
...Orang Tua Yang Mencari...
Di rumah Santi,
Tok! Tok! Tok!
“San, bangun Nak. Yuk, makan dulu. Kamu dari kemaren tidak keluar kamar loh!” Ucap ibu Santi di balik pintu kamar Santi, dengan tangan yang terus mengetuk pintu kamar.
“San .. kamu baik-baik saja 'kan?” Bu Narti yang terus berusaha memanggil Santi dengan khawatir di balik pintu.
“Udah Ma, Santi jangan di ganggu. Mungkin Dia kecapean,” Sahut ayah Santi dari ruang keluarga yang tepat berada di depan kamar Santi.
“Tapi Pa, kemaren saat Santi di antar Mona pagi itu, sampai sekarang Santi tidak keluar kamar Pa .” Jawab ibu Santi dengan wajah yang cemas.
“Sudah biarin . Mungkin Santi, saking capeknya dia tidak mendengar panggilan Mama,” Ucap ayah Santi .
“ohh iya Pa... Kemaren waktu pulang, Mama lihat ada perban di lengannya. Takut dia kenapa-kenapa Pa, apa Papa ga ingat beberapa tahun yang lalu Santi beberapa kali mau mencoba bunuh diri?"Jawab ibu Santi yang bertambah cemas. Karna Anaknya pernah mempunyai Depresi sehingga beberapa kali Santi ingin mengakhiri hidupnya.
Ayah Santi sedikit tersentak mendengar ucapan Istrinya. Namun ia yakin sekarang Santi sudah berubah .
“Ma,Mama tenang ya. Jika sampai besok Santi tidak keluar kamar, kita dobrak Saja pintunya. Tapi Papa yakin, Santi sekarang tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang ia lakukan dulu.” Ucap Ayah Santi, kemudian beranjak dari duduknya, berjalan ke arah istrinya lalu ia menenangkan Istrinya agar tidak berpikir berlebihan.
“Iya Pa, Mama hanya khawatir dengan keadaan Santi," Jawab ibu Santi.
“Ayo Kita tidur, biarkan Santi istrahat. Mungkin perban di lengannya hanya luka lecet dan Santi hanya membutuhkan istrahat.” Ajak ayah Santi kepada istrinya sembari terus menenangkan istrinya.
Ibu Santi hanya mengangguk, ia dan suaminya beranjak dari pintu kamar Santi, lalu menuju ke kamar mereka.
__ADS_1
******
Pagi menyapa,
Ke dua orang tua Santi yang sejak malam merasa khawatir dengan anaknya tersebut , yang hingga pagi menyapa Santi tidak kunjung keluar dari kamarnya.
Mereka mencoba memanggil kembali di pintu kamar Santi , mereka pikir Santi masih ada di dalam kamarnya. Namun beberapa kali mereka mengetuk dan memanggil nama Santi, yang mereka dapat tidak ada jawaban dari penghuni kamar tersebut.
“Ayo Pa, kita dobrak saja pintunya.” Ucap ibu Santi kepada suaminya.
“Tunggu Ma, sepertinya ada kunci candangan yang Papa buat. Tunggu Papa cari dulu di kamar,”Jawab ayah Santi kemudian berjalan ke arah kamar.
Ibu Santi mengangguk dan membiarkan suaminya beranjak. Ibu Santi menunggu di depan kamar Santi dengan perasaan khawatir.
Tak lama, Ayah Santi berlari dengan membawa kunci.
“Ya sudah Pa, ayo buka pintunya cepetan,” Pinta ibunya Santi.
Ayah Santi pun mengarahkan kunci tersebut ke arah lobang di gagang pintu.
Klek...
Pintu kamar pun terbuka. Ibu dan ayahnya Santi dengan cepat masuk ke dalam kamar Santi. Ternyata kamar tersebut kosong melompong tak ada penghuninya.
“Loh pa, Santi tidak ada. Kemana anak itu?” Ucap Ibu Santi yang panik mendapati kamar anaknya yang kosong.
“Ya Ga tau Ma, biarkan saja. Mungkin Santi pergi bersama teman-temannya. Alhamdulillah kan Ma, kalo Santi sekarang mau berbaur dengan orang lain.” Ucap ayah Santi .
__ADS_1
“Tapi Pa, Santi biasanya kalo pergi dia pasti memberi tahu dan meminta izin terlebih dahulu. Jika tidak sempat minta ijin ia pasti akan menelfon.” Ucap ibu Santi khawatir dengan anaknya .
“ Udahlah Ma, Santi bukan anak kecil lagi. Pikiran positif saja dulu. Sekarang Santi sudah dewasa, jangan di kekang-kekang terus.” Ucap ayah Santi sembari meninggalkan istrinya yang masih khawatir dengan keadaan anak mereka.
Ibu Santi hanya terdiam mendengar ucapan Suaminya. Iya, Santi memang sudah dewasa tapi bagi seorang Ibu, Santi tetaplah gadis kecilnya. Apalagi Santi adalah seorang wanita. Tidak aman jika Santi berada di luar tanpa pengawasan. Apalagi saat Santi kuliah di Jogja, Telah terjadi insiden yang membuat Santi hampir mengakhiri hidupnya.
Sehingga membuat Ibu Santi sangat khawatir jika anak perempuan satu-satunya itu bepergian tanpa adanya pengawasan, takut hal mengerikan akan terjadi kepada Santi.
“Kamu di mana Nak?” Guman ibu Santi dengan tatapan sedih melihat kasur anaknya yang tampak bersih dan kosong tanpa ada penghuninya.
Ibu Santi pun berjalan menuju kasur yang ada di hadapannya . Ia pun langsung berbaring di atas kasur tersebut dengan perasaan cemas dan sedih .
...****************...
Setelah mengetahui Santi menghilang, orang tua Santi masih dengan sabar menunggu kepulangan santi, hingga hari telah berganti Minggu, kabar anak mereka tidak dapat di ketahui dan keberadaan Santi pun tidak bisa di temukan.
Santi hilang secara misterius karena 5 hari setelah Santi menghilang, orang tua Santi mencarinya di tempat Amel dan Mona,lalu mencari di mana ada petunjuk yang mereka dapati, namun mereka tidak tahu keberadaan Santi. Sebelumnya orang tua Santi telah melapor kepada pihak berwajib namun hasilnya tetap nihil.
Sudah berapa kali nomor Santi di hubungi, tetapi selalu di luar jangkauan.
Sudah 2 Minggu Santi menghilang, orang tua Santi sudah pasrah . Kini Ibu Santi terlihat makin kurus Karna terus memikirkan Santi anak perempuan satu-satunya.
“Ma, kita pasrahkan aja sama Gusti ALLAH. Jika Santi baik-baik saja, Santi akan pulang.” Ucap ayah Santi dengan sedih melihat keadaan istrinya yang lebih banyak melamun dan terlihat makin kurus.
Ibu Santi tidak menjawab, ia hanya berbaring di atas kasur Santi dengan tatapan kosong ke langit-langit dengan bulir bening yang terus menetes dari matanya, Karna memikirkan anaknya yang entah keberadaannya ada di mana.
“Santii! Semoga kamu baik-baik saja Nak, semoga kamu selalu dalam Lindungan-NYA dimana pun kamu berada.” Lirih ibu santi.
__ADS_1