(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 54


__ADS_3

Meskipun Xander tidak benar-benar menyerahkan seluruh hartanya, karena dia masih memiliki apartemen pribadi yang dia beli tanpa sepengetahuan orangtuanya! Xander akan menempati apartemen itu sekarang ini disana juga terdapat satu unit mobil milik Xander.


Malam harinya, Xander mendatangi kediaman Ameera untuk bicara bahwa dia sudah mengorbankan segalanya untuk bisa bersama dengan Ameera.


Melihat pesan dihandphone miliknya, Ameera segera keluar rumah karena isi pesannya, Xander ingin ngobrol diluar rumah.


Ameera masuk kedalam mobil Xander.


"Apa benar yang kau katakan ditelpon tadi sore?"


"Iya Ra, aku sudah meninggalkan semuanya!"


"Tapi kenapa Xand? Kalau kau mengambil keputusan seperti ini, aku jadi merasa sangat bersalah,"


"Ra, aku keluar rumah juga bukan semata-mata karena orangtuaku tidak bisa menerima mu, tapi aku juga ingin membuktikan pada orangtuaku bahwa aku mampu hidup mandiri, dan bisa membahagiakan mu dengan hasil usahaku sendiri,"


Mendengar pengakuan Xander yang telah meninggalkan orangtuanya, Ameera pun tidak tau lagi harus bagaimana! Xander sangat serius menjalani hubungan ini, dan Ameera yang tadinya meragukan keseriusan Xander, akhirnya semakin membuka hatinya untuk Xander.


"Kita jalan-jalan malam yuk?"


"Boleh,"


Sepanjang perjalanan Xander tidak henti-hentinya tersenyum pada Ameera, laki-laki itu sama sekali tidak menyesal atas keputusan yang telah dia ambil.


"Tadi kau sedang apa Ra?"


"Aku sedang mengirimkan beberapa CV pada perusahaan yang memang sedang membuka lowongan kerja,"


"Maaf ya, kau jadi harus ke sana kemari mencari pekerjaan lagi,"


"Keluar masuk kerja dari perusahaan kan biasa Xand, doakan saja aku segera mendapatkan pekerjaan lagi,"


"Iya sayang,"

__ADS_1


"Kau sendiri, apa rencana mu kedepannya?"


"Pertama aku akan menghubungi teman-teman ku yang memiliki perusahaan, aku akan meminta bantuan mereka untuk memperkerjakan aku! Aku juga akan menghubungi rekan bisnis lama, aku yakin mereka mau menerima ku bekerja di perusahaan mereka!"


Dari hari ke hari rupanya belum ada satupun perusahaan yang mau menerima Ameera, bahkan Ameera sempat beberapa kali lolos interview, tapi begitu sudah keterima mendadak perusahaan akan mengabarinya bahwa mereka tidak bisa memperkerjakan Ameera di perusahaan mereka.


Kecurigaan Ameera akan adanya sesuatu yang tidak beres dibalik perusahaan-perusahaan yang semula sudah deal menerimanya, tiba-tiba membatalkannya secara sepihak! Ameera berpikir bahwa ini ulah orangtuanya Xander, mereka pasti menggunakan kekuasaan mereka untuk mengintimidasi Ameera agar tidak bisa bekerja di manapun.


Begitu juga dengan Xander, teman-teman dan rekan bisnisnya tidak ada satupun yang mau memperkerjakan Xander di perusahaan mereka! Hal itu tentu saja membuat Xander stress berat, dan tau kalau ini ulah orangtuanya.


Sore hari saat Ameera pulang ke rumah kembali dengan kekecewaan karena perusahaan yang hari ini telah menerimanya, tiba-tiba membatalkannya! Padahal itu adalah perusahaan kecil, tapi tetap saja orangtua Xander bisa mengontrol perusahaan kecil juga.


Saat tiba di rumah orangtuanya, terlihat ada satu buah mobil sepertinya ada tamu yang datang!


"Aku pulang!" Ameera masuk kedalam rumah dengan lesu.


Terlihat orangtuanya sedang mengobrol dengan Sierra, rupanya Sierra datang berkunjung.


"Ra, sini minum dulu kau pasti lelah setiap hari bolak balik interview kerja!"


"Iya bibi kebetulan sedang santai, jadi mampir kesini untuk ngobrol-ngobrol!"


"Bagaimana Ra, apa ada perusahaan yang mau menerima mu?"


"Tidak ada mom, bahkan perusahaan yang hari ini aku datangi hanyalah perusahaan kecil, tetap saja bisa dikendalikan oleh orangtua Xander,"


Mendengar itu tentu saja Sierra sudah tau bahkan Liam pun telah mengetahui bahwa Ameera diboikot disetiap perusahaan atas campur tangan orangtua Xander, ini adalah permasalahan sangat mudah untuk Liam selsaikan sebenarnya jika dia mau! Tapi Liam meminta pada Sierra untuk membiarkan perusahaan-perusahaan itu memboikot Ameera, dan meminta tolong pada Sierra untuk membujuk Ameera bekerja di D.E skincare.


Ameera menghela nafas panjangnya, lalu meminum minuman yang tersedia diatas meja. Sierra hanya bisa mengu lum senyum melihat Ameera putus asa seperti ini.


"Bagaimana jika kau mengirimkan CV di perusahaan naungan group Limson, dan juga D.E skincare? Bukankah tidak akan ada yang bisa menyentuh perusahaan group Limson atau D.E skincare?" Sierra mulai melancarkan aksinya.


Momy Joa dan Dady El pun langsung menatap kearah Sierra, begitu juga Ameera.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin bi," wajah Ameera mendadak gelagapan.


"Kenapa Ameera? Hanya tinggal kirim email, siapa tau kan pihak HRD menerima mu, bibi janji tidak merekomendasikan mu secara khusus kau daftar lewat jalur resmi seperti pelamar lainnya!"


"Tetap saja aku,"


"Kenapa? Toh Liam sudah tidak ada lagi di negara ini, jadi kau murni hanya akan bekerja secara profesional di perusahaan milik group Limson ataupun di D.E skincare!"


"Iya Ameera apa yang dikatakan bibi Sierra itu benar, kau melamar secara resmi dan Liam kan juga tidak ada di negara ini!" momy Joanna membantu bibi Sierra meyakinkan Ameera.


Terlihat wajah Ameera yang dilanda kebingungan, sebenarnya benar juga apa yang dikatakan bibi Sierra toh Liam tidak ada di sini, dan melamar mu lewat jalur resmi!


"Ya, tapi itu si terserah padamu saja Ra bibi tidak bisa memaksa! Kalau kau mau hidup sulit dan menjadi pengangguran selamanya, maka abaikan saja saran dari bibi! Mumpung perusahaan group Limson dan D.E skincare sedang membuka lowongan kerja, kau cek saja websitenya!"


Membayangkan jika terus menyusahkan kedua orangtuanya jika tetap tidak memiliki pekerjaan, membuat Ameera pun berniat mengikuti saran dari bibi Sierra.


Setelah lama berbincang-bincang bibi Sierra pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam! Begitu masuk kedalam mobil, bibi Sierra lebih dulu menelpon Liam untuk mengabarkan tentang perkembangan apa yang dia perintahkan pada Sierra.


"Halo bi, bagaimana? Apa dia mau melamar ke perusahaan ku?"


"Iya sepertinya Ameera mau, sesuai arahan mu bibi sudah meminta group Limson membuka lowongan kerja di perusahaannya, tapi bibi sudah meminta pihak HRD untuk tidak memanggil Ameera, agar Ameera hanya akan bekerja di D.E skincare sesuai keinginan mu!"


"Terimakasih banyak bi, kau memang bibi yang paling aku cintai!"


"Kau ini, jika ada maunya saja memuja-muja bibi,"


"Bibi mau aku belikan apa, biar nanti aku bawakan?"


"Memangnya kau kapan kembali?"


"Minggu depan bi, aku perlu mengajari Darrel dulu untuk menggantikan aku disini!"


"Baiklah! Bibi akan urus semuanya dan cepatlah pulang!"

__ADS_1


Setelah memberikan kabar pada Liam, Sierra menutup teleponnya lalu pergi meninggalkan halaman rumah orangtuanya Ameera.


Maaf ya kalau temponya kelambatan, soalnya agak susah ini konfliknya dibawa ngebut takut engga nyambung nantinya.


__ADS_2