
Tidak terima dikatakan hanya ingin menumpang hidup kaya oleh Ibu dan Ayahnya Xander, Tiffany langsung mendekat kedepan ibunya Xander.
"Maaf nyonya, tapi saat ini bukankah ini bukan waktu yang tepat untuk anda menghina-hina saya? Sudah untung saya datang kesini meminta pertanggungjawaban dari putra anda secara baik-baik!"
"Hei wanita gila, berani kau meninggikan suaramu dihadapan ku, kau pikir kau ini siapa?"
"Aku siapa? Tentu saja aku akan menjadi istri anakmu dan aku akan memberikan cucu untuk kalian, jadi jaga bicara kalian terhadap ku!"
"Kau!!" orangtua Xander sudah menunjuk-nunjuk wajah Tiffany, dan keduanya sama-sama sangat tidak menyukai sikap lancang Tiffany terhadap mereka.
"Mom, dad, sudah cukup! Aku akan membawa dia ke rumah sakit untuk mengecek kebenarannya!"
"Ya sudah pertunangan mu dengan wanita pilihan kami, kita tunda dulu momy dan Dady akan ikut ke rumah sakit untuk menyaksikannya!"
Untuk pertama kalinya Tiffany bisa berada dalam satu mobil bersama dengan Xander dan juga kedua orangtuanya, didalam mobil Tiffany tidak henti-hentinya mengelus-elus perutnya yang masih langsing karena berkat kehamilannya akhirnya dia bisa sedekat ini dengan Xander.
Setibanya di rumah sakit, Tiffany langsung didaftarkan untuk melakukan USG oleh Ibunya Xander, hingga akhirnya mereka semua memilih untuk ikut menyaksikan Tiffany yang akan menjalani USG untuk mengetahui kehamilannya itu apakah benar atau suatu kebohongan.
Dimintanya oleh seorang Dokter agar Tiffany berbaring di ranjang pasien, raut wajah Xander dan kedua orangtuanya saat ini terlihat sangat tegang dan serius ingin segera mengetahui hasilnya.
__ADS_1
Akhirnya Dokter mulai menaruh alat diperut Tiffany, hingga muncullah tampilan apa yang terdapat didalam rahim Tiffany dilayar monitor yang bisa disaksikan oleh semuanya.
"Bagaimana Dok apa bener wanita ini hamil?" tanya Ibunya Xander yang kala itu melihat layar monitor memang sepertinya Tiffany tengah hamil saat ini.
"Benar, nah coba kita dengarkan detak jantungnya sudah terdengar tapi masih kecil!!"
Xander dan kedua orangtuanya langsung seketika hening untuk mendengarkan detak jantungnya, memang masih sangat kecil terdengar tapi cukup jelas juga, seketika Xander pun tersenyum tak percaya bahwa itu adalah detak jantung buah hatinya.
Orang tua Xander pun tidak lagi berkata apa-apa, setelah itu Tiffany bangun dan duduk dikursi untuk mendengarkan penjelasan dari Dokter, dihitung dari hari pertama haid terakhir Tiffany usia kandungannya saat ini sudah memasuki usia lima Minggu.
Dokter pun menyarankan untuk Tiffany menjaga kandungannya dengan baik, dan tidak melakukan aktivitas yang berat-berat selama kehamilannya!
Setelah mendengarkan penjelasan Dokter, mereka pun keluar bersama dari ruangan Dokter kandungan tersebut. Dan Xander masih dalam nuansa berdebar-debar jantungnya karena bisa mendengar detak jantung calon anaknya seperti tadi.
"Wanita ini punya nama Nyonya, namaku Tiffany Margaretha, panggil aku Fanny saja!"
"Tidak berlagak akrab ya dengan saya, saya meminta anak saya untuk menikahi mu itu semata-mata karena saya tidak mau cucu saya tidak punya ayah nantinya,"
"Benar, kau harus sadar diri kau itu bukan wanita dari kalangan kami jadi cukup jaga kandungan itu baik-baik dan tidak usah terlalu dekat dan banyak bicara dengan kami!"
__ADS_1
"Baiklah kalau itu keinginan kalian, untuk sementara aku akan menurutinya! Tapi ketika aku sudah resmi menjadi istri dari anak kalian, tentu saja kita harus semakin akrab karena kita sudah jadi satu keluarga," ujar Tiffany dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Mom, Dad, aku boleh bicara berdua dengannya dulu?"
"Ya sudah kita tunggu dimobil saja mom!" ajak ayahnya Xander.
Akhirnya ibu dan ayahnya Xander membiarkan Xander dengan Tiffany untuk berbicara berdua saja.
"Fany aku akan menikahi mu, dan ketika bayi itu sudah lahir maka biarkan dia tinggal di rumahku!"
"Maksudmu?"
"Aku akan menceraikan mu ketika bayi itu sudah lahir, dan biarkan dia tinggal di rumah ku, kau bisa kapan pun menengok anak itu nantinya dan aku juga akan berikan uang untuk ganti rugi karena kau sudah mengandung anakku!"
"Apa kau bilang? Mau menceraikan aku setelah anak ini lahir? Kalau begitu lebih baik tidak usah nikahi aku kau pikir pernikahan itu mainan,"
Tiffany pun melangkah pergi meninggalkan Xander yang berusaha mengejarnya.
"Fanny tunggu dulu, kau mau kemana?"
__ADS_1
"Aku mau pulang, kau pikir aku tidak bisa membesarkan anak ini sendirian? Aku bisa Xand, aku sangat bisa dan asal kau tau kenapa aku menemui mu karena aku berharap anak ini dapat merasakan hidup bersama dengan orangtuanya yang utuh!"
Yang nungguin part pengantin baru, besok ya? Sabar ya si duda terhormatnya aja sabar banget kok😁