
My Man Is A Bunian Bab 53
Bertemu Santi
Raka berlari menyelusuri koridor rumah sakit dengan perasaan bahagia, Karna sekarang dia bisa bertemu dengan kekasih hatinya.
Raka menuju ke basement untuk mengambil mobilnya. Setelah berada di dalam mobil, Raka kemudian menarik pedal gas dan melaju meninggalkan rumah sakit .
“ Oh... Julietku, tunggulah Romeomu yang akan datang menemuimu . Aku tahu kau sedang risau memikirkanku” batin raka dengan tatapan lurus ke arah jalan .
Saat dalam perjalanan, Raka tidak sengaja melihat toko perhiasan. Hatinya tersentuh lalu berpikir untuk bisa membelikan sebuah hadiah kecil untuk Santi.
Akhirnya Raka menepikan mobilnya di depan toko perhiasan.
Raka turun dari mobilnya kemudian berjalan ke arah toko .
“ Selamat datang Tuan” ucap seorang wanita di pintu toko
Raka tak menghiraukan dan terus berjalan. Sesampainya di dalam toko, Raka mulai melihat-lihat koleksi yang berjejer di etalase.
“Ada yang bisa saya bantu Tuan?” tanya seorang wanita menghampiri Raka
“ Apakah hanya koleksi seperti ini?” tanya Raka
“ Di toko kami ada limited edition hanya ada 2. Jika Tuan mau, saya ambilkan” ucap wanita tersebut
“Bawa kesini” pinta Raka
Wanita tersebut beranjak dan tak lama ia kembali dengan membawa satu kotak perhiasan.
“ Ini Tuan” ucap wanita seraya menyodorkan sebuah kotak kepada Raka
Raka meraihnya dan membuka kotak tersebut ,Di lihatnya dengan cermat pada kalung yang berada di telapak tangannya.
namun kalung kristal yang berada pada tangannya, terlihat sangat berlebihan. Karna ia tahu, Santi wanita yang sederhana yang menyukai sesuatu yang simpel .
“ apakah bisa di pesan?” tanya Raka
“ Bisa Tuan” ucap wanita tersebut
Raka mulai membuat desain kalung untuk Santi. setelah selesai , Raka memberikan desainnya yang telah ia gambar.
“ ini, aku minta buat dengan sepersis mungkin. seperti yang ada pada gambar. Dan aku butuh 4 hari untuk mengambilnya” ucap Raka
“ Baik Tuan, saya usahakan. Nanti saya akan menghubungi Tuan” ucap wanita tersebut
Raka kemudian melangkah keluar toko seraya mengambil ponselnya dari saku.
“ Mark!!. Segara urus semuanya. Aku percayakan padamu. Karna acaranya 5 hari lagi, dalam 5 hari semuanya harus siap dengan sempurna” ucap Raka, ketika sambungan telfonnya tersambung.
__ADS_1
Raka kemudian memutuskan sambungan telfonnya .
Raka kemudian menuju ke mobilnya dan langsung melaju.
Selama perjalanan, Raka terlihat bingung. Ia bingung harus membelikan apa untuk kekasihnya, sedangkan yang Raka tahu kekasihnya tidak menyukai apa-apa.
“ Boneka?. Ah.. tidak-tidak, mmm oh ya!!. Aku tahu dia paling suka mengoleksi sweter” batin Raka
Raka kemudian menyuruh anak buahnya untuk mencarikan sweter yang sesuai dengan gambar yang ia kirim.
Setelah itu dia menuju ke sebuah butik langganannya.
Sesampainya di butik, semua pegawai menyambutnya.
“ Ada yang bisa kami bantu Tuan Raka?” tanya seorang wanita.
“ beri aku desain untuk gaun warna hitam” ucap Raka
“ Baik Tuan, tunggu sebentar” ucap wanita tersebut
“ Oh tunggu, wanita yang memakainya adalah wanita tomboy. Usahakan yang simpel namun terlihat elegant” ucap Raka
“ Baik tuan” wanita tersebut beranjak
Raka yang menunggu, seraya melihat photo Santi di ponselnya, “ wanita jelek, tak sabar aku memperkenalkanmu kepada semua orang. bahwa kau adalah wanitaku.” guman Raka seraya tersenyum melihat foto Santi.
“ Wah!!. Tidak sia-sia aku percayakan padamu. 4 hari lagi aku akan mengambilnya kesini” ucap Raka
“ baik tuan” ucap wanita tersebut
Raka kemudian beranjak dari butik tersebut lalu menuju ke arah apartemennya.
Sesampainya di apartemen, Raka kemudian mandi. Setelah mandi, Raka bergegas berganti pakaian dan kemudian menuju ke lobby.
“Tuan!!. Ini pesanan anda” ucap bawahan Raka seraya memberikan sebuah papper bag berlogo .
Raka menerimanya, lalu ia menuju ke arah mobilnya.
Sesampainya di mobil, Raka membuka isi paper bag tersebut, di lihatnya sebuah sweter berwarna hitam dengan gambar tengkorak. Raka kemudian menggelengkan kepalanya, “ kenapa aku bisa jatuh cinta dengan wanita horor sepertimu” guman Raka dengan tetap melaju.
Raka memasuki alam Santi, dengan cepat Raka menuju ke arah pohon randu. Namun ia tak menemukan Santi di sana.
“ Kemana wanita itu?” guman Raka
Raka kemudian menjamah keberadaan Santi, “ ah, wanita ceroboh!!. Kenapa harus sendirian di pantai?” ucap Raka
Raka kembali menuju ke mobilnya dan kemudian menuju ke arah pantai. Yang mana di pantai tersebut Santi berada.
Setibanya di pantai, ia melihat punggung wanita yang ia cintai dari kejahuan. Santi terlihat sedang menatap lautan. dan di tangannya , Santi sedang menggenggam kemeja Raka.
__ADS_1
Raka mulai melangkahkan kakinya untuk lebih mendekat ke arah Santi, namun langkah kakinya terhenti.
“Raaakkkkaaa!!. Kau dimana?. Kamu kira menunggu itu tidak menyakitkan?. Sakit tahu!!” teriak Santi menatap lautan
“ Raka bodoh!!!. Bodoh!!. Kamu pikir aku siluman ha?. Yang bisa menembus alammu?” teriak Santi.
Raka melihat dengan tatapan sedih, Karna telah membuat kekasihnya memikirkannya. Raka mulai mendekat.
Santi tiba-tiba terduduk di atas pasir, “ dasar bodoh, beritahu aku jika kau tidak apa-apa di sana. Dan beri tahu aku jika kau baik-baik saja di sana. ” lirih Santi terduduk dan kemudian menangis seraya memeluk kemeja Raka .
Raka langsung berlari memeluk kekasihnya dari belakang lalu mendekap Santi dengan erat ,“ apa sudah puas memaki ku?. Sudah lega dengan teriakanmu?. Jika belum, kau bisa menamparku dan memukulku ” ucap Raka di balik telinga Santi
deg, jantung Santi seketika berhenti berdetak " huaaawwwaaa, apakah ini benar kau?." tangis Santi seketika pecah
" hus...cup..cup.. udah jelek, jangan kebanyakan nangis. Nanti tambah jelek" ucap Raka seraya mengusap rambut Santi dengan sesekali mengecup kepala Santi.
Santi memutar badannya lalu menatap Raka dengan mata yang sudah penuh dengan pelangi " aku pikir kau di penjara, aku pikir kau akan di siksa" jawab Santi dengan isaknya yang masih terdengar sesegukan .
Raka memeluk Santi " buktinya aku baik-baik saja dan berada di sini" ucap Raka
Santi membenamkan kepalanya di dada Raka, menghirup aroma yang sudah lama ia rindukan.
" hei!!. ini ada sesuatu untukmu" ucap Raka seraya mendorong lembut badan Santi
Santi menyeka air matanya seraya menerima sebuah paper bag yang di berikan oleh Raka, " apa ini?" tanya Santi
" buka saja" ucap Raka
Santi kemudian membuka paper bag tersebut.
" wah... serius ini bahannya bagus bangat" ucap Santi ketika melihat sweter yang di berikan oleh Raka
" kamu suka?" tanya Raka
Santi mengangguk " terima kasih, padahal tidak perlu. asalkan kamu ada di sini saja, aku sangat bahagia" ucap Santi seraya memeluk Raka .
"Raka, aku tidak mempunyai satu foto pun tentang dirimu . bisakah kita foto berdua?" tanya Santi dengan tatapan berharap, jika Raka mau berfoto dengan dirinya.
" aku tidak ingin mengatakannya, namun asal kau bahagia. ayo ambil foto bersama" ucap Raka sembari tersenyum
Santi mengambil ponselnya lalu membuka kamera selfienya.
" ayo sini mendekat" ajak Santi yang menarik lengan Raka agar Raka dapat mendekat ke sisi Santi .
" ok, aku hitung yah... 1 , 2 ,3 cekrek" Santi dengan buru-buru ingin melihat hasilnya.
saat menatap foto yang baru saja di ambil oleh Santi, membuat Santi keheranan ketika menatap layar phonsellnya, " kok kamu ga ada ka?. kok cuma aku sendirian dalam foto ini?." tanya Santi bingung melihat hasil fotonya.
" Santi, kamera ponselmu tidak dapat menangkap wujudku" ucap Raka
__ADS_1