(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LXVI


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 66


Buah Cinta Di Akhir Perpisahan


Tuan Saputra dengan sigap langsung menghindar dari ledakan yang di sebabkan oleh Tuan Robert.


" baiklah, sepertinya kita para orang tua yang harus turun tangan" ucap tuan Saputra seraya memainkan tombak di tangannya .


" hahaha.. tidak ku sangka Saputra, dari calon besan. kini menjadi lawan Karna anakmu yang tidak tahu diri itu" ucap tuan Robert


" jaga ucapanmu Robert, dari dulu aku memang keberatan kau menjadi patner Bisnisku. apalagi aku harus menikahkan anakku dengan perempuan seperti Naura. hanya saja aku hanya ingin Maria bahagia" ucap tuan Saputra


" hahahaha...PEDANG IBLIS DATANGLAH" ucap tuan Robert memanggil sejantanya


"hhiiiaaakkk" teriak tuan Robert menyerang ke arah tuan Raka


siaattt...ha... hiiaaakkk... (terjadi pertarungan sengit)


****


Di tempat Andre dan Kevin,.


Andre memacu loncatannya, hingga melihat sebuah menera dengan kilatan cahaya.


" Vin, sepertinya ada pertempuran" ucap Andre


" yah!!. apakah Raka sudah ada di sana?" tanya Kevin


" ayo, kita harus segera bergegas, agar kita tahu siapa yang berada disana" ucap Andre


Kevin mengangguk, dengan cepat mereka menuju ke lokasi.


*****


Di Menara Terlarang,.


Raka dan Santi tampak sekarat Karna kehabisan tenaga, apalagi Raka yang mendapatkan cambukan iblis dari Naura. membuat tubuhnya seperti tak bertulang.


" Raka, Raka. kau harus kuat. maafkan aku, kehadiranku hanya menjadi beban bagimu" ucap Santi dengan lirih, seraya menatap Raka yang terlihat memegang dadanya dengan nafas yang tersengal


" Santi!!. Bawa Raka keluar dari sini, Andre dan Kevin sedang menuju kesini" titah tuan Saputra di sela pertempurannya.


" baik om, saya akan membawa Raka" jawab Santi seraya mengangkat lengan Raka, untuk memapahnya.


TEENNGGG!!! ( sebuah bunyi yang berasal dari arah belakang Santi dengan tiba-tiba)


Santi seketika menoleh, ternyata Kevin dan Andre sudah berada di menara dan menghadang serangan Naura yang hendak menyerang Santi dari belakang.


Naura tersentak ,ketika mendapati serangan mendadaknya di hentikan oleh Kevin.

__ADS_1


" BEDEBAH!!!. kalian semua Bedebah, kalian hanya lalat yang suka menggangu kesenanganku " pekik Naura emosi


Kevin berjalan ke arah Naura dengan tatapan tajam, " nyonya Naura, kau tahu senjata apa yang kau pakai itu?" ucap kevin mendekati Naura


" hahaha... kenapa?. apa kalian takut?" ucap Naura dengan tawanya seraya meraih cambuknya kembali


seketika, Kevin mencekik leher Naura yang terlihat sudah mulai kehabisan tenaga tersebut. " Andre, bawah kakak ipar dan Raka untuk keluar dari sini. Aku yang akan mengurus Naura" titah Kevin di sela ia sedang mencekik leher Naura .


Andre yang mendengar ucapan Kevin, dengan cepat memapah tubuh Raka, " Santi, apakah kau bisa berjalan?" tanya Andre


" ya, aku bisa Dok" jawab Santi


Santi dan Andre mulai memapah Raka keluar dari menara, sesampainya di luar menara, Andre membawa Raka di bawah pohon yang rimbun lalu menyenderkan badan Raka di batang pohon.


" Dokter, apakah di sini sudah aman?" tanya Santi was-was


Andre menoleh ke arah Santi, " ya, semua anak buah Robert telah di atasi oleh anak buahku dan Kevin" jawab Andre


Andre kemudian meraih tangan Raka, kemudian memeriksanya.


" Dokter, bagaimana dengan keadaan Raka?" tanya Santi khawatir


Andre menatap Santi dengan sendu, " Santi, Raka saat ini baik-baik saja. Dia hanya butuh istirahat " ucap Andre


Raka tiba-tiba mengangkat tangannya ," hei gadis cengeng sini " ucap Raka lirih


Santi menghampiri Raka dengan mata yang berkaca-kaca. lalu meraih tangan Raka, kemudian Santi menaruh telapak tangan Raka di pipinya .


" maaf, jika aku belum bisa memberikan kebahagian untukmu. Ada banyak hal yang ingin ku lakukan untukmu. Aku mencintaimu lebih yang kau tahu Santi, aku tahu. Masih banyak tanya yang berada di pikiranmu, maaf jika aku tidak bisa menjelaskannya satu persatu, uhuk..uhuk.." ucap Raka terbatuk dengan suara pelan seraya menatap Santi dengan tatapan sendu.


Santi menggelengkan kepalanya dengan cepat ," jangan bicara lagi. kau harus istrahat bodoh!!" ucap Santi dengan tangis yang sudah tak bisa ia tahan . seraya tangannya memegang erat tangan Raka yang memegang pipinya .


Raka tersenyum melihat Santi ," jangan menangis jelek, kau akan tampak semakin jelek jika kau terus menangis. Tersenyumlah untukku" ucap Raka yang terdengar lirih .


" Santi , Maaf!! .Bila aku nanti tidak akan lagi berada di sisimu , kau harus Belajar untuk terbiasa tanpa hadirku. dan jaga dirimu, jangan sampai ceroboh ya??. Kini saatnya Kita akan terpisah oleh ruang dan waktu. Ingat!! . Kau harus tetap jalani mimpimu walau aku tidak bisa bersamamu lagi. Karna bahagiamu adalah bahagiaku. Aku selalu Menyangimu Santi Dwi Putri" ucap Raka seraya mendekatkan bibirnya ke bibir Santi.


Santi memejamkan matanya dengan bening kristal yang terus menetes dari sela matanya, meresapi setiap ciuman yang di berikan oleh Raka.


Dengan tiba-tiba Santi menarik ciumannya, " jangan katakan kalimat seperti itu Raka, kau sudah berjanji untuk memperjuangkanku, melindungiku dan memiliki anak yang banyak denganku. Jangan ingkar dengan semua janjimu Raka!!!. Aku...aku benci kalimat yang tadi kau katakan" ucap Santi dengan Isak seraya manatap Raka dengan mata yang sembab yang sudah menumpuk dengan kerlingan air mata .


WIIIUUUU...!!!! ( suara sirine)


"Raka , Tim kerajaan mengepung" pekik Andre terlihat panik.


Raka menatap Santi " maaf Santi... maafkan aku karna aku telah ingkar , dan aku minta maaf jika aku telah memberikanmu sebuah dosa . Ini ada sebuah kotak untuk kau bawa. Santi, satu hal yang kau harus tahu. bahwa cintaku padamu, adalah hal yang pasti yang tidak akan pernah aku ingkari" ucap Raka seraya mengecup dahi Santi. lalu menatap lekat mata Santi dengan satu tangannya menempel di pipi Santi .


"ANNDDREE !!!!. BAWA SANTI PERGI DARI SINI SEGERA!!!!" teriak Raka tiba-tiba.


Santi kelabakan dan panik , " tidak!!. Raka, jangan bercanda. kau telah berjanji padaku. ku mohon Raka, agar aku terus bersamamu. Raka!!!. jangan mengusirku dari kehidupanmu. ku Mohan Raka " ucap Santi dengan wajah panik mendengar ucapan Raka.

__ADS_1


" PERHATIAN !!. KAWASAN HUTAN TERLARANG TELAH SI KEPUNG. 30 DETIK DARI SEKARANG SEMUA GERBANG PORTAL AKAN DI SEGEL!!" terdengar suara utusan kerajaan.


Andre dengan kuat menarik tangan Santi, memaksa untuk segera pergi dari alam ini . jika tidak, Santi akan terkurung selamanya di alam ini.


tangan Santi terlepas dari genggaman Raka, terlihat Raka terbatuk dengan darah yang terus keluar dari mulutnya.


" Raka!!!.Berjanjilah kau akan menemuiku. ku mohon " teriak Santi saat Andre menarik tangan Santi dengan kasar. seketika Santi mengangkat jari kelingkingnya , dengan air matanya yang tak ingin berhenti.


Raka tersenyum dari kejauhan, seraya Raka juga mengangkat jari kelingkingnya. Dan mata Raka terlihat kian memberat hingga akhirnya tertutup.


"Dokter, bagaimana keadaan Raka?" tanya Santi


Andre menyeka air matanya dengan kasar, " dia hanya tertidur" ucap Andre mengalihkan pandangannya ke tempat yang lain, ia tak ingin Santi melihatnya.


"ayo Santi, waktu kita tinggal sedikit" ucap Andre mengajak .


" Tapi Dokter, Raka?" tanya Santi


" jangan mengkwathirkan orang lain Santi!!!. Dia akan baik-baik saja" teriak Andre tiba-tiba .


Santi terdiam, seketika Andre menggendong tubuh Santi. Andre kemudian membawa Santi menuju ke arah ke portal.


dalam perjalanan, Andre membatin.


( aku terpaksa menggunakan kekuatanku untuk menyelamatkan Santi. Toh semua sudah terjadi, dan kita akan tetap mendapat hukuman dari kerajaan. Santi maafkan aku jika harus berbohong, Raka saat ini akan tertidur selamanya. Karena ia mendapatkan cambukkan terlarang. efek cambukkan tersebut , dapat membuat mahkluk seperti kami tidak dapat berkultivasi lagi . Namun aku akan berusaha untuk menyembuhkannya) batin Andre.


" Santi, aku tidak bisa mengantarmu lebih jauh lagi. Karna tempat ini, akan di beri penghalang. jika aku terlambat aku akan terkunci di dunia manusia selamanya " ucap Andre


Santi mengangguk, " terima kasih Dokter, tolong jaga Raka ya Dok. aku titip Raka padamu" pinta Santi mengibah


Andre mengangguk, " Santi, ini ada sesuatu. Ini sabagai tanda mata dari ku ,kau harus selalu hati-hati. ingat ya wanita bodoh, selalu waspada dan jangan melakukan hal bodoh lagi. Nah, untuk jalan menujuk ke dunia, Kamu tinggal masuk ke portal itu, dan kau akan tiba di duniamu " ucap Andre seraya mengelus kepala Santi sembari berlalu


" Dokter!!. kenapa ucapan kalian seperti sebuah perpisahan?. Tolong jelaskan" teriak Santi, namun Andre telah berlalu.


dengan hati yang perih, Santi berjalan menuju ke arah portal Dengan mata yang sembab.


( perasaan Santi kini sangat tidak enak, Karna merasakan bahwa ia tidak akan pernah berjumpa lagi dengan Raka. bahwa ini adalah akhir dari perjalanan cintanya) .


Santi melangkah memasuki portal tersebut dengan melewati sebuah kabut tebal. dengan hati yang perih, Santi terus melangkah dengan mendekap kotak dan sebuah bungkusan kecil yang di berikan oleh Raka dan Andre.


Kini Santi telah tiba di dunianya.,


" Aawww" pekik Santi


seketika Santi merasakan ada tendangan di dalam perutnya.


Santi menoleh ke arah perutnya yang terlihat membuncit, " apa yang terjadi?. Apakah aku hamil?." guman Santi panik


(kau tahu, duniamu dan duniaku berbeda. Karna waktu di duniamu berjalan lebih cepat di banding duniaku) . seketika Santi mengingat ucapan Raka.

__ADS_1


Santi terduduk lemas dengan tangis ," Apakah aku harus gembira ataukah aku harus bersedih karna kehadiranmu di dalam rahimku?" ucap Santi ketika melihat perutnya yang telah membesar dengan perasaan tak menentu.


__ADS_2