
...Perjalanan Ke Dunia Santi...
...----------------...
Dalam perjalanan ke rumah Santi.
Saat Raka dan Santi meninggalkan Apartemen , dan melaju menuju ke arah rumah Santi, ternyata hari masih terlihat belum terlalu siang.
Di dalam mobil,.
“ Ka.. siapa yang mengganti bajuku?" Tanya Santi yang membuka pembicaraan.
“ Kenapa?, Kamu takut jika aku yang menggantinya?” Tanya Raka, dan Sesekali ia melirik ke arah Santi.
“ Ah.. aku hanya bertanya, Jika tak mau menjawab juga tidak apa-apa!!, Toh yang melihat tubuhku bukan Hanya kamu,” Ujar Santi terdengar datar
“ Hei!!, Bukan begitu, bukan maksudku untuk menyindirmu..-" Ucapan Raka terhenti ,“ sudah lah Raka , tidak apa-apa aku tidak marah," Sela Santi dengan senyum yang terasa kaku di bibirnya.
“ Santi, Yang mengganti bajumu itu, adalah Anna. Bukan aku, kamu lihat kan tadi, ada seorang wanita yang bersama Kevin?” Ucap Raka menjelaskan .
“ oh.. jadi temanmu yang ada di apartemenmu itu Namanya Kevin?” Jawab Santi bertanya
“ iya!, Dia adalah sahabatku, Namun kamu jangan dekat-dekat dengan dirinya ,” Ucap Raka sembari mengingatkan kepada Santi.
“ Kenapa memangnya?” Tanya Santi seraya menatap Raka.
“ Dia hanya pria yang kurang waras ” Jawab Raka asal.
“ oh gitu!!, tapi dia kelihatannya orang yang asyik deh!!” tutur Santi .
“ iya!! . Dia memang orangnya asyik, Tapi aku melarangmu untuk dekat-dekat dengan dirinya ” Ucap Raka dengan pandangan ke arah jalan.
“ kenapa kamu melarangku dekat dengannya?. Oh iya!!, jika nanti kamu kembali dan bertemu dengan Anna , tolong ucapin terima kasihku ya!!” Ucap Santi
“ aku melarang Karna-!!, Ah sudah lah. Iya, nanti aku sampaikan salammu. Jika nanti aku bertemu dengan Anna” jawab Raka
Santi hanya tersenyum mendengar jawaban Raka.
(Entah kenapa Raka sampai bisa membatasi dirinya seperti ini. Apakah Raka menyimpan rasa atau bagaimana?) Batin Santi menerka perasaan Raka terhadap dirinya.
Raka tetap fokus menyetir, melajukan mobilnya di jalanan yang sudah terlihat sunyi. Karna di sisi kiri dan kanan jalan , hanya terdapat pepohonan yang tumbuh.
__ADS_1
“ Ka!!, hati-hati !!. Itu di depan sepertinya ada kabut sangat tebal” Santi panik , ketika ia melihat ada kabut tebal yang menghadang perjalanan mereka.
Santi dengan seketika memegang kuat handle mobil yang berada di samping kursi yang ia duduki.
“ kamu pegangan saja ya!!, Kalau bisa ,tutup matanya jika kamu takut” Ucap Raka yang terlihat santai .
Santi pun menuruti apa yang di katakan oleh Raka. kini memejamkan matanya.
Saat mobil menerobos kabut yang tebal yang menghadang perjalanan mereka , Santi seperti merasakan ada guncangan yang sangat hebat selama beberapa detik .
santi yang penasaran, membuka kembali matanya. Namun saat Santi membuka mata, Santi mendapati bahwa mereka sedang berjalan di jalan yang tak asing bagi Santi.
“ Ka... jalanan ini bukannya, arah balik dari arah kota ya? , kenapa kita bisa ada di jalan ini?” Tanya Santi keheranan saat melihat jalan yang mereka lalui.
“ Aku tinggal tak jauh dari sini, 45 menit lagi kita akan sampai di kampungmu” Jawab Raka .
“ ah!! . serius?. Tapi di dalam kota, tidak terlihat seperti tempat di mana kamu membawaku. Dan jika kamu mengatakan kamu tinggal di daerah sini berarti kamu?" Ucap Santi tak percaya ,jika apa yang Santi pikirkan adalah benar.
Raka tersenyum melihat ke arah Santi .
“ kenali aku, apa pun asumsimu aku akan terima” Ucap Raka.
Santi hanya terdiam dengan tanya di dalam otaknya, (perasaan tadi kita berangkat dari tempat Raka masih pagi , Namun kenapa saat tiba di jalan yang sekarang mereka lalui malah dalam keadaan gelap?) Batin Santi berpikir karna merasa ada yang aneh.
Santi terkejut dengan ucapan Raka yang tiba-tiba. kemudian menoleh ke arah Raka ,“ Ah.. iya , kamu Tidak ingin mampir dulu?” Tawar Santi yang ketika hendak beranjak dari mobil Raka.
Raka menatap ke arah Santi, “ Maaf Santi , sepertinya aku tidak bisa mampir. Nanti kapan-kapan saja ya?" jawab Raka dengan tersenyum.
“ Ya sudah kalau begitu!!, Terima kasih Karna telah menolongku dan mengantarku pulang ” Ucap Santi tersenyum.
Raka tersenyum, “ Selalu hati-hati. Besok aku akan menunggumu di pohon randu " Ucap Raka ketika melihat santi yang telah turun dari mobilnya.
Santi mengangguk,,
kini santi menutup pintu mobil Raka. setelah itu Santi pun menunggu mobil Raka berlalu ,hingga akhirnya, mobil Raka pun melaju lalu menghilang di telan kegelapan.
Santi berjalan ke arah rumahnya. Sesampainya di depan pintu, Santi mengangkat tangannya.
tok...tok....tok... ( santi mengetuk pintu di hadapannya)
“ mama!!, ma ...Santi pulang!!! ” Teriak Santi dari depan pintu depan rumahnya.
__ADS_1
Santi mengetuk pintu di hadapannya berulang kali, tak lama lampu yang berada di ruang tamu pun menyala.
Tak lama, pintu di hadapan Santi pun terbuka,.
kreekkk...( pintu terbuka )
“ Dari mana kamu?. 3 bulan baru pulang?. Kau tahu ibu sakit keras gara-gara memikirkanmu?” cerca seorang pria di hadapan Santi yang tak lain adalah kakaknya Santi.
Santi tersentak ketika mendengar ucapan kakaknya. ( Bahwa ia pergi sampai selama itu.?. Yang ia tahu, ia hanya pergi selam 3 hari. Apa yang sebenarnya terjadi) batin santi bertanya.
“ Ah.. itu .. apa namanya.. oh iya!!, aku di panggil untuk interview kerja bang!, Terus mama dimana?” Santi mencoba memberi alasan seraya mengalihkan pembicaraan kakaknya.
“ Siapa yang datang Dimas , kok di tengah malam begini?" Suara wanita dari dalam rumah yang berjalan ke arah Dimas kakaknya Santi.
Santi langsung berlari masuk tanpa menghiraukan kakaknya yang menghadangnya di depan pintu.
saat memasuk ke dalam rumah ,Santi melihat ibunya yang berjalan tergopoh-gopoh yang hendak menuju ke arah yang berada di Ruang tamu.
Santi sangat shock ketika melihat keadaan ibunya, yang kini terlihat hanya tulang yang berbalut kulit.
“ Santi?, Apa ini benaran Santi?, Ya ampun Nak!!, kamu dari mana saja?” lirih ibu Santi dengan meraba-raba Wajah Santi unutuk memastikan bahwa yang berada di hadapannya memang anaknya Santi.
“ iya ma!!, ini Santi. Maafin Santi ma, Karna keadaan, Santi tidak bisa menghubungi mama” Ucap Santi , seraya memeluk tubuh ibunya.
“ Lain kali jangan gitu dek, kamu tahu betapa sedihnya mama ketika tahu kamu telah menghilang selama 3 bulan ini?” pekik kakak Santi yang datang menghampiri dari arah belakan.
“ maaf bang, waktu itu teman Santi nelfon nawarin pekerjaan. Santi langsung terima, karna Santi bosan Karna harus di rumah terus . Pas Santi keluar mau minta ijin, mama sama papa lagi istirahat. Jadi Santi pikir nanti saja minta ijinnya lewat telfon, namun ponsel Santi jatuh pas perjalanan dan ga bisa hubungi mama”
Jawab Santi memberi alasan yang mengada-ngada . Karna Santi saat itu sangat ketakuta jika ia ketahuan, bahwa selama 3 bulan ia bersama laki-laki. Seandainya jika kakaknya Tahu bahwa Santi bersama laki-laki, sudah di pastika Santi akan di jadikan oseng-oseng oleh kakaknya.
“ Sudah!!, jangan alasan kamu, memangnya tidak bisa kamu pinjam ponsel temanmu untuk...-" Belum sempat kakak Santi berucap ibu Santi langsung memotong ucapan anak sulungnya.
“ Sudah...sudah!!.yang penting sekarang Santi sudah pulang. Dia pasti sangat capek sekarang!!, jangan di tanya-tanya dulu, biarkan dia istirahat. Besok baru di bicarakan lagi” Ucap ibu Santi .
Kakak beradik pun sontak terdiam dan tak ingin membantah ucapan ibu mereka .
Santi mencoba menenangkan ibunya, lalu kemudian ia memapah ibunya dan mengantarkan ibunya ke dalam kamar.
Di dalam kamar, terlihat ayah Santi telah tidur dengan pulas.
Santi yang tak ingin mengganggu bapaknya, memohon pamit kepada ibunya . Bahwa ia sangat lelah dan ingin tidur istrahat.
__ADS_1
Ibu Santi hanya mengangguk mengiyakan,.
Santi kini telah keluar dari kamar orang tuanya, kemudian berjalan ke arah kamarnya yang sudah ia rindukan.