(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 85. GA


__ADS_3

Hai hai hai semuanya maaf ya terjeda sebentar untuk bab berikutnya, maak mau ngiklan dulu ya karena maak sudah janji akan ada Give away untuk novel (Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci, di tanggal 30 November ini.


Sekarang maak hadir untuk memberitahukan siapa yang mendapatkannya, ada 5 orang pemenang ya!


Pemenang 1,2,3 diambil dari rangking umum yang paling banyak memberikan dukungan untuk novel ini, biasanya paling rajin ngasih vote, hadiah, like, atau komen maka akan ada di rangking 3 teratas.


Hadiahnya pulsa sebesar 50.000 untuk 3 orang pemenang, berikut pemenangnya 👇👇



Kemudian untuk 2 orang pemenang diambil dari komentar paling baper, ada banyak sekali komentar-komentar yang selalu membuat maak semangat nulis dan baper sampai senyum-senyum sendiri tapi kita ambil 2 yang paling bikin baper, akan mendapatkan hadiah pulsa masing-masing 25.000.


Dan ini dia komentar yang bikin baper 👇👇👇


1.



2.



Nah silahkan bagi pemenang bisa DM ke IG maak @author_noveltoonsopi cusss ya, sertakan juga pemenang 1, 2 atau 3, atau komentar baper 1, 2.


Novel ini akan segera tamat ya karena episodenya juga udah lumayan panjang, nah kalian jangan khawatir sebagai gantinya maak udah buat novel baru berjudul "Putri Kecil Pemuas Dady" ini novel sequel Tawanan kamar Tuan Lan juga ya!! Jadi mampir dong, nanti diawal bulan akan crazy up terus.



Lumayan kan buat mengisi waktu luangnya sambil baca-baca novel terbaru maak. Hehehe.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan juga karena di novel baru maak juga akan ada Give awaynya, diumumkan pada akhir bulan Desember.


Oke, kita lanjut lagi yuk sampai dimana tadi ya?? Oh di sofa bergoyang, tapi sayangnya Sofanya mahal jadi guncangan sebesar apapun tetap aja engga bikin goyang itu sofa.😀😀🤫


Secara bergantian dan tanpa jeda Liam meng hi sap satu persatu semangka import milik Ameera yang berukuran super itu, demi apapun Liam sangat bersemangat ketika bisa meng hi sap semangka import milik Ameera, selain ukurannya yang besar, semangka import milik Ameera masih sangat kencang dan padat.


Membuat Liam terus menerus tidak bisa berhenti meng hi sapnya sampai Ameera melenguh tanpa ampun.


Sesekali kedua tangan Ameera pun menekan kepala Liam agar semakin kencang meng hi sap semangka import miliknya, hal itu membuat wajah Liam semakin tenggelam kedalam semangka milik Ameera.


Sambil menikmati semangka favoritnya, jari-jari tangan Liam sudah bertamasya kedalam pangkal paha Ameera, mencoba mencari ruang ditengah-tengah pangkal paha Ameera.

__ADS_1


Hingga jari-jari itu sampai dititik bagian inti milik Ameera yang masih tertutupi oleh kain, tidak masalah bagi jari-jari liar Liam karena selalu ada jalan untuk mencapai apa yang jari-jari liar itu inginkan.


Jari-jari itu menelusup ke sela-sela kain penutup bagian inti Ameera, hingga menarik kain itu kesamping agar tidak menghalangi jalan masuk jari-jari tangan Liam, bagian inti milik Ameera pun sudah berhasil disentuh oleh jari jemari Liam.


Seketika wajah Ameera mendongak keatas, kedua tangannya mencengkram rambut Liam dan tanpa permisi terlebih dahulu, satu jari Liam sudah masuk kedalam bagian inti Ameera.


"Iam, ahh oughttt,"


De sah Ameera pun tak tertahankan lagi, tak masalah bagi Liam mau Ameera menjerit-jerit sekalipun karena ruangan ini kedap suara jadi tidak akan ada yang mendengar de sahan Ameera sekencang apapun.


Sambil terus meng hi sap kedua semangka import Ameera secara bergantian, satu jari Liam keluar masuk dari dalam bagian inti Ameera membuat kesadaran Ameera melayang keatas awan mendapatkan hal seperti ini.


Ameera semakin meracau hebat saat semakin lama jari-jari liar itu keluar masuk dari bawah sana, Liam benar-benar membuat Ameera menjerit-jerit keenakan bahkan Ameera sampai-sampai memohon.


"Am, aku sudah tidak tahan lakukan sekarang Am Please,"


Liam pun melepaskan semangka import Ameera yang sejak tadi menyumpal mulutnya.


"Kau tidak tahan sayang?"


"Iya sah, oughttt Am lakukan Am masukan sekarang!" de sah Ameera.


"Am oh my God, ahh emthhh sayang Please,"


"Aku juga tidak tahan lagi Ameera sayang,"


Kedua jari Liam bergerak luar biasa cepat hingga membuat Ameera menjerit sangat kencang, Ameera merasakan sesuatu akan mencapai puncaknya dibawah sana.


Tubuh Ameera bergetar hebat hingga akhirnya terjadi ledakan dibawah sana. Nafas Ameera masih turun naik merasakan pelepasannya yang luar biasa, tapi Liam yang sudah tidak tahan segera menurunkan resleting celananya.


Hingga lobak importnya itu bertengger didepan bagian inti Ameera.


"Am," lirih Ameera.


"Aku menginginkan mu Ra,"


Blas, tanpa menunggu lama Liam memasukkan lobak importnya kedalam bagian inti Ameera dengan sekali hentakan yang sangat memaksa hingga Ameera pun kembali menjerit.


Bagian intinya terasa sesak memenuhi bagian intinya, terlihat wajah Liam yang sangat menikmati ketika miliknya berada didalam bagian inti Ameera, hingga Liam pun tak kalah ikut meracau dari Ameera.


"Ameera ahh kau selalu luar biasa sayang,"

__ADS_1


"Enak sekali Ra, ah oh Fu ck!"


Liam terus meracau sembari menggerakkan pinggulnya dengan begitu cepat membuat Ameera yang berada dibawah penguasaannya hanya bisa pasrah tidak berdaya merasakan setiap kali hentakan-hentakan yang dilakukan oleh Liam pada miliknya.


Tak puas sampai disitu, Liam meminta Ameera untuk berbalik membelakanginya dan kembali Liam masukkan lobak import itu kedalam bagian inti Ameera, sambil kedua tangan Liam me re mas semangka Ameera yang saat ini terlihat bergelantungan karena posisi Ameera yang membungkuk.


Dibawah penguasaan Liam, Ameera hanya bisa menerima sebuah kenikmatan yang membuatnya tidak berdaya dan terus men de sah. Hingga Ameera merasakan miliknya kembali bergetar hebat dan akhirnya Ameera kembali mencapai puncak kenikmatannya.


Tubuh Ameera lemas, lunglai dan masih menikmati sisa-sisa puncak kenikmatannya, akan tetapi Liam terus bergerak maju mundur karena Liam sendiri belum mencapai puncak kenikmatannya.


"Ra, sebentar lagi Ra ahh,"


Semakin lama bergerak, Liam semakin merasakan miliknya seperti dijepit dan akan segera meledak. Meskipun Ameera sudah sangat lemas, tapi demi Liam mendapatkan apa yang dia inginkan Ameera terus melayani permainan Liam demi memuaskan suaminya itu.


Hingga pinggul Ameera pun ikut bergerak agar keduanya sama-sama bergerak dan bisa cepat memberikan apa yang Liam inginkan.


Dan setelah beberapa kali hentakan luar biasa dibawah sana, Liam pun berhasil mencapai puncak kenikmatannya.


Tubuh Liam bergetar-getar seiring miliknya yang sedang merasakan puncak pencapaiannya. Setelah selesai tubuh Liam pun ambruk diatas sofa, begitu juga dengan Ameera.


Keduanya masih sama-sama mengatur nafas dan saling melempar senyuman.


"Kenapa tubuhmu selalu membuatku berg a irah seperti ini Ra?" Liam memegangi dagu Ameera.


"Itu karena kau yang memang me sum,"


"Enak saja! Kau yang membuatku tidak tahan terus,"


Dilihatnya Ameera sudah merapihkan pakaiannya, membuat Liam menarik lengan Ameera hingga wanita itu jatuh kedalam pelukan Liam.


"Am,"


"Sayang, aku masih merindukanmu kau disini saja ya!"


"Tidak bisa dong, pekerjaan ku banyak lagipula disini aku adalah bawahan mu, jadi aku harus profesional,"


Ameera melepaskan pelukan Liam dari tubuhnya.


"Tapi nanti di rumah lagi ya?"


"Am," kedua mata Ameera melotot.

__ADS_1


__ADS_2