
...Raka Menemui Iren...
...****************...
Raka menghampiri Santi dengan sebuah mangkok di tangannya.
“ Sayang, maam dulu ya?. Soalnya dari kemarin kamu belum makan.” ucap Raka seraya tangannya memegang sendok yang berisi bubur.
Santi mengangguk , lalu membuka mulutnya menerima bubur yang di berikan oleh Raka.
“ Ka, kapan aku bisa pulang?. Pasti orang tuaku sangat khawatir” ucap Santi
“ setelah kamu sembuh, aku langsung mengantarmu pulang” ucap Raka seraya tangannya yang sibuk menyuapi Santi.
Kreekk....
Suara pintu berbunyi..
Santi dan Raka pun menoleh ke arah pintu..
“ Kaka Ipar!!. Aku mendengar bahwa kau sedang sakit, maka dari itu aku membeli banyak buket bunga untukmu” ucap Kevin seraya berjalan ke arah Santi dan Raka.
Raka dan Santi pun tersenyum melihat kehadiran Kevin.
“ Kaka Ipar, bunganya ku taruh di sini ya. Hei!! Bawa masuk semua bunga kesini” ucap Kevin seraya berteriak memanggil para pelayannya.
Raka dan Santi melebarkan matanya ketika 20 orang masuk ke ruangan dengan buket yang mereka bawa.
“ Vin!!. Apa kau gila?. kau sengaja ingin membuat area pemakaman di ruangan ini?. Santi belum mati” tanya Raka seraya menghampiri Kevin
“ Ka, wanita menyukai keindahan. Bunga-bunga ini untuk menemani kakak ipar kala Kaka Ipar ingin ke taman” ucap Kevin seraya berjalan ke arah Santi .
“ Kakak ipar, apakah kau baik-baik saja?” lanjut Kevin bertanya kepada Santi .
Huuaaaciiimmmm....huuuaaccciimmm..
“ aku baik-baik saja sebelum kamu datang. setelah kamu datang sepertinya Asmaku akan kambuh” ucap Santi dengan tangan yang menutupi hidungnya akibat gatal .
“ baiklah, Hei!!!, Kalian yang berdiri di luar sana. Keluarkan semua bunga-bunga ini dari ruangan kakak ipar ” teriak Kevin memerintah.
“ Ka, sejak kakak ipar dekat denganmu, sepertinya kakak ipar sering sekali masuk rumah sakit” lanjut Kevin berucap.
“ Jadi kamu pikir, aku pembawa sial untuk Santi?” Ucap Raka
“ Bukan begitu ka!!. E .. ngomong-ngomong siapa yang mencelakai kakak ipar?” tanya Kevin
“ Belum ketahuan siapa, tapi yang jelas kita sudah tahu keberadaannya” ucap Raka
“ Kakak ipar!!” panggil Kevin ke pada Santi
Santi kemudian menoleh ke arah Kevin
“ Kenapa?” tanya Santi
Kevin mulai menggeser kursinya agar lebih mendekat ke arah Santi .
“ untung bukan ular berbisa , soalnya ada ular yang lebih berbahaya semburannya dari pada ular berbisa ” ucap Kevin
Santi mengerutkan dahinya “ ular cobra?,” ucap Santi .
__ADS_1
“ Bukan!!” ucap Kevin.
“mmmm, ular naga?” ucap Santi seraya matanya melihat ke atas karna berpikir.
“ bukan juga” ucap Kevin
“ nyerah!!. Terus ular apaan dong?” tanya Santi
“ ular yang tidak punya mata Cuma punya mulut” ucap Kevin
“ Hahahaha... masa ada ular begituan. Terus ular apaan dong ?” tanya Santi.
“ ular yang bisa nyembur. Kalau nyembur efeknya bisa sampe 9 bulan 10 hari” timpa Raka dengan tiba-tiba.
Kevin yang mendengar ucap Raka , langsung menoleh ke arah Raka.
“ Ka, sudah pintar ya sekarang. Apa jangan-jangan kamu sering nyembur?” tanya Kevin menggoda.
“ mata mu nyembur!!!” ucap Raka seraya mendorong kepala Kevin.
Santi hanya melihat heran kedua sahabat di depannya.
“ Apa sih yang kalian bicarakan?” . Tanya Santi
“ masalah pria , tidak perlu kau gubris. Sekarang waktunya bobo. Aku dan Kevin ada urusan” ucap Raka seraya menghampiri Santi . kemudian ia memakaikan selimut kepada Santi lalu mengecup dahi Santi.
Santi mengangguk kemudian mencoba untuk istirahat
“ Vin, ikut aku keluar” ajak Raka kepada Kevin.
“ Kakak ipar!!,cepat sembuh ya!!” ucap Kevin kepada Santi . seraya ia beranjak dan mengikuti Raka.
“ ikut aku ke hutan selatan perbatasan” ucap Raka .
“ Kita mau ngapain di sana?” tanya Kevin.
“ Mau menangkap pelaku yang telah menyelakai Santi” ucap Raka .
“ Ok siap!!. Ayo jalan.” Jawab Kevin seraya berjalan.
Raka dan Kevin pun beranjak dari rumah sakit, kemudian menuju ke hutan selatan perbatasan.
Setelah menempuh jarak sekitar 1 jam setengah. Mereka pun memasuki kawasan hutan yang lebat dengan sambutan kabut yang tebal .
Raka kemudian turun dari mobil, lalu mengamati keadaan hutan.
setelah itu, Raka kemudian berjongkok dan menaruh telapak tangannya di atas tanah .
“ Jarak 1 kilo lagi. kita akan tiba di sebuah gubuk di dalam hutan ini.” ucap Raka
“ Cepatlah naik, akan aku antar” ucap Kevin.
Raka kemudian masuk ke dalam mobil dan mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah 1 kilo meter perjalanan, Raka meminta Kevin untuk menepi.
“ titik lokasinya ada di dalam hutan ini” ucap Raka kepada Kevin.
“Sepertinya yang kita hadapi ahli teluh yang hebat ka,” ucap Kevin.
__ADS_1
“ Sepertinya begitu, ayo kita telusuri hutan ini” ucap Raka seraya mengajak Kevin.
Mereka berdua pun keluar dari mobil .
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam hutan yang rimbun, gesekan ranting dan nyanyian burung menemani tapakan kaki Raka dan Kevin.
Tiba-tiba dari kejauhan, Raka melihat ada asap yang mengepul.
“ sepertinya asap tersebut berasal dari tungku.” ucap Kevin.
“ Ayo kita kesana” ajak Raka
Dengan hati-hati, Raka dan Kevin mulai menuju ke arah asap yang mengepul.
Dari jarak beberapa meter di balik pepohonan, mereka dapat melihat sebuah gubuk yang terbuat dari rumbai daun kelapa.
“ Kalian mencari siapa?” tanya seorang nenek-nenek yang tiba-tiba berdiri di belakang Raka dan Kevin.
Sontak Raka dan Kevin langsung menoleh seketika mengeluarkan pistol dari Holster sabuk mereka .
Kemudian menodongkan pistol tersebut ke arah nenek-nenek yang sebenarnya adalah Nyai Asih.
Nyai Asih pun tertawa, lalu melayang berjalan mundur menghindari Raka dan Kevin.
Kevin dengan cepat melakukan Hiraishin no Jutsu dengan seketika berada tepat di belakang Nyai Asih untuk menghadang.
Saat Kevin hendak memegang leher Nyai Asih, ternyata Nyai Asih telah menghilang dari pandangan Kevin.
“ ka, kemana nenek peyot itu?” tanya Kevin. seraya mencari-cari keberadaan Nyai Asih.
Raka kemudian menempelkan telapak tangannya ke tanah. Lalu melakukan pelacakan ala Kanchi no Jutsu untuk menemukan targetnya.
“ tadi hanya ilusi, mereka berdua ada di dalam gubuk rumbai” ucap Raka .
Raka kemudian berlari ke arah gubuk. Sesampainya di depan pintu, Raka langsung menendang pintu yang berada di hadapannya.
Seketika dua orang yang berada di dalam gubuk tersebut langsung menoleh ke arah pintu.
“ Selamat datang Tuan Bunian” ucap Iren menyambut dengan menyeringai.
“ Iren??” ucap Raka kaget
" kau kenal ka?" tanya Kevin
" kenal, dia adalah teman Santi" jawab Raka.
" what??. jadi yang mengirim teluh adalah wanita jelek ini?" ucap Kevin seraya menunjuk ke arah Iren .
" heii!!. mahkluk terkutuk, jaga ucapan kalian, siapa yang kau katakan jelek?" ucap Iren seraya matanya menatap tajam ke arah Kevin.
" ya!!,siapa lagi kalau bukan kalian berdua?. Udah jelek, eh!!, kirain hatinya mirip seperti Hello Kitty. Tapi ternyata malah lebih mirip sama Thanos. jelek punya hati juga sama kaya wajahnya " ucap Kevin.
" kau!!.Apa kau ingin aku membuatmu seperti orang-orangan sawah ha? " ucap Iren mengancam sambil menunjuk.
" coba saja jika kau mampuh" tantang Kevin.
" bahaahaha, iya santetku mungkin tidak mempan dengan mahkluk seperti kalian, namun bagaimana dengan yang ini?" ucap Santi seraya mengeluarkan bokena vudoo yang di atas kepalanya tertulis nama Santi.
Raka yang melihat hal tersebut, membuat ia sangat murka. sehingga rambutnya yang tadinya hitam seketika berubah menjadi putih dan memanjang .
__ADS_1