
...My Man Is A Bunian...
...Rumah Sakit Mewah...
...----------------...
Setelah merasa tenang dan puas memandangi ruangan tersebut. Santi kini merasa bahwa ruangan yang ia tempati terasa gelap ,Karna semua lampu yang berada di dalam ruangan telah padam dengan tirai jendela yang tertutup rapat.
Akhirnya, Santi turun dan beranjak dari tempat tidurnya sambil mendorong tiang infus menuju ke arah jendela . Sesampainya di depan jendela, di bukanya tirai jendela yang tertutup rapat.
Sret!
Ketika tirai jendela itu terbuka, mulut Santi pun menganga di sertai dengan matanya yang berbinar. Ketika melihat apa yang di sajikan di balik jendela di hadapannya. Di balik jendela itu, Santi dapat melihat hamparan laut lepas dengan beberapa kapal-kapal pesiar yang terparkir di dermaga.
Sontak membuat Santi mematung dengan tatapan takjub ke arah pemandangan di balik jendela yang tersaji indah.
“Apakah aku sedang bermimpi? Ataukah aku sedang berada di Luar Negeri? Namun siapa yang membawaku ke Luar Negeri?” Guman Santi yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Mmm!!" Terdengar suara erangan dari seseorang.
seketika Santi menoleh ke arah suara . Ternyata ada seorang pria yang Tertidur di atas sofa, dengan kepalanya yang bergoyang ke kanan dan ke kiri sembari matanya yang kadang menutup erat dan kadang melonggar. Sepertinya Pria itu terganggu dengan cahaya yang masuk dari jendela yang Santi buka. Santi dengan cepat menutup kembali tirai yang sempat ia buka.
Santi kemudian berjalan menuju ke arah pria yang sedang tertidur, “Raka?” Guman Santi ,ketika melihat siapa yang sedang tertidur di atas sofa tersebut.
Santi mencoba untuk lebih mendekat ke arah Raka yang sedang terbaring di atas kursi sofa. Santi kemudian duduk bersimpuh di lantai menatap lekat Pria yang sedang terpejam matanya itu.
Pipi Santi, tiba-tiba saja merona. Tak kala ia mengangumi Pria di hadapannya yang masih terlelap. Walaupun penampilan Raka yang terlihat berantakan, pesonanya masih terpancar. Apalagi kancing kemeja yang separuh terlepas. Membuat Raka terlihat sangat Sexy.
'Raka, kenapa setiap aku bertemu dengan dirimu, dirimu selalu terlelap? Namun sekarang wajah pulasmu terlihat di penuhi dengan beban,' Guman Santi pelan sambil terus mengangumi wajah pria yang ada di hadapannya.
"Kenapa melihatku seperti itu? Apakah kamu sedang terpesona?" Raka berucap secara tiba-tiba, dengan suara serak khas orang yang bangun tidur, dengan mata yang masih terpejam .
Suara Raka membuat Santi kaget dan terhuyung ke belakang, Raka yang melihat hal tersebut, Dengan refleks beranjak dari tidurnya.
“Kamu tidak apa-apa?” Tanya Raka sambil menatap Santi khawatir.
__ADS_1
“Tidak!!" Jawab Santi yang langsung menepis tangan Raka yang ingin membantunya berdiri.
“Ada yang sakit?" Tanya Raka khawatir.
“ Aku sungguh tidak apa-apa Raka! Jangan mengkhawatirkan 'ku," jawab Santi mencoba menyakinkan Raka.
Raka kemudian meraih ponselnya dari dalam saku celana, Seprtinya ia akan menelfon seseorang .
📞 [Cepat datang ke sini sialan! Aku ingin kamu yang memeriksanya. Sekarang juga!] Ucap Raka, kemudian ia memutuskan sambungan telfonnya. Lalu menaruh kembali ponselnya ke dalam saku celanan.
Santi hanya terdiam saat melihat Raka yang sedang menelfon. Santi kemudian berdiri lalu duduk di atas sofa bersama Raka.
“Tunggu ya, sebentar lagi Dokter akan datang memeriksa keadaanmu” Ucap Raka seraya menatap ke arah Santi.
“Apakah aku ada di rumah sakit? ” tanya Santi bingung, sambil matanya masih jelalatan melihat isi di dalam ruangan.
“Iya, kamu sedang berada di Rumah Sakit milik temanku.” Sahut Raka
“Terima kasih Karna telah membawaku ke Rumah Sakit.” Tutur Santi seraya tersenyum menatap Raka.
Krek!
Pria yang berjalan ke arah Santi dan Raka, Terlihat memakai jas Lab dan Jika di lihat, wajahnya mirip seperti Raka, Dan juga di belakang pria itu ada seorang wanita cantik yang mengekorinya.
“Bejo Saputra, di dekat kasur tempat Wanitamu itu berbaring ada tombol pemanggil Perawat. Kenapa kau harus repot-repot menelfon ku?" Suara pria tersebut membuka pembicaraan.
“Aku mau kamu sendiri yang memeriksanya.” Ucap Raka kemudian berjalan menuju ke arah Pria tersebut.
Pria itu melirik Santi dengan pandangan yang sulit di artikan. Tatapan yang di berikan begitu dingin. Pria itu melangkahkan kakinya ke arah Santi , lalu menarik tangan Santi yang terdapat luka. Raka hanya mengekori punggung pria tersebut yang berjalan ke arah Santi.
“Apakah masih sakit?” Tanya pria tersebut kepada Santi .
“Ee ...itu, hanya terasa nyeri." Jawab Santi canggung.
Pria di hadapan Santi, memanggil wanita yang sedari tadi mengekorinya dengan sebuah panggilan dengan kode jari. Spertinya wanita tersebut adalah asistennya, Wanita itu kemudian memberikkan sebuah tas dan baki kepada pria di hadapan Santi.
__ADS_1
Pria itu langsung merobek perban yang melingkar di pergelangan tangan Santi dengan kasar.
“Uuuuu! Lihat'lah ada seorang wanita punya luka seperti ini?" Ucap pria itu dengan tatapan ngeri melihat luka Santi saat perban di lengan Santi terbuka.
Santi hanya terdiam, membiarkan pria di hadapannya yang memandang jijik pada luka yang ada pada lengannya. Raka hanya memperhatikan apa yang di lakukan pria tersebut yang notabennya adalah sahabat Raka sendiri.
“Raka, luka seperti ini harus aku tangani. Agar lukanya tidak menimbulkan bekas.” Ucap pria tersebut sambil melihat ke arah Raka.
“ lakukan yang terbaik." Pinta Raka.
“Ok.. aku akan meracik obatnya terlebih dulu, Setelah obatnya selesai ku racik, tinggal di oleskan saja pada luka wanita ini. Tak perlu ada tindakan lebih, Karna lukanya sudah di jahit oleh Dokter di alamnya.” Ucap pria tersebut.
Santi terkejut, ketika mendengar penuturan pria di hadapannya. '*a*pa yang di maksud dengan ucapan pria ini? Alamku? Apakah kita berbeda alam?' Batin Santi bertanya.
“Andrean Wilson, aku perlu berbicara denganmu. Dan kamu Santi, tunggu di sini! Jangan lakukan hal yang ceroboh . Aku akan segera kembali, sekalian membawakan makanan untukmu.” Ucap Raka sembari meminta Santi untuk menunggunya hingga ia kembali.
Raka langsung menarik lengan pria yang bernama Andre tersebut. Lalu Menyeretnya hingga keluar dari ruangan.
“Hei! Bejo, perawat cantikku bagimana?” Ucap Andre yang mengikuti gerakan Raka yang sedang menyeretnya dengan paksa.
“Perawatmu tidak akan lupa arah untuk kembali " sahut Raka ketus.
Andre hanya pasrah mengikuti Raka yang sedari tadi menyeretnya. Dan Santi hanya melihat keheranan dengan apa yang sedangbterjadi di hadapannya karna ia sama sekali tidak mengerti.
“Nyonya Santi, aku permisi dulu. Karna tangan Nyonya harus Dokter Andre sendiri yang menanganinya," Ucap wanita yang sedari tadi mematung dengan tiba-tiba.
“Oh...iya, terima kasih. E maaf , kalau boleh tau siapa namamu?" Tanya Santi yang terlihat masih canggung.
“Aku Marry , Asissten Dokter Andre. Jika tidak ada yang perlu saya bantu dan kerjakan, saya permisi dulu Nyonya," ucap Mery sopan kepada Santi.
“Ok Marry , terima kasih Karna telah memberi tahu namamu," Ucap Santi sambil tersenyum.
“Sama-sama Nyonya, saya permisi dulu," ucap Merry sambil membungkuk lalu kemudian berlalu.
Santi menatap kepergian Marry dengan tatapan bingung. Ternyata nama pria tersebut adalah Andre dan dia adalah seorang Dokter.
__ADS_1
"Apakah aku sedang berada di Negeri komik atau Negeri Novel? kenapa wajah mereka seperti para tokoh-tokoh yang ada di komik online Mangat**n? Jika ini mimpi, kapan aku akan terbangun?" Guman Santi merasa hal yang terjadi seperti mimpi.
'Ah! Pusing memikirkan yang tidak bisa ku jamah. Jika semua ini terjadi, tinggal di nikmatin saja. Kapan lagi aku bisa bertemu dengan pria-pria tampan? Semoga saja kedepannya tidak ada tokoh wanita yang memiliki rambut berwarna ungu, lalu meneriakiku seorang j4l4n9,' Batin Santi kemudian merebahkan badannya di atas sofa yang terasa empuk di belakang punggungnya.