(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
FLASHBACK OF IREN PART II


__ADS_3

...FLASHBACK OF IREN PART II...


...****************...


⛔selalu bijak dalam membaca dan yang buruk mohon jangan di tiru ya!!. Karna tulisan ini hanya karangan semata .jika tulisan saya membuat para pembaca tersinggung atau pun ada kesalahan mohon di maafkan ya!!,terima kasih ⛔


POV IREN


Kring ..kring... (Ponsel Iren berdering)


“ Halo!!!, om sayang ada apa?. Tumben nelfon Iren om?” Ucap Iran Saat mengangkat telfonnya.


( Carikan seorang gadis yang fresh buat om dong sayang ) pinta seorang pria dari sambungan telfon.


“ Owh..om Satrio sekarang doyannya yang fresh-fresh ya? Berarti aku sekarang di anggurin dong om?” Ucap Iren dengan genit.


(Bagian kamu nanti saja. Pokoknya kamu harus cari yang masih muda dan tersegel ya!!) Ucap pria tersebut


“ Ok.. komisinya gimana nih om?.” tanya ku


( 50 juta?. Apakah cukup?) tawar om yang bernama Satrio


“ hahaha.. om, kalau 50 juta om cari yang lain saja ya!!” sergah Iren dengan menertawakan tawaran yang di berikan oleh om Satrio kepadanya.


( 100juta tanda deal gimana?) Ucap om Satrio.


“ posisi om di mana sekarang?” Tanya tanya Iren


(Di Bandung sayang)Jawab om Satrio


“ 150juta sudah termaksud uang transportasi. Dengan DP 100 juta , Sisanya setelah barang di terima. bagaimana om?” Ucap Iren yang sedang merayu om Satrio agar transaksinya berhasil.


(Ok..om setuju, tapi harus ada jaminan dong!!, jika barangnya tak tersegel bagaimana?) Tanya om Satrio.


“ gampang Om, kan Om sudah tahu tempat tinggalku. Jadi kalau dapat barang rijek, uang akan aku kembali” Jawab Iren yang meyakinkan Om Satrio.


( Ok!!, Om akan kirimkan segara uang mukanya) Ucap Om Satrio lalu memutuskan sambungan telfonnya.

__ADS_1


“ hahahaha..!!. Dapat rejeki nomplok aku, mmmm... Santi, kali ini apakah kamu akan lolos dari keberuntunganmu?” guman Iren dengan senyum smirknya


( Oh... Iren, beruntungnya kamu kali ini, bisa kaya mendadak ini mah . jika aku mempunyai teman seperti Santi lebih banyak lagi, sudah pasti uang akan terus mengalir ke rekeningku ) Batin Iren dengan senyum yang selalu terukir di bibirnya.


Iren merebahkan tubuhnya di atas kasur, kemudian membayangkan strategi apa yang harus ai pakai untuk membawa Santi ke Bandung. Karna Iren sudah pasti tahu , jika Santi sahabatnya tersebut adalah gadis yang masih tersegel .


Karna setiap apa pun yang Santi lakukan dengan Adit, Iren pasti akan mengetahuinya. Karna segala apa pun yang di lakukan Santi, santi akan selalu bercerita kepadanya . Seketika senyuman smirk Iren pun mengembang di bibirnya.


Tiba-tiba ponsel Iren pun berbunyi, Iren dengan cepat menggeser layar lalu melihat ada satu pesan yang Iren terima.


[ sayang!!. Om sudah transfer ya!! ,silahkan di cek] Bunyi isi pesan yang ku terima dari Om Satrio .


Dengan buru-buru, Iren beralih ke aplikasi internet bankking di ponselnya dan melihat jumlah saldo di dalam rekeningnya


Seketika Iren langsung tertawa terbahak-bahak, ketika melihat isi saldonya sudah bertambah.


Iren lalu beralih ke pesan di ponselnya...


[ makasih Om sayang, duitnya sudah masuk . Lusa aku sudah berada di Bandung dengan barang yang Om minta] Jawab Iren melalui pesan singkat.


[Ok, Om menunggumu di Bandung ya sayang] Jawab Om Satrio .


Dan kemudia Iren mencari nama kontak yang bernama “ My Plen ” Setelah itu, Iren langsung menekan tombol memanggil .


Setelah Iren selesai menelfon, dan Iren berhasil membujuk Santi untuk ikut ke Bandung, seketika Iren pun menyeringai.


Karna Karna Iren merasa kali ini Iren akan berhasil menjebak Santi .


“ Santi, Santi!! . kali ini kamu tidak akan lolos, salahkan saja takdirmu. Kenapa kamu harus terlahir sebagai wanita yang beruntung?. Maafkan aku jika aku harus membuatmu menderita untuk kali ini .” Guman Iren dengan tersenyum smirknya.


Iren beranjak dari tidurnya dan bersiap-siap untuk pergi ke Club , yah!! karna kali ini, uang yang Iren dapatkan tidaklah sedikit, makanya Iren akan bersenang-senang terlebih dulu, sebelum Iren harus menyelesaikan misi yang di berikan oleh Om Satrio.


...****************...


Setelah Iren selesai berhura-hura , Iren kemudian pergi ke sebuah Hotel Karna ada panggilan dari langganannya , setelah dari Hotel , Iren pun beranjak pergi ke rumah kontrakan Santi, dan sebelum Iren ke rumah Santi , Iren terlebih dulu mampir ke sebuah tempat penjualan ilegal untuk membeli obat biru.


Saat Iren tiba di rumah Santi , ternyata Iren melihat Santi sedang sarapan.

__ADS_1


Iren yang berbasa-basi beranjak mengambil gelas dan meneguk satu gelas susu dengan 1 potong roti, setelah itu Iren beranjak menuju ke kamar Santi untuk tidur . Namun sebelum tidur, Iren berpesan kepada Santi.


"Nanti bangunkan aku jam 5 sore. Karna kita akan menaiki kereta tujuan Bandung dengan jam keberangkatan jam 6 sore"


Dan benar saja, Santi membangunkannya tepat jam 5 sore. Dalam hati Iren pun tertawa bahagia, Karna sebentar lagi, Santi akan masuk ke dalam perangkapnya


Sebelum ke stasiun Iren meminta temannya untuk mengambil sepeda motornya di rumah Santi . Akhirnya Iren dan Santi pun pergi ke stasiun menggunakan taksi.


Saat tiba di stasiun , rencana Iren hampir gagal total. Karna Santi yang tiba-tiba ingin membatalkan kepergiannya.


Namun , dengan akal bulusnya Iren, Iren dapat meyakinkan Santi.


Ketika Iren dan santi menaiki kereta, dan sudah berada dalam kereta . Iren melihat Santi terlihat sangat gelisah. Namun Iren tak peduli dan lebih memilih cuek dengan apa yang ia lihat .


Iren terlielhat tak ingin berbicara dengan wanita yang membosankan yang ada di hadapannya.


Dalam kereta Mereka tak berbicara, Karna Iren terlihat sibuk denga ponselnya karna harus menjawab pertanyaan Om Satrio melalui pesan singkat.


Setelah itu, Iren melihat Santi yang kini sudah tertidur. Iren pun menyeringai saat melihat wajah polos Santi ketika Santi sedang tertidur.


(Santi penderitaanmu akan segera di mulai) Batin Iren saat melihat wanita yang berlagak yang sedang tertidur di hadapannya tersebut , seketika membuat Iren terlihat kesal dan sangat membencinya ketika menatap wajah Santi.


Tak lama saat Iren pun juga tertidur, Namun setelah beberapa menit tertidur. Iren mendengar suara Santi yang sedang mengobrol.


Namun Iren tetap berpura-pura tidur, ( palingan dia telfonan dengan Adit. hahahaha , sebentar lagi kalian akan berpisah dan yang pastinya juga akan gagal menikah)


Batin Iren merasa lucu dengan wanita budak cinta yang ada di hadapanku ini (ahhh!!, sahabat beg*, mau-maunya kamu mempercayaiku." umpat Iren dalam hati.


Tak lama, kereta yang mereka tumpangi tiba di stasiun Bandung.


Dan permainan akan segera di mulai.


“ Siapkan mentalmu Santi, Karna ada kejutan yang akan menantimu ” Guman Iren, dengan senyum smirk yang terukir .


saat mereka tiba di stasiun, Iren langsung mencari taksi.setelah menemukan taksi, Iren langsung menyebutkan alamat hotel yang sudah Iren dan Om Satrio rencanakan.


dan beg*nya Santi mau menuruti Iren dan santi tidak merasa curiga.

__ADS_1


( maafkan aku sabahatku, jujur aku terpaksa melakukan ini. Karna aku sungguh membutuhkan uang ) batin Iren menatap Santi ketika mereka yang sedang berada di dalam taksi menuju ke hotel.


__ADS_2