(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LXIV


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 64


...Raka menuju hutan terlarang...


Di kediaman Saputra


Raka terlihat sedang memaksakan dirinya untuk membuka borgol di tangannya.


Dengan rasa sakit di lengannya akibat luka tembak, namun tidak ia hiraukan rasa sakit tersebut.


Raka mencoba beranjak dari tempat tidurnya, kemudian menuju ke arah lemari dan meja yang berada pada kamarnya.


Raka mencoba membuka laci-laci dan lemari, berharap ada sesuatu yang dapat membuka borgol yang mengikat pergelangan tangannya.


Kreekkkk ( pintu kamar Raka terbuka)


Raka menoleh ke arah pintu, yang saat itu sedang menggeledah lemari di dalam kamarnya.


Ketika Raka menoleh, Seketika membuat rahang Raka menjadi mengeras. Kini tatapannya tajam menatap orang yang menghampirinya.


" Mau apa lagi?" Tanya Raka


" Anak tidak tahu diri!!" jawab nyonya Maria


" Kau tahu? . Gara-gara mengandungmu, semua karirku berakhir" lanjut nyonya Maria menatap Raka geram


" Jika kau masih ingin berkarir kenapa kau ingin menikah?" Ucap Raka


Plakkkk .. ( sebuah tamparan )


" Kau tahu, aku selama ini tidak menginginkan kehadiranmu. Karna ayahmu yang meminta kehadiranmu " ucap nyonya Maria


Raka menatap tajam," aku juga menyesal, di lahirkan dari rahim perempuan sepertimu" ucap Raka


Nyonya Maria seketika menarik rambut Raka dengan kuat, " kau tahu? . Aku menjodohkanmu dengan anak sahabatku agar keturunan dari bangsaku tetap terjaga. Dan kau lebih memilih wanita rendahan seperti Santi?". Ucap nyonya Maria


Raka menatap tajam ," di mana Santi?. Di mana kau membawanya???" Pekik Raka


Dengan sekuat tenaga, nyonya Maria menarik rambut Raka dengan satu tangannya mencengkram pipi Raka ," tidak perlu kau menanyakan wanita itu, dan jadilah anak yang baik untuk membalas semua yang telah aku lakukan untukmu. Diam di sini dan aku akan mengurus pernikahanmu dengan Naura" pekik nyonya Maria.


Raka yang mendengar hal tersebut ,membuat Raka seketika membenturkan kepalanya kepada nyonya Maria.


" Awww" pekik nyonya Maria tiba-tiba Karna merasa kesakitan, seraya memegang dahinya.


Pllaakk ( tamparan)


" Anak sial !!. Beraninya kau melawan ibumu sendiri" ucap nyonya Maria.


"Cuiihhh !!. Ibu?. Ibu apa macam dirimu?. Yang tega melantarkan anaknya. Dan hanya peduli jika ada maunya?" Pekik Raka seraya meludah


" Hahaha ... Karna hadirmu hanya membawa kesialan bagiku" ucap nyonya Maria


"Tetaplah diam di sini dan pada saat kau keluar dari kamar ini, kau menjadi seorang pengantin" ucap nyonya Maria seraya berlalu


Raka menatap punggung ibunya yang berlalu dengan geram, seketika Raka berlari dan menarik rambut ibunya dengan kuat, " katakan, dimana Santi?. Jika kau tak ingin kepalamu menjadi botak" ucap Raka emosi


" Kau!!!. Papi.... Papi!!!" Teriak nyonya Maria

__ADS_1


Tak lama, ayah Raka tiba di depan pintu. Saat ayah Raka melihat apa yang terjadi di hadapannya, membuat tuan Saputra menjadi shock.


" Raka apa kau gila?. Apa yang kau lakukan kepada ibumu?" Ucap tuan Saputra panik


" Pi, tolong beri aku jalan. Jika tidak, akan ku patahkan kepala istrimu" ucap Raka mengancam.


Tuan Saputra terlihat kebingungan dengan sikap anaknya. " Yah, kamu lepaskan dulu mamimu" pinta tuan Saputra


Raka tersenyum sinis " jika, aku melepaskannya. Kalian sudah pasti akan menembakiku?." Jawab Raka


" Raka, itu ibumu tolong!!. Lepaskan" rayu tuan Saputra


"Pi, apa anakmu ini sudah tidak waras gara-gara wanita itu?" Ucap nyonya Maria di sela Raka menarik rambutnya.


Seketika Raka menarik rambut nyonya Maria dengan lebih keras "Aawwww!!. Papi" teriak nyonya Maria


" Pi, lihatlah wanita yang kamu cintai. jika wanita yang kau cintai di perlakukan seperti ini?. Bagaimana perasaan papi?" Ucap Raka dengan tatapan tajam ke arah tuan Saputra.


Tuan Saputra tertegun beberapa saat, tiba-tiba mulutnya berkomat Kamit.


Borgol di tangan Raka terlepas, " pergilah Raka, kejar wanita yang kau cintai itu. Agar kau tidak menyakiti ibumu" ucap tuan Saputra


Raka yang melihat borgol di tangannya terlepas, seketika menarik ke dua tangan ibunya ke belakang. lalu Raka mengunci pergelangan tangan nyonya Maria dengan gengamannya.


"Aaaawwww...Raka kau memang anak durhaka, dasar pembawa sial!!!" pekik nyonya Maria .


" Jalan, papi tolong suruh anak buah papi untuk memberi jalan" pinta Raka


Akhirnya tuan Saputra pun mengalah dan membiarkan Raka berjalan bersama istrinya yang di jadikan tahanan oleh anaknya sendiri.


Hingga Raka tiba di pintu keluar, Raka langsung melepaskan cengkramannya pada lengan ibunya.


Raka langsung berlari dengan cepat .


" Apa yang kalian tunggu?. Tembak anak itu. Jangan biarkan dia keluar dari gerbang " titah nyonya Maria seraya berteriak.


Tuan Saputra yang mendengar perintah istrinya, seketika mengangkat tangannya memberi aba-aba agar tembakan tidak di lalukan .


Nyonya Maria yang melihat hal tersebut, membuat nyonya Maria emosi seketika meraih senjata dari salah satu anak buah tuan Saputra.


Dengan cepat, nyonya Maria berlari mengejar Raka .


Dooorrr ( satu tembakan meleset)


Dooorrr...dorrr ( suara tembakan )


Dan satu tembakan mengenai kaki Raka, membuat Raka jatuh tersungkur saat Raka sedang berlari .


Raka merangkak, memaksakan kakinya untuk bisa bergerak.


" Mau kemana anak sialan? .Lebih baik kau patuh dan ikut mamimu. jika tidak ,satu peluru ini kan bersarang di kepalamu" ucap nyonya Maria seraya menodongkan senjatanya ke arah kepala Raka.


PLAAKKK!!! ( bunyi tamparan )


nyonya Maria menoleh ke arah orang yang menamparnya, " Pi,?. kau menampar mami?." ucap nyonya Maria seraya memegang pipinya


tuan Saputra meraih senjata yang ada di tangan istrinya," selama ini aku terlalu memanjakanmu Maria , kau bahkan tega melukai darah dagingmu?" tuan Saputra menatap geram kepada istrinya

__ADS_1


"Pi, selama kita menikah. Baru sekarang kau menamparku, hanya Karna anak durhaka ini? " pekik Maria dengan tatapan berkaca-kaca menatap suaminya


tuan Saputra mencengram lengan Maria dengan kuat, " bukan hanya anak yang durhaka, tapi ada juga orang tua yang gagal. Dia anakmu seharusnya kau seorang ibu peduli terhadap anaknya sendiri, kau bukan seorang ibu. melainkan seorang nenek sihir bagi putramu sendiri" geram tuan Saputra


" kalian, bawa nyonya Maria dan kurung dia ruang bawah tanah. sampai nyonya menyadari kesalahannya" perintah tuan Saputra kepada anak buahnya.


beberapa orang menyeret nyonya Maria yang terlihat meronta Karna tak ingin di bawa.


"Pi...papi...kau menyuruhku mempunyai anak , dan sudahku berikan. kenapa kau melakukan ini terhadapku?" teriak nyonya Maria saat di seret


Tuan Saputra mangabaikan teriakan istrinya, ia berjalan ke arah Raka yang kakinya sedang terluka.


"kau tidak apa-apa?" tanya tuan Saputra kepada Raka


Raka menatap ayahnya ," Pi, tolong berikan aku mobilm aku harus pergi menyelamatkan Santi" pinta Raka.


" yah, nanti papi minta anak buah papi ambilkan. Maafkan papi Raka!!" ucap tuan Saputra membelai wajah anaknya


tuan Saputra meminta anak buahnya untuk mengambil mobil yang di minta oleh Raka. tak lama , mobil itu berhenti di hadapan tuan Saputra .


"papi akan mengantarmu" ucap tuan Saputra memapah anaknya memasuki mobil


mereka kemudian menaiki mobil, setelah itu melaju.


di dalam mobil,.


"Raka papi minta maaf atas semua yanga terjadi. Maaf jika memberikan ibu yang kurang baik padamu" ucap tuan Saputra


Raka terdiam,.


" semua yang papi lakukan adalah kehendak ibumu, berlagak papilah yang jahat kepadamu dan kepada semua orang agar. mereka tidak membenci ibumu, papi sadar papi salah karena terlalu memanjakan ibumu sehingga ibumu berlaku seperti ini. Papi hanya tak ingin, kau membenci surgamu sendiri." jelas Tuan Saputra


" tapi kenapa pi?. mami membenci Raka?. apa salah Raka Pi?" tanya Raka


tuan Saputra menghela nafas panjang, " itu semua Karna salah papi Raka, ibumu sebenarnya tidak ingin punya anak. Karna ibumu adalah seorang model. Namun papi memaksanya. hingga ibumu mengandungmu ibumu tidak dapat melanjutkan kontraknya sebagia model dan karirnya berakhir, pada saat itu ibumu sangat membenci papi dan dirimu" jelas tuan Saputra


Raka terdiam, " jika dia tidak menginginkanku, kenapa mami harus mengatur pendamping hidupku?" ucap Raka


" Karna mamimu mempunyai janji kepada ibunya Naura, Karna ibunya Naura adalah sahabat yang sama-sama berasal dari negara yang sama" ucap tuan Saputra


" itu kepentingan mami, kenapa aku yang harus di tumbalkan?. papi , tuan Albert hanya mau memanfaatkan kita dan mami Pi" ucap Raka


" yah, papi tahu. papi juga tahu kau pergi ke dunia manusia, dan papi juga tahu kau jatuh cinta dengan manusia" ucap tuan Saputra


Raka terkejut mendengar ucapan ayah," jadi selama ini papi tahu?" tanya Raka


" yah, papi membiarkanmu Karna kamu sudah dewasa. itu pilihan jalan hidupmu, hanya saja mamimu yang selalu mengatur dan meminta papi untuk terus mencarimu. Jika tidak mamimu akan mengancam, akan bunuh diri" jelas tuan Raka


Raka terdiam mendengar penjelasan orang tuanya.


" oh iya Raka , kau harus hati-hati saat kau berhadapan dengan Naura" lanjut ayah Raka mengingatkan


Raka menoleh ke arah ayahnya dengan mengerutkan alisnya, tanda ia tak faham.


" Naura punya cambuk iblis yang sangat berbahaya jika kau terkena cambukan itu. Jika kau terkena cambukan tersebut, kau akan tertidur selamanya dan kau tidak akan dapat bermutasi" jelas tuan Saputra


Raka terdiam menyimak semua yang di ucapkan ayahnya,. Hingga Raka dan ayahnya telah memasuki daerah hutan terlarang.

__ADS_1


__ADS_2