
Janji Kita Tidak Akan Saling Meninggalkan
...****************...
Raka menikmati makanan yang di berikan oleh Santi, ia tidak menggubris ucapan Kevin yang mengejeknya.
“ San, apakah Andre menjagamu dengan baik?” Tanya Raka di sela makannya.
Santi menghentikan tangannya yang hendak mengiris steak, sepintas ia melirik ke arah Andre.
Andre yang mendengar pertanyaan Raka pun sontak melirik ke arah Santi.
Seketika Santi dan Andre pun terlibat kontak mata.
“Mmm... Sangat baik kok, saking baiknya!!. Dokter Andre juga memandikanku” ucap Santi yang kemudian melanjutkan tangannya untuk mengiris steak yang ada di hadapannya.
Mendengar hal tersebut seketika membuat Raka membesarkan pupil matanya.
Andre yang mendengar jawaban Santi, langsung memuncratkan teh yang ia minum.
“ Apa maksudnya Andre?" tanya Raka dengan tatapan tajam kepada Andre.
Andre yang melihat reaksi Raka seketika menjawab “ kamu percaya dengan ucapan Santi?” ucap Andre sembari membersihkan kemejanya yang basah dengan sebuah napkin ( serbet/tisu).
“ kalau aku sih percaya, apalagi hanya wanita dan laki-laki dalam satu rumah,” timpa Kevin memanas-manasi Raka .
“ Santi!!. Apa hal tersebut benar?" Tanya Raka kepada Santi seraya menoleh .
“ iya benar!!, Dokter Andre memandikanku di kolam air mancur” ucap Santi acuh dan kembali menikmati makanannya.
“ Ka, aku ada urusan. Nanti kita lanjutkan lagi, yang terpenting tugasku sudah selesai untuk membawa Santi kesini” ucap Andre yang ingin menghindar.
“ jelaskan dulu apa yang terjadi” tukas Raka seraya menahan Andre yang ingin berlalu.
“ ok Raka, aku minta maaf!!. Aku melemparnya ke dalam kolam” ucap Andre kepada Raka kemudian duduk kembali.
“ apa??.Kau-,” Raka meninggikan suaranya seraya berdiri ingin menghampiri Andre.
“ udah!!. Udah!!, Niat Dokter Andre baik kok!” Santi yang ikut berdiri lalu menghalangi Raka.
Raka kemudian duduk kembali, dengan Santi yang mengusap-ngusap punggung Raka menenangkan.
“ ada yang cedera?” tanya Raka memegang tangan Santi.
Santi menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
“ yah sudah , nanti ikut denganku saja ya?” ucap Raka mantap Santi.
Santi hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Raka.
“ ka!!. Masalah Naura gimana?” ucap Kevin membuka pembicaraan .
“ Sudah pasti sekarang wanita itu sedang mengadu ke ayahnya. Kita ikuti saja alurnya, jika mereka bergerak barulah kita beraksi” ucap Raka dengan tatapannya yang tajam menatap lurus ke depan.
“ jika ayahmu juga ikut berkerja sama dengan keluarga Robert bagaimana?, Apakah kau juga akan melawan ayahmu?” tanya Andre.
“ sejak aku membawa Santi kesini, aku sudah siap menanggung semua resikonya . Bahkan jika musuh adalah ayahku sekali pun aku tidak akan segan-segan menghabisi mereka, Jika mereka ingin menyakiti wanita yang aku cintai, sudah pasti aku tidak akan tinggal diam” ucap Raka.
__ADS_1
“ Raka!!, Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Santi bingung. Karna dari pembicaraan Taka,Andre dan Kevin terdengar spertinya ia juga ikut terlibat.
Raka mengalihkan pandangannya ke arah Santi “ kamu tidak perlu tahu apa yang terjadi. Yang harus kamu tahu, aku mencintaimu dan akan memperjuangkan mu” ucap Raka seraya mengusap pipi Santi dengan lembut.
“ Jika butuh sesuatu, katakan padaku. Aku selalu akan mendukungmu” ucap Kevin.
“ begitu juga denganku, jika ada pergerakan dari Robert, segera beri tahu kami. Yang akan kita hadapi adalah orang-orang yang haus akan kekuasaan” ucap Andre.
“ Terima kasih!!. Karna telah melibatkan diri kalian Karna masalahku” ucap Raka
“ Kita adalah sahabat, sudah sewajarnya kita melakukannya Raka.” ucap Kevin.
“ Ya sudah!!, Santi ikut denganmu kan?. Selalu jaga dia, Aku masih ada urusan di rumah sakit. Aku pamit dulu” ucap Andre seraya beranjak dari duduknya.
“ Aku juga pamit, aku juga masih ada urusan” ucap Kevin juga beranjak.
Dua sahabat Raka kini telah berlalu pergi, tinggal Raka dan Santi yang berada di meja.
“ kita pulang ya!!” ucap Raka.
Santi mengangguk mengiyakan .
Mereka pun keluar dari restoran menuju ke apartemen Raka.
Sesampai di apartemen, Santi dan Raka langsung menuju ke arah balkon.
“ Ka, sejak aku melihatmu tertidur di rumah sakit. Aku menatapmu dan mengamati setiap raut di wajahmu” ucap Santi membuka pembicaraan.
Dengan pandanganya menatap kelap kelip lampu dari atas balkon.
“ Iya aku tahu jika kamu sedang menatap Karna terpesona kan?” jawab Raka dengan pandangannya menatap lurus.
Raka kemudian berbalik badan dan menatap wajah Santi dengan lekat, Raka memegang pipi Santi dengan kedua telapak tangannya.
“ sayangku, my sweet heartku. Dengarkan aku!!, kamu hanya perlu mencintaiku, masalahku tidak usah kau pikirkan. Karna itu bukan tugasmu” ucap Raka menatap lekat ke dalam mata Santi.
Santi memegang tangan Raka yang sedang memegangi pipinya.
“ aku adalah kekasihmu, jika ada sesuatu yang menjadi beban dalam benakmu ,katakan!! .Jangan di pendam sendiri, itu menyakitkan Raka. Karna aku sudah pernah mengalami hal seperti itu ” tutur Santi.
“ Aku hanya ingin melihat kau bahagia dan nyaman bersamaku. Aku tidak ingin membuatmu terbebani dengan tugas yang seharusnya adalah tugasku ” ucap Raka seraya memeluk badan Santi.
“ Iya!!. Aku tahu, bahkan kedatangan dokter Andre pun kau yang menyuruhnya kan?” jawab Santi yang membalas pelukkan Raka.
“ Iya !!, karna saat itu, aku punya sedikit urusan jadi tidak bisa datang saat Naura membawamu ke Pohon beringin. Santi, jika sesuatu hal datang dan terjadi di depan nanti , Ku mohon!!. jangan tinggalkan aku” ucap Raka dengan suara lirihnya di balik badan Santi.
Santi mendorong badan Raka dengan lembut , lalu menatap lekat pria Yang ada di hadapannya.
“ sudah cukup aku tertahan Dalam persimpangan masa silamku, Getir yang terus ku kecap telah Meresap ke dalam relung sukmaku saat aku belum bertemu denganmu” Ucap Santi menatap lekat pria di hadapannya.
Raka terdiam lalu menatap ketulusan yang ada di mata Santi .
Santi Mendekatkan bibirnya ke arah bibir Raka kemudian mengecupnya sekilas,“Jika aku harus kehilangan untuk yang ke dua kalinya, untuk apa kita mengucap kata cinta?. Jika tujuannya, kita harus berpisah dan saling meninggalkan?. Aku mencintaimu Raka!!. sungguh aku mencintaimu ”
Ucap Santi yang kembali mengecup bibir Raka, seketika Raka memeluk tubuh Santi kemudian membalas kecupan Santi.
Kini bibir mereka telah beradu dengan deru nafas yang memburu.
__ADS_1
Saat bibir mereka terpisah, Santi mengalungkan tangannya di leher Raka, dan Raka memegang pinggang Santi.
Mereka saling menatap “ aku janji, tidak akan pernah meninggalkanmu selagi aku bisa mempertahannya” ucap Santi.
“ Terima kasih Santi, kamu adalah wanita pertama yang mampu menyentuh relung hatiku. Aku janji, akan sebisaku menjagamu ” ucap raka seraya menempelkan dahinya ke dahi Santi seraya menatap Santi sambil tersenyum.
" sudah malam, ayo kita tidur" ucap Raka.
Santi mengangguk mengiyakan.
Seketika Raka mengendong tubuh Santi lalu berjalan meninggalkan balkon. kemudian Raka membawa Santi ke kamarnya.
sesampainya di kamar, Raka membaringkan Santi di atas kasur.
" tidurlah, aku akan tidur di kamar sebelah" ucap Raka ketika melihat Santi yang tergeletak di atas kasur seraya mengelus kepala Santi.
" temani aku," ucap Santi dengan tatapan manja.
Raka mencubit hidung kekasihnya " mmm .. biasanya bisa bobo sendiri, kenapa sekarang minta di temani?" ucap Raka.
Santi tersenyum lalu menggeser badannya, memberi tempat untuk Raka dapat berbaring di disinya.
Raka yang melihat hal tersebut pun langsung membaringkan badannyanya di atas kasur di sisi Santi .
seketika Santi langsung membenamkan wajahnya di dada Raka seraya memeluk tubuh Raka .
" apa yang membuatmu tertarik kepadaku?" tanya Santi
" mmmmm... Karna kamu jelek" ucap Raka dengan tangannya yang sibuk memainkan rambut Santi.
" ih... masa begitu" Santi dengan suara manjanya seraya menatap wajah Raka .
Raka yang melihat wajah Santi merasa lucu, Karna tatapan kagetnya membuat Raka gergetan. sambil mencubit ujung hidung ," masalah hati, pasti susah untuk di jelaskan. semua itu Karna aku tertarik, aku suka dan ingin memilikinya. makanya aku ingin memilikimu " ucap Raka.
" trus wanita barbie itu?. apakah benar tunanganmu?" tanya Santi.
" dia adalah anak dari rekan bisnis ayahku. ayahku ingin menjodohkannya denganku, tapi aku menolaknya " jawab Raka.
" kenapa?. dia cantik dan kaya" sela Santi.
" begini nih, kalo wanita sudah penasaran. apa saja pasti di tanyain" ucap Raka.
" kan aku cuma bertanya Raka!!" pekik Santi ngambek.
" kamu cemburu?, sini biar cemburunya hilang" Raka mengangkat dagu Santi dengan tangannya kemudian mengecup bibir Santi.
Santi tersenyum ketika Raka memperlakukannya seperti itu. Ia kemudian membenamkan kembali wajahnya di dada Raka yang bidang.
"gimana ?, sudah ga ngambek lagi?, ok!! aku jawab ya!!, Naura itu sama seperti ayahnya, wataknya ambisi dan aku sedikit pun tidak tertarik dengannya. hanya kamu yang bisa membuat aku tertarik, udah puas Sama jawabannya? " jawab Raka menjelaskan seraya tangannya mengelus-ngelus kelapa Santi.
Raka menunggu tanggapan dari Santi namun tidak ada jawaban .
Raka kemudian menggeser tubuhnya dengan hati-hati kemudian menoleh ke arah Santi, ternyata Santi sudah terlelap .
" tadi nanya, sekarang malah dianya yang tidur" guman Raka seraya menggelengkan kepalanya.
Raka mengambil sebuah selimut, kemudian menyelimuti badan Santi dengan selimut tersebut.
__ADS_1
Raka mengecup dahi Santi dengan lembut seraya mengusap kelapa Santi " tidur yang lelap dan mimpi yang indah" Raka kemudian beranjak dari kamar yang Santi tempati sekarang , kemudian Raka menuju ke kamar yang lainnya.