
...Danau di tengah hutan pinus...
...****************...
Santi terbangun dari tidurnya. Seketika ia mencari keberadaan Raka.
“Raka!!” Teriak Santi memanggil sembari melihat ke sekeliling.
Ia pun beranjak dan keluar dari kamar. Santi kemudian mengitari ruang apartemen Raka.
Matanya tertuju ke arah ruang TV. Ia kemudian melangkahkan kakinya ke arah ruang tersebut.
Ternyata Raka tertidur di sebuah sofa di depan televisi.
Santi mendekat ke arah Raka yang sedang tertidur.
“ Kamu kenapa tidur disini?” Guman Santi pelan seraya mengelus pipi Raka dengan pelan .
Raka tak bergeming dengan sentuhan Santi di pipinya.
Melihat hal tersebut, Santi beranjak mengambil selimut dan menyelimuti Raka yang sedang tertidur dengan pulas.
Santi kemudian beranjak dan meninggalkan Raka, Santi pun mengarah ke arah dapur.
Setibanya di dapur, Santi membuka kulkas dan mulai mengeluarkan bahan-bahan untuk ia masak.
Saat Santi sedang fokus memasak, Santi merasakan ada tangan yang mendekapnya dari belakang.
“ Raka!!. Ih.. kamu belum basuh wajah udah main peluk-peluk” ucap Santi dengan tangannya yang sibuk.
Raka mencium pipi Santi gemas “ baunya enak, buat aku terbangun” ucap Raka dengan manja di balik badan Santi.
“ Udah sana!!. Kamu basuh wajah dulu, aku siapkan sarapannya. Habis itu kita sarapan bareng” ucap Santi.
“ Ga ah!!. Masih mau begini.” rengek manja Raka.
“ Nanti aku manjain selesai aku masak ya!!” ucap Santi.
Raka kemudian mencium pipi Santi dengan gemas “ ya udah aku mau basuh wajah dulu. Ga sabar pengen makan masakan ayang.” ucap Raka seraya berlalu.
Santi bergegas, Santi hanya membuat sarapan ala rumahan Yaitu Nasi goreng, telur ceplok dan teh.
Karna menurut Santi, jika nasi goreng di sajikan dengan teh panas, rasanya sudah pasti nikmat.
Santi kemudian menata nasi goreng yang ia buat di atas meja sambil menunggu Raka yang sedang membasuh wajahnya.
Tak lama ,Raka datang dan langsung duduk di meja makan bersama Santi.
“ maaf Raka, jika masakannya terlihat seperti ini. Dan mungkin makanan ini terlihat asing bagimu” ucap Santi.
Raka tanpa memperdulikan ucapan Santi, ia langsung mengambil piring lalu menyendokan nasi goreng ke dalam piringnya.
Santi yang melihat hal tersebut dengan buru-buru mengambil telur untuk Raka dan menaruhnya di atas piring Raka yang sudah terisi nasi goreng buatannya.
“ jika kamu juga bisa memakan makanan seperti ini , kenapa aku tidak?” ucap Raka seraya menyendokan nasi goreng ke dalam mulutnya.
Santi hanya menunggu reaksi Raka ketika nasi goreng buatannya sudah berada di mulut Raka.
“ mmmm... Ini seperti makanan orang Arab” ungkap Raka .
sontak membuat Santi heran dengan ucapan Raka.
“ Ah.. kamu juga kenal dengan orang Arab?” tanya Santi.
__ADS_1
Raka menaruh sendoknya kemudian menatap Santi. “ tempatmu ada buah pala dan cengkeh kan?” tanya Raka kepada Santi .
Santi mengangguk .
“ Sebelum kamu memiliki tumbuhan tersebut, leluhurku telah menjadi petani selama berabad-abad dan penggemarnya adalah orang Arab ” ucap Raka menjelaskan .
“ wah!!. Aku baru tahu, berarti dulu leluhurmu adalah manusia?” tanya Santi.
“ ya.. sebelum menjadi siluman atau apalah itu ” jawab Raka.
Santi hanya mengangguk tanda mengerti. Padahal ia sendiri juga tidak mengerti dengan hal gaib.
(Boro-boro paham ,yang Santi tahu Raka dan kawan-kawannya bukanlah manusia)
“ Habis sarapan kamu mandi, aku mau mengajakmu ke suatu tempat.” ucap Raka.
“ kemana?” tanya Santi.
“ nanti juga bakal tahu” ucap Raka dengan terus melahap nasi goreng di piringnya.
Setelah sarapan, Santi beranjak untuk mandi. Selesai mandi, Santi menghampiri Raka.
“ Aku udah siap.” ucap Santi.
“ ya udah ayo jalan” ucap Raka seraya menggandeng tangan Santi berjalan ke arah lobi untuk mengambil mobilnya.
Raka kemudian memacu mobilnya.
Setelah 2 jam berkendara , kini mereka berjalan ke arah hutan, dan tak lama mata Santi di sambut dengan berbagai jejeran pohon Pinus yang tumbuh di sisi kiri dan kanan jalan .
“ Raka sebenarnya kita mau kemana?” tanya Santi .
“ Santi, apa tidak ada panggilan mesra untukku?” tanya Raka dengan pandangannya tetap fokus ke jalan.
“ E.. itu, aku panggil kamu gimana ya??” Santi menggaruk kepala yang tak gatal, hal tersebut sering kali Santi lakukan jika ia terlihat bingung.
Santi yang mendengar hal tersebut seketika memukul lengan Raka dengan manja.
“ ih.. kamu ngeselin bangat!!” ucap Santi
Raka menepikan mobilnya, setelah mobil terhenti , Raka kemudian memalingkan wajahnya ke arah Santi.
“ kamu itu wanita jelek dan ceroboh. Paket lengkap yang mampuh mencuri hati ku.” ucap Raka seraya memegang pipi Santi kemudian mengecup bibir Santi.
Santi yang mendapat serangan tiba-tiba. Seketika mengalungkan tangannya ke leher Raka dan membalas kecupan Raka dengan agresif.
Setelah beberapa detik mereka bergelut dengan ciuman, Santi menarik wajahnya dan menyenderkan kepalanya di dahi raka “ i Love you” ucap Santi “ love you more” jawab Raka.
“ Ayo turun, kita sudah sampai” ucap Raka
Santi kemudian turun dari mobil lalu mengamati keadaan di sekeliling.
“ Ka!! Apa yang kita lakukan di hutan Pinus seperti ini?” tanya Santi .
“ aku punya sesuatu untukmu” jawab Raka seraya terus berjalan menelusuri hutan Pinus.
Santi hanya mengikuti langkah kaki Raka yang membawanya.
Santi mengamati setiap pohon yang tinggi menjulang.
dengan aroma khas bau Pinus dan gesekan ranting yang saling beradu, telah membuat sesuatu alunan yang begitu merdu yang membuat Santi nyaman.
“Nah kita sudah sampai” ucap Raka
__ADS_1
Santi berjalan ke tempat yang Raka tunjukan.
Di hadapannya ,Ia melihat sebuah danau yang terlihat tenang dan bening di rimbunnya hutan Pinus ,dengan beberapa angsa yang sedang berenang di danau tersebut.
Bibir Santi terangkat membuat senyuman di bibirnya.
“wah!!!. Ada tempat seperti ini di tengah hutan?” ucap Santi dengan mata berbinar menatap takjub dengan apa yang dia lihat.
Raka tersenyum, ketika melihat Santi merasa gembira di ajak ke tempat ini.
seketika Santi melepaskan baju dan celananya, yang dia sisakan hanya dalaman yang ia gunakan.
“ Hei!! apa yang kamu lakukan?” ucap Raka ketika melihat hal gila yang Santi lakukan di hadapannya.
Kini Santi sudah berlari ke arah Danau ,seraya menjawab dengan berteriak “ aku ingin mandi” jawab Santi yang sudah menceburkan tubuhnya ke dalam danau tersebut.
Raka yang melihat hal tersebut juga ikut melepaskan baju dan celananya lalu berlari menyusul Santi.
Byuuuurrrrr!!!
Raka menceburkan dirinya bersama Santi.
Santi yang terkena cipratan air seketika tertawa karna merasa lepas dan senang.
Raka mendekatkan dirinya kepada santi. Ia kemudian memeluk Santi lalu menatap lekat.
“ aku pria normal Santi, Aku memang bukan manusia, tapi aku masih punya nafsu.” Ucap Raka di beningnya air danau yang dingin . Seraya memeluk tubuh Santi .
“ Aku percaya padamu, kamu lelaki yang baik. Jika tidak, aku pasti sudah di lahap sejak pertama bertemu denganmu.” ucap Santi seraya menyiram air ke wajah Raka.
Wajah Raka yang terkena air, membuat ia melepaskan pelukannya Karna menyeka wajahnya.
Santi dengan lincah langsung berenang menjauh dari tubuh Raka seraya tertawa.
“ apa kamu menantangku ha?” teriak Raka seraya berenang mengejar Santi.
“Maafkan aku Raka, aku tidak ada baju ganti . Melihat air yang begitu bening ,Aku terpaksa melakukannya.” ucap Santi, seraya berenang .
“ awas!!. Jangan sampai aku dapat menangkapmu.” teriak Raka seraya berenang mengejar Santi .
Tiba-tiba dari kejauhan terlihat Santi seperti orang yang sedang kelelap.
Sontak membuat Raka panik dan dengan cepat mengayuhkan tangannya untuk menuju ke arah Santi.
“aawww!!!. Ha-du,sakit!!!” teriak Santi dengan mulut yang kemasukan air.
Raka seketika memegang tubuh Santi dan menyeretnya ke tepi.
Raka kemudian mengangkat tubuh Santi lalu di baringkan di atas rumput yang terlihat hijau.
“ Aduh!!!. Raka sakit bangat,” ucap Santi seraya memegang perutnya .
“ Apa yang terjadi?” tanya Raka panik sembari mengusap belakang Santi.
“ perut ku Raka!!” ucap Santi dengan bibir yang bergetar menahan sakit.
“ ada apa dengan perutmu?. Apakah kamu datang bulan?” tanya Raka.
Santi menggelengkan kepalanya “perutku seperti ada yang menusuknya dari dalam.” ucap Santi dengan wajah yang terlihat kesakitan.
“Ayo kita ke rumah sakit!!. Agar Andre dapat memeriksamu” ucap Raka.
Raka mengambil baju yang tergeletak asal di rerumputan lalu memakaikannya untuk Santi.
__ADS_1
Raka kemudian menggendong Santi melewati hutan Pinus yang jalannya lumayan jauh dari tempat mobilnya terparkir.
Sepanjang jalan, Santi hanya berteriak kesakitan dan menggeliat akibat perutnya yang sakit.