(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LIV


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 54


kejutan untuk santi


Santi menatap ke dalam pupil mata Raka dengan lekat, “ jika begitu, wajahmu akan ku simpan di hatiku” ujar Santi seraya memegang pipi Raka


Raka meraih tangan Santi yang menyentuh pipinya” kita berbeda, dan selamanya aku tidak akan pernah bisa menjadi manusia. Apakah kau sanggup menjalani hubungan seperti ini Santi?” tanya Raka seraya memegang tangan Santi dengan tatapan sedih menatap wanita yang ada di hadapannya.


“ hei, apa yang kau bicarakan?. Lihat aku!!.Kita memang berbeda ,Namun perbedaanlah yang menyatukan kita” ucap Santi memegang ke dua pipi Raka seraya menatap Raka


“ Santi, Jujur aku takut jika harus berpisah denganmu. Aku takut jika menyeretmu lebih jauh lagi, kau bisa hentikan ini sebelum masalah yang besar akan terjadi” ucap Raka dengan pandangan sendu menatap Santi


“ apa maksud dari ucapanmu ini?. Aku sudah terjebak karna mencintaimu begitu dalam. Apa aku harus menyerah?. Tidak Raka, aku akan hadapi apa pun yang akan datang di hadapan ku. Selagi itu bersamamu” ucap Santi dengan tangannya membelai rambut Raka


Raka menatap Santi “ terima kasih, Karna mau berjuang bersamaku” ucap Raka, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Santi


Raka mendekatkan bibirnya berlahan, Santi menutup matanya menyambut dengan hangat ciuman yang di berikan oleh Raka.


Di bawah langit yang cerah, di temani oleh Angin yang berhembus lembut yang kian membelai keduanya dalam kelembutan, dan di sertai oleh musik yang berasal dari deburan ombak, Mengiringi setiap kecupan yang saling berbalas.


Raka melepaskan ciumannya, menatap penuh kasih wanita yang berada di hadapannya.


“ Santi, 3 hari lagi aku akan datang menjemputmu. Aku katakan agar kau punya persiapan untuk meminta ijin kepada orang tuamu” ucap Raka saat melepaskan ciumannya


“ Apakah di tempatmu sudah aman?. Dan tidak apa-apa jika aku datang ke tempatmu? ” tanya Santi


“ Tenang saja, semua masalah sudah selesai di atasi. Aku harus pergi. Energiku tinggal sedikit, jika kau masih rindu denganku ,aku akan berkunjung ke mimpimu” jawab Raka dengan tangan memegang pipi Santi


“ Baik, segeralah kembali. Dan hati-hati” ucap Santi


Raka mengecup dahi Santi dengan tangan yang mengelus pipi Santi “ kamu yang harus hati-hati ,Karna mengendarai motor. Jangan di sini sendirian, segeralah pulang” ucap Raka dengan tubuh yang terlihat memudar seraya tangannya masih menyentuh pipi Santi


Santi memegang tangan Raka di pipinya. Tangan yang sudah terlihat mulai memudar dari pandangan Santi,” ya.. aku pasti akan segera pulang ,I love you Raka ” ucap Santi melepas kepergian Raka


Setelah memastikan Raka benar-benar menghilang, Santi kemudian beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah sepeda motor kemudian melaju ke arah rumahnya .


***


Malam pun menyapa, Santi meraih ponselnya lalu membuka galeri di dalam ponsel. Santi melihat kembali foto yang tadi ia ambil, kemudian santi menatap foto tersebut, tiba-tiba Santi teringat akan ucapan Raka “ kamera ponselmu tidak dapat menangkap wujudku. kita berbeda, dan selamanya aku tidak akan pernah bisa menjadi manusia” Santi terngiang dengan ucapan Raka dengan pandangan menatap layar ponselnya.


“ Kenapa jika kita berbeda?. Bahkan manusia yang terlahir di dunia ini pun berbeda. ada kaya, miskin , cantik ,tampan, masa depan yang bagus dan masa depan yang suram Bahkan tingkah laku dan sifat pun berbeda. Jika manusia itu sama , maka tidak ada sekat mau pun pembatas antara si miskin dan si kaya. Hal tersebutlah yang membuat kita untuk saling melengkapi” tukas Santi saat menatap layar yang ada di hadapannya


“ Raka, jangan kau pikir aku akan menyerah. Tidak!!. Aku akan selalu kuat jika bersamamu” ucap Santi seraya tersenyum menatap fotonya sendiri .

__ADS_1


Santi kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Wuusss .. wusss ( bunyi angin berhembus dari jendela)


“ kau sudah tidur?” Raka yang tiba-tiba berdiri di samping tempat tidur Santi


Raka berjalan menghampiri Santi yang terlihat sudah terlelap.


Di belainya pipi Santi dengan lembut, “ wanita jelek, kau sampai tidak menyadari dengan kedatanganku, berarti tidurmu sungguh lelap” ucap Raka tersenyum menatap wanita yang ada di hadapannya .


Raka kemudian menaruh sebuah benda di samping kepala Santi. Setelah itu, Raka membungkukkan badannya dan kemudian mengecup dahi Santi ,“ tidurlah yang lelap wanitaku” ucap Raka seraya beranjak pergi dari kamar Santi


Setelah beberapa jam kepergian Raka,.


Santi meregangkan tangannya di saat ia masih tertidur. Tidak sengaja Santi menyentuh sebuah benda di samping kepalanya .


“ apa ini?” guman Santi yang masih belum tersadar sepenuhnya.


Karna perasaan Santi, sebelum ia tidur ia tidak menaruh apa-apa di samping kepalanya .


Di raba-raba kasur yang berada di dekat kepalanya. Setelah menemukan sesuatu, Santi mengambilnya, lalu perlahan ia membuka mata untuk melihat apa yang barusan dia ambil.


“ Dus?” batin Santi saat samar-samar ia melihat dus yang ia pegang


“ Oh ada sebuah note” Santi menemukan sebuah note yang di tempelkan di atas dus tersebut, Santi kemudian membacanya


( Jika mau foto bersama, pakailah ponsel ini. Semoga kau suka my ugly . Dari sang Arjunamu ,Raka ❤️)


Santi hanya tersenyum ketika membaca note yang di berikan oleh Raka kepadanya, “ dasar, pria siluman” ucap Santi seraya bibirnya terus terukir senyuman.


Santi membuka Dus tersebut dan kemudian mulai mengotak- Atik ponsel yang di berikan oleh Raka. “ terima kasih, akan ku jaga pemberianmu ini” batin Santi


Santi menyimpan ponsel tersebut ke dalam lemari. Setelah itu ia beranjak untuk membasuh wajahnya. Dan aktivitas Santi pun di mulai.


****


3 hari kemudian


“ma!!, Santi pamit” teriak Santi


Tiba-tiba ibu Santi berlari dari arah kamar, “ apa kamu pulangnya tidak menentu lagi?” tanya ibu Santi


Santi mengangguk “ kan yang ngajak teman Santi ma, jadi ga tahu pulangnya kapan” jawab Santi

__ADS_1


“ tapi mama tidak pernah melihat temanmu yang sering menjemput kamu. Mama juga tidak ke kenal dengan teman yang sering kau sebut itu ” tanya ibu Santi


“ Aku di suruh menunggu di tugu ma, nanti dia akan menjemputku” jawab Santi beralasan


“ Yah sudah , kalau begitu hati-hati. Salam ke temanmu supaya bisa jaga kamu” ucap ibu Santi


“ Baik, aku pamit” ucap Santi, sambil mencium punggung tangan ibunya


Santi kemudian berjalan ke ruang tamu , ia tidak berpamitan kepada ayahnya Karna ayahnya sedang tidak berada di rumah .


Santi pun menunggu Raka agak jauh dari rumahnya, agar ibunya tidak curiga.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang Terlihat dari kejauhan , Santi tersenyum melihat mobil yang kian mendekat ke arahnya.


Saat mobil berhenti di depan Santi, Raka turun dari mobilnya seraya berjalan ke arah samping mobil. lalu membukakan pintu untuk Santi.


Santi kemudian menaiki mobil tersebut. Tak lama Raka pun menyusul. “ sudah minta ijin?” tanya Raka ketika masuk ke dalam mobil


“ sudah, mamaku berpesan.” Ucap Santi melirik ke arah Raka yang mulai fokus menyetir


“ berpesan?. Apa yang mamamu katakan?” tanya Raka


“ Bahwa kau harus menjagaku dengan baik.” Ucap Santi


Raka seketika mengacak rambut Santi “ pastinya, aku akan selalu menjagamu dengan baik” ucap Raka


“oh iya, aku suka dengan ponsel yang kau berikan” ucap Santi dengan senyum yang melebar.


Raka menoleh lalu tersenyum “ sudah aku isi nomorku, Andre dan Kevin . Tapi hanya di tempatku, ponsel tersebut menerima jaringan. Untuk kamera dan lain-lain bisa di gunakan di 2 alam” ucap Raka menjelaskan


“ Oh,, terima kasih. Karna aku bisa mengambil foto alam di duniamu, Karna beberapa kali aku mengambil foto menggunakan ponselku, hasilnya ngeblank dan hitam” tutur Santi menjelaskan


“ ya, bahkan kita juga bisa foto berdua setiap waktu ” ucap Raka menggoda .


Santi tersenyum menanggapi ucapan Raka.


Kini Raka dan Santi memasuki alam Raka, dan Raka terus memacu mobilnya Hingga mereka tiba di apartemen Raka.


“ ayo turun, aku punya kejutan untukmu” ucap Raka seraya menatap Santi tersenyum


Santi termenung mendengar ucapan Raka, “ kejutan?. Ka, kenapa akhir-akhir ini kau suka sekali memberiku kejutan?.” Tanya Santi


“karna selama ini aku belum bisa membahagiakanmu” ucap Raka seraya beranjak dari mobilnya .

__ADS_1


__ADS_2