
...Mulai Ada Rasa ...
...****************...
lanjutan Bab 23- Di tempat Santi
Santi merebahkan tubuhnya di atas kasur yang entah sudah ia tinggalkan berapa lama, entah itu 3 hari atau 3 bulan. Santi tak tahu . Yang ia tahu, saat ini santi bisa bebas dalam kamarnya sendiri.
“ Ah!!!, Buat capek pikiran saja jadinya . Tapi kenapa aneh?. Perasaan , aku hanya pergi 3 hari namun Kenapa bisa ?” Guman Santi yang bertanya pada diri sendiri , Karna hal yang ia alami sanggatlah tidak wajar .
Santi meraih charger ponselnya, dengan cepat menancapkan kabel charger tersebut ke ponsel, Ia kemudian Beralih mengambil laptop yang tersimpan di lemari .
“ Sudah lama, aku tak menggunakanmu” ucap Santi seraya tangannya sibuk menyalakan laptop yang ada di hadapannya.
Setelah laptop di depannya menyala dengan sempurna, ia sambungkan dengan jaringan WIFI yang ada di rumahnya, Santi langsung meluncur ke aplikasi gulugulu .
Setelah Aplikasi tersebut terbuka, ia pun langsung mengetik di pencarian “ ASAL MUASAL BANGSA MORO” Dan di layar laptop tersebut telah tersusun banyak sekali artikel mengenai BANGSA MORO .
Santi dengan antusias membaca semua yang tertulis dalam artikel tersebut. Dan ia sangat yakin jika Raka adalah bangsa yang di sebutkan di dalam artikel yang sedang Ia pada layar laptopnya.
Keyakinan Santi bertambah ketika Raka mengatakan bahwa ia tinggal di kawasan danau yang menuju ke arah kota .
Sedangkan danau tersebut adalah tempat angker dan di jaga oleh para bangsa Moro. Karna tempat yang di katakan Raka hanya terdapat berbatuan dan pepohonan di sepanjang jalannya.
Setelah puas membaca artikel, Santi memutuskan untuk tidur. Dan mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi pertanyaan yang akan datang kala matahari menyapa saat esok pagi.
...****************...
Pagi Hari Di kampung Santi,.
Ayam telah berkokok tanda hari mau pagi. Dari kejahuan sudah terdengar sayup-sayup suara adzan subuh dari setiap masjid.
Santi terbangun ketika matahari menyelinap lewat tirai jendela pada kamarnya.
Santi mengumpulkan separuh ruhnya yang entah nongkrong di mana, selama beberapa menit. Santi hanya terduduk di atas tempat tidurnya dengan pikiran yang masih setangah sadar.
setelah merasa sadar, Santi beranjak dari kamar tidurnya menuju ke arah meja makan .
“ kamu udah bangun?” Ucap ibu Santi dari arah pintu .
__ADS_1
“ Udah Bu!! ”jawab Santi singkat dengan tangannya yang sibuk mengucek-ngucek matanya.
setelah duduk di kursi, Santi mengambil pirinh dan menaruh nasi goreng yang telah di siapkan oleh ibunya.
kini Santi terlihat Lahap ketika menyantap sarapannya.
“ Nak ,sebenarnya kamu dari mana?” Ucap Ayah Santi di tengah mereka sedang sarapan .
Santi menatap ke arah sang Ayah “ Santi di panggil interview pa ” Ucap Santi berbohong .
“ loh!!. Terus gimana hasilnya.?" Tanya Ayah Santi menyelidiki.
“ belum ada hasil Pa, katanya nanti di telfon. Tapi ponsel Santi hilang” Ucap Santi.
“ Haaalllaaa... Bohong pa, itu tadi pagi pesan aku yang di WA baru aja ceklist 2 . Berarti nomornya baru aktif” Timpa Dimas Kakaknya Santi .
“ Ih.. apaan sih Bang, Orang benaran HP aku ilang .” Santi langsung menyela ucapan kakaknya.
“ Santi kamu tak usah berbohong, itu hindungmu terlihat merah” Timpa ibu Santi
Santi tertunduk Karna tersudut. Santi menarik nafas panjang ,Karna ia bingung harus menjelaskannya bagaimana.
“ ya sudah!!, yang penting kamu sudah pulang. Tapi ingat!!. Lain kali ,jika ingin pergi, beri tahu orang tua. Itu kamu ga lihat apa?, badan Ibumu sampai habis begitu” ucap Ayah Santi.
“ iya Pa, Santi minta maaf. Lain kali Santi ga bakal ngulangi lagi” Ucap Santi merasa bersalah.
“ sudah!!. Lanjutkan sarapan kalian, tidak perlu di perdebatkan lagi " Ucap Ayah Santi.
Santi melanjutkan sarapannya. Setelah sarapan, ia mulai melakukan rutinitas seperti biasa dia lakukan.
Setelah di pastikan pekerjaan rumahnya telah selesai, Santi akan segera ke kebun.
Santi melangkahkan kakinya menuju ke kebun di belakang rumahnya. Setelah sampai di kebun, Santi mulai membersihkan kebunnya.
“ Istirahat dulu, ini aku bawakan buah untukmu” Ucap Raka yang berjalan ke arah Santi.
Santi menoleh ke arah suara “ Raakkaa!!. Sejak kapan kamu disini?” Ucap Santi yang melihat kehadiran Raka.
“ dari tadi aku di sini melihatmu”Jawab Raka .
__ADS_1
Santi kemudian menghampiri Raka lalu duduk di atas rumput di bawah pohon randu.
“ kamu tidak bekerja?” Tanya Santi.
“ Sudah ada yang menghendel Perusahaan jadi aku bisa bebas. Ini makan buahnya agar kamu cepat sehat” Ucap Raka seraya memberikan pear kepada Santi .
“ terima kasih” Santi menerima pear tersebut dan langsung mengunyahnya.
“ Ini,tugasmu belum selesai” Ucap Raka seraya melemparkan kemeja ke arah Santi .
Santi yang refleks langsung menangkap kemeja tersebut “ oh iya, aku sampai lupa membawanya” Ucap Santi teringat ketika memegang kemeja Raka yang terkena oleh muntah Santi.
“ Ya sudah aku harus balik, Karna ada urusan. Kamu hati-hati ya di sini . Ingat!!, Jangan ceroboh” Ucap Raka .
“ iya, kamu juga harus hati-hati. Oh iya, terima kasih atas oleh-oleh yang kamu berikan untuk orang tuaku” Ucap Santi.
Raka tersenyum "sama-sama, aku jalan ya!!" ucap Raka .
Santi hanya mengangguk.
sebuah tangan mengusap dengan lembut kepala Santi “ hati-hati di sini” Ucap Raka kembali mengawatirkan Santi.
Santi tak menjawab hanya mengangguk dan membiarkan Raka berlalu pergi.
Melihat punggung Raka yang semakin lama semakin jauh dari pandangannya .
" sebenarnya kamu siapa?, kenapa kamu begitu misterius?" guman Santi bertanya.
Santi kemudian kembali ke rumahnya, lalu bergegas untuk mencuci kemeja Raka yang terdapat bekas muntahannya.
Santi menatap Kemeja Raka dengan terus tersenyum , sesekali ia mengoyangkan kepalanya. Karna teringat dengan tingkah konyol yang ia lakukan .
" ah!!, Raka, entah mengapa setiap mengingatmu. dadaku selalu berdebar. apakah aku sudah jatuh cinta denganmu?" guman Santi menatap kemaja yang ia cuci dengan senyum yang terus merekah di bibirnya.
setelah selesai mencuci, Santi kembali ke kamarnya. Setelah di dalam kamar. Santi menjatuhkan tubuhnya di atas Kasur.
" ahh!!!, Rasanya seperti mimpi saja. Bertemu dengan orang asing, belum terlalu mengenal. namun Hati dan pikiran selalu saya beradu. hati mangatakan iya bahwa aku memang jatuh cinta. Tapi otak menolak bahwa aku tidak pantas untuk pria seperti Raka" batin Santi dilema
" arrrggghhhh.. apa yang merasuki diriku?, hilanglah dalam pikiranku sialan!!" pekik Santi furtasi ketika pikirannya terus memikirkan Raka dengan kedua telapak tangannya yang menutup wajahnya seraya menggeleng kepala dengan kasar.
__ADS_1