(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Yang Lalu biarkan berlalu


__ADS_3

...Yang Lalu biarkan berlalu...


...****************...


Di tempat Santi


Santi menggenggam kemeja Raka dengan erat, seraya menatap lautan lepas yang berada di hadapannya.


“ Raka , kau tahu?. Satu tahun, aku telah melupakan bagaimana rasa sakit dari rindu. Saat ini, aku merasakan sakit akibat merindukanmu. Apa kabarmu?. Aku harap, kau segara sembuh,”


Ucap Santi dengan tangan yang mendekap kemeja Raka, itu adalah barang satu-satunya yang di tinggalkan oleh Raka dikala Santi sedang merindukan pria gaibnya.


Santi menatap sendu hamparan air yang berkilau dengan hati yang kosong, memikirkan keadaan kekasihnya yang entaj baik-baik saja atau malah sebaliknya.


“Sudah 2 bulan aku di sini, Namun aku merasa 2 bulanku, telah ku lewati beberapa tahun. Karna rinduku seakan menekan waktu yang sedang berjalan sehingga terasa sangatlah lama”


Batin Santi menatap pilu ke arah laut, bersama bias matahari yang berkilau di hamparan luasnya lautan.


Santi beranjak dari duduknya. Ia kemudian berjalan di deburan ombak ,seraya kakinya melangkah menelusuri bibir pantai dengan hati yang risau dan berkecambuk menahan rindu.


“Santi!!” seseorang memanggil namanya


Santi sontak menoleh, seketika Santi mengerutkan alisnya.


“ Kenapa sendirian di pantai seperti ini?” ucap Adit yang datang menghampiri Santi


“ Kau tahu aku dari mana?, jika Aku sedang berada di sini? ” tanya Santi menatap bingung


“ aku mengikutimu” ucap Adit seraya pandangannya menatap lurus ke arah lautan


“ Giat sekali kamu mengikutiku sampai kesini ” ucap Santi.


“ Ya, aku beberapa kali datang ke rumahmu. dan ibumu mengatakan kau sedang keluar kota. Kamu keluar kota, apa sedang berada di tempat para jin itu Santi?” ucap Adit dengan matanya yang tetap lurus ke depan


Santi tersentak mendengar ucapan Adit, “sejak kapan dia menyelidikiku?” batin Santi


“ Apa yang kau maksud?” tanya Santi berpura-pura

__ADS_1


Adit membalikkan badannya ke arah Santi, dengan cepat memegang ke-2 pundak Santi “ cukup!!, Cukup untuk Kau berpura-pura Santi, aku tahu semuanya. Pria yang bersamamu itu bukan manusia, sadar Santi!!, Janganlah tertipu oleh mahkluk seperti mereka,” ucap Adit dengan suara menekan.


Plaakkk (bunyi tamparan)


“ kau terlalu lancang mencampuri urusanku,” pekik Santi dengan tatapan nyalang kepada Adit.


“ Santi, kau sudah bersekutu dengan jin, Jin dan manusia itu berbeda, tidak bisa bersatu,” ucap Adit dengan suara yang sedikit meninggi.


Santi mendorong dada Adit dengan kuat, “ he,,, coba katakan lagi, aku bersekutu dengan jin?. Jika iya memangnya kenapa?. Kau tahu?. Aku lebih memilih jin yang menghapus air mataku ketika aku terluka, dari pada memilih manusia yang tiba-tiba datang ketika lukaku sembuh. Bukankah itu terdengar lucu?” pekik Santi geram.


“ Ya, aku tahu aku salah, tapi Santi aku datang untuk memperbaiki kesalahan yang telah aku lakukan,” ucap Adit mengibah


“ Sudah tidak ada yang perlu di perbaiki. Semua perasaanku padamu telah hangus terbakar," Ucap Santi


“aku tahu, bukan aku yang memberikanmu kehangatan saat kamu membutuhkannya, atau bukan tanganku yang sedang kamu genggam sekarang. Tapi jujur aku juga tersiksa saat aku mencoba melupakanmu,” ucap Adit dengan tatapan sendu menatap Santi.


“ Adit, aku minta dengan sangat terhormat. Carilah wanita lain, untuk apa kau mengejar wanita yang hatinya sudah tidak ada untukmu?” ucap Santi dengan tangan memohon.


Adit menggenggam tangan Santi,” San, boleh kah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?” ucap Adit meminta dengan tatapan memohon.


“ Aku sudah berjanji pada diriku sendiri , jika saat ini aku tidak dapat mengembalikan mu dalam pelukanku , sudah saatnya Aku akan pergi menjauh dari kehidupanmu,” ucap Adit dengan mata yang terlihat lirih menatap Santi.


“ Lakukanlah jika hal tersebut dapat membuatmu pergi menjauh dari kehidupanku,” ucap Santi


Adit seketika memeluk tubuh Santi dengan erat,” maafkan aku, mencintaimu membuat aku egois. Aku lupa Karna pernah menyakitimu. Jika kamu bahagia dengan makhluk itu, aku tidak akan memaksa diriku untuk masuk ke dalam hubungan kalian,” ucap Adit di balik badan Santi dengan suara yang terdengar serak dengan badan bergetar.


Santi mencoba mengangkat tangannya, lalu mengusap punggung Adit dengan lembut, “ Adit, Jangan biarkan kekecewaan menghancurkan harapan. Sesungguhnya, Tuhan menyukai hambaNya yang berdoa dalam harapan, meski pernah dikecewakan. Maafkan aku yang tidak dapat menerimamu lagi dalam hatiku . Carilah yang lebih baik dari ku, ku doakan , semoga kau mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kau cari ” ucap Santi


Adit mendorong tubuh Santi pelan, memegang kedua pipi Santi dan menatapnya lekat, “ Jaga dirimu baik-baik ya, jangan sampai ceroboh . Maafkan aku, karna pernah mengabaikanmu,” ucap Adit seraya mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir Santi dengan lembut.


Santi yang menerima perlakuan Adit, dengan seketika menutup matanya, dan satu bulir kristal jatuh dari ujung matanya.


Adit melepaskan kecupannya, “ aku pergi!!” ucap Adit seraya mengelus kepala Santi dengan lembut.


Adit tersenyum menatap mata Santi. Kini Adit memutar badannya lalu berjalan membelakangi Santi , “Bagaimana pun kita sudah pernah menjalani semua itu. Biarlah segalanya menjadi kenangan, Suatu hari nanti. Aku akan melupakan semua yang pernah kita ukir. Maaf!! , Karna telah membuatmu terluka, maaf jika pernah meninggalkanmu. Sesal ku adalah, ketika kita menuduh orang yang kita cintai tanpa menyelidikinya terlebih dulu. Selamat jalan Santi” ucap Adit seraya berjalan dengan menyeka kasar air mata yang sempat jatuh di pipinya.


Santi melihat punggung Adit yang kian menjauh seraya melambaikan tangannya, “ terima kasih Karna pernah memberiku cinta, dan hadir dalam kehidupanku. Untuk kesekian kalinya aku melihat punggungmu yang pergi dari hidupku, yang pertama adalah kesedihan dan yang kedua kali kepergianmu adalah kebahagiaan bagiku,” ucap Santi seraya menatap kembali biru laut yang membentang.

__ADS_1


Santi berjalan menuju ke tempat ia memakirkan sepeda motornya.


kemudian melaju meninggalkan pantai, sesampainya di rumah. Santi menuju kamarnya, ia kembali merindukan Raka yang sudah 2 bulan tidak bertemu.


Santi mencoba membaca mantra yang di berikan oleh Raka , namun Raka tak kunjung hadir. membuat Santi semakin risau.


dan Sampai detik ini pun , Raka tidak hadir dalam mimpinya.


" Raka ,Merindukan seseorang adalah bagian dari mencintai mu .Jika kita tidak pernah berpisah, kita tidak akan pernah benar-benar tahu seberapa kuat cinta kita untuk bertahan. Semoga kau segera sembuh dan menemuiku, " Guman Santi memeluk kemeja Raka dengan Rindu yang semakin menyiksa.


Santi merebahkan tubuhnya, menatap kosong ke arah langit-langit.


mengingat kembali apa yang pernah di lalui, kadang Santi berpikir. hal yang mustahil untuk bisa menyatukan hati, antara hati yang bukan berasal dari dunia yang sama .


Namun yang Santi tahu, sebuah pertemuan adalah takdir. dari hati yang berbeda, mereka mencoba menyatukannya dengan sebuah ikatan.


tok ...tok...tok... (bunyi ketukan pintu kamar Santi )


"Santi, kamu di dalam?." teriak ibu Santi dari luar pintu


" Iya ma," ucap Santi seraya beranjak


" Ada apa ma?" tanya Santi ketika ia membuka pintu


" kamu kenapa?. akhir-akhir ini, kamu nampak tak bersemangat?" tanya ibu Santi.


" tidak ada apa-apa ma, cuma lagi ingin sendiri saja" Jawab Santi.


" jawab yang jujur siapa yang membuatmu jatuh cinta?" tanya ibu Santi dengan tatapan menyelidiki.


" ha .. tidak ada, cuma saat ini, Santi benar-benar sedang ingin sendiri ," jawab Santi berkilah


" ya sudah kalau tidak mau memberi tahu," ucap ibu Santi, lalu beranjak dari depan kamar Santi.


Santi yang melihat kepergian ibunya, kembali masuk ke dalam kamarnya .


di raih kembali kemeja Raka ," Huu!!. Raka, kamu tahu ?, Rindu itu menyakitkan, " guman Santi seraya medekap kemaja Raka dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2