
...FLASHBACK PART IV...
...****************...
Bandung...
Sekitar 3 jam kemudian, kereta api yang mereka tumpangi telah sampai di stasiun Bandung. Santi dan Iren kemudian berjalan ke arah pintu keluar lalu ke jalan raya yang hendak menunggu taksi.
Tidak butuh waktu, taksi pun datang dengan menawarkan diri .
“ Cikutra ya kang." Ucap Iren ketika sebuah taksi berhenti di depan mereka.
“ baik!!. Tapi agak mahal kalau mau neng. Kalau pakai argo pasti jauh lebih mahal lagi neng, gimana?." Jawab supir taksi .
“ Ga masalah kang." Ucap iren.
“ ayo san... kita masuk." Ajak Iren menyuruh masuk ke dalam taksi .
Santi hanya menurut dan masuk ke dalam taksi .
“ ren, apa ga kemahalan?." Tanya Santi ketika berada di dalam taksi .
“ wajar kok, kalo tempat-tempat seperti ini mah”. Jawab Iren.
Santi lalu terdiam, kemudian mengamati setiap tempat yang mereka lewati dari balik jendela.
Ternyata kota Bandung jauh lebih sejuk dari kota Jogja.
“ neng kita mau kemana?" Tanya supir taksi .
“ ke hotel xxx ya kang ." Jawab Iren.
“ Oh Iya.. yang dekat lampu merah itukan ya.. ?.” Tanya supir taksi memastikan.
“ nah iya!! . Turunin di seberang jalan aja ya kang." Jawab Iren.
Tak lama mereka pun sampai. Setelah membayar, Santi dan Iren turun dari taksi.
Mata Santi terlihat liar , Karna baru pertama kali ia menjajakan kakinya di kota Bandung.
“ cari makan dulu ya. Tapi aku ke Indomar* bentar. Mau nitip?." Tawar Iren.
“ air mineral aja ren, Ini duitnya." Jawab Santi sambil menyodorkan uang kepada Iren.
“ Pake duitku aja. Mau ikut apa tunggu disini?." Tanya Iren.
“ aku tunggu disini aja ren. Soalny Kepalaku sedikit pusing. " Ucap Santi seraya memegang pelipisnya.
“ Ya udah, kamu tunggu bentar ya..” Ucap Iren.
Santi hanya mengangguk dan membiarkan Iren pergi meninggalkannya yang berdiri mematung di bawah pohon sebagai tempat peneduh dari sinar matahari.
Tak lama, Iren menghampiri Santi dengan sedikit berlari.
“Ayo san kita cari makan dulu terus kita istrahat di hotel . Ini airnya." Ajak Iren saat ia bertemu dengan Santi seraya menyodorkan sebotol air mineral kepada Santi .
Santi menerima botol air yang masih tersegel dari Iren, Santi dengan cepat meneguk air tersebut Karna tenggorokannya dari tadi sudah terasa kering.
__ADS_1
dan mereka berdua berjalan berdampingan di bahu jalan raya, menelusuri jalanan yang sudah mulai terlihat ramai.
“ San ,, itu ada lesehan, yuk makan disitu aja." Ajak Iren.
Santi dan Iren lalu lalu berjalan menuju ke lesehan yang di tunjukan Iren.
Mereka langsung memesan makanan yang sudah tertulis di daftar menu yang di sediakan.
Setelah pesanan mereka sudah tiba, mereka pun memakan makanan yang telah tersaji dengan lahap.
Tiba-tiba, Santi berhenti menyendokan makanan ke mulutnya.
“ Ren, kok aku ngerasa ga enak badan ya?." Ucap Santi dengan nafas yang terdengar memburu.
“ Kamu sakit san ?. Ya udah ayo kita ke hotel aja." Tanya Iren, kemudian mengajaknya untuk segera pergi ke hotel yang tidak jauh berada dari tempat mereka makan .
Santi mengangguk . Setelah Iren membayar makanan yang tadi mereka pesan, Iren memapah Santi berjalan menuju hotel .
“ San kamu ga apa-apa ?." Tanya Iren khawatir.
“ . Ah ..ah.. tidak apa-apa, Cuma aku merasakan hal yang aneh di tubuhku." Jawab Santi dengan nafas yang sudah terdengar mulai tak beraturan.
“ Apa yang kamu rasakan san ?.” tanya Iren menyelidiki.
“Aku merasakan panas!! dan nafasku sesak dan ada sesuatu tapi, entah ini perasaan apa?. Perasaan seperti ada hasrat yang tertahan.” Jawab Santi dengan wajah yang terlihat sudah memerah .
“ tahan ya san!!. sebentar lagi kita sampai di hotel." Ucap Iren seraya memapah Santi dan terus berjalan menuju hotel yang menjadi tujuan Iren.
Setibanya di hotel, Iren langsung melakukan boking kamar. Sebentara Santi, Iren meminta menunggunya di lobbi yang tak jauh dari resepsionis.
Setelah mendapatkan nomor kamar, Iren membawa Santi ke kamar.
Santi mengangguk. lalu Melihat punggung sahabatnya berjalan ke arah pintu kemudian menghilang di balik pintu.
Di dalam kamar, Santi semakin gelisah, ia tak dapat menjelaskan apa yang sekarang ia rasakan.
Nafasnya semakin memburu dan perasaan gelisah yang datang tak bisa terkendali, seperti ada sesuatu dalam tubuh Santi yang harus segera di tuntaskan.
Dalam kegelisahan Santi. Tiba-tiba terdengar suara pintu di buka.
Santi pun menoleh ke arah pintu dengan nafas yang terus memburu .
“ Iren?." Ucap Santi dengan suara sedikit mendesah.
Tidak ada jawaban, namun seseorang dengan postur yang terlihat tinggi dan kekar berjalan mendekati tempat tidur.
“ siapa?.” ucap Santi , Santi mencoba bangun namun kepalanya terasa berat dan terasa berputar.
pikiran Santi masih sadar dan dengan jelas ia dapat melihat wajah pria yang datang menghampirinya.
“ bagaimana cantik perasaannya.?. Apa yang bisa ku bantu untuk mu?.” Ucap pria tersebut mendekati Santi .
“ Kamu siapa?. Pergi!!” Ucap Santi dengan nada keras dan mencoba untuk bangkit.
“ tenang!! . Aku datang untuk mengobati rasa yang saat ini kamu rasakan” Ucap pria tersebut.
“ ah..ah.. jangan mendekat” Ucap Santi dengan suara yang terdengar lemah namun juga terdengar seksi.
__ADS_1
Santi meminta agar pria tersebut menjauh darinya. Namu pria tersebut malah menuju ke arah tempat tidur kemudian duduk di ranjang di samping Santi .
Pria itu dengan cepat meremas kedua pipi Santi dengan satu telapak tangannya yang kekar.
seketika pria itu mencium Santi dengan kasar.
Santi mengelak dengan menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan kasar.
“ leppaassskkkaannn. ku....mohon...” ucap Santi terbata ketika sebuah bibir mencium paksa bibir Santi
Pria itu tak menghiraukan, Ia bahkan dengan kasar menindih tubuh Santi , kemudian berlaku kasar dengan liar terhadap Santi.
tak sampai di situ, pria tersebut menarik kasar baju Santi yang Santi kenakan, hingga baju Santi pun sobek.
“ ah..ah .. tolong.... ku mohon , jangan!!” Ucap Santi mengibah dengan air bah yang sudah menumpuk di pelupuk matanya Karna ketakutan .
“ Diaam!!!, jika kau tak ingin aku kasar padamu. Maka diamlah dan nikmati saja, " teriak pria di atas tubuh Santi dengan terus mencumbu santi dengan liar.
Santi hanya bisa berteriak, menangis, meronta dan mengeliat kasar. Ia tidak ingin di sentuh oleh pria yang tidak kenal yang sedang berada di atas badannya.
Kringgg .. kring .. kring...
Ponsel Santi tiba-tiba berdering berulang kali.
Santi menoleh ke arah tas yang di dalam tas tersebut terdapat ponsel santi berada, tangan Santi ingin meraih tas tersebut.
ppppplllaaakkk!! (Sebuah tamparan tepat mendarat di pipi Santi)
" Aaawwww!!" , Santi meringis kesakitan, dan terasa panas di sekitar bekas tamparan yang ia terima .
“Hhhuuuuu...hhhuuuu... Tolong ku mohon jangan lakukan ini " Tangis Santi pecah dengan menahan kesakitan.
“aaahhhhrrghh” Teriak Santi, ketika sebuah tangan kekar menarik kasar rambut Santi.
Santi membiarkan rasa sakit di kepalanya, ia berusaha untuk tetap meronta seraya kakinya menendang-nendang dengan tangannya yang mencoba mendorong dan memukul badan yang telah menindihnya.
“ lepaskan Bangs*t hikz..hikz” Teriak Santi dengan tangisannya.
(plaaak.. plaaak!! ( Tamparan kembali di terima oleh Santi.
“Diaaaamm jal*Ng” pekik pria tersebut kasar dengan menghantam kepala Santi ke sandaran kasur.
Sontak Santi terdiam dengan mata yang sembab dengan nafas memburu .
pria tersebut kemudian melakakun aksinya. menghajar santi dengan pusaka tombak tumpulnya.
“Huaaa...hikz..hikz...” Santi hanya dapat menangis dengan pasrah.
“ menurut lah dan jadilah wanita yang jinak” Ucap pria tersebut.
“ Tolong tuan!! jangan, ku mohon. Hikz..hikz..”ucap Santi mengibah seraya terisak dan memohon .
Pria tersebut tak menghiraukan jeritan tangis Santi.karna saat ini, Ia telah di kuasai oleh nafsu birahi di dalam dirinya , pria tersebut dengan buas memangsa Santi tanpa memikirkan perasaan yang Santi rasakan.
Akhirnya, hal yang tidak di inginkan Santi pun terjadi. Pria dengan tubuh kekar tersebut telah menghajar santi tanpa ampun dan tanpa ada belas kasih.
Santi hanya bisa menangis dan meronta, namun hanya perih,sakit,malu,kecewa, dan terhina yang Santi dapatkan untuk saat ini.
__ADS_1
Setelah puas mendapatkan apa yang pria itu mau, pria tersebut mengambil baju yang tergeletak di lantai kemudian memakainya dan berlalu pergi meninggal Santi yang sudah tak berdaya dengan sisa isak yang masih terdengar .