
My Man I A Bunian Bab 68
Harus Merima konsekuensi
Santi terduduk di bahu jalan dengan pikiran yang gusar, (ke depannya apa yang harus aku lakukan?. sedangkan ayah dari anak yang aku kandung saja, tidak tahu keadaannya. apakah Raka baik-baik saja atau sebaliknya. Raka!!. apakah aku sanggup menjalani ini semua tanpa hadirmu?) batin Santi.
Santi mencoba berdiri dengan menguatkan hatinya.( Apa pun yang akan terjadi, aku akan menghadapinya. Bukankah ini sudah resiko yang harus aku ambil?. maka dari itu, apa pun batu dan duri yang menghalangi jalanku, ku pastikan akan melewatinya) batin Santi menguatkan dirinya sendiri .
Santi menggenggam erat, kotak dan bungkusan yang di berikan oleh Raka dan Andre. Lalu mencoba untuk menelusuri jalanan yang gelap. Yang entah Santi pun tidak tahu, sekarang dia sedang berada di mana.
setelah beberapa meter berjalan, sebuah lampu sorot dari mobil mengenai wajah Santi . Dengan cepat Santi menghalang cahaya lampu mobil yang mengenai matanya dengan lengan yang di angkat ke depan wajah.
Santi kembali menurunkan lengannya, Santi dapat melihat sebuah mobil berhenti tak jauh dari tempat Santi berdiri .
seseorang tampak keluar dari mobil , kemudian berlari ke arah Santi.
"maaf bu, Ibu kenapa malam-malam selarut ini berjalan sendirian?" tanya lelaki yang menghampiri Santi
Santi mengangkat wajahnya seketika pupil matanya melebar " Adit??" ucap Santi kaget
Adit seketika shock , melihat mantan kekasihnya yang berdiri di hadapannya dengan tubuh di penuhi bekas darah dan terlihat sangat kacau.
" Santi?. Apakah benar ini kau?" tanya Adit tergesa tak menyangka dia akan bertemu Santi .
"yah, ini aku" jawab Santi pelan
" apa yang terjadi padamu?." ucap Adit sembari memperhatikan Santi dengan seksama, seketika ia bertambah shock ketika melihat perut Santi yang menonjol.
Santi terdiam,...
"ayo, ikut aku. Akan ku antar kau pulang" ajak Adit seraya menuntun Santi.
Santi hanya menurut kekita Adit memegang tangannya, kemudian menuntunnya menuju ke arah mobil.
di dalam mobil,.
" bukannya kau sudah bekerja di luar kota?" tanya Santi membuka pembicaraan.
sepintas , Adit menoleh ke arah Santi ketika ia sedang menyetir. " yah, aku sedang mengurusi berkas-berkasku dan sedang menunggu panggilan" jawab Adit.
Santi terdiam ketika mendengar jawaban Adit,.
" apakah kau sudah menikah?" tanya Adit sembari tetap fokus menyetir.
kini Santi terlihat menatap jendela dengan pandangan tanpa nalar, sehingga Santi tak menghiraukan pertanyaan Adit kepada dirinya.
" Ok, baiklah!!. jika tidak ingin menjawab, aku akan membawamu ke rumah sakit terlebih dulu. semoga saja masih ada Dokter" ucap Adit.
tak lama, mereka sampai di sebuah rumah sakit yang tidak terlalu besar. Adit kemudian menepikan mobilnya di tempat parkiran Rumah Sakit.
__ADS_1
Adit menuntun Santi pergi menuju ke ruang Dokter umum, beruntung Dokter masih ada.
" permisi!!!. saya ingin mengantarkan teman saya, untuk memeriksa kondisinya" ucap Adit di Balik pintu ruangan, dengan tangan yang mengetuk pintu yang berada di hadapannya .
"oh... iya, silahkan pak. Mari masuk" Ajak Dokter yang berada di dalam ruangan.
" siapa yang sakit?" tanya Dokter
" ini teman saya" ucap Adit seraya menujuk ke arah Santi
" baik, atas nama ibu siapa?" tanya Dokter
" Santi ,Santi Dwi Putri" ucap Santi
" silahkan ibu naik ke bed pasien ya, saya akan memeriksa" ucap Dokter
Santi menuju ke arah tempat tidur. Tak butuh waktu lama , kini Dokter telah selesai memeriksa keadaan Santi.
" ok ibu Santi, harus menjaga kondisi ibu. jangan terlalu stres" ucap Dokter yang sudah duduk di mejanya. yang kini sedang berhadapan dengan Adit dan santi.
Santi terdiam,.
" pak, alangkah baiknya besok, bawa istri anda ke Dokter kandungan untuk melakukan USG " ucap Dokter
"saya bukan istrinya Dok" ucap Santi tiba-tiba
Dokter menatap Santi dan Adit secara bergantian," Hmmm... baiklah, ini ada resep untuk ibu Santi. Ini ada vitamin, Nanti ambil di apotik." ucap Dokter, seraya tangannya menulis sebuah resep obat di selembar kertas note.
Adit dan Santi beranjak dari ruangan dan menuju ke apotik.
"Ok, selesai ini , aku akan mengantarmu pulang" ucap Adit
Santi dengan tiba-tiba menahan tangan Adit yang hendak melangkah, " Dit, aku tidak ingin pulang. Aku..aku takut " ucap Santi menatap Adit dengan mata yang berkaca-kaca
" bukannya kamu sudah menikah?" tanya Adit menatap Santi dengan keheranan .
Santi menggelengkan kepalanya, " aku belum menikah" ucap Santi
seketika membuat rahang Adit mengeras, " apakah mahkluk itu mencampakanmu ha?. oh Santi, sebenarnya apa yang ada di pikiranmu?" ucap Adit geram, seraya mengangkat wajahnya gusar.
Santi menggelengkan kepalanya dengan cepat," bukan..bukan begitu dit, ini kecelakaan" jawab Santi.
Adit menatap Santi dengan Tajam," apa !!!. kecelakaan? . kecelakaan apa kenikmatan Santi?. kok kamu sampai bisa bunting begitu?" pekik Adit menatap Santi.
" Haaa!!, kau tidak akan mengerti " ucap Santi dengan menarik nafasnya panjang.,
Santi kemudian berjalan menuju ke arah sebuah bangku panjang. Santi kemudian duduk di bangku tersebut.
" tidak mengerti?, aku pasti akan mengerti. Karna aku mengenal lelakimu, Dia adalah mahkluk penghuni danau biru. Karna aku pernah di bawa olehnya, jujur aku berterima kasih kepadanya Karna dia yang membawaku ke alamnya dan memberi tahuku tentang kesalah pahamku kepadamu . Dan Aku juga tahu , tentang perbedaan alam antara mereka dan kita" ucap Adit
__ADS_1
santi seketika mengangkat wajahnya menatap Adit," apakah benar?. kenapa Raka tidak pernah bercerita kepadaku?" guman Santi
" yah, aku di pertemukan oleh Iren dan di sana aku tahu semua tentang apa yang di lalukan Iren terhadapmu" ucap Adit seraya mengatur posisi duduk di samping Santi
" jadi seperti itu?. pantas saja aku bertemu Iren di dunia mereka, ternyata Raka yang membawanya" guman Santi
" sudah, cepat katakan sebenarnya apa yang terjadi?. bahkan orang tuamu saja tidak tahu kau berhubungan dengan pria gaibmu. Aku pikir kau sudah menikah" ucap Adit
Santi kembali menarik nafas panjang," baiklah. akan aku ceritakan, Nah ceritanya begini" Santi mulai bercerita tentang kejadian yang ia alami hingga ia hamil.
"seperti itu Adit, Aku juga tak ingin hal ini terjadi. Namun mau bagaimana lagi?. semua sudah terjadi" ucap Santi ketika ia sudah selesai bercerita.
Adit tersenyum kecut," ciih,, ternyata kau lebih bodoh dari se'ekor keledai, keledai saja tidak ingin jatuh di lubang yang sama. Namun dirimu Santi, bisa-bisanya terjebak dengan jebakan yang sama" ucap Adit seraya menggelengkan kepalanya.
Santi tertunduk," iya aku tahu, aku salah . aku memang wanita tolol dan bodoh" ucap Santi pelan, seraya menyalahi dirinya sendiri.
" nah, itu sadar!!. kapan sih kamu pintarnya Santi?. selalu saja ceroboh" pekik Adit
Santi terdiam....
" sudah seperti ini. ingat!!. kau harus jaga kondisimu. jangan sampai stres, kau sedang hamil. jika terlalu sters, kasihan anakmu yang kau kandung. Untuk sekarang, Mau tidak mau kau harus terima semua resikonya. apa pun keputusan orang tuamu, Kau harus terima sebagai konsekuensinya." ucap Adit seraya menatap Santi.
"yah, terima kasih Adit. aku juga berpikir demikian" jawab Santi
"sudah berapa lama kau berada di alam mereka?" tanya Adit
" sekitar 1 Minggu" ucap Santi
" hampir setengah tahun?. hebat juga kamu" ucap Adit
Santi terdiam....
" baiklah!!!. Usia kandunganmu sekarang mungkin memasuki 7 bulanan . kau harus tetap sehat dan kuat, ayo calon ibu!!. Aku Harus mengantarmu pulang" ucap Adit seraya beranjak
Santi kemudian beranjak dari duduknya dan mengekori Adit dari belakang menuju ke arah mobil Adit yang terparkir.
di dalam mobil menuju ke rumah Santi, Adit dan Santi hanya terdiam.
" sudah sampai, ingat!!. kau harus terima apa pun yang akan terjadi" ucap Adit
Santi mengangguk, " terima kasih karena telah mengantarku" ucap Santi kemudian beranjak dari mobil Adit.
Santi berjalan ke arah rumahnya dengan perasaan takut, Hingga ia berada di depan pintu. Ia mengangkat tangannya yang hendak mengetuk pintu, namun tangannya serasa kaku.
Santi terlihat Ragu, dengan keyakinan. Santi menarik nafasnya panjang,.
(hhuuuuffffff!! ...sudah terjadi, kau harus terima apa pun itu Santi, tidak mungkin kau berlari dan bersembunyi) batin Santi
tok....tok...tok...( bunyi ketukan pintu)
__ADS_1
kreeekkk... ( bunyi pintu terbuka)
" Santi!!" ucap ayah Santi ketika membuka pintu .