
Sore hari sebelum jam kepulangan kantor, Xander sudah meminta izin pada tempat dia bekerja untuk pulang lebih cepat! Xander memarkirkan mobilnya di halaman perusahaan D.E skincare diantara mobil-mobil yang ada, Xander memarkirkannya ditengah-tengah, agar Ameera tidak melihat mobilnya.
Terlihat dari dalam mobil para karyawan D.E skincare sudah mulai berlalu lalang untuk pulang, begitu juga Ameera yang terlihat oleh Xander baru saja keluar pintu utama perusahaan! Ameera berjalan kaki hingga melewati halaman perusahaan, Xander pun turun dari mobilnya untuk membuntuti Ameera.
Anehnya Ameera tidak langsung memanggil taxi, tapi dia menyebrang dengan berjalan kaki membuat Xander semakin curiga, mau kemana calon istrinya itu?
Diantara kerumunan orang-orang yang menyebrang Xander ikut menyebrang tapi sengaja jaraknya agak jauh dari posisi Ameera! Terlihat Ameera memasuki taman lalu duduk dibangku salah satu taman.
"Untuk apa Ameera duduk di taman ini?" Xander bersembunyi dibalik salah satu pohon untuk mengawasi Ameera.
Mulai terdengar suara petir sepertinya akan segera turun hujan. Ameera pun melihat jam ditangannya, sudah sepuluh menit sejak tadi dia duduk dan Liam belum datang juga.
Setelah lima belas menit berlalu, sepasang kaki terlihat berdiri dihadapan Ameera.
"Maaf menunggu mu terlalu lama!" kata Liam.
Ameera pun berdiri dihadapan Liam, keduanya saling menatap satu sama lain. Xander yang melihat ternyata Ameera membuat janji temu dengan Liam, hatinya langsung terbakar melihat kenyataan dihadapannya saat ini.
"Tega kau Ra, apa kurangnya aku Ra? Kenapa kau malah bermain dibelakang ku?" Kedua tangan Xander sudah mengepal, dan dia pun ingin segera melabrak Ameera juga Liam, tapi mendengar Ameera mulai berbicara, Xander kembali bersembunyi ingin tau maksud dari pertemuan Ameera dengan Liam.
"Aku langsung saja pada intinya! Tolong biarkan aku resign dari perusahaan mu, jika harus membayar finalti sebesar itu terus terang aku tidak sanggup!"
"Sebutkan alasan kenapa kau ingin keluar dari perusahaan ku?"
"Karena aku menjaga perasaan calon suamiku! Aku tidak mau mengecewakannya, apalagi sampai membuatnya terluka! Jadi aku mohon padamu, tolong jangan membuat ku kesulitan,"
"Maafkan aku! Aku minta maaf atas semua kesalahan yang telah aku perbuat padamu!
"Aku rasa aku sudah selesai berbicara dengan mu, aku pergi sekarang!" Ameera pun hendak mengakhiri pembicaraan yang sudah melenceng dari pembahasan.
__ADS_1
"Aku mencintaimu,"
"Apa?"
"Aku sangat mencintaimu Ameera, apa kau tau aku menjalani kehidupan ini dengan putus asa tanpamu! Penyesalan ini semakin hari semakin menggerogoti hati dan pikiran ku, rasanya aku ingin mati agar terbebas dari semua rasa penyesalan dan rasa cinta ku padamu,"
"Kau bicara apa Am, lanjutkan hidupmu seperti biasa,"
Hujan pun turun dengan deras tapi baik Liam maupun Ameera sama-sama tidak meninggalkan tempat semula keduanya berdiri.
Liam pun memeluk erat tubuh Ameera! Berdiri dibawah guyuran air hujan membuat kedua insan itu tak saling mengetahui bahwa ada air mata yang bercucuran mengalir dipipi Liam maupun Ameera.
"Lepaskan aku! Aku mau terbebsa darimu! Aku mohon pergilah dari hidupku, jangan biarkan semua usahaku untuk melupakan mu sia-sia aku membenci mu Liam, aku benci!"
Namun Liam semakin erat memeluk tubuh Ameera.
"Lepaskan!"
"Aku benci padamu Am, pergi dari hidupku! Aku ingin terbebas dari bayang-bayang mu, kau tau aku sangat tersiksa menahan kerinduan ini, pahami aku pahami aku!"
Ameera terus memukul-mukul dadaa Liam untuk melampiaskan rasa rindu yang dibalut oleh rasa benci, dan Liam pun membiarkan Ameera melampiaskan amarahnya, sejuta kali Ameera ingin memukulnya tak akan pernah sekalipun Liam menghindarinya.
"Aku sangat menderita jauh dari mu Ameera, aku jatuh cinta padamu!"
"Hentikan! Semua hanya omong kosong, kau tidak pernah mencintai ku, tidak sekalipun kau melihat isi hatiku yang kau cintai hanya Ambeera bukan aku!"
Kedua tangan Liam pun meraih kedua tangan Ameera yang semula tengah memukul-mukul dadanya!
Cup...
__ADS_1
Sebuah ciuman mendarat dibibir Ameera, Liam menaruh kedua tangan Ameera melingkar di lehernya,. sementara kedua tangan Liam melingkar dipinggul Ameera, tidak ada niat sedikit pun dari diri Ameera untuk menolak ciuman yang dilakukan oleh laki-laki yang sangat dia rindukan selama ini.
Dan Xander yang melihat Ameera sama sekali tidak menolak Liam mencium bibirnya, sangat kecewa melihat hal seperti ini didepan kedua matanya! Jika selama ini sudah tak terhitung berapa kali Ameera selalu menolak sentuhan yang dilakukan oleh Xander, tapi ketika bersama dengan Liam, kenapa Ameera justru tidak menolak, bahkan berusaha menghindar saja tidak.
Xander pergi meninggalkan taman, tentunya dengan hati yang tercabik-cabik setelah melihat dengan kedua matanya sendiri Ameera dan Liam berciuman dengan begitu mesra.
Ditengah derasnya hujan Xander berjalan tanpa arah tujuan, langkah kakinya gontay menyaksikan wanita yang dia cintai sepenuh hati berciuman dengan laki-laki dari masa lalunya. Xander memasuki sebuah minimarket untuk membeli beberapa kaleng minuman beralkohol.
Dengan pakaian basah kuyup, Xander berjalan sempoyongan sambil membuka satu minuman beralkohol yang dia bawa sebagai teman pelampiasan amarahnya! Tidak ada arah dan tujuan kemana kakinya akan melangkah, Xander benar-benar diselimuti oleh kekecewaan yang sukses menghancurkan hatinya hingga kebagian paling dalam.
Xander berjalan melewati jalanan menuju mess yang dihuni oleh para karyawan perusahaan D.E skincare! Dan Tifanny yang sedang membawa payung untuk membeli makanan ke mini market, merasa heran ada laki-laki berjalan dengan sempoyongan seperti hilang kendali.
Ketika diamati lagi, sosok yang berjalan sempoyongan itu adalah orang yang dia kenal bahkan orang yang sangat dia kagumi.
"Tuan Xander?"
Masih berada di taman dengan saling meluapkan kerinduan yang telah lama keduanya simpan rapat-rapat! Liam melu mat habis bibir Ameera, meskipun Ameera belum bisa membalas ciuman yang dilakukan oleh Liam, tapi Ameera sangat menikmati permainan bibir Liam.
Dilepaskannya terlebih dahulu bibir Ameera oleh Liam.
"Kau masih sangat kaku, apa kau tidak," belum selesai perkataan Liam, Ameera sudah paham kemana arah pertanyaan Liam.
"Hanya denganmu! Hanya kau yang menyentuh bibir ku!" dengan sedikit gugup.
Kejujuran Ameera membuat Liam kembali mendaratkan ciuman dibibirnya, Liam mampu bermain sendiri dia melu mat bibir bagian atas Ameeera, lalu mengeluarkan lidahnya untuk memasuki rongga mulut Ameera.
Tubuh keduanya pun semakin merekat seiring dengan lidah Liam yang memenuhi rongga mulut Ameera, melahap bibir berwarna merah muda itu hingga Ameera pun merasakan bibirnya agak kebas karena Liam juga menyempatkan untuk memberikan gigitan-gigitan kecil dibibirnya.
Aduh Ra siap-siap dibully kamu sama pendukung Xander, maak ga tanggungjawab ya Ra.😅😅😅
__ADS_1