(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Adit Yang Mengetahui Kebenaran 2


__ADS_3

...Adit Yang Mengetahui Kebenaran 2...


...****************...


...❗harap bijak dalam menyikapi setiap tulisan, Karna ada beberapa adegan yang mungkin sangat tidak panta untuk di tiru❗...


Di Ruang monitor,


“ Dit, itulah yang terjadi kepada Santi, wanita yang kau anggap hina. Tapi begitu kuat menjalani semua beban yang ia pikul. Apakah kamu ingin melihat kejadian apa yang Santi lakukan setelah kau meninggalkannya?” tanya Raka


“ Perlihatkan padaku. Beritahu aku apa yang terjadi kepada Santi?” dengan gusar Adit berucap seraya memegang pundak Raka memohon .


“ Sudah aku ambil ingatan Santi, jika kamu sanggup akan aku perlihatkan” Ucap Raka .


“ Aku siap, aku sudah sangat kejam terhadap dirinya selama ini. Jadi ku mohon perlihatakanlah padaku” pinta Adit.


“ baiklak!!, akan aku perlihatkan apa yang sebenarnya terjadi kala itu, ” Jawab Raka dengan jari-jari yang sibuk dengan tombol-tombol yang ada di hadapannya.


Raka mulai mengklik tanda play pada tombol...


Loading.......


Dan video di monitor pun mulai bergerak, Adit yang tanpa berucap mulai menonton video yang berada di hadapannya.


Di dalam layar di perlihatkan bagaimana santi yang di ajak oleh Iren sahabatnya sendiri. Berawal dari telepon hingga mereka berangkat ke Bandung dan terjadi kejadian pemerkosaan terhadap Santi, hingga Santi mengalami depresi.


“ jika tidak percaya, tanyakan saja kepada Iren apa yang aku lakukan di Bandung , Karna Iren yang lebih tahu akan hal itu, ” Ucap Santi di dalam video.


Adit tercengang dengan perkataan Santi “ yah!!, seharusnya aku selidiki terlebih dahulu, sebelum aku emosi pada saat itu. Maafkan aku Santi!!” Guman Adit menatap layar dengan sendu .


Terlihat Santi terduduk dengan lunglai saat Adit pergi meninggalkannya.


Sejak saat itu, Santi menjadi pendiam dan suka mengurung diri di kamarnya dengan minuman keras dan rokok yang menjadi temannya untuk hari-hari yang sulit yang santi hadapi.


tok....tok...tok... ( ketukan pintu )


“ Dek!!, Kamu dari seminggu di kamar terus loh, ayo makan dulu, Abang beliin steak kesukaan kamu nih!”


Panggil Dimas kakak Santi di depan pintu kamarnya. Dengan tangannya mengetuk pintu seraya memanggil-manggil nama adiknya Santi.


Beberapa kali Dimas mencoba memanggil-manggil nama adiknya, namun tak kujung mendapat jawaban dari dalam kamar.


klek...klek..klek...( bunyi gagang pintu )


Dimas mencoba menggoyangkan gagang pintu di hadapannya, namun terkunci.


( apakah Santi tertidur?, jika tidur masa iya di panggil-panggil tidak menjawab?) pikir Dimas di depan kamar Adiknya


Brrraaakkkk!!!! ( Dimas akhirnya mendobrak pintu kamar Santi )


Saat pintu berhasil di dobrak......


" ini kamar kenapa gelap sekali, dan bau sekali bekas puntung rokok??" guman Adit seraya berjalan mencari saklar lampu.

__ADS_1


klek...( Lampu menyala )


“ Ya Tuhan!!!, dek!! ,Apa yang terjadi padamu?. Apa yang kau lakukan?” Kaget Dimas saat melihat Santi yang telah terlentang dengan mulut yang mengeluarkan busa.


Dimas dengan panik menghampiri adiknya,.


“ dek!!.Bangun dek!!!. ya ampun.... sebenarnya apa yang terjadi? ” Dimas yang sedang mencoba menepuk-nepuk wajah Santi untuk menyadarkannya.


Santi terlihat tak bergerak, Santi tampak seperti jeli yang lemas nan lentur . Melihat hal tersebut, Dimas langsung mengangkat tubuh adiknya lalu membawanya ke depan gang untuk menahan taksi .


“Pak!!!. Rumah sakit ya!!.” Ucap Dimas ketika berada di dalam taksi .


“ Baik!! ” Ucap supir taksi .


Sesampainya di rumah sakit, Dimas langsung berlari ke bagian admistrasi. Tak lama datang beberapa perawat dengan membawa tempat tidur dorong dan Santi langsung di larikan ke UGD.


Dimas dengan cemas menunggu di luar ruangan, Ia pun langsung meraih ponselnya lalu menelfon keluarganya di kampung dan mengabarkan bahwa Santi masuk rumah sakit.


Tak lama, ada seorang Dokter yang keluar dari ruang UGD dimana terdapat Santi yang sedang di rawat.


Dimas yang melihat Dokter tersebut pun langsung berlari menghampiri Dokter .


“ Dok!!. Gimana dengan kondisi adik saya?” Tanya Dimas denga Raut cemas dan khawatir.


“ Adik anda mengalami over dosis. Untung anda segera membawanya kesini dengan tepat waktu” Ucap dokter menjelaskan .


“ Over dosis?. Apakah adik saya over dosis Karna obat terlarang Dok?” Tanya Dimas.


“ Bukan, Adik anda terlalu banyak mengonsumsi obat penenang” Ucap dokter.


“ baik!!, saya permisi dulu, adik anda nanti di antar ke ruang inap” Ucap Dokter berlalu


Adit yang melihat kejadian yang di putar oleh Raka membuat hatinya serasa di hantam dengan palu thor. Tak terbayang jika selama 2 tahun ia meninggalkan Santi, selama itu pula Santi menahan luka yang teramat berat yang ia pikul sendiri.


“ apa gunanya aku sebagai calon suami?, Membiarkan calonnya dengan batin yang luka sendirian?. Gobl*k aku benar-benar lelaki g*blok ” geram Adit menyesali


“ sudah CUKUP!!!, Aku...Aku, sudah sanggup lagi melihat apa yang kau perlihatkan, ” sanggah Adit kepada Raka dengan wajahnya yang terlihat furtasi.


Raka pun langsung mematikan monitor yang ada di hadapannya.


“ Sudah lihat?. Aku membawamu kesini untuk memperlihatkan segalanya , Dan apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu. Luka Santi tidak akan hilang Karna lukanya akan terus membekas di hatinya, tapi penyesalanmu pasti akan berlarut jika kamu mengetahui kebenarannya ” Ucap Raka kepada Adit .


“ jadi semua maksudmu ini?” Adit terlihat bingung dengan ucapan Raka.


“ ya!!, Membuatmu menyesal Dit!!. Bukan Karna aku ingin kamu cemburu, lebih tepatnya aku ingin kamu menyesali perkataamu karna telah menuduh Santi sebagai wanita mur*Han,” pekik Raka.


Adit menatap sendu kepada Raka ,


“ yang jelas aku sangat terpukul menerima kenyataan yang baru saja aku ketahui. setalah 2 tahun aku mencoba melupakan Santi, namun tidak semudah yang aku harapkan . Aku harus menemui Santi lalu meminta maaf kepadanya” Ucap Adit.


“ oh!!!, sudah pasti Santi tidak akan mau menemuimu, Karna apa?. orang yang ia cintai selama ini, tidak percaya kepada dirinya dan lebih memilih meninggalkannya dari pada mencari tahu kebenarannya terlebih dulu, ” Ucap Raka menjelaskan dengan percaya diri.


“ Kita lihat saja!!” Ucap Adit menantang.

__ADS_1


“ Ok!!, jika itu mau mu, Oh.. iya, aku lupa memberitahumu . Perempuan yang membuat kamu dan Santi gagal menikah ada disini” ujar Raka .


“ benarkah?. Di mana wanita j*Lang itu?. Akan ku buat perhitungan dengannya” seketika membuat Rahang Adit mengeras mendengar bahwa Iren juga berada di sini.


" penjaga!!, antar tuan Adit ke ruangan dimana ada seorang wanita yang sedang di sekap" panggil Raka memerintahkan bawahannya.


" mari tuan Adit!!, saya antar" ucap seorang bawahan Raka kepada Adit.


Raka kemudian menghidupkan kamera CCTV kemudian mengarahkan CCTV terssebut kepada Adit, tak lama ia sudah berada di ruangan Iren.


Raka hanya memantau Adit dan Iren dari ruang monitor, " Mari kita lihat pertunjukan ini " guman Raka dengan tangan yang sedang membakar sebatang cerutu.


saat gerbang di buka, ia dapati Iren yang menangis tak berdaya dengan memar di sekujur tubuhnya.


Iren terkejut ketika melihat Adit menghampiri dirinya, dan berusaha menutupi badannya yang sudah b*Gil dengan tangannya.


" untuk apa kau tutupi badan mur*hanmu?. kamu pikir aku bernafsu melihatmu?"


Adit terhilat murka serta geram ketika menatap Iren yang kini berada di hadapanya, ia seakan-akan ingin menonjok dan membuat babak belur perempuan yang ada di hadapannya tersebut.


" Dit!!, apakah kamu yang menyuruh mereka?. maafkan aku dit, tolong!!. Aku ingin pergi dari sini, bawa aku keluar bersamamu Dit " lirih iren yang dengan memohon sambil merangkak ke arah kaki Adit.


Adit menepis tangan Iren yang meyentuh kakinya dengan menendang tangan tersebut , " Enyahkan tangan kotormu dari kakiku sialan!!!" pekik Adit geram.


" he!!, wanita yang tidak tahu di untung, jika aku yang membawamu kesini. sudah akau pastikan , jika kamu mungkin hanya meninggalkan namamu disini, " lanjut Adit seraya berjongkok dan mencrengkram pipi Iren dengan kuat.


" awww.... Sakit Dit!!!, aku.... sungguh...minta maaf, aku..aku...khilaf Dit, ku mohon padamu bebaskan aku dari sini" ucap Iren mengibah dengan terbata.


" melapaskanmu??, itu bukan hakku. Namun segala yang kau perbuat sudah sangat keji Iren, menjebak sahabatmu sendiri demi dunia, apakah kau punya otak?. Seandainya jika kamu meminta maaf , apakah semua akan kembali seperti dulu ha ??" kesal Adit dengan nyaring yang di sertai emosi.


Adit menarik rambut Iren dengan kuat kebelakang, dan salah satu tangannya mencengkram pipi Iren. membuat kukunya menavapa pada pipi Iren.


" Dit...hu..hu... tolong dengarkan aku dulu Dit, ini sakit!!, " ucap Iren meringis dengan tangannya yang terlihat menahan rambutnya yang di tarik oleh Adit.


" dengarkan apa?. apa yang harus aku dengar dari mulutmu?. jika semua tidak dapat mengembalikan keadaan seperti dulu . trus untuk apa aku harus mendengarkan alibimu yang mengada-ngada?" geram Adit.


streeett...( bunyi gesekan )


Adit kini mengeluarkan Cutter yang biasa ia bawa, lalu di arahkan ke wajah Iren.


"ini untuk Santi , Karna kau telah menaruh bekas di hatinya selama 2 tahun " ucap Adit emosi ,Adit kemudian memainkan cutter tersebut di pipi Iren.


setreettt....( Sayatan )


" aaaww!!!!, arggghhhh.... hu..hu..hu" Iren berteriak di sertai tangisan, dengan spontan memegang pipinya yang kini telah mengeluarkan darah segar , Karna goresan yang di berikan oleh Adit pada pipi kanannya.


" mungkin itu masih kurang ren, tapi dengan bekas di wajahmu seperti ini,kamu sudah pasti tidak dapat menarik perhatian pria-pria di luar sana " ucap Adit kemudian melangkah meninggalkan ruangan tersebut.


Adit menghadap wajanya ke arah kamera " sisanya ku serahkan padamu" ucap Adit seraya berjalan.


" penjaga...!!!. Antar tuan Adit kembali. untuk perempuan itu, buang dia di hutan perbatasan. biarkan ia terlunta - lunta " titah Raka


" Tuan!!!!. Tuan!!!!. tolong maafkan aku" ucap Iren berteriak histeris dan meronta , ketika ia di bawa dengan paksa oleh bawahan Raka.

__ADS_1


para bawahan Raka pun mengantarkan mereka sesuai yang di perintahkan oleh Raka .


__ADS_2