
...Mengantar Santi ...
...****************...
Dalam kamar Raka
Santi membuka matanya berlahan , ia merasa kelapanya teramat sakit, Santi mencoba mengangkat tangan kirinya namun tertahan oleh sebuah tangan.
Santi kemudian mengalihkan pandangannya ke arah tangannya.
“ Raka??. Kenapa belakangan ini setiap aku membuka mata, selalu ada pria ini?."
Guman Santi, saat melihat Raka yang tertidur di sisi tempat tidur dengan posisi terduduk dengan tangannya yang sedang menggengam tangan Santi.
Santi membiarkan tangan Raka di atas tangannya. Santi tak ingin membuat Raka kaget. Karna akhir-akhir ini, Santi terlalu banyak merepotkan lelaki yang sedang tertidur di sampingnya dengan keadaan masih terduduk .
Kreekkk ( pintu terbuka )
Santi dengan cepaf mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
Namun saat melihat siapa yang membuka pintu, Santi mengerutkan alisnya. ketika ia melihat siapa yang datang .
(Lelaki tampan siapa lagi ini?. Apakah teman-teman Raka memang setampan ini ?) Batin Santi bertanya.
santi memperhatikan lelaki yang sedang berjalan menghampirinya , dengan pandangan bertanya.
“ Wah!!!. Kakak Ipar sudah bangun?” Ucap pria tersebut dengan keras .
“ssssttttt!!!!. Diam, Rakanya lagi tidur kau akan membangunkannya" desis Santi dengan satu jarinya menempel pada mulutnya.
Sontak Raka terbangun dengan tatapan Linglung . dengan cepat, Raka langsung menatap ke arah Santi yang sedang terduduk menatap dirirnya.
“ Kamu sudah bangun?"
tanya Raka dengan suara yang serak khas orang yang baru bangun tidur.
“ Raka, kau bangun sungguh spontan jika mendengar nama kakak ipar, " Ucap Kevin menghampiri Raka lalu menepuk punggung Raka.
“ Kakak ipar?. Siapa yang kakak ipar?. Ka, apakah kakak iparmu ada di di sini?" Tanya Santi bingunv.
“ Ah,,tidak!!. Tidak ada yang datang, Kamu tidak perlu mendengarkan ucapan pria bed*bah seperti Kevin ini San" jawab Raka.
“ Yah, jangan dengarkan perkataan aku, karna jika aku bicara semua kalimat yang keluar dari mulutku ini sering kali benar, " Timpa Kevin .
Santi hanya menatap bingung, yang melihat 2 pria tampan di hadapannya terlihat sedang bersenda gurau.
“ ka.. aku balik ya!!, Jaga Kakak ipar biar tidak sakit-sakitan lagi, ” pamit Kevin dengan satu tangannya menepuk pundak Raka.
“ Vin, sebelum kamu balik, aku bisa minta tolong tidak? " Ucap Raka.
__ADS_1
“ Apa ???. katakan saja " sahut Kevin.
“ cari sarapan buat kita berdua," pinta Raka
“ eh...tidak perlu , semalam aku masak. Sepertinya makanannya masih bisa di panaskan ” sela Santi tiba-tiba memotong ucap Raka dan Kevin.
“ kamu masak?" Tanya Raka dengan pandangan tertuju ke arah Santi.
Santi hanya mengangguk.
“ kita beli yan...-” belum sempat Raka menyelesaikan ucapannya , sebuah tepukan keras terasa di pundaknya.
Raka seketika menoleh ke arah Keving yang memukul keras pundaknya, dengan raut yang terlihat tidak senang.
“ oh...aku juga sudah lapar , sepertinya tidak keburu jika aku harus membeli makanan terlebih dahulu. yah sudah!!, aku akan minta tolong kepada Anna untuk memanaskan makanan yang Santi masak saja ” Ucap Kevin memotong ucapan Raka.
“ makanannya aku simpan di lemari" sambung Santi singkat.
Kevin pun menyeret Raka agar keluar dari kamarnya, Raka hanya terdiam ketika di serer oleh Kevin dan hanya pasrah mengikuti.
Di luar kamar,.
“ Kamu gila ka?. apa kamu tidak tahu?. Jika manusia itu cepat baperan?" Sergah Kevin kepada Raka.
“ kan, hal tersebut tidak baik Vin, untuk kesehatan Santi?, jika makanan sering di panaskan " Ucap Raka .
Raka hanya mengangguk tanda mengerti . Akhirnya Kevin meminta Anna untuk memanaskan semua makanan yang telah di masak oleh Santi.
Namun sebelumnya, Raka membuat sarapan terlebih dahulu untuk Santi , yaitu roti sandwich dan segelas susu. Kemudian ia mengantar Sandwich tersebut kepada Santi .
Tak lama, Raka kembali dan duduk bersama Kevin si ruang makan, kini mereka menikmati sarapan mereka dengan makanan yang sudah di sajikan oleh Anna.
kini mereka tak lagi sarapan roti, mereka hanya sarapan dengan makanan yang telah di masak oleh Santi yang di panaskan .
“ ka, biar pun masakan Kakak ipar sangat sederhana, namun bumbunya terasa dan sangat enak” tutur Kevin sela makannya.
“ nah!!, tidak salah jika aku jadikan dia sebagai calon kan? " Ucap Raka tersenyum ketika mendengar penuturan Kevin.
“tapi Raka, aku khawatir. Kamu kan sahabatku , segala sesuatu yang kamu suka pasti aku dukung. Tapi bagaimana dengan Santi ke depannya?" Ucap Kevin terlihat khawatir.
“ Kita jalani saja dulu, Bagaimana hasilnya nanti , kita kan belum tahu? " Jawab Raka .
Kevin mengangguk dan melanjutkan makanannya yang sempat tertunda.
“ Vin, aku liat Santi dulu ya!!" pamit Raka seraya beranjak dari duduknya .
Raka berjalan ke arah kamarnya. Setelah di berada di pintu kamar, kini Raka dapat melihat Santi yang sudah terlihat jauh lebih baik.
“ Sekarang perasaannya bagaimana?” Tanya Raka yang menghampiri Santi .
__ADS_1
Santi menoleh ke arah Raka, “ Aku sudah mendingan. Ka, bisakah kau mengantarku pulang?" pinta Santi mengibah.
“ Iya, rencananya habis sarapan ,aku langsung mengantarkanmu pulang. Aku kesini Cuma memastikan keadaanmu terlebih dahulu " jawab Raka.
“ sekarang boleh?" Tanya Santi dengan raut di wajahnya yang terlihat khawatir.
“ Boleh dong!!, namun aku siap-siap dulu ya?" Tanya Raka.
Santi hanya mengangguk mengiyakan.
Raka pun beranjak dari kamarnya untuk menuju ke kamar sebelah untuk bersiap-siap.
namun beberapa menit berlalu, pintu kamar Raka terbuka kembali.
kreeekkk ( bunyi pintu )
Santi kemudian menoleh ke arah pintu ,Ternyata Merry yang datang .
“ Nyonya Santi , mohon maaf!, aku kesini karna di perintahka oleh Tuan Andre untuk melepaskan infusnya nyonya santi ” ucap Merry saat ia bertatap dengan Santi.
“ oh.. iya!!. aku juga sempat bingung dengan infus yang masih menancap, ” jawab Santi, kemudian memberikan tangannya kepada Merry.
Merry dengan cekatan langsung bekerja.
“ Nyonya Santi, ini sudah selesai. dan ini ada serum untuk luka nyonya Santi, pemakaiannya setiap bangun tidur dan sebelum tidur di oleskan ke luka nyonya” ucap Merry menjelaskan .
“ iya baik akan ku gunakan sesuai petunjuk!!, Terima kasih” Ucap Santi, seraya menerima sebuah botol ampul yang di berikan oleh Merry.
“ jika tidak ada pertanyaan dan tidak ada yang saya lakukan lagi, saya permisi dulu nyonya” Ucap Merry seraya melangkah ke luar kamar .
Setelah beberapa menit setelah kepergian Merry, akhirnya Raka kembali.
“ ayo!!" Ajak Raka dari arah pintu.
Santi pun turun dari kasur lalu berjalan ke arah Raka.
“ Ini buat orang tuamu” Ucap Raka seraya memberikan sebuah Paper bag berukuran besar kepada Santi .
“ Ini apa Ka?” Tanya Santi dengan tangan yang menerima paper bag dari Raka.
“ nanti saja jika kamu ingin membukanya jika kamu telah tiba di rumahmu," ucap Raka, dengan satu tangannya meraih tangan Santi untuk di genggam.
Santi tidak lagi menolak genggaman Raka, kink Santi bahkan menerima genggaman Raka dengan senyuman.
mereka berjalan berdamping menelusuri koridor, lalu setelah menaiki lift, setelah itu mereka menunggu mobil Raka yang sedang di ambil oleh juru parkir apartemen.
setelah juru parkir memarkirkan mobilnya di hadapan Raka, barulah Raka menuju ke mobilnya.
setelah memasuki mobil bersama Santi, kini Raka melaju meninggalkan apartemennya.
__ADS_1