
MY Man Is A Bunian Bab 61
Santi di bawa
Raka tersadar bahwa ia belum mematikan sambungan telfonnya.
"oh, maaf!!. jika kalian mendengarkannya" ucap Raka
( jangan kau matikan sambungannya, biarkan terhubung. Kami takut jika sesuatu yang mengerikan terjadi pada kalian) ucap Andre di sambungan telfon.
(yah...lebih baik seperti ini, sambungan harus terus terhubung. aku sekarang berada di portal Timur, sepertinya bawahan Robert telah berjaga dari semalam) ucap Kevin
" tolong kau atasi Kevin, aku sedang mengalihkan beberapa penguntit" ucap Raka
(baiklah, masalah portal timur serahkan padaku. bro, kau harus berhati-hati) ucap Kevin
" pasti!!. apalagi ada orang yang terpenting ,yang saat ini sedang berada sampingku" ucap Raka seraya melirik ke arah Santi
BRUKKK!!? (bunyi hantaman)
seketika di dalam mobil terasa berguncang.
"aawwww" pekik Santi
Santi seketika terkejut dengan hantaman dari arah belakang mobil yang Raka kendarai.
"kau tidak apa-apa?" tanya Raka menoleh ke arah Santi.
" tidak, Ka ada 3 mobil yang mengejar kita !!" jawab Santi yang sedang melihat ke arah belakang.
" duduk yang tenang, aku akan menginjak gas" ucap Raka
santi kemudian menatap jalan dengan perasaan tegang, seraya tangannya memegang hendle mobil.
Seketika nyawa Santi terasa di cabut ,Karna Raka dengan tiba-tiba menaikan kecepatan lari pada mobilnya.
"wow!!?.Raka sepertinya kamu punya bakat untuk bergabung di film, The Fast and the Furious" ucap Santi dengan jantung yang berdetak kencang
Raka tetap fokus, seraya melihat spion.
dooorrr.....dooorrr... (bunyi tembakan berulang)
bam...bam...( bunyi tembakan)
" owh, sampai kapan kita harus berkejaran seperti ini?" guman Raka.
Raka menoleh ke arah Santi, " Santi!!. apakah kau bisa menyetir?" tanya Raka
Santi menoleh " he..aku?. kamu becanda?. mana bisa aku menyetir" jawab Santi
"kesini, duduk di sini" ucap Raka
Santi terbengong mendengar perkataan Raka " apa maksudnya aku, aku duduk di situ?" tanya Santi
Raka menarik bagian atas lengan Santi " ayo, harus bisa" ucap Raka
setelah Santi berada di atas paha Raka, " injak pedal yang ada pada kaki kananku. yang paling ujung, di rasakan jangan langsung kau injak. dan genggam setir ini" ucap Raka di balik telinga Santi
" he... tapi-" ucapan Santi terhenti " kerjakan Santi" pekik raka tegas
" ha...baik!!" ucap Santi dengan ragu mulai menginjak pedal.
Raka mulai menggeser duduknya, agar Santi lebih nyaman. walaupun menukar posisi sangat sulit.
" Raka , apakah seperti ini?" tanya Santi ketika Raka sedang menukar posisi duduknya
__ADS_1
kini mobil teras berjalan berkelok seperti ular yang sedang melata.
" ijak pedalnya lebih kuat" ucap Raka.
" ahhh...baik" Santi kemudian menginjak pedal dengan sekaligus menekan
brruuuummmm..... (bunyi mobil yang seketika meloncat)
mobil terhenti,
Raka menatap Santi lalu menggelengkan kepalanya." stater, aku akan menahan" ucap Raka
seraya mengeluarkan kepalanya dari jendela "doorr...door.." Raka mulai menembak.
( Raka!!! apa yang terjadi?) tanya Kevin
" lelah melarikan diri" jawab Raka
Raka menoleh kepada Santi, " injak pedalnya" ucap Raka
tiba-tida dari arah depan mobil, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi.
sebelum Santi sempat menjalankan mobilnya.
brraaaakkkkk!!!!!
sebuah hataman yang keras. membuat Santi ikut terhantam hingga badannya terbentur ke kursi mobil dengan kepala terangkat lalu kepalanya jatuh di atas setir mobil dengan kuat.
sebentara Raka, badan Raka terhantam bingkai jendela, sehingga pistol yang ia pegang pun terlepas.
"dooorrr" sebuah peluru mengenai lengan Raka.
" owh... sakit jirr!! " pekik Raka , yang menahan sakit. dengan seketika sakitnya menjalar ke seluruh lengannya
Santi setengah sadar masih terduduk, ia merasakan pusing namun belum pingsan.
"hei!!. mau kalian bawa kemana?" teriak Raka seraya mencoba menarik tubuhnya dari jendela mobil
(Raka!!!. apa yang terjadi?.Santi kenapa) tanya Andre
" minta pada Kevin, untuk melacak Santi. ada chip-!!" ucapan Raka terhenti, kekita sebuah peluru berbentuk jarum mengenai tengkuk Raka
"Maaf tuan, nyonya mintaku untuk membawa tuan dengan selamat" ucap seorang pria
seketika mata Raka menjadi berat, dan terasa mengantuk, Raka menutup matanya yang kian memberat.
( Raka!!!.Raka!!!. kau me-...Tut..Tut .) panggilan terputus
******
Di tempat Andre, .
"oh... sial!!!. Raka di tangkap" pekik Andre
(apa??. chip yang di maksud Raka adalah GPS?) tanya Kevin di seberang telfon
"ya mungkin, kau sudah selesai?" tanya Andre
( yah, sudah ku bereskan bagian sini) jawab Kevin
" aku akan menuju ke tempatmu. siapkan anak buahmu,.dan suruh untuk sesorang melacak keberadaan Santi." pinta Andre
(ok, aku menunggumu. aku akan menyuruh orang untuk melacak keberadaan Santi dan Raka) jawab Kevin dengan cepat mematikan sambungan telfonnya.
Andre menuju ke arah mobil, setelah membereskan anak buah dari Robert.
__ADS_1
Kini rencana mereka telah gagal untuk mengantar Santi ke portal.
Andre menaiki mobilnya, kemudian melaju dengan kecepatan tinggi. setelah beberapa menit mengemudi, akhirnya Andre tiba di tempat Kevin.
terlihat ada seorang telematika yang sedang menatap komputer. Dengan beberapa orang yang merupakan bawahan Kevin .
"bagaimana?. sudah ketemu?" tanya Andre saat menghampiri Kevin
" keberadaan Raka di bawa ke rumahnya, ini sesuai titik GPS. Namun Santi-" ucap Kevin terhenti
" Santi kenapa?. apakah orang yang berbeda yang membawa Santi ?" tanya Andre
Kevin terdiam sejenak " mmm, Santi mengarah ke tempat yang di terlarang " ucap Kevin
"apa??." kaget Andre
Andre seketika menghampiri pria yang sedang menatap laptop. " gunakan satelit" pinta Andre kepada pria tersebut.
" sudah Tuan. Nyonya Santi di bawah oleh seorang wanita menuju daerah Terlarang " jawab pria yang berada di depan laptop
"Kevin, ayo bersiap . Kita harus segera kesana " titah Andre
" ok, semuanya bersiap!!. kita akan WAR jangan ada yang berani AFK. jika berani, aku akan kurangi skor kredit kalian dan akan ku BAN. Mengerti!!" ucap Kevin kepada bawahannya
" Baik tuan!!" ucap mereka serempak
Andre dan Kevin menuju ke mobilnya masing-masing lalu melaju .
******
Santi terbaring di kursi mobil dengan tangan terikat, ia menatap ke sekeliling. ternyata dia melihat ada seorangan wanita yang mengendarai mobil.
dengan pelan, Santi mulai beranjak dari tidurnya.
dengan secepat, Santi memasukan kepala wanita yang mengendarai mobil tersebut dengan sela tangannya yang terikat, kemudian menarik dengan kuat.
hal tersebut membuat mobil hilang kendali , sehingga mobil tersebut mulai melaju dengan berkelok.
"hohoho... ternyata wanita barbie yang membawaku" ucap Santi dari belakang kursi
"uhuk....uhuk..." Naura terbatuk dengan tangan yang mencoba menahan tangan Santi di lehernya
" kalau aku mati, kau juga harus mati. Lihat!!. sebentar lagi mobil ini akan masuk ke jurang" ucap Santi seraya menatap ke depan dengan arah laju mobil yang tidak terkendali .
" lep..a..ss s..ialan" ucap Naura terbata
" ha?. apa?. aku tidak mendengar" ucap Santi yang terus menarik kuat ke dua tangannya
tiba-tiba, ada sebuah mobil yang datang menghadang di depan mobil yang Santi naiki.
mobil pun menabrak mobil yang menghadang "brraaakk" membuat kepala Santi terbentur dengan kursi yang berada di depannya.
hal tersebut membuat tangan santi melonggar, dengan tiba-tiba Naura menarik rambut Santi dengan kuat, " perempuan liar, berani kau mau membunuhku!!" pekik Naura dengan kesal seraya terus menarik rambut Santi .
" nyonya!!. apa anda tidak apa-apa?" suara pria yang muncul dari balik jendela mobil
pandangan Santi terhalang, memaksanya untuk menarik kembali tangannya seperti yang ia lakukan tadi. "buuukkkk" sebuah hantaman terasa di tengkuk Santi.
Santi sekita ambruk.
Naura yang merasa tangan Santi melonggar, dengan cepat mengeluarkan kepalanya dari sela pergelangan Santi yang terikat.
" pindahkan dia, ingat!!. ikat tangannya kebelakang bila perlu berlapis. Dan lakban mulutnya. bawa dia ke menara terlarang" titah Naura seraya tangannya mengelus-ngelus lehernya yang terasa sakit.
"Baik nyonya!!" ucap anak buah Naura
__ADS_1
Santi kemudian di pindahkan ke mobil yang lain.
Naura kemudian kembali melajukan mobilnya.