
...WANITA MISTERIUS...
...****************...
Setelah 4 hari, Santi menghabiskan hari-harinya tanpa kekasih gaibnya. yang selalu menemani Santi ketika ia sedang berada di kebun.
Dan juga, akhir-akhir ini Santi terlihat tidak bertenaga menjalani aktivitasnya.
Apalagi belum lama, ia bertemu dengan Adit yang membuat pikirannya semakin bertambah.
“ Apa yang akan Adit lakukan di belakang sana?. Aku punya firasat buruk, akan ada hal yang terjadi dalam hubunganku dengan Raka" Batin Santi ketika ia mengingat tentang Adit yang menemuinya.
Santi menarik nafas panjang seraya menatap nalar ke arah langit-langit.
“ Raka!!!. Aku membutuhkanmu. Ingin aku membaca mantra yang kamu berikan. Tapi aku tak ingin egois, Mungkin kamu di sana sedang sibuk dengan urusanmu ” Guman Santi merindu.
Tatapan Santi kosong menatap nalar ke arah langit-langit, membuat ia membayangkan apa yang sedang di lakukan oleh Raka di alamnya.
"Apakah dia sedang bekerja atau sedang bersama wanita lain di alamnya?" batin santi
“ Ha... Santi jangan berpikiran aneh, selalu positif. Mungkin saja Raka benar-benar sedang sibuk” Guman Santi seraya ia menggoyangkan kepalanya untuk mengusir pikiran negatifnya terhadap Raka.
Santi masih dengan khayalannya tentang kekasihnya tersebut ,hingga akhirnya matanya terasa kian memberat.
sebelum Santi terlelap ia sempat mengatakan “ Raka.. aku rindu, hadirlah dalam mimpiku ” Guman Santi yang akhirnya terlelap.
...****************...
Santi mencium bau bunga yang sangat menyengat, bau itu sungguh menusuk penciuman Santi.
Saat mencium bau tersebut, spontan Santi membuka matanya.
“ Apa yang terjadi?, Apakah aku sekarang berada dalam dunia mimpi lagi?” batin Santi menatap ke sekeliling.
Saat ini, Santi sedang terbaring di bawah pohon wisteria dengan bunganya yang tampak berguguran. Santi mencoba untuk bangun, namun badannya tidak bisa di gerakan .
“Raka!!” Teriak Santi mencoba untuk bangkit.
Tap ..tap..tap..
( suara langkah kaki )
Tiba-tiba Santi mendengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan ke arahnya. Santi dengan cepat mengarahkan pandangannya ke arah Bunyi langkah kaki tersebut.
Dan kini, Santi dapat melihat siapa yang menghampirinya.
Seorang wanita cantik dengan penampilan yang glamor nan mentereng.
Santi menatap heran dengan wanita yang menghampirinya.
“ Siapa kamu?” Tanya Santi ketika melihat wanita yang sedang berdiri di hadapannya.
Wanita tersebut tersenyum sinis ke arah Santi.
Wanita itu kemudian berjongkok, kemudian mencengkram pipi Santi dengan Kuat.
“ Aku peringatkan kepadamu. Jauhi Raka!!” ucap wanita tersebut seraya menepis wajah Santi .
__ADS_1
Santi mencoba meronta agar ia dapat bergerak . Namun tubuhnya seperti di kunci.
“ alasan apa aku harus menjauhi Raka?” pekik Santi dengan tatapannya yang terlihat tajam .
“ ha!!, apakah Raka tidak pernah memberitahu mu?” Ucap wanita tersebut menatap Santi.
Santi hanya menatap tajam ke arah wanita yang sedang duduk berjongkok di hadapannya, dengan menunggu hal apa yang ingin di sampaikan oleh wanita cantik itu kepadanya.
“ Ok.. aku akan beri tahu kepadamu. Aku adalah tunangan Raka!!" tutur wanita tersebut menekan.
Pupil mata Santi seketika melebar Karna kaget dengan ucapan wanita yang ada di hadapannya.
“ kamu pasti mengada-ngada” Ucap Santi tak percaya, bahwa wanita yang kini berbicara dengan dirinya adalah tunangan Raka.
“ terserah kamu mau percaya atau tidak, yang jelas aku adalah tunangan dari lelaki yang saat ini sedang bersama dirimu ” Ucap wanita tersebut dengan senyum srimknya.
Santi terdiam, ia tak dapat berbicara atau pun menjawab perkataan wanita yang ada di hadapannya.
“ jika kamu masih berani mendekati Raka, Kamu akan menanggung resikonya!!!" Ancam wanita itu lalu seketika menghilang di Hadapan Santi.
Santi yang mendapati wanita itu menghilang dari pandangannya, dengan kuat ingin berdiri lalu mengejar wanita tersebut. Tak di sangka, Santi kini dapat berdiri dan bisa menggerakan tubuhnya.
Saat Santi tersadar dari mimpinya , ternyata Santi sudah berada di bawah pohon beringin yang rimbun di tengah hutan .
“ Di mana aku sekarang?, Bukankah aku sedang berada di bawah pohon yang cantik?” Guman Santi seraya menatap ke sekeliling dengan keheranan.
Santi mencoba untuk berdiri dari tidurnya, seraya matanya kian liar menatap keadaan sekitar.
“ Kenapa aku ada di bawah pohon beringin?, Siapa tadi wanita yang berada di dalam mimpiku?, apakah dia yang membawaku kesini?" Bantin Santi bertanya
Santi kemudian berdiri lalu melangkahkan kakinya ke arah semak-semak yang tumbuh di sekitar pohon beringin.
Sudah beberapa lama Santi berjalan, namun Santi tak kunjung mendapatkan pemukiman. Padahal keadaan terlihat sudah gelap, sebentara Santi masih berada di tengah hutan dengan tanpa ada penerangan.
Santi yang masih berharap, kini melanjutkan langkah kakinya Namun tak di sangka, langkah kaki Santi membawanya lebih Jauh ke dalam hutan.
" apa yang harus aku lakukan?, berdiam diri?, sepertinya tidak bisa. Bagaimana jika ada hewan buas?" Batin Santin yang terdiam sejenak, lalu memandangi keadaan di sekitar dengan Roma yang sudah berdiri.
Santi mencoba mengusir rasa takutnya untuk segara dapat keluar dari hutan yang membuatnya linglung tersebut .
“ apa yang sebenarnya terjadi kepadaku?. Dan siapa wanita tadi yang menghampiriku?. Apakah benar jika wanita tersebut adalah tunangan Raka?" Guman Santi dengan terus melangkah.
Santi menguatkan dirinya lalu mencoba menerobos kegelapan dan terus berjalan dengan sinar bulan yang menemaninya dan menjadi salah satu penerangan yang Santi punya saat ini.
Wuusshhhhh...
( Angin yang datang k
Tiba-tiba ada angin yang datang berhembus lalu menerpa wajah Santi.
Santi menutup mata, beberapa saat kemudian Santi kembali membuka matanya.
ternyata ada Andre yang sudah berdiri di hadapan Santi.
“Dokter Andre?" teriak santi terkejut saat mendapati Andre di hadapannya yang tengah berdiri .
“ ikuti aku Wanita bodoh!!!” Ucap Andre ketus .
__ADS_1
Santi mengangguk lalu mengekori Andre dari belakang.
Kawasan yang tadinya hutan, tiba-tiba kini telah berubah menjadi sebuah pemukiman. Hal tersebut tak membuat Santi merasa Aneh atau pun heran dengan perubahan dimensi, Karna Santi sudah mengetahui siapa Raka dan kawan-kawannya.
“ Raka kemana Dok ?" Tanya Santi membuka pembicaraan .
Andre menarik nafasnya “ sudah tersesat seperti ini, kamu masih saja memikirkan lelaki itu” cetus Andre yang terus melangkahkan kakinya ke depan.
“ Aku hanya bertanya , Kenapa jawaban dokter ketus begitu?” Ucap Santi seraya mengimbangi langkah Andre dari belakang.
Andre menarik nafas kasar. dengan tiba-tiba menghentikan langkahnya, lalu kemudian ia membalik badannya ke arah Santi yang berada tepat di belakangnya.
Hal tersebut membuat Santi menabrak dada Andre yang berhenti secara tiba-tiba .
“haduh Dok!!, Dokter kalo jalan jangan berhenti tiba-tiba dong!!” pekik Santi seraya menggosok dahinya.
“mana kakimu?" Ucap Andre dingin.
“ Buat apa Dok?” Tanya Santi heran.
Dengan cepat Andre langsung berjongkok dan menarik kaki Santi ,lalu menaruh salah satu kaki Santi di atas pahanya.
“ Dok!!, apa-apaan ini?, Apa yang ingin dokter lakukan?"; Tanya Santi ,seraya berusaha menarik kakinya
“ Diam !!!” bentak Andre
sontak membuat Santi terdiam ketika di bentak, dan dia hanya patuh dengan apa yang di lakukan Andre kepadanya.
Andre mengeluarkan sebuah plester dari sakunya, kemudian menempelkan plester tersebut pada kaki Santi yang tergores .
Santi yang melihat hal tersebut langsung terdiam. Ia baru menyadari jika kakinya telah lecet akibat berjalan di semak-semak tanpa menggunakan alas kaki .
“ pakai sepatuku, Ini!! " Ucap Andre kepada Santi, dengan cepat Andre melempar sepatunya ke arah Santi.
dengan spontan Santi menangkap sepatu yang di berikan oleh Andre kepadanya, “Terus Dokter bagaimana?” Tanya Santi merasa tidak enak hati.
“Pakai atau ku gendong?” Tanya Andre menatap lekat ke ararah wajah Santi .
“ Iya!!, Aku akan segera mamakainya" Jawab Santi, dengan cepat menyelipkan kakinya ke dalam sepatu Andre
" lebih baik ku pakai, dari pada harus di gendong sama pria kaku ini" batin santi
Andre tiba-tiba tersenyum geli ketika melihat Santi memakai sepatunya. Karna Santi terlihat seperti Donal bebek dengan sepatu yang kebesaran pada kakinya.
Namun Santi tidak sempat melihat senyum Andre yang sempat terukir .
Andre langsung berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
Santi kemudian mencoba mengikuti langkah Andre yang sudah semakin jauh berada di depannya.
“ Dokter!!!,Tunggu aku!!!, Aku susah untuk berjalan. Ini sepatunya kebesaran di kakiku ” Teriak Santi dari arah belakang
Andre yang mendengar teriakan Santi pun menghentikan langkahnya , lalu berbalik kemudian berjalan ke arah Santi dan langsung menggendong Santi tanpa permisi.
“ ehh!!!. Dok, apa yang sedang dokter lakukan?. Turunkan aku!!" Pinta Santi seraya berteriak karna merasa malu.
Andre tak menghiraukan , teriakan Santi. Andre terus berjalan sampai ia tiba di tempat ia memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
Andre kemudian menurunkan Santi dari gendongannya.
“ masuk!!, Aku akan mengantarmu pulang” Ucap Andre