(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Rasa Yang Sesungguhnya


__ADS_3

...RASA YANG SESUNGGUHNYA...


...****************...


detik berganti menit,menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu dan minggu kini berganti bulan.


pertemuan yang selalu terjadi Antara Raka dan Santi membuat Santi takut akan kehilangan Raka. Ia semakin sadar dengan perasaan apa yang ia miliki terhadap Raka.


Namun sebisa mungkin ia sembunyikan, karna menimbang keadaannya saati Ia di masa lalu dan minder dengan wajah yang sedikit pun tidak pantas jika Ia harus bersanding dengan Raka yang tampak bah pria di dalam novel .


Raka, yang dapat membaca isi hati Santi tetang Rasa yang Santi pendam membuat ia sangat senang ketika Santi sudah mau membuka hatinya untuk Raka.


...****************...


Di kebun,.


hari ini, Raka membawa makanan kesukaan Santi, mereka berdua terlihat bercanda sesekali menikmati makan yang di bawah oleh Raka.


Namun tentang Rasa, mereka berdua masih sama-sama menyimpannya. Karna Santi yang Takut dan Raka juga takut akan Identitasnya.


“ Ka, kenapa di setiap kali kamu menemuiku, kamu terlihat sangat terburu-buru?" Ucap Santi bertanya, ketika ia dan Raka sedang duduk menikmati makanan yang di bawa oleh Raka ,di bawah pohon randu.


“ Waktuku sedikit San, jadi aku kesini hanya untuk melihatmu. Dan memastikan jika kamu baik-baik saja” Jawab Raka sembari tangannya sibuk memegang makanan.


“ jika kamu sibuk, tidak perlu kamu menemuiku. Selesaikan saja dulu urusanmu terlebih dahulu ” Ucap Santi.


“ iya!!, ini aku juga mau pamit. ingat kamu harus selalu hati-hati jika tidak ada aku ya?. Mungkin selama 1 Minggu aku belum bisa mengunjungimu” Ucap Raka dengan tatapan sendu.


“ Oh.. begitu, ya sudah!!, Kamu hati-hati ketika berkendara” Ucap Santi.

__ADS_1


“ Selalu kok,” sambil tersenyum Raka kemudian mengusap kepala Santi, hal yang selalu Raka lakukan ketika akan berpamitan “ kamu jaga diri ya?,” ucap Raka.


“Iya, akan aku usahakan selalu menjaga diriku dengan sebaik mungkin ,” Jawab Santi sembari tersenyum .


Raka membalikan badannya dengan perasaan gelisah, karna ia sudah tidak sanggup ketika harus seperti ini.


kini Raka semakin jauh berjalan meninggalkan Santi yang masih mematung menatap punggungnya.


Santi yang melihat punggung Raka Yang mulai menjauh sembari berkata “ terlalu cepat aku mencintaimu, meski aku tak begitu mengenalmu. Sehingga kini aku pun terjebak dalam kesalahan untuk mencintaimu ” Ucap Santi lirih menatap punggung Raka yang kian menjauh.


“ Apakah kamu mempunyai rasa yang sama sepertiku?. Jika tidak, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?. Jangan memberikan aku harapan jika pada Akhirnya kita hanya berteman, jangan terlalu membuatku spesial, karna aku taku jika perasaanku terhadapmu salah” Ucap Santi ketika ia melihat Raka yang sudah menghilang di balik pepohonan.


Santi hendak membalik badannya dan ingin pulang menuju ke rumahnya.


Namun tiba-tiba dari arah belakang Santi, ada sebuah tangan yang mendekapnya dengan erat.


“ Kamu pikir selama ini apa yang aku rasakan Santi?. Kamu kira hal tersebut tidak menyakitkan?, Ketika orang yang aku cintai, seakan-akan tidak melihat besarnya cintaku kepadanya?, mencoba masuk ke dalam hati yang pernah terluka itu memang sangat sulit, Sampai detik ini aku masih berharap agar luka itu bisa terbalut dengan hadirnya aku di kehidupmu ” Ucap Raka di balik telinga Santi saat ia memeluknya .


“ Santi, sudah sangat lama aku mendambakanmu.” Ucap Raka seraya memegang kedua bahu Santi lalu memutar pundak Santi , Agar ia dapat melihat wajah Santi.


Kini wajah Santi bertemu dengan wajah Raka, Santi menatap menatap mata abu-abu kehijaun yang berada di hadapannya dengan puluk mata tergenang air yang sewaktu- waktu akan tumpah.


“ Tapi Raka ... Aku-,” ucapan Santi terhenti ketika sapasang bibir membekap bibir Santi dengan sebuah ciuman.


seketika membuat mata Santi melotot, Hingga air yang Santi tahan pun lolos dari sudaut matanya. Air mati itu menyambut ciuman yang di berikan oleh Raka kepadanya.


Raka melepaskan ciumannya, lalu kedua telapak tangannya memegang kedua pipi Santi yang kini terlihat memerah dengan tubuh yang terpaku di hadapan Raka.


“ Aku tahu apa yang ingin kau ucapkan, aku menerima semua apa yang kamu punya” tutur Raka seraya memeluk dengan erat wanita di yang berada di hadapannya.

__ADS_1


Santi hanya terdiam tak merespon. Ia membiarkan tubuhnya di peluk dengan erat oleh Raka, karna Santi seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Raka kepadanya.


Raka mendorong tubuh Santi dengan lembut memaksa Santi untuk menatapnya “ Tunggu aku, jika urusanku telah selesai, kita akan bicara dan akan ku jelaskan semua tanya yang ada di pikiranmu tentang diriku ” pinta Raka seraya memegang kedua pipi Santi dengan ke 2 telapak tangannya.


Santi mengangguk, kemudian menatap mata Raka," Aku akan menunggumu” jawab Santi bersama Air matanya.


Raka dengan lembut mengusap air mata yang sedari tadi membasahi pipi Santi “ sssttt.. jangan menangis!!, Kamu adalah impianku, apa yang ku sentuh semua tak sama sepertimu, setelah aku menemukanmu semuanya terasa berbeda” Ucap Raka tersenyum.


Sontak Santi berhambur ke pelukan Raka “ Terima kasih atas semua yang kau beri,” Ucap Santi bersama tangis Haru yang saat ini Santi Rasakan.


“ sudah!!.Jangan menangis lagi. Aku janji akan selalu ada untukmu, Kamu harus menjaga diri sebaik mungkin. selagi aku tidak bersamamu ya?,” ucap Raka.


Santi melepaskan pelukannya lalu menatap Raka “ iya aku janji” Ucap Santi seraya tersenyum dengan wajahnya yang terlihat sendu.


“ Kalau begitu, aku pergi dulu” Pamit Raka.


Santi hanya mengangguk,.


Raka kemudian mengecup dahi Santi , “ I LOVE YOU” Seraya tersenyum sambil berlalu membelakangi Santi .


Santi yang di perlakukan demikian, hanya dapat mematung tanpa berucap. Di lihatnya lelaki yang baru saja mencium Dahinya kini telah terlihat menjauh.


Mata Santi terus menatap punggung Raka, seraya tangannya mengusap-ngusap bekas ciuman Raka di dahinya dengan wajah masih memerah .


“ Apakah aku bermimpi?, Bahwa orang yang aku cintai juga mencintaiku?, Apakah dia akan terima tentang masa lalu ku?.” Bantin Santi di antara merasa gembira dan juga sedih.


Setelah Raka menghilang, Santi kemudian melangkahkan kakinya menuju rumah dengan perasaan dilema.


Setelah Santi tiba di rumah , Santi membersihkan dirinya lalu melanjutkan aktivitasnya.

__ADS_1


setelah menyelesaikan Aktivitasnya, kini Santi telah berada di dalam kamarnya, seraya menatap langit-langit kamarnya dengan otak yang terus memikirkan tentang lelaki yang baru saja menyatakan cinta kepadanya.


" maaf!!, jika selama ini aku tidak terlalu perduli dengan perasaanmu. Sebenarnya aku malu dengan diriku dan juga dengan masa laluku yang mungkin saja, kau tidak bisa menerimanya" guman Santi dengan bayangan akan Raka di benaknya


__ADS_2