(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LV


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 55


Hadiah Untuk Santi


Raka membukakan pintu untuk Santi. Santi pun keluar, “ terima kasih” ucap Santi seraya tersenyum


“Ayo, aku ingin mengambil sesuatu di apartemen.” Ajak Raka .


Raka dan Santi kemudian berjalan ke dalam apartemen. Seperti biasa ,Raka akan menggendong Santi saat menaiki lift . Karna mabuk lift yang Santi alami, sudah sangat akut.


Sesampainya di apartemen,.


“ Santi, kamu tunggu di sini sebentar, aku mau ke ruang kerja.” Ucap Raka


Santi mengangguk, membiarkan Raka yang berlalu di balik sebuah pintu.


Di dalam ruang kerja,.


Raka meraih ponselnya,


“bagaimana?. Apakah Semua persiapan telah selesai?” Tanya Raka ketika sambungan telefonnya terhubung


(..........) di seberang telefon


“ok baik, usahakan semuanya harus siap sebelum fajar menampakkan dirinya” ucap Raka seketika memutuskan panggilannya .


Raka mengambil beberapa berkas, lalu menuju keluar menemui Santi.


“ Ayo sayang, kita pergi ke suatu tempat” ajak Raka Seraya menghampiri Santi.


“ Ke mana?” tanya Santi


“ Ikut saja, aku ingin menunjukkan sesuatu” jawab Raka dengan menarik tangan Santi. membimbingnya keluar dari apartemennya.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil, Raka kemudian melajukan mobilnya Dengan melewati jalanan yang sudah terlihat sedikit ramai.


Setelah beberapa menit berjalan, mereka memasuki hutan yang di tumbuhi pohon Cemara Dan beberapa menit kemudian mereka melewati hutan pinus.


“ Ka, bukankah ini jalan ke arah danau yang waktu itu kan?” tanya Santi ketika mengenali jalan yang mereka lewati .


“ Yups, tepat sekali. Dan di belakang danau itu ada sebuah bukit, saat itu aku ingin mengajakmu ke tempat tersebut. Hanya saja, waktu itu terjadi masalah ” tukas Raka menjelaskan


Santi hanya mendengar tanpa mau menjawab, ia lebih memilih menikmati pemandangan yang tersaji di balik kaca mobil.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, mereka mulai menaiki tanjakan, di sepanjang jalan Santi di sambut oleh rusa dan kelinci.


Santi Pun tersenyum ketika melihat hewan-hewan gemoy yang bebas berlarian ke sana dan ke sini tanpa ada rasa takut.


Setelah beberapa menit melaju .Dan dari kejauhan di atas sebuah bukit , Santi dapat melihat sebuah bangunan . Sesaat Santi merasa bahwa ia sedang berada di negeri dongeng.


Tak lama, mobil mereka memasuki bangunan yang megah. Bangunan tersebut terlihat seperti kastil kerajaan .


Mata Santi berbinar “ ka, apakah ini museum?” tanya Santi


Raka menoleh ke arah Santi “ apakah bangunan di depanmu terlihat seperti bangunan kuno?” tanya Raka


“ Bukan!!. Ini terlalu indah” ucap Santi dengan takjub melihat ke sekeliling


“ Ini adalah rumahmu” ucap Raka


Santi terperanjat mendengar ucapan Raka “ hahaha.. aku bukan Cinderella. Dan aku tidak pernah bermimpi untuk tinggal di rumah seperti ini” ucap Santi tak percaya


“ apakah aku terlihat bercanda?. Ini adalah rumah yang belum lama ku bangun, Rencananya akan aku tunjukan ketika kau menjadi istriku. namun itu mungkin terlalu lama” jelas Raka .


Raka kemudian menepikan mobilnya, “ ayo turun. Aku ingin lihat pendapatmu ,tentang hadiah yang aku berikan padamu” ucap Raka mengajak Santi


Mereka pun turun dari mobil, seraya menelusuri setiap isi bangunan.


“ Raka , aku tidak ingin menerima hadiah sebesar dan se’berharga ini” tolak Santi


“ Kenapa?. Apakah ini terlihat jelek?” tanya Raka


Santi menggeleng kepalanya dengan kasar “ bukan!!, Bukan begitu tapi , ini terlalu besar. aku tidak sanggup untuk membersihkannya ” jawab Santi


Raka Memegang pundak Santi, “ sini lihat ke dalam mataku” ucap Raka seraya menatap Santi dengan lekat


Santi menatap bola mata coklat yang ada di hadapannya .


“dengar!!. Kamu cukup jadi ratu di istana yang telah aku bangun untukmu . Dan lahirkanlah anak yang banyak Untukku” ucap Raka seraya menatap Santi


Santi terkekeh mendengar permintaan Raka, “ hahaha Raka , apakah aku hanya menjadi ratu pencetak anak?.” Ucap Santi dengan tawanya


Raka dengan cepat membungkam mulut Santi dengan bibirnya, “ kau tahu?. Aku sangat kesepian ketika aku hanya menjadi anak tunggal. Aku membuat rumah sebesar ini agar aku berharap, rumah kita bisa di isi dengan canda, tawa dan tangisan anak-anak” ungkap Raka seraya melepaskan bibirnya


Santi terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Raka “ maaf!!. Jika tawaku membuat kau sedih” ucap Santi dengan sesal.


“ sudahlah, tidak perlu di bahas lagi. Toh kita belum menikah, ayo telusuri halaman rumah ini” ucap Raka seraya mengajak Santi

__ADS_1


Santi mengangguk lalu mengekori Raka.


Raka tiba-tiba berhenti di sebuah teras yang langsung menuju ke arah danau. “ Santi kau tahu?. Aku membangun rumah di dalam hutan agar orang lain tidak akan mengusik kita, bahkan orang tuaku pun tidak mengetahui keberadaan rumah yang aku bangun ini ” ucap Raka seraya menatap lurus ke depan


Santi menghampiri Raka, seraya ikut menikmati apa yang tersaji di hadapannya.


“ bisakah kau menceritakan tentang dirimu?” pinta Santi


Raka menghela nafas panjang, “ selama ini, aku merasa kesepian. Dan aku tidak pernah mendapatkan cinta dan kasih sayang yang selama ini aku harapkan. Karna orang tuaku terlalu sibuk dengan urusan mereka ” ucap Raka


“Hingga aku bertemu dengan Andre dan Kevin yang mempunyai latar belakang sepertiku. Pria-pria yang kesepian, namun yang paling beruntung adalah aku .Karna masih memiliki keluarga yang lengkap” lanjut Raka


Santi menoleh ke arah Raka “ orang tua Dokter Andre dan Kevin di mana?” tanya Santi


“ Orang tua Andre meninggal pada saat kecelakaan dan orang tua Kevin telah bercerai. Dan Kevin hidup dengan ayahnya yang kerjaannya hanya berjudi ” Jawab Raka


“ maaf, aku tidak mengetahui hal tersebut. Aku pikir kalian sebagai makhluk Bunian tidak pernah Merasakann kesepian ” ucap Santi seraya menatap Raka yang terlihat menatap lurus ke depan.


“ yah, aku kadang berpikir. Jika kita manusia kenapa harus tinggal di alam gaib?. Dan kalau kita gaib kenapa kita berperilaku seperti manusia?. Entalah” jawab Raka


Santi mengelus pundak Raka “ kadang logika selalu bertentangan dengan hal yang tak terlihat. Namun pada kenyataannya, kita hidup secara berdampingan dengan alam, hewan, manusia dan hal gaib. ” ucap Santi


Raka tersenyum mendengar penuturan Santi, “ ah.. ok , ayo!!. Sudah waktunya kita pulang, kau harus banyak istirahat. Karena besok, kau akan melewati hari yang melelahkan” ucap Raka


Santi menatap aneh ke arah Raka “ apa lagi yang kau rencanakan Raka?” tanya Santi penasaran


“ Nanti juga kau akan mengetahuinya” jawab Raka


Santi seketika memukul lengan Raka, “ aku kan pasanganmu. Kenapa sulit kau terbuka untukku” pekik Santi dengan tangan yang terus memukul lengan Raka yang mencoba menghindar


Raka tertawa seraya menghindar, “ aw...aw.. sakit jelek..!!” ucap Raka seraya tertawa


“ biarin kalau sakit” ucap Santi dengan tangan yang terus memukul


Raka memegang tangan Santi kemudian menariknya ke dalam pelukan, seketika menempelkan bibirnya ke bibir Santi “ apakah dengan begini kau akan diam?” ucap Raka menatap penuh kasih kepada wanita di hadapannya


Santi terdiam, ia langsung memeluk Raka, “ Tuhan, Ijinkan aku bahagia seperti ini di setiap aku membuka mata ” batin Santi


“Apakah kau akan terus memelukku?” tanya Raka


Santi melepaskan pelukannya “maaf!!. ayo pulang” ajak Santi seraya menatap Raka .


Raka tersenyum kemudian meraih tangan Santi, Santi pun balas menggenggam tangan Raka. lalu mereka berjalan menuju ke arah mobil yang di parkir .

__ADS_1


__ADS_2