
...Santi Harus Puasa...
...****************...
Di rumah sakit hospital Blue Sea,.
Andre terlihat tergesa-gesa saat ia berjalan menuju ke salah satu ruangan, di mana ruangan tersebut adalah ruangan Merry.
Merry yang melihat Andre memasuki ruangannya, Seketika berdiri lalu membungkuk memberi hormat.
“Selamat Datang Tuan ,ada yang bisa saya kerjakan?” tanya Merry seraya membungkuk.
“Merry, kamu tolong beri infus kepada nyonya Santi. Usahakan agar nyonya Santi tetap dalam keadaan tertidur” ucap Andre memerintahkan asistennya.
“Baik tuan!!” ucap Merry
Andre kemudian beranjak lalu pergi ke sebuah ruangan yang di khususkan hanya untuk dirinya. Di dalam ruangan tersebut, Andre kemudian melakukan meditasi.
Di ruang inap
Raka masih setia menemani kekasihnya, tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka.
Raka menoleh ke arah pintu dan ia mendapati Merry yang berjalan ke arahnya.
“Tuan Raka, aku akan memberikan infus kepada nyonya Santi” ucap Merry ketika bertemu dengan Raka.
“silahkan” jawab Raka singkat.
Merry mulai bekerja sesuai perintah Andre.
Raka hanya melihat dengan diam, dengan apa yang Merry lakukan di hadapannya.
Tiba-tiba ponsel Raka berdering.
Dengan cepat Raka mengangkat ponsel tersebut.
“Bagaimana?. Sudah ketemu dalangnya?” tanya Raka ketika panggilannya tersambung.
“Sudah tuan, gerakannya terdeteksi di arah selatan hutan perbatasan” jawab si penelfon.
“segera kesana, jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera lapor padaku” ucap Raka kemudian memutuskan sambungan telfonnya.
“ Tuan sudah selesai. Saya permisi dulu” ucap Merry seraya berbungkuk kemudian berlalu.
Sebenarnya Raka sudah curiga saat melihat ada ular di dalam perut Santi.
Ketika Andre meninggalkan Raka bersama Santi di ruang inap , Raka langsung meminta bawahannya untuk menyelidikinya.
__ADS_1
Karna sungguh mustahil jika seekor ular bisa masuk dengan cepat ke dalam perut Santi, tanpa Santi sadari.
Dan hal tersebut hanya dapat di lakukan oleh orang-orang yang menggunakan teluh.
“Kalian mau main-main denganku?. Kalian salah jika mengusik orang yang aku cintai.” Ucap Raka seraya menatap Santi yang sedang tertidur dengan tatapan emosi .
“ Wanita jelek, kali ini aku tidak akan sungkan lagi terhadap orang yang menyakitimu” ucap Raka . seraya tangannya menggenggam tangan Santi ,lalu tangan Santi di tempelkan di pipinya.
Tiba-tiba pintu terbuka..
Raka seketika menoleh ke arah pintu.
Terlihat Andre sedang berjalan menghampirinya.
“ Bagaimana?. Sudah ketemu cara untuk mengeluarkan ular dari perut Santi ?” tanya Raka ketika berhadapan dengan Andre.
“ Jangan beri makan apa pun kepada Santi selama 3 hari, namun itu terlalu lama. Cukup 1 hari saja. Biarkan ular itu kelaparan” jelas Andre kepada Raka.
“Apa ular tersebut tidak akan memakan organ di dalam perut Santi?” tanya Raka .
“ kita coba saja dulu, dan pada saat 1 hari tersebut, susun telur di sekitar tubuh Santi. Ular tersebut akan keluar dengan sendirinya” ucap Andre.
Raka mengangguk, semoga saja apa yang di katakan sahabatnya adalah cara yang tepat.
“ Sudah kamu selidiki siapa yang mengerjai Santi?” tanya Andre.
“ baik, untuk saat ini biarkan Santi bertahan dengan infus, selama kita tak memberi makan kepada Santi” ucap Andre.
Raka mengangguk mengiyakan perkataan Andre.
“ jaga Santi, aku segera kembali ke ruanganku. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan” ucap Andre seraya beranjak dari ruangan.
Raka membiarkan sahabatnya tersebut berlalu.
Setelah itu, Raka kembali menemani Santi yang sesekali ia tertidur di samping ranjang.
Karna pada saat ini ,Santi sedang di beri obat agar ia tetap tertidur selama ia berpuasa, Karna jika ia terbangun Santi pasti akan kesakitan.
Setelah 1 hari, Andre kembali memeriksa keadaan Santi.
“ Aku sudah membawa telurnya” ucap Andre ketika ia berada dalam ruang inap yang Santi tempati .
“ semoga saja ini berhasil” ucap Raka penuh harap
Andre kemudian menyusun telur di sekeliling tubuh Santi, setelah telur tersusun.
Andre kemudian bergabung dengan Raka yang sudah terlebih dulu duduk di sofa.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian menunggu reaksi dari ular tersebut.
Setelah 3 jam menunggu, ternyata benar. Ular tersebut lapar dan mencium bau amis telur yang berada di sekitar tubuh Santi. Dan akhirnya ular tersebut menampakkan wujudnya.
Dengan pelan, ular tersebut keluar dari mulut Santi. Ternyata ular tersebut adalah jenis ular Boa Monopohon yang tidak berbisa dan tidak bisa besar. Ukuran ular tersebut jika dewasa hanya berukuran gagang sapu ijuk.
Melihat hal tersebut, Raka dengan cepat berlari dan memegang kepala ular yang telah keluar dari dalam mulut Santi.
Raka kemudian memasukkan ular tersebut ke sebuah toples .
“ Anak cantik, nanti antarkan aku kepada orang yang menyuruhmu ya!!” ucap Raka kepada ular yang berada dalam toples tersebut.
Andre kemudian menghampiri Santi , lalu memeriksa denyut nadi Santi dan menyuntikan beberapa obat ke lengan Santi.
“ Kita tunggu saat Santi sadar . Sepertinya makhluk kecil itu yang kemarin menggigitku” ucap Andre seraya melihat ular yang ada di dalam toples tersebut
“ Ya, ini sebagai pelacak yang sempurna. Kita bisa menemukan siapa pemilik ular ini” ucap Raka.
“ Aku jadi penasaran, siapa yang iseng melakukan hal tersebut kepada Santi?. Jika aku menemukan orang tersebut, ku jamin dia akan ku jadikan bahan untuk eksperimenku!!.” ucap Andre geram
“Mama!!. Mama, sakit ma-” ucap Santi pelan
Raka yang melihat Santi mulai sadar, langsung melempar toples yang ia pegang ke arah Andre yang berdiri di hadapannya.
Andre yang refleks langsung menangkap toples tersebut “ Woi!!. Hati-hati Pe’a” ucap Andre
“ Jelek, bangun sayang. Sekarang perutnya sudah tidak sakit lagi kan?. Buka matanya sayang ” ucap Raka menghampiri Santi, kemudian satu tangannya mengusap rambut Santi dan satu tangannya lagi memegang tangan Santi.
Santi yang mendengar suara Raka yang memanggilnya , mulai membuka matanya berlahan. Karna santi harus menyesuaikan dengan bias yang masuk ke dalam matanya.
“Raka, apa yang terjadi?” Tanya Santi bingung.
“Sudah tidak apa-apa, Andre telah mengeluarkan benda yang membuatmu sakit” jawab Raka.
“Kamu jangan dulu banyak bergerak ya San, benda ini yang membuatmu kesakitan” ucap Andre seraya menunjukkan toples yang berisi ular.
“Ular?” tanya Santi heran .
“ Iya sayang, itu ular yang membuat kamu sakit. Bukan ular yang membuat kamu enak. Ntar aku berikan ular yang buat kamu en-,” ucap Raka terhenti ketika sebuah tabokan yang terasa di kepalanya.
“Aku mau permisi dulu!!” ucap Andre dengan tangannya yang memukul kepala Raka, seraya memberikan toples kepada Raka.
Raka yang merima toples dari Andre, seraya mengusap kepalanya.
“ Maaf San, aku tadi hanya bercanda” ucap Raka seraya mengelus kepala Santi.
Santi yang tidak mengerti maksud Raka, hanya tersenyum menatap Raka.
__ADS_1