(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 81


__ADS_3

Duh engga terasa ya hanya tinggal beberapa bab aja sudah mau end ini novel, terimakasih banyak sudah mengikuti novel ini sampai sekarang!


Besok pengumuman Give away ya, jadi jangan lupa untuk terus memberi dukungan untuk novel Mak yang ini, oke see u😊


Senyum merekah mulai terlihat dibibir Tiffany saat melihat coretan tanda tangan Xander di surat perjanjian yang Fanny sudah atur. Akhirnya Xander setuju untuk menikahinya dan tidak akan menceraikannya setelah bayi itu lahir.


"Xand, akhirnya kau menandatangani ini juga! Aku harap kita bisa menjalani pernikahan ini dengan bahagia sampai menua bersama," gumam Tiffany sambil memeluk surat perjanjian itu.


Keesokan harinya, Liam dan Ameera berangkat kerja bersama! Semua orang di perusahaan pun sudah mengetahui bahwa Ameera adalah istri Liam, tak jarang para karyawan pun memuji bahwa memang Ameera yang sangat cantik sangat cocok menjadi istri seorang Liam de Elzias.


Dengan senang hati Liam mengantar istrinya itu hingga dimeja kerjanya, diusapnya pipi Ameera oleh Liam.


"Aku ke ruangan ku dulu ya Ra!"


"Iya, kau semangat ya kerjanya!"


"Kau juga,,"


Layaknya sepasang pengantin baru pada umumnya, rasanya berat sekali untuk berjauhan satu sama lain padahal masih didalam gedung yang sama, tapi kedua kaki Liam tetap menolak untuk berjauhan dari Ameera.


"Tuan CEO pekerjaan mu sangat banyak loh," Ameera berusaha mengingatkan.


"Oke lah, sebenarnya aku masih ingin bersamamu tapi ya seperti yang kau bilang pekerjaan ku sangatlah menumpuk,"


Liam pun pergi meninggalkan Ameera menuju ruangan kerjanya, disana sudah ada Tiffany dengan setumpuk berkas yang menumpuk dimeja kerja Liam.


"Tuan CEO, kau masih ingat ruangan mu dimana rupanya," sindir Tiffany.


"Sejak kapan sekertaris berani menyindir bosnya?"


"Sudahlah, memangnya kau pikir aku tidak tau kalau kau mengantar dulu istrimu sampai ke ruangan kerjanya kan?"

__ADS_1


"Tentu saja, aku harus pastikan istriku aman sampai di ruangan kerjanya,"


"Dasar pengantin baru,"


Liam duduk dikursi kebesarannya, tapi Liam melirik kearah Tiffany dia merasa ada yang berbeda dengan wajah Tiffany hari ini.


"Kau sedang jatuh cinta?"


"Hah? Kenapa kau tanya begitu Am?"


"Wajahmu bersinar-sinar, sepertinya kau sedang jatuh cinta, siapa laki-laki itu?"


"Kau bertanya siapa laki-laki itu? Kau tau kan aku menyukai siapa?"


"Xander?"


"Yap, kau tau Am nanti sore aku akan pergi bersama Xander untuk mengurus gedung pernikahan kami!"


"Iya, dan kau tau aku sedang mengandung anaknya,"


Sekejap Liam mengingat kembali bagaimana sikap tidak terpuji Ibunya Xander yang saat itu merendahkan Ameera, tentu saja sebagai atasan sekaligus sahabat bagi Tiffany, Liam merasa khawatir atas keputusan besar yang dibuat oleh Tiffany.


"Bukankah Xander tidak mencintai mu? Kenapa tiba-tiba dia mau menikahi mu?"


"Tentu saja karena aku hamil anaknya!"


"Fan berhati-hatilah orangtua Xander bukan orang yang baik, justru aku ragu Xander bisa melindungi mu dari orangtuanya,"


"Hei Tuan CEO kau tidak usah khawatir, aku ini Tiffany yang tidak mungkin bisa diinjak-injak dan aku sudah tau bagaimana sikap kedua orangtuanya!"


"Kalau ada apa-apa atau kau butuh bantuan nantinya, segera hubungi aku atau Ameera,"

__ADS_1


"Iya, terimakasih banyak atas perhatian mu Am!"


Sebenarnya Liam tidak setuju Tiffany mengambil langkah untuk menikah dengan Xander, apalagi perasaan Xander bukan untuk Tiffany tapi melihat bagaimana Tiffany sangat ceria hari ini karena akan menikah dengan Xander membuat Liam akan mendukung penuh keputusan Tiffany asal dia bahagia.


Saat jam makan siang, Liam menghampiri Ameera di ruangan kerjanya.


"Hai,"


"Hai, kau tidak makan siang Tuan?"


"Ayolah aku suamimu dimana pun dan kapan pun jangan panggil aku Tuan!"


"Iya maaf Am, aku hanya tidak enak saja jika ada yang mendengar aku memanggil mu dengan panggilan biasa,"


"Ayo ikut!"


"Kemana?"


"Makan siang diluar bersama ku,"


Setelah menjemput Ameera di ruangan kerjanya, Liam dan Ameera menuju salah satu cafe untuk makan siang bersama. Sambil menunggu makanan datang, Liam pun membuka obrolan terlebih dahulu.


"Ra, tadi pagi Fany cerita padaku! Dia akan menikah dengan Xander,"


"Apa? Tapi bukankah Xander tidak menyukai Fany Am?"


"Maka dari itu, sekarang Fany bahkan tengah mengandung anak dari Xander akhirnya laki-laki itu mau menikahi Fany!"


"Fany hamil? Kapan keduanya melakukan itu?"


"Entahlah aku tidak bertanya lagi, yang aku khawatirkan Tiffany harus memiliki mertua seperti orangtuanya Xander,"

__ADS_1


"Tapi Fany itu wanita hebat loh Am, dia pasti bisa meluluhkan hati orangtuanya Xander,"


__ADS_2