
Cukup lama Ameera hanya berdiam menatap Liam dari kejauhan, hingga sebuah keputusan pun ia ambil. Menurut Ameera memberikan sekedar air minum untuk Liam mungkin tidak ada salahnya, toh jika kita melihat kucing mengeong kehausan di jalan pasti kita juga akan memberikan minum dan makan untuk kucing tersebut, apalagi ini mantan suami yang kehausan.
Ameera kembali ke messnya untuk mengambilkan minuman untuk Liam! Setelah mengambil satu kaleng minuman dingin dari lemari es, Ameera berjalan menuju parkiran di mess tersebut.
Tapi saat sedang berjalan, terlihat mobil Xander datang dan berhenti tepat disamping mobil Liam, seketika Ameera pun berhenti bergerak tiba-tiba Xander datang dan ada Liam disini, keduanya pasti akan bertengkar lagi seperti saat di rumah sakit.
Ameera pun buru-buru berjalan untuk menghampiri Xander, dari dalam mobil Xander sudah melihat Liam yang tengah mengganti ban mobilnya dan dari kejauhan Ameera berjalan sambil membawa satu kaleng minuman, Xander pun berpikir bahwa minuman itu pasti akan Ameera bawa untuk Liam.
Tak ingin memberikan celah kembali pada Liam untuk dekat dengan Ameera, Xander segera turun dari mobilnya. Disaat yang sama Ameera tiba, Liam pun menengadahkan wajahnya saat melihat Xander dan Ameera kini saling berhadapan.
"Wah terimakasih Meera kau peka sekali, baru saja aku mengirim mu pesan kalau aku haus langsung kau menyambut ku ke parkiran dan membawakan aku minuman dingin ini!" Xander meraih minuman kaleng itu dan langsung membuka penutup minumannya.
Glekk...
Diminumnya oleh Xander hingga habis sementara Ameera hanya bisa terperangah melihat Xander merebut minuman yang seharusnya untuk Liam! Tapi untuk protes pun tidak mungkin dilakukan, Ameera sadar Xander sudah terlalu baik untuknya.
"Ayo, aku dengar orangtuamu akan datang hari ini! Jadi aku ingin ikut makan bersama dengan mereka!" Xander meraih pundak Ameera dan membawa Ameera pergi dari sana.
Tidak ada protes yang dilakukan oleh Ameera terhadap Xander, karena memang sebaiknya dia tidak berlama-lama didekat Liam.
Liam menatap punggung wanita yang tengah dirangkul mesra oleh Xander, mendengar dari Xander bahwa Ameera membawakan minuman itu untuknya bahkan Ameera sampai menghampiri Xander ke parkiran membuat Liam semakin dilanda penyesalan yang teramat dalam.
Kini Ameera telah menemukan kebahagiaannya, dilihatnya Xander pun laki-laki yang baik dan tepat untuk Ameera!
"Semoga kau bahagia Ameera," kedua mata Liam berbinar-binar hatinya terasa diris-iris melihat kini Ameera telah melupakannya dan bahagia dengan laki-laki lain.
Setelah selesai mengganti ban mobilnya, Liam segera pergi meninggalkan mess Ameera! Ada rasa lega karena melihat Ameera baik-baik saja bahkan sekarang ada yang menjaganya, tapi kenapa hati Liam terasa perih melihat Ameera bersama yang lain.
"Apa sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu?" Gumam Liam.
__ADS_1
Sepulang dari Ameera rencananya Liam akan mengunjungi pemakaman Ambeera, bukan karena Liam merindukan Ambeera, tapi untuk menanyakan dengan semua yang telah Ambeera lakukan padanya.
Karena tentu saja emosi Liam kala mengingat semua kebohongan Ambeera membuatnya menjadi tersiksa ingin meluapkan amarahnya pada Ambeera.
Yang paling disesali oleh Liam adalah, karena ulah Ambeera dia telah salah menilai Ameera bahkan berpikiran Ameera tidak layak dipilih untuk dijadikan istri oleh Liam saat dulu.
Sementara didalam mess, Ameera menyibukkan dirinya dengan menyiapkan makanan untuk Xander laku menatanya dimeja makan.
"Kenapa dia bisa ada disini Ra?"
"Em, momy dan Dady sedang ada urusan jadi dia yang antar makanan! Tapi hanya antar makanan saja kok!"
"Oh ya? Apa dia tidak mengganggu mu?" Xander mendekati Ameera yang sedang berusaha mengambil mangkuk kecil dikitchen set bagian atas.
Xander pun berada dibelakang Ameera saat ini, lalu merogoh mangkuk kecil yang berada didalam kitchen set itu! Posisi tersebut membuat tubuh Xander dan Ameera saling bersentuhan.
Bibir Xander mendekat ditelinga Ameera untuk berbisik.
Ameera hanya terdiam dan tak tau harus bagaimana saat Xander tetap berada dibelakangnya!
"Ini mangkuknya!"
Diambilnya oleh Ameera mangkuk kecil itu dari tangan Xander, setelah ini Ameera berpikir bahwa Xander akan menjauh karena mangkuk sudah dia ambil tapi dugaan Ameera itu ternyata salah besar.
Kedua tangan kekar milik Xander perlahan tapi pasti melingkar dipinggang Ameera, bibir Xander mendekat keleher jenjang Ameera membuat Ameera berusaha untuk menghindar.
"Ra, jadilah kekasihku!"
Berada didekat Ameera membuat Xander tidak bisa menahan lagi keinginannya untuk memiliki Ameera. Xander semakin memperkuat pelukannya dari belakang ditubuh Ameera.
__ADS_1
Kini tanpa bertanya terlebih dahulu Xander bahkan meng cup leher jenjang Ameera secara tiba-tiba.
"Stth Xand, stop! Aku belum siap, aku mohon,"
Mendengar jawaban Ameera, membuat Xander melepaskan pelukannya ditubuh Ameera! Buru-buru Ameera pergi dari sana menaruh mangkuk dimeja.
"Maaf aku keterlaluan padamu tadi," ujar Xander.
"Makanlah, aku sudah lapar soalnya," ajak Ameera seraya mengalihkan pembicaraan yang tadi.
Di pemakaman.
Liam turun dari mobilnya dan tidak seperti biasanya saat mengunjungi pemakaman Ambeera maka Liam akan membawakan bunga, kali ini atas semua kekecewaan yang dia dapat Liam tidak membawa bunga untuk ditaruh di makam Ambeera.
Liam berdiri didepan makam Ambeera dengan perasaan campur aduk, kedua matanya berkaca-kaca sedih, marah, kecewa dan kesal melebur menjadi satu bergejolak didalam hati Liam.
"Aku datang padamu! Tapi bukan karena aku rindu padamu Amber, aku datang untuk marah padamu!" air mata Liam menetes di pipinya.
"Kenapa kau tega menipuku? Kenapa kau memisahkan aku dengan Ameera dengan cara seperti itu Amber? Jawab!!" teriak Liam.
Teriakan Liam sangat kencang dia seperti sedang meluapkan amarahnya pada sosok Ambeera.
"Kau menipuku Amber, kau membuat aku membenci Ameera kau membuatku menikahi mu padahal ada Ameera yang mencintai ku dengan tulus! Kenapa kau lakukan ini padaku Amber? Salahkah aku jika aku saat ini bahagia melihat mu telah mati? Salahkah aku?" lagi-lagi Liam memaki-maki makam Ambeera.
Aaaaaa.....
Liam berteriak sekencang-kencangnya menangis sesenggukan seorang diri, tidak ada yang bisa membuatnya bahagia saat ini! Hancur sudah hati Liam oleh kebohongan Amber dan melihat Ameera kini dengan yang lain.
"Hidupku hancur sekarang, kau puas? Kau puas Amber? Aku menyesal pernah mencintaimu, aku menyesal kau dengar itu! Dan harus kau tau ini kali terakhirnya aku menginjakkan kaki disini, aku tidak akan pernah mengunjungi mu lagi, kau paham hah!!!" Liam meremat kepalanya air matanya bercucuran tapi dengan berteriak menyuarakan segala kekecewaan dihatinya pada Ambeera, kini Liam merasa lebih lega.
__ADS_1
Marah lah Am marah, sebelum marah-marah itu dilarang,😅 Ganteng-ganteng ga pernah mandi, jorok banget deh Am bener kata momy Joa baunya Ampe kecium ke hidung othor Am.