
Iren yang terbuang,.
“ Lepaskan aku, aku tak ingin di lempar ke Hutan itu. Itu Hutan mistis, di Hutan itu banyak dedemitnya, aku tak mau. Lepas!!” Ronta Iren kepada bawahan Raka yang sedang memeganginya.
“ Diam!!. Ini akibatnya jika kamu mencari masalah dengan pemimpin kami” Ucap satu bawahan Raka dengan badan yang terlihat bongsor dengan raut wajah menyeramkan.
“ Tolong!!!. Siapa saja tolong aku!!!. Aku mau di bunuh!!!” Teriak Iren dengan histeris. Saat bawahan Raka membawanya menuju ke hutan perbatasan.
Pllllaaakkkk!!! (Sebuah tamparan yang Iren terima dari salah satu tangan yang kekar)
“ Diam!!!. Jika tidak, mulutmu akan aku sobek. Aku paling benci dengan manusia yang berisik. Karna percuma kamu berteriak, tidak akan ada yang mendengarkanmu ” pekik pria berwajah seram kepada Iren yang sedang ketakutan.
Iren terdiam dengan badannya yang naik turun, Karna menangis sesegukan seraya menahan ketakukan dan di tambah sekujur tubuhnya serasa di hajar masa.
Rasanya rentak namun Iren mencoba menahan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
“ Turun kamu, sana!!. Bertemanlah dengan ular dan hewan buas lainnya”
ujar seorang pria yang melempar Iren keluar dari mobil yang mereka gunakan untuk membawa Iren ke dalam hutan.
“ Tolong!!?, Jangan lakukan ini ku mohon!!, Jangan tinggalkan aku sendiri” Teriak Iren seraya mengetuk kaca mobil yang sedang berlalu dengan keras.
Percuma, mobil tersebut telah melaju dan meninggalkan Iren sendirian di tengah hutan yang lebat, bahkan cahaya matahari pun enggan mau menyelinap ke dalam hutan yang saat ini Iren terbuang.
“ jangan tinggalkan aku disini. Hu....hu , aku takut” lirih Iren terduduk di lembabnya tanah sambil menangis.
Iren melihat ke sekeliling, dengan perasaan ngeri dan ketakutan. Ia kemudian bangkit dan mulai mencoba untuk berjalan menelusuri jalanan tanah yang terasa lembab di kakinya .
Sesekali Ia kaget dengan bunyi gesekan ranting yang saling beradu, yang seketika membuat bulu di badan Iren sontak berdiri. Karna tempat Iren di buang saat ini sungguh membuat nyalinya menjadi menciut.
Dalam kedinginan, lapar, sakit dan lelah. Iren teringat kembali dengan apa yang Ia lakukan kepada Santi beberapa tahun yang lalu.
...****************...
...POV Iren...
Hari ini, aku sedang merima panggilan dari langganan ku yaitu Om Herman langgananku.
Dia memintaku menemuinya di hotel XXX, saat menemuinya di dalam kamar hotel, kami pun langsung bercinta.
Saat sedang asyik bercinta, tiba-tiba wajah Om Herman berubah menjadi seekor monyet yang sedang asyik menggeraiku.
Sontak aku langsung mendorong tubuh Om Herman agar menjauh, Karna merasa jijik. Aku pun langsung turun dari ranjang dan berlari menghindari Om Herman yang bertanya dengan pandangan heran kepadaku.
“ Ada apa baby?. Kenapa tiba-tiba kamu menghindar dan takut melihatku?” Ucap Om Herman dengan heran seraya mencoba mendekati ku.
Namun, Om Herman yang berkata kala itu dalam bentuk tubuh dan wajahnya terlihat seperti monyet.
“ Pergi!!. Kamu bukan Om Herman” Ucapku seraya menutup wajahku Karna aku merasa ketakutan .
Saat aku membuka mata, ternyata aku sudah berada di sebuah ruangan yang pengap dengan bau besi yang telah karatan dan Saat aku mencoba menggerakkan tanganku, ternyata tanganku telah di ikat dan di kakiku terlihat banyak sekali ular yang menggeliat yang membuatku ketakutan dan merasa jijik.
Aku tak tahu apa yang terjadi, namun aku di tuduh telah melukai seorang wanita.
Entah wanita yang mana, dan aku di paksa harus melayani 10 orang pria berbadan besar yang sedang kehausan.
__ADS_1
Awalnya aku menikmati , Karna ini pertama kalinya aku merasakan sensasi yang luar biasa Karna harus melayani pria-pria yang buas dalam permainanya.
Namun, lama-kelamaan aku malah di Aniaya oleh mereka. mereka tak segan-segan mencabukku dan memukuliku.
Tak tahan ,aku pun meronta dan menangis histeris.
Selang beberapa menit, aku melihat Adit yang datang menghampiriku dengan wajah yang sulit aku tebak.
Aku bersyukur dengan kedatangannya. Namun aku salah, ternyata Adit yang datang ,Karna dia tahu jika aku yang menjebak Santi pada waktu itu.
Aku ingin berdalih namun sebuah sayatan di pipi kananku yang aku terima darinya.
Aku mulai tahu kenapa aku di perlakukan seperti ini. Ini Karna Santi, wanita yang aku jebak dengan Om Satrio 2 tahun yang lalu.
...FLASHBACK OF IREN...
Santi adalah murid satu SMA dan satu angkatan denganku namun berbeda kelas .
Waktu SMA Kami tidak akrab , bertegur sapa pun enggan kami lakukan.
Aku mengenal Santi , pada saat Santi berpacaran dengan Aditya Prasetyo.
Pria populer di sekolah terhits pada waktu itu, Karna Adit adalah pria idaman semua murid-murid wanita di Kota ku bersekolah.
Santi yang saat itu berpacaran dengan Adit, membuat namanya naik . Sehingga murid-murid di sekolahku atau di sekolah yang lain mengenal Santi dengan julukan , Santi si dekil yang mendapatkan si Pangeran.
Jujur , aku sempat iri dengan Santi pada saat kami duduk di bangku SMA . Karna ia bisa menggait seorang Aditya Prasetyo, pria dari anak juragan tanah terkaya di Provinsiku.
Bukan Cuma aku yang merasa iri, namun sebagian anak perempuan pun merasakan hal yang sama denganku.
Karna banyak yang membicarakan kejelekan Santi di belakang sana.
Tidak sengaja aku dan Santi pun bertemu melalui aplikasi biru, ternyata kami kuliah di kota yang sama namun berbeda universitas.
Sejak saat itu, aku dan Santi menjadi akrab dan mulai saling percaya.
kami pun menjadi sahabat, dan saat itu pula dari kami tidak ada pemisah ,kami selalu berbagi dalam segala hal,dan masalah berpakaian pun kami berdua selalu kembaran jika sedang hunting.
aku mulai sayang kepada Santi ,ku jadikan dia sebagai saudaraku walau kami tak serahim.
Suatu ketika, pada saat ayah ku meninggal dunia, aku tidak bisa pulang kampung Karna uang untuk membeli tiket. Namun Santi , orang pertama yang menolongku pada saat aku sedang bersedih dan berduka.
Saat itu ponselku berdering ,ku lihat nama yang tertera di layar ponsel bertuliskan “My Plend” itu adalah Santi .
Dengan cepat ku geser tombol pada layar ponsel untuk mengangkatnya.
“ halo san!!" Ucapku ketika sambungan telfon terhubung
( Ren.. maaf!!!. Aku baru membaca pesanmu, Aku akan ke tempatmu sekarang) Ucap Santi ketika ia baru membaca pesanku yang ku kirimkan.
“ tidak apa-apa San, tapi sekarang lagi hujan” Ucapku melalui telfon.
( Kapan ayahmu akan di makamkan?) Tanya Santi di seberang
“ besok,jam 2 siang”Jawabku dengan sedih
__ADS_1
( Ok... Tunggu disitu) Ucap Santi.
tanpa menunggu jawaban dariku, santi langsung mematikan sambungan telfonnya.
malam saat hujan deras,..
Tak lama ku dengar bunyi suara sepeda motor di depan kamar kostanku. Dengan buru-buru aku berlari keluar dan Ku lihat Santi yang basah kuyup berjalan menghampiriku.
“ kamu dari kontrakan kesini?” Tanyaku kepada Santi .
“ iya, aku dari kontrakan . Ada yang ingin aku berikan kepadamu” Ucapnya yang terlihat berdiri di bawah rintik hujan yang lumayan lebat.
“ ayo masuk dulu!!!, hujan itu ” Ajakku.
Santi hanya mengangguk dan mengikutiku, sesampainya di dalam kamar. Ku berikan baju ganti untuk Santi pakai. Setelah Santi membersihkan dirinya, Santi menghampiriku.
“ Ren, ini tiket untuk kamu pulang. Keberangkatannya jam 4 dini hari. Nanti aku yang mengantarmu ke Bandara” Ucapnya seraya tangannya meraih tas selempang berbahan plastik.
“ Serius san?” ucapku yang sudah tak bisa menahan tangisku yang sedari tadi ku tahan.
“ iya!!!, tiket ini untuk kamu. kamu jangan terlalu bersedih ya, hanya ini yang bisa ku bantu. Setidaknya kamu bisa melihat ayahmu untuk yang terakhir kalinya, ” ucapnya seraya memberikan sebuah tiket yang sudah tertulis namaku sesuai KTP.
Aku langsung memeluknya dan menangis dalam pelukan. Saat itu aku berjanji tak akan menyia-nyiakan sahabat seperti Santi.
(Yah!!!, Adit memang tepat memilih Santi sebagai calon pendampingnya, Karna Santi memang wanita yang tidak bisa tega terhadap orang yang dia sayang, biar pun ia seorang wanita yang tomboy namun ia memiliki hati yang lembut) batinku
Persahabatan kami berjalan sebagai mana mestinya. Saling berbagi dalam suka dan duka. Bahkan kadang Santi yang membayar uang semesterku jika ibuku tak mampu mengirim uang untukku, maka Santi lah yang selalu membantu keperluanku.
Karna saat ayahku meninggal, keluargaku memintaku untuk berhenti kuliah.
Namun aku menolaknya, untungnya ada Santi yang selalu royal kepadaku .Karna Santi adalah anak seorang terpandang di kampungnya.
Paman-paman Santi adalah orang-orang hebat lulusan luar negeri, di tambah Adit yang selalu memanjakannya. Tak heran Santi selalu punya uang simpanan, hal tersebut yang kadang membuatku iri . Karna Santi adalah wanita yang beruntung Karna di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Hingga suatu ketika aku mulai berteman dengan Amor , Amor adalah teman satu fakultas dan satu kelas denganku.
aku melihat Amor adalah sosok wanita yang cantik nan glamor. Dan Barang-barang yang ia gunakan , terlihat seperti barang-barang bermerek.
karena penasaran , aku mulai mendekati Amor lalu mencoba akrab dengannya. Sehingga aku dapat mengetahui , ternyata Amor adalah wanita simpanan om-om.
Dari itulah , aku terjerumus dengan pergaulan di luar batas kewajaran. Karna aku mulai menikmati hasil Menjadi simpanan om-om , Karna hanya bermodalkan rebahan, di elus-elus, dapat enak dan semua bisa terbeli.
Hal tersebut membuat aku gelap mata, bahkan untuk mengalahkan sainganku, aku rela memakai berbagai macam susuk di wajahku.
Namun aku heran dengan keberuntungan Santi, Karna setiap aku membawanya ke kaffe atau pun berkenalan dengan pria, mereka sedikit pun tak tertarik padaku . Mereka lebih tertarik kepada Santi di banding aku.
Padahal Santi adalah wanita yang tidak terlihat modis dan terlihat cupu, Sedangkan aku?, Aku jauh lebih cantik dari dirinya, namun keberuntungan selalu datang kepada Santi.
Bahkan ada seorang turis yang ingin membayar Santi dengan harga yang mahal, namun ia menolak kesempatan tersebut.
Bukankah itu munafik? .
Dari situ aku mulai membenci Santi ,Karna ia selalu menjadi wanita yang munafik , sok polos dan selalu bersikap sok suci.
Hal tersebut , yang membuat aku muak dengan tingkahnya yang terlalu monoton dan jika aku membawanya bersamaku, sontak membuat pamorku menjadi jatuh , Karna hanya Santilah yang akan di lirik oleh para pria dan bukan diriku.
__ADS_1
Dan mulai saat itu, aku selalu mencoba untuk merusaknya. Namun aku selalu gagal Karna alasan Santi pasti selalu Adit yang di utamakan.
Dari itu aku mencoba menjebaknya. Karna aku ingin melihat sampai kapan keberuntungan Santi akan bertahan.