(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Tamu Tak Terduga


__ADS_3

...Tamu Tak Terduga...


...****************...


Santi teelihat sedang sibuk di dapur, ia terlihat sedang asyik dengan adonan di hadapannya.


“ sudah lama aku tidak bergelud dengan tepung, telur dan mentega. Rasanya kaku sekali" Guman Santi dengan mixer yang ada pada tangannya.


Santi menatap wadah yang berada di hadapannya dengan yang terlihat berseri-seri ketika ia sedang melakukan aktivitasnya.


“ lagi kelihatan senang nih!!, Kamu Lagi buat apa?"


Tanya ibu santi, dengan menepuk pundak Anaknya yang sedang terlihat serius dengan mixer dan beberapa bahan untuk membuat kue.


“ E... Mama, bikin kaget saja. Oh!!, ini , Santi lagi buat kue ma,” Jawab Santi seraya menoleh ke arah ibunya.


“ Emang kamu enggak ke kebun?” Tanya ibu Santi


“ Ga ma, lagi males” Jawab Santi


“ tumben malas, biasanya rajin. E.. mama perhatikan wajah kamu akhir-akhir ini berbeda loh!!” Ucap ibu Santi seraya menatap wajah anaknya.


“ Beda gimana ma?” Tanya Santi bingung sembari menoleh ke arah ibunya dengan alis mengerut.


“lebih berseri-seri. Sama seperti dulu waktu kamu sama Adit, apa jangan-jangan kamu lagi jatuh cinta ya?" Tanya ibu Santi dengan tatapan menyelidiki.


“ ish!!, Apaan sih ma, enggaklah!!, Santi saat ini masih mau fokus sendiri dulu” Jawab Santi berbohong.


“ hayo!! ngaku,Itu hid-..” ucapan ibu Santi terhenti ketika mendengar suara orang memberi salam dari Arah pintu depan .


“Permisi!! ” suara orang dari arah pintu


“ siapa ma?, Coba mama tengok dulu. soalnya Santi lagi kerepotan nih!!" pinta santi


Ibu Santi kemudian beranjak, ia lalu pergi ke arah ruang tamu.


Setelah beberapa saat, ibu Santi kembali ke arah santi yang masih terlihat sibuk.


“ anu itu Nak, si Adit yang datang " Ucap ibu Santi memberitahu , siapa tamu yang datang.


Santi tersentak mendengar jawaban ibunya, “ kenapa Adit mencariku setelah beberapa tahun?" Batin Santi bertanya .


“ terus mama bilang apa ke Adit ?” Tanya Santi.


“ mama bilang, mau coba lihat kamu dulu. Apa kamu di rumah atau lagi keluar” Ucap ibu Santi .


“ Bilang saja Santi lagi keluar ma, Santi sudah tidak mau lagi ketemu sama Adit” pinta santi


Ibu Santi kemudian beranjak lalu menuju ke ruang tamu.


Beberapa saat, ibu Santi kembali lagi .

__ADS_1


“gimana ma?. Apa Adit’nya sudah pergi?” Tanya Santi saat melihat ibunya kembali.


“ katanya mau nungguin” jawab ibu Santi.


“ ih!!, Tuh cowok ya, keras kepalanya tak pernah berubah. Buat mood ku hilang saja” Pekik Santi dengan kesal .


“ udah ..mending kamu temui dulu. Dan bicarakan masalah kalian baik-baik, kasihan Dia datang dari jauh loh!!" Pinta ibu Santi.


“ iya!!. Itu, Mama tolong lihatin kue ku ya, sudah aku taruh di oven” Jawab Santi kemudian beranjak .


“ yah sudah sana!! ” ucap ibu Santi


Santi kemudian menuju ke arah ruang Tamu ,Dari jarak beberapa meter. Santi dapat melihat seorang pria yang sudah 2 tahun meninggalkannya yang sedang duduk di salah satu kursi sofa di ruang tamu.


Santi mencoba menguatkan hatinya untuk dapat bertatap jika berbicara. Biar pun Santi sudah tidak mencintai Adit , namun pria tersebut pernah singgah di dalam Palung hatinya selama beberapa tahun. Namun saat melihat Adit, perasaan Santi kembali perih ketika mengingat Adit yang meninggalkan dirinya.


"huufff!!, ini seperti membuka luka lama kembali. Kenapa kau harus datang di saat aku sudah mulai melupakanmu?" Batin Santi


Dengan berat hati , Santi mulai melangkahkan kakinya ke arah Adit yang sedang duduk dengan tangannya yang terlihat sedang bermain di layar ponsel.


“ ada apa Mencari ku?" Ucap Santi datar.


Adit langsung berdiri seraya berjalan ke arah Santi lalu mencoba meraih tangan Santi.


“ Apa maksudnya ini?" Ucap Santi seraya menepis tangan Adit dengan kasar.


“ Santi!!, Aku datang untuk minta maaf kepadamu" tutur Adit sesal .


“ maaf?. Kenapa minta maaf?. Aku yang salah, Karna telah mengkhianatimu”


Ucap Santi kepada Adit dengan mata yang terlihat mulai basah, karna mengingat kembali masa dimana ia terpuruk sendirian.


Adit meraih tangan Santi “ aku tahu aku salah Santi!!. Tolong beri aku kesempatan , aku tahu semuanya. Ini semua Karna Iren kan?” Ucap Adit memohon .


Santi kembali menepis tangan Adit. Lalu menyeka dengan kasar air mata yang sudah mulai menetes.


“ dit, selama 2 tahun aku terpuruk dalam kesendirian . Dan tiba-tiba kamu datang Karna baru mengetahui aku di jebak?" pekik Santi dengan suaranya yang terdengar mulai bergetar.


“ maafkan aku, seharusnya aku selidiki terlebih dahulu . Tapi Kenapa kamu tak memberitahu semua yang kamu alami pada waktu itu?" Ucap Adit .


“ Memberi tahumu?. Aku sudah memberi tahumu, aku memintamu untuk menanyakan semuanya kepada Iren. Tapi kamu lebih memilih meninggalkanku kan?. Dan lagi, aku terlalu takut memberi tahumu jika aku di jebak. Dan jika aku memberi tahumu, Apakah pada saat itu kamu akan percaya haaa???" pekik Santi emosi mengingat kembali kejadian ia di jebak.


Adit terpaku mendengar semua ucapan wanita di hadapannya ,Wanita yang hampir menjadi istrinya. Namun kini, Wanita tersebut terlanjur membenci Adit.


“ Santi!!, Aku sungguh minta maaf, aku.. aku benar-benar calon yang tak berguna, Sungguh aku sangat menyesal ” ucap Adit tertunduk .


“ ya .. bagus jika kamu sadar, jika kamu memang tidak berguna. Selama 2 tahun kamu kemana ah? ” jawab Santi ketus .


“ iya!!, iya, aku tahu aku salah. Aku selama 2 tahun aku juga terpuruk Santi, mencoba untuk melupakanmu. Namun aku tak bisa" jawab Adit


" terus, kenapa sampai 2 tahun baru menampakan dirimu?, cihh!!, kembali saat kau baru mengetahuinya?" pekik Santi membuang wajahnya.

__ADS_1


" Santi tolong!!, aku benar-benar minta maaf. Beri aku Satu kesempatan dan akan aku buktikan, Ayolah kita memulai kembali dari awal" pinta Adit mengibah .


“ hahaha!!!. Memulai dari awal?. Adit!! , Di saat kau meninggalkanku, maka dari saat itu juga kita sudah tidak berjodoh. Jadi untuk apa kita memulainya kembali dan membuat sesuatu cerita yang sama dari awal?" Ucap Santi dengan emosi dengan air bah yang terus keluar dari matanya.


“ Apakah Karna lelaki itu?” tanya Adit


“ Lelaki siapa yang kau maksud?" Santi bertanya balik.


“ pria bule itu?” ucap Adit .


Santi tersentak mendengar ucapan Adit, “ tahu dari mana Adit tentang Raka?” Batin Santi kaget.


“pria bule yang mana?. Kamu jangan mengada-ngada Dit, jangan karna aku menolak untuk kembali, kau malah menuduhku" Ucap Santi mencoba menutupi keberadaan Raka .


“ sudahlah Santi, aku tahu pria tersebut. Tapi aku akan buktikan jika aku lebih baik dari pada pria yang menjadi pacarmu saat ini” Ucap Adit seraya berjalan keluar dari ruang tamu tanpa permisi .


“ Adit!!!, apa maksud ucapanmu?" Teriak Santi seraya mengejar Adit .


Saat Santi berada di belakang Adit, Santi langsung menarik tangan Adit dengan kuat.


“ ku peringatkan!!, Jangan pernah ikut campur dengan urusanku, aku denganmu sudah tidak ada apa-apa lagi Mengerti??” Ucap Santi dengan suara menekan


“ Iya aku tahu kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi , Ok!!, aku minta maaf. Namun, Jika aku tidak bisa memilikimu, maka pria mana pun tidak aku ijinkan untuk memilikimu. Aku pergi!!” Ucap Adit, seraya berjalan ke arah mobilnya .


Santi mengejar pria yang pernah ia cintai, namun Adit dengan cepat telah masuk ke dalam mobil yang hendak berlalu .


“ Dit....Adit... Tolong!!! ,Jangan usik kehidupanku lagi, Adiiit..!!” teriak Santi di Balik kaca mobil seraya mengedor-gedor kaca tersebut . Namun Adit tetap berlalu .


Santi dengan nafas memburu ,menatap mobil Adit yang sudah berlalu meninggalkannya.


“ arrggghhhh ... Dasar pria egois!!, Bagaimana ini?. jika Adit tahu tentang Raka?” Guman Santi frustasi .


Santi kemudian masuk ke dalam rumahnya.


“ gimana?, sudah kelar urusannya?" Tanya ibu Santi saat berpapasan dengan Santi saat Santi masuk ke dalam rumah.


“ enggak tahu ma, Santi pusing. Santi mau istirahat dulu" Ucap Santi seraya menuju ke arah kamarnya .


“ kuenya gimana ini Nak?” tanya ibu Santi.


“ taruh saja di toples!!" sahut Santi dari dalam kamarnya .


Mendengar hal tersebut, ibu Santi tak lagi menjawab. ibu Santi kumudian beranjak dari depan kamar Santi .


Di dalam kamar, Santi mengambil kemeja Raka yang sudah ia cuci. Di ciumnya kemeja tersebut .


“ Ka, baru beberapa hari kita jadian, Tapi sudah ada benalu dalam hubungan kita, Aku takut jika mereka mengetahuimu. Aku takut jika mereka akan memisahkan kita ” ucap Santi seraya memeluk kemeja Raka dalam dekapannya yang terus berbicara dengan ilusi.


Santi berbaring di tempat tidurnya seraya mendekap erat kemeja Raka sambil termenung.


Saat ini, perasaan Santi sedang Rancu karna Memikirkan hubungannya dengan Raka di masa mendatang. Apakah akan bertahan ataukah akan terjadi perpisahan?. Sedangkan rasa yang tumbuh di hati Santi sudah terlalu kuat.

__ADS_1


__ADS_2