(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LVII


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 57


Pasangan Serasi


Santi berjalan ke arah raka lalu duduk di samping Raka “ ka, apakah aku tidak terlihat seperti waria?, jika berdandan seperti ini?. Karna sungguh, aku sangat kikuk ” tanya Santi saat menatap Raka yang duduk di sampingnya


Raka menoleh ke arah Santi dengan ter pelet,” kamu sangat cantik malam ini, dan aku suka” jawab Raka dengan tatapan tersengsem kepada Santi


Kevin beranjak dari duduknya, lalu kemudian berjalan ke arah Santi dan Raka “ kalian sungguh pasangan yang mustajab . Oh!!! , aku sangat iri, seandainya aku juga memiliki pasangan” ucap Kevin menggoda Raka dan Santi


Andre yang melihat tingkah Kevin mulai menggelengkan kepalanya,” mana mau, wanita dengan pria b3d3bah sepertimu Vin?. Wanita akan takut jika mereka hanya di jadikan koleksimu” ucap Andre kepada Kevin


Kevin menoleh ke arah Andre “ dari pada kamu Ndre, wanita satu pun, tidak ada yang pernah dekat denganmu ” timpa Kevin kepada Andre


Raka dan Santi hanya tertawa melihat tingkah Kevin dan Andre.


Tok..tok..tok.. (bunyi ketukan pintu)


“Siapa?” tanya Raka dari dalam ruangan


“ acaranya akan segera di mulai Tuan” jawab seseorang di balik pintu


“ Baik, saya akan segera turun” jawab Raka dari dalam ruangan


Andre dan Kevin terlihat beranjak dari duduknya


“ Ka, kita tunggu di bawah” ucap Andre


“ Iya, Aku akan segera menyusul” jawab Raka


Andre dan Kevin pun beranjak keluar dari ruangan.


Raka yang melihat para sahabatnya telah berlalu, dengan segera merapatkan dirinya kepada Santi.


“ Hei, aku beruntung ya!!, mendapatkan cintamu” ucap Raka membuka pembicaraan


Santi menatap Raka, “ aku yang lebih beruntung, Karna kau mau menerima masa laluku dan membuatku seperti ratu di hatimu” ucap Santi dengan wajahnya yang sudah terlihat bersemu.


Raka mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari saku jas’nya “ ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu ” ucap Raka seraya memperlihatkan sebuah kotak .


“Apa itu?” tanya Santi


“Hanya sebuah kalung jelek dari batu Blue Safir ” jawab Raka ,seraya ia membuka kotak yang ada di tangannya.


Santi seketika menutup mulutnya, dengan kedua telapak tangannya. Di sertai mata yang berbinar menatap isi kotak yang telah di buka oleh raka.


“ Oh!!!.Ini sungguh cantik Raka” ungkap Santi melihat kalung yang di berikan oleh Raka


Raka tersenyum melihat ekspresi Santi. “ Terima kasih jika kau menyukainya, apakah kau ingin aku memakaikannya untukmu?” tanya Raka dengan tatapan kasih.


Santi mengangguk dengan cepat, seketika Santi memutar badannya.


Raka pun memakaikan kalung ke leher Santi . Saat Raka mengalungkan kalung tersebut ke leher Santi, Raka dapat melihat Tengkuk Santi yang bersih. Seketika Raka mendaratkan bibirnya dengan lembut lalu mengecup leher Santi dari arah belakang .


Santi yang merasakan hal tersebut, tiba-tiba membuat sekujur tubuhnya merinding dan terasa geli , akibat kecupan yang di berikan oleh Raka pada tengkuknya.


“Raka!!!. Kamu nakal iihh” ucap Santi dengan sontak membalikkan badannya menatap Raka kesal .


Raka yang melihat reaksi Santi, hanya bisa terkekeh.


"Raka, sebelum kita turun, ayo mengambil foto. Aku kan punya ponsel yang kau berikan" pinta Santi seraya menunjukan ponselnya.


Raka tersenyum, " baiklah, ayo!!" jawab Raka


Santi kemudian membuka fitur kamera di poselnya.

__ADS_1


cekrek...cekrek... (bunyi suara kamare)


Santi kemudian melihat hasil foto yang telah ia ambil " wah!!. kau sungguh tampan" tutur Santi ketika melihat hasil foto yang Baru saja ia ambil .


“ kamu juga sangat cantik, Ayo kita turu!!” ucap Raka , lalu mengajak Santi untuk turun. Raka berdiri dari duduknya dan memberikan tangannya kepada Santi


Santi menatap Raka dengan tersenyum. Seraya menggapai tangan Raka kemudian berdiri.


Raka dan Santi pun berjalan keluar bersama, kini Santi terlihat merangkul lengan Raka dengan erat.


“ Santi, Kenapa kau berjalan begitu?.” tiba-tiba Raka bertanya ketika melihat Santi berjalan seperti robot.


Santi menatap Raka,” maaf ka, tumit ku terasa sakit. Sepertinya, sepatu yang aku pakai terlalu tinggi” berbisik Santi kepada Raka.


“ Di tahan dulu ya, kita mau sampai. Nanti akan aku Carikan sepatu yang flat untukmu” jawab Raka


Santi mencoba berjalan normal dengan menahan perih pada tumitnya .


Kini Raka dan Santi menuruni tangga menuju ke Aula. Di aula tersebut ,adalah tempat acara yang sedang di gelar.


Para tamu undangan seketika menoleh ke arah Raka dan Santi, Santi yang tampak anggun dan Raka yang terlihat sangat menawan, ketika Raka memakai jas hitam yang di sesuaikan dengan dress yang di pakai oleh Santi .


“Waw!!!!. coba lihat wanita itu”


“Aku belum pernah melihat Tuan Raka menggandeng perempuan . Apakah itu calon Tuan Raka?”


“ oh sungguh serasi, namun sayangnya wanita itu hanyalah seorang manusia”


“ Pak direktur tampan sekali”


Hal yang terdengar ketika Raka dan Santi tiba di ruang Aula.


Raka dan Santi tidak menggubris ucapan para tamu undangan. Mereka terus berjalan melewati para tamu dengan tangan Santi yang setia merangkul lengan Raka dengan erat.


“ Hei Tuan Raka, selamat atas ulang tahun perusahaan yang ke-4. Semoga semakin berjaya” ucap seorang pria menghampiri Raka.


“ Terima kasih Tuan Zean atas ucapannya” ucap Raka kepada seorang tamu yang bernama Zean


Zean melihat wanita yang berada di samping Raka, “ apakah ini wanita yang telah mencuri hati Tuan?” ucap Zean seraya menatap Santi


Raka tersenyum “ yah, dia Santi” ucap Raka


Santi seketika menatap Zean sembari tersenyum.


Zean yang melihat , membalas senyuman Santi “ semoga betah di dunia kami nyonya Santi” ucap Zean


“ Terima kasih Tuan” ucap Santi seraya membungkuk


“ mari tuan Zean, saya harus mengantar kekasih saya untuk mengganti sepatunya” ucap Raka seraya berlalu bersama Santi


Raka dan Santi pun berlalu meninggalkan tamu yang bernama Zean .


Raka tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu menatap Santi “ apakah masih sakit?” tanya Raka khawatir.


Santi mengangguk .


Seketika Raka langsung menggendong Santi lalu berjalan.


“Aww!! lihat itu??”


“ Tuan Raka sungguh perhatian”


Terdengar ricuh di tengah ruangan, akibat Raka yang menggendong Santi. membuat para tamu wanita terlihat syok dengan apa yang Raka lakukan.


“ Raka!!. Aku malu di tatap orang” ucap Santi

__ADS_1


Raka terus berjalan hingga ia melihat sebuah kursi, ia langsung menurunkan Santi di atas kursi.


Raka kemudian membuka sepatu Santi.


“ aww...” lirih Santi ketika Raka membuka sepatunya


Raka seketika dapat melihat lecet pada kaki Santi, pada tumit Santi sudah ada kulit yang terkelupas akibat sepatu yang Santi gunakan.


“ maaf ,Karna aku tidak tahu ukuran sepatumu” ucap Raka sedih melihat kaki Santi .


Santi memegang pundak Raka yang sedang berjongkok “ tidak apa-apa” jawab Santi


“ pelayan!!” teriak Raka ketika melihat seorang pelayan melewati mereka .


“ Iya tuan, ada apa memanggil saya?” jawab seorang pelayan


“ Ambilkan air es di baskom dan beberapa kapas” pinta Raka


“ Baik tuan” ucap pelayan dengan segera berlalu.


“ mari kita dengar sambutan dari Tuan Direktur Utama kita, yaitu Tuan Raka Saputra. Untuk Tuan, waktu dan tempat di silahkan!!” ucap pembawa acara


“ Santi kamu tunggu di sini sebentar ya , aku akan secepatnya segera kembali” ucap Raka menatap Santi


Santi mengangguk , Karna Santi juga mendengar jika raka harus memberi sambutan.


Raka beranjak meninggalkan Santi sendiri. dengan puluhan Mata, yang sedang menatap Santi dengan tatapan aneh.


Hal tersebut membuat Santi merasa kikuk. dengan situasi seperti ini, Santi merasa tersudut.


“ He,, wanita bodoh, ada apa dengan kakimu?” tanya Andre yang tiba-tiba datang menghampiri Santi .


Santi mendongakkan wajahnya,” oh, Dokter Andre. Hehe, tidak apa-apa Dok. Kakiku hanya sedikit lecet ” jawab Santi seraya menunjukkan tumitnya


“ Hadee... Padahal sudah sangat cantik, tapi masih saja tidak dapat elegan” ucap Andre seraya berjongkok.


“ Apa yang ingin kau lakukan Dokter?. Tidak enak di lihat orang lain” tanya Santi seraya menarik kakinya


Andre menarik kaki Santi,” diam, aku ingin melihatnya” ucap Andre


“ tuan, ini yang tuan minta” ucap pelayan yang datang membawa permintaan Raka.


“Terima kasih” ucap Andre


Andre kemudian mulai mengomprea kaki santi dengan kapas dan air es, kemudian ia mengambil 2 buah plester di dalam sakunya. Kemudian menempelkan plester tersebut di tumit Santi .


“ Nah sudah selesai , tetaplah diam di sini sampai Raka selesai memberi sambutan ” ucap Andre seraya berdiri dari jongkoknya.


“ kenapa dengan kakak ipar Ndre?” tanya Kevin dengan tiba-tiba, saat ia menghampiri Santi dan Andre


“ Tuh , kaki Sinderellanya lagi keseleo” jawab Andre


Santi yang mendengar hal tersebut, seketika memonyongkan bibirnya.


Tanpa Santi sadari ,ada sepasang mata yang memperhatikannya dengan emosi.


Dari kejauhan, terlihat seorang wanita menatap Santi dengan kesal.


“pelayan!!!” teriak wanita tersebut


Seorang pelayan menghampiri wanita yang memanggilnya. “ ada apa nyonya?” tanya pelayan ketika berhadapan dengan wanita yang memanggilnya.


“ berikan minuman ini. kepada wanita yang memakai dress hitam, yang sedang duduk di sana” titah wanita tersebut kepada pelayan seraya menunjuk ke arah Santi


“ baik nyonya” ucap pelayan tersebut seraya berlalu mengantarkan minuman tersebut kepada Santi.

__ADS_1


__ADS_2