninggalkan Xander yang masih berdiri didepan pintu kamar apartemennya! Setibanya di kantor, Ameera menyibukkan dirinya dengan mengerjakan pekerjaannya dan memeriksanya secara berulang-ulang.


Liam yang memang ingin melihat Ameera, sengaja mengunjungi ruangan untuk staf biasa di kantornya! Tentu saja semua para staf langsung menundukkan kepalanya ketika Liam masuk kedalam ruangan mereka.


"Tuan apa ada yang bisa saya bantu? Tuan sampai harus masuk kesini?"


Ameera pun hanya menunduk, dan sesekali menengok kearah Liam.


"Kembalilah bekerja aku hanya ingin melihat-lihat pekerjaan kalian satu persatu!"


Seumur-umur menjabat sebagai CEO di perusahaan ini, ini adalah kali pertama Liam memasuki ruangan untuk staf biasa.


Liam melihat satu persatu pekerjaan dari para staf biasa di perusahaannya itu, hingga tibalah dimeja kerja Ameera! Tubuh Liam membungkuk, lalu wajahnya menempel dengan wajah Ameera, satu tangan Liam pun meraih satu tangan Ameera yang sedang memegangi mouse.


"Am," bisik Ameera yang merasa gelagapan saat Liam sedekat ini dengannya.


"Sutt, mau aku cium lagi bibirmu hingga kebas?" bisik Liam ditelinga Ameera.


"Tidak,"


"Ya sudah nikmatilah, nanti malam kita makan malam yah?"


"Tidak mau,"


"Hmm ya sudah, kalau begitu besok aku akan ke ruangan ini lagi untuk menanyakan hal yang sama," bisik Liam.


"Am,"


Liam malah menyunggingkan bibirnya, lalu setelahnya dia pun melepaskan Ameera.


"Oke semuanya, aku sudah mengecek satu persatu pekerjaan kalian! Mungkin besok aku akan berkunjung lagi kesini, selamat bekerja semuanya,"


"Baik Tuan, selamat bekerja kembali!" serempak.

__ADS_1


Pagi-pagi dikunjungi oleh Liam begini, membuat Ameera menyelipkan senyum dibibirnya.


__ADS_2