
My Man Is A Bunian Bab 58
Dosa terindah
Dengan senyum srimk ,seorang wanita terlihat menyeringai. ketika wanita tersebut melihat seorang pelayan yang ia suruh, mengantarkan segelas minuman untuk Santi.
“ Apa yang akan kau lakukan, setelah kau meminum minuman yang aku berikan?” guman wanita tersebut dengan senyum yang mengambang
Di tempat Santi dan Kevin,.
“ Kevin, Tolong!!, jaga Santi sampai Raka datang. Kadang wanita ini, suka membuat onar jika kita tidak memantaunya” pinta Andre kepada Kevin
Kevin menatap ke arah Andre,” kau mau ke mana?” Tanya Kevin
“ Mau menaruh baskom sekalian mau ke belakang” jawab Andre
“ Ok, aku akan menjaga kakak ipar dengan sebaik mungkin” jawab Kevin
Ketika Andre telah berlalu.
“ Kev, memangnya aku anak kecil yang harus selalu di jaga?” tanya Santi
Kevin menoleh ke arah Santi,” kan kakak ipar seorang wanita, yah harus selalu di jaga oleh laki-laki dan di cintai oleh laki-laki juga .” ucap Kevin
“Silahkan nyonya, minumannya” tawar seorang pelayan kepada santi, yang tiba-tiba menghampiri
“ Kenapa Cuma satu?” tanya Kevin, ketika ia melihat baki yang di bawa oleh pelayan hanya berisikan satu gelas minuman .
“ Jika Tuan mau, silahkan!!” ucap pelayan tersebut dengan menyodorkan Baki ke arah Kevin.
“ Tidak!!, Berikan saja kepada nyonya Santi. Karna dia seorang wanita” ucap Kevin
“ jika kamu mau, tidak apa-apa Vin” ucap santi
“ Tidak ,buat kakak ipar saja” tolak Kevin
“ Yah sudah kalau begitu, buat aku saja ya?” ucap Santi seraya mengambil sebuah gelas di atas baki yang di bawa oleh pelayan
“ Terima kasih” ucap Santi kepada pelayan tersebut
“ sama-sama nyonya. Saya permisi” ucap pelayan seraya membungkuk.
Santi yang baru mengambil minuman tersebut, langsung meneguknya.
Di tempat lain, seorang wanita tersenyum puas ketika melihat Santi meminum, minuman yang ia berikan kepada pelayan.
“ Kita tunggu beberapa menit, maka kau akan membuat kegaduhan” guman wanita pengintai .
Di atas podium,.
“ Terima kasih untuk semua yang telah bekerja keras untuk membangun ke suksesan perusahaan ini. Dan tanpa dukungan dan doa dari semua yang hadir di sini, perusahaan ini tidak akan dapat berdiri hingga sekarang. untuk merayakan ulang tahun perusahaan, saya persilahkan untuk para undangan, silahkan menikmati pesta yang telah saya siapkan. Terima kasih” ucap Raka seraya membungkukkan badannya kemudian beranjak dari podium.
Prokkk...prokkk ...prokkk... (Tepuk tangan para tamu undangan)
Kini Raka tengah sibuk berjabat tangan dengan para tamu yang menghampirinya untuk memberi ucapan selamat .
Di tempat Santi dan Kevin,.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, nafas Santi mulai memburu dengan pandangan berputar.
(Aku kenapa?. Kenapa aku tiba-tiba aku merasa pusing?) batin Santi, seraya menggelengkan kepalanya di sertai tangannya memijit pelipisnya.
“ Kakak ipar, apa kau tidak apa-apa?” tanya Kevin panik, ketika melihat Santi yang terlihat gelisah dan terlihat tidak nyaman
Santi hanya menggelengkan kepalanya dan mendorong tubuh Kevin yang hendak memegang pundak Santi .
“ Vin, segeralah menjauh dariku” ucap Santi dengan nafas yang sudah mulai terdengar tidak stabil.
“ Kakak ipar, jangan buat aku khawatir dengan tingkahmu sekarang” ucap Kevin seraya menatap Santi dengan khawatir
(Sial, perasaan ini, perasaan yang sama seperti waktu aku di jebak oleh Iren. Siapa yang Setega ini menaruh obat di dalam minumanku?) batin Santi.
“ Hei, kakak ipar!!. Jangan hanya diam, tolong katakan sesuatu” ucap Kevin , seraya menggoyangkan pundak Santi.
Santi mengangkat wajahnya dengan nafas yang memburu serta menatap Kevin dengan tatapan sendu “ Vin, tolong tinggalkan aku sendiri. ku mohon menjauhlah .” ucap Santi dengan nafas yang terdengar berat.
“ Kakak ipar , jangan-jangan kau di beri obat dalam minuman ini” ucap Kevin curiga. Karna ia tahu efek apa yang saat ini tengah Santi rasakan.
Kevin langsung berlari ke arah Raka, tanpa menunggu perintah.
Santi yang melihat Kevin yang berlalu, seketika beranjak dari duduknya dan mulai berlari meninggalkan ruang aula.
(Tidak... Tidak, aku Harus secepatnya menghilangkan perasaan ini dari tubuhku. jika tidak, aku pasti akan membuat suatu kesalahan) batin Santi yang terus berlari
Wanita yang memberikan minuman kepada Santi, terus memperhatikan gerak gerik Santi . ketika ia melihat Santi yang berlari , membuat ia menyeringai.
Santi terus menjauh dari kerumunan dengan nafas yang tersengal memburu, mencoba menahan suatu hasrat di dalam dirinya.
Ketika di saat Santi berlari, ia melihat ada sebuah kolam renang. Tanpa berpikir, Santi langsung menceburkan tubuhnya ke dalam kolam.
Ah...ah...ah..( suara nafas Santi ketika ia naik ke permukaan)
( Ayo!!, Hilang aku mohon, dan Sadar santi!!) Batin Santi
Santi kembali menenggelamkan tubuhnya di dalam kolam, berharap efek obat akan segera hilang.
setelah beberapa saat, ketika Santi berada di dalam air. Terdengar ada yang meneloncat ke dalam kolam.
Seketika, Santi merasakan ada dekapan pada tubuhnya.
Santi merasakan tubuhnya di seret ke tepi kolam.
“ sayang!!,heii. kau tidak apa-apa?." ucap Raka seraya menepuk pipi Santi dengan lembut
Santi membuka matanya, “ Raka?. ma.. maafkan aku, jika telah mengacaukan acaramu” ucap Santi dengan nafas tersengal
“ sssstttt ..diamlah dan jangan bicara" ucap Raka seraya jari telunjuknya menempel di bibir Santi .
Raka dengan sigap, mengangkat tubuh Santi lalu menggendongnya dalam dekapan. seraya berjalan beranjak dari kolam tersebut , terlihat Beberapa pasang mata menatap aksi Raka .
Namun Raka tak menghiraukan.
“ Sial!!!. Kenapa Raka yang datang?. Bukan Kevin yang menghampiri Santi ?” geram seorang wanita melihat Raka yang menghampiri Santi.
Dengan emosi , Wanita yang di ketahui adalah Naura meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Raka menuju ke ruang Direktur, kemudian Raka membawa Santi ke kamar yang berada di dalam ruang Direktur.
Setelah berada di dalam kamar, Raka membawa Santi ke kamar mandi .” Tunggu di sini, aku akan mengambilkan handuk dan kemejaku untukmu” ucap Raka seraya beranjak
Tak lama, Raka kembali dengan membawa handuk dan kemeja, “ ganti bajumu. Karna gaunmu sudah basah. Jangan sampai kau masuk angin ” ucap Raka seraya memberikan handuk dan kemeja untuk Santi.
Di saat yang sama, Raka juga mengganti pakaiannya yang sudah basah. setelah mengganti pakaian, Raka menunggu Santi dengan duduk di sebuah kursi yang berada di dalam ruangan tersebut.
Setelah beberapa menit Raka menunggu, Santi tak kunjung bersuara. Karna khawatir, Raka kemudian beranjak dan mengetuk pintu kamar mandi.
Namun tak ada jawaban dari dalam.
Raka seketika meraih knop pintu, namun tangannya terhenti karna ragu. Di sisi lain, Raka khawatir dengan keadaan Santi.
Raka kemudian mengumpulkan keberaniannya. dengan jantung yang berdebar, ia mencoba menarik knop pintu kamar mandi dengan perlahan.
Deg..deg..deg ...( detak jantung Raka seketika berpacu dengan cepat)
Sontak membuat pipi Raka menjadi merah, Karna melihat Santi yang tengah duduk di bawah shower dengan air yang membasahi tubuhnya tanpa menggunakan sehelai di tubuh Santi.
“ E.... Ma- Maafkan aku Santi” dengan kikuk, Raka seketika membalikkan tubuhnya seraya ingin menutup pintu.
“ Raka!!,” panggil lembut Santi dengan suara yang terdengar berat.
Raka terdiam, tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya ia merasakan sebuah dekapan yang sangat kuat memeluk tubuhnya.
Membuat jantung Raka berdetak hingga tidak bisa di kontrol.
“ Raka!!, aku membutuhkanmu” ucap Santi di balik tubuh Raka.
Tubuh Raka serasa kaku. Karna ini kali pertama ia melihat tubuh seorang wanita, tanpa menggunakan apa-apa.
“ Raka, tolong aku!!” lirih Santi memohon ,dengan suara yang terdengar berat .
Raka mencoba membalik badannya, seketika ia dapat melihat wajah Santi yang terlihat sungguh menggairahkan.
Seketika Santi langsung ******* bibir Raka dengan ganas ,di sertai nafas yang memburu .
Raka yang merasakan liar ciuman Santi, seketika membalas ciuman Santi dengan ganas. Hingga membawa mereka ke bawah shower di sertai air yang jatuh membasahi tubuh mereka.
Raka kemudian mengangkat tubuh Santi lalu membawanya ke tempat tidur.
Ia merebahkan tubuh Santi di atas ranjang . kini Raka dapat melihat tubuh polos wanita yang ia cintai, sedang terbaring di hadapannya.
Raka menatap Santi dengan dada yang terlihat kembang kempis, membuat ia tak bisa mengontrol hasrat yang ada di dalam dirinya.
Santi menatap sendu ke arah Raka yang menatapnya ragu, “ lakukan, malam ini aku milikmu” ucap Santi lirih, dengan tangan yang di rentangkan ke arah Raka .
Raka menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Santi “ maafkan aku, maafkan aku Santi, jika aku harus melakukan ini kepadamu ” ucap Raka, yang seketika menerkam Santi .
Tiba-tiba, Santi mengigit bibir bawahnya dengan suara erangan yang keluar dari mulutnya, saat Raka berada di atas tubuhnya.
Raka, kesaktianmu telah membungkam mulutku. Hingga membuat ku lemah dan tak berdaya dari serangan mu.
Raka, kau telah menikamku dengan cintamu. Dan rasanya sungguh manis.
Malam ini ,telah kita lewati dengan dosa terindah yang telah kita lakukan.
__ADS_1
Yang kini, kita hanya menyisakan peluh dan kenikmatan dengan dosa yang telah kita perbuat.