
...My Man Is A Bunian...
...Ucapan Andre...
...****************...
Di balik pintu ruangan,.
“Ka! Apa maksudmu menyeretku seperti ini hah?” geram Andre lalu menepis genggaman Raka di lengannya.
“Maksudmu apa bawa-bawa alam?nKamu sengaja agar Santi tahu kita ini siapa?” Cetus Raka sambil menatap Andre dengan kesal .
“Owh... Jadi gara-gara manusia itu kamu tidak ingin menjalin hubungan dengan keluarga Robert?” Jawab Andre dengan ke dua tangannya di lipat di dadanya.
“Tidak usah bawa-bawa keluarga Robert dalam hal ini, Karna kamu tidak tahu jelas permasalahannya seperti apa." Pekik Raka ketus.
“Hahaha.. Raka—Raka! Untuk apa kamu menyusahkan dirimu sendiri Raka?bHanya demi manusia lemah seperti Santi? Kamu ini Mahkluk ter'lucu Raka," ledek Andre dengan tawa dengan tatapan mengejek kepada Raka.
“Jaga ucapanmu Ndre, kamu tidak mengenal Santi, walaupun Santi hanya seorang manusia, dia adalah wanita yang berbeda," geram Raka dengan nada suaranya yang mulai terdengar sedikit meninggi .
Andre mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Raka .
“ Ha—lah, itu alasan kamu saja Raka, Karna kamu sekarang sedang di butakan dengan wanita yang bernama Santi. Santi sudah pasti hanya memanfaatkan mu. Kamu tahu sendirikan manusia itu seperti apa?" Tuduh Andre.
“Terserah kamu mau mengasumsi'nya seperti apa Ndre. Yang jelas, Santi bukan wanita seperti itu," Jelas Raka kepada Andre.
__ADS_1
“Mmmm.... Pantas, Kamu di panggil Bejo, Karena Beruntung! Beruntung jika kamu ingin menikmati ke-2 Gadis itu kan?" Ucap Andre, masih dengan tatapan mengejek kepada Raka.
Bugh!
Sebuah bogen tepat mengenai pipi Andre.
Raka dengan emosi dengan kuat memberikan satu tinju'nya tepat di pipi Andre. Membuat Andre mundur beberapa senti ke belakang.
“Apa maksud ucapanmu hah? Jika kau bukan sahabatku, ku pastikan, akan ku robek mulut busukmu itu," geram Raka dengan nafas yang terdengar memburu Karna emosi.
Andre memegang pipinya yang terasa perih. "terserah padamu Raka, aku ini sahabatmu jadi aku peduli terhadapmu. Di alam kita sudah terdapat wanita cantik dan kaya . Dia adalah wanita dari keluarga ternama yang sangat tergila-gila padamu, dan wanita tersebut adalah pewaris tunggal kekayaan Robert. Tapi kamu malah memilih manusia seperti Santi, boleh taruhan jika orang tuamu mengetahui hal ini. Apa kamu pikir Santi akan aman?" Jawab Andre dengan memandang tajam ke arah Raka.
Raka tersentak ketika mendengar ucapan Andre. Ia tertunduk lalu terdiam, dengan kepalan tangan yang masih terlihat mengeras .
“Oh iya, dan satu lagi, cepat atau lambat. Santi akan mengetahui siapa dirimu. Dan kamu Raka, apakah kamu akan terima kenyataan bahwa kamu dan Santi itu berbeda? kalian itu seperti minyak dan air yang tidak mungkin akan bersatu,” ucap Andre sambil menepuk pundak Raka.
Raka mematung, dan membiarkan andre berlalu tanpa sepatah kata .saat ini, Raka sedang memikirkan ucapan yang baru saja Andre katakan kepada dirinya.
“Aarhhgg! Kenapa Tuhan? Kau titipkan perasaan seperti ini kepadaku?" Teria Raka frustrasi dengan mengacak rambutnya sendiri ketika memikirkan ucapan Andre.
Raka terlihat bingung dan frustrasi ketika Ia harus memikirkan bahwa dirinya dan Santi mungkin tidak akan pernah bersatu, jika pun mereka bersatu. Apakah Santi akan aman bersama dirinya. Hal tersebut membuat Raka dilema akan perasaannya . Namun Raka sudah terlanjur mempunyai rasa yang besar terhadap wanita yang bernama Santi.
Raka kemudian tersadar ,bahwa ia harus membeli makanan untuk Santi . Ia pun dengan cepat melangkahkan kakinya menulusuri koridor rumah sakit menuju ke arah kafetaria yang tepat bersebelahan dengan bangunan rumah sakit. Se'sampainya di depan kafetaria, Raka kemudian berjalan menuju ke arah pintu.
"Silahkan Tuan Raka!" Ucap seorang wanita yang berdiri di depan pintu, lalu membukakan pintu untuk Raka .
__ADS_1
Raka langsung menyelonong masuk, Se'sampainya Raka di dalam kafetaria , ia dapat melihat berbagai makanan yang telah tersaji di dalam prasmanan yang tertata rapi. Raka menatap berbagai jenis makanan dengan bingung, Karna tidak tahu makanan seperti apa yang di sukai oleh Santi.
Ia kemudian mengambil Baki di sebuah rak. yang tak jauh dari makanan yang telah tersaji. Dengan cepat Raka mulai menyendokan beberapa lauk yang ada di dalam prasmanan .
Dan setelah selesai dengan lauk yang ia pilih, Raka kemudian berjalan ke arah mesin minuman . Kemudian memilih beberapa minuman kaleng di dalam sokes mesin minuman .
Ia kemudian menuju ke arah kasir.
“Totalkan." Ucap Raka.
“Tuan Raka , kenapa tidak menghubungi kami saja? Kami akan langsung mengantarkannya." Jawab wanita yang tepat berada di mesin kasir.
“Aku bingung apa yang harus aku beli, dari itu aku yang langsung memilih sendiri." Ucap Raka.
“Baik Tuan Raka , apakah ada tambahan?" Tanya wanita Kasir.
“Tidak!" Ucap Raka singkat .
“ Totalnya 1.7. Silahkan Tuan tunggu di kamar, nomor berapa yang Tuan tempati. Nanti, karyawan saya yang akan mengantarkan pesanan Tuan" Ucap wanita tersebut.
“Tidak perlu, aku yang akan membawanya." Ucap Raka.
“Baik Tuan, mohon di tunggu sebentar. Kami akan menyiapkan pesanan bapak terlebih dahulu." Jawab wanita kasir tersebut.
Raka menunggu dan tak lama, pesanannya telah selesai di kemas. Raka kemudian menerima beberapa kemasan dari wanita kasir tersebut. Tanpa membuang waktu , Raka beranjak dari kafetaria menuju ke ruangan yang di mana Santi telah menunggunya.
__ADS_1
"Sabar ya San, makananmu dalam perjalanan." ucap Raka seraya mempercepat laju jalan di kakinya.
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya Raka tiba di depan pintu ruangan. Dengan cepat membuka pintu yang berada di hadapannya.