
My Man Is A Bunian Bab 56
Kau Cantik
Raka, Andre dan Kevin sedang berkumpul di sebuah ruangan. Mereka terlihat membahas sesuatu .
“ Vin, untuk acara ini. Kamu tolong urus bagian keamanan, pokoknya bagi tamu yang tidak memiliki undangan, mereka di larang masuk” ucap Raka membuka pembicaraan
“ Baiklah, aku akan kerahkan Semua yang bisa aku lakukan” ucap Kevin
Raka mengalihkan pandangannya kepada Andre,” Andre aku butuh anak buahmu. untuk berjaga-jaga. Jika kau tidak keberatan” pinta Raka
“ Ya, serahkan padaku. Apakah kau tidak mengundang ayahmu?” Tanya Andre
“ tidak perlu. Orang tua itu pasti akan membuat masalah” ucap Raka.
“ Baiklah kawan-kawan, aku percayakan semuanya pada kalian” lanjut Raka seraya beranjak dari duduknya
“ Yah..silahkan bersenang-senang” jawab Kevin
Raka kini telah keluar dari ruangan. Raka Kemudian mencari Santi, saat ia sudah berada di ruang tamu .
“My sweet heart, kau di mana?” Teriak Raka sembari matanya menelusuri ruangan.
“ Aku di sini!!" Jawab Santi dari arah balkon
Raka kemudian berlari menghampiri Santi yang sedang berada di balkon, dengan pandangan Santi yang lurus ke depan tanpa menoleh ke arahnya.
Raka kemudian mendekap Santi dari belakang, dengan dagunya yang menopang di atas pundak Santi, “ kenapa manyun begitu ?” tanya Raka di balik telinga Santi
“Siapa yang manyun?” jawab Santi ketus
“ nah!!.itu, wajahnya panjang sudah seperti agro?” Ucap Raka mengejek
Santi seketika membalikkan badannya “ kamu ngeselin bangat ih” ucap Santi dengan manja seraya memukul dada Raka dengan lembut
Raka memegang pipi Santi dengan kedua telapak tangannya, “ hei, ada apa?. katakan?” ucap Raka ketika menatap mata Santi
Santi menekuk wajahnya ,” bukannya kamu tahu isi hatiku?” ucap Santi cemberut
“owh my honey ,bunnyku, masalah ga di ajak?,” ucap Raka seraya memeluk manja kekasihnya
“ Kenapa ingin tahu urusan lelaki?. Yang kita bicarakan masalah kerjaan. Bukan masalah wanita sayangku, cintaku dan tukang ngambekku” lanjut Raka dengan tetap memeluk Santi
“ yah, tapi aku bosan menunggu sendirian di sini ” ucap Santi manja
“ mmm.. tidak mau di tinggal?.” Tanya Raka di balik kepala Santi
“ yah, aku tidak ingin di tinggal. Karna aku takut” ucap Santi seraya membenamkan kepalanya di dada Raka
“ Takut?. Kan Aku ada di sini sayang.” ucap Raka
“ Takut , jika aku tidak bisa melihatmu lagi” ucap Santi yang tiba-tiba menangis.
“ Kenapa, sekarang kamu terlihat sangat manja?. Kamu Tidak seperti biasanya.” tanya Raka
Santi tak menjawab , Santi tetap memeluk erat tubuh Raka. Dengan membenamkan wajahnya di dada Raka seraya menangis.
“ Hei!!!. Jangan berpikir macam-macam, aku akan selalu bersamamu” ucap Raka seraya mendorong tubuh Santi dengan pelan
Santi menatap Raka dengan bulir kristal yang sudah menumpuk ,” janji jari kelingking, jika kita harus terus bersama” ucap Santi seraya memberikan jari kelingkingnya kepada Raka dengan mata yang berkaca-kaca
Raka memberikan jarinya kepada Santi ,” aku janji!!. Nah, itu kan. Sekarang kaosku sudah penuh dengan ingusmu” ucap Raka seraya menunjukkan dadanya yang basah
“ Raka!!!. Issshh...itu bukan ingusku!! ” ucap Santi dengan cepat memukul Raka. Terlihat pipi Santi merona Karna malu
Raka menghindar bersama tawanya “ iya,iya, itu bukan ingusmu namun itu liurmu ” ucap Raka kemudian meraih Santi dalam pelukannya
“ Nah, sekarang kamu mandi. terus ikut denganku ” ucap Raka
Santi menatap Raka dengan wajah yang masih merah “ ok, jadi tolong lepaskan aku” ucap Santi
__ADS_1
Raka melepaskan dekapannya.
Santi kemudian mengecup bibir Raka dengan sekilas “ aku mandi dulu” ucap Santi seraya berlari meninggalkan Raka
Raka yang melihat tingkah kekasihnya hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
Setelah beberapa saat, Santi telah rapi kekita ia keluar dari kamar.
Di ruang tamu ternyata sudah ada Andre dan Kevin.
“ Kakak ipar sudah cantik, mau ke mana?” tanya Kevin
Santi kemudian berjalan dan duduk bergabung dengan ke 2 sahabat Raka .
“ Tidak tahu , Raka yang mengajakku” jawab Santi
“ Oh!!. Pasti mau ke butik kan?” tanya Kevin
“ Butik?” tanya Santi
“ ya, kema-,” ucapan Kevin terhenti
" Ayo jalan!!” ucap Raka yang tiba-tiba keluar dari kamarnya
Santi dan yang lainnya seketika menoleh.
“ Ok baiklah, kami juga harus siap-siap” ucap Andre berdiri dari duduknya .
“yah, aku juga. Kakak ipar, semoga harimu menyenangkan” ucap Kevin
Kevin dan Andre berpamitan, kemudian keluar dari apartemen Raka .
Melihat mereka sudah pergi, Raka dan Santi pun beranjak dari apartemen .
Di dalam mobil ,.
“ Ka, kita mau ke mana?” tanya Santi
“ha??. Untuk apa?” tanya Santi
“ untuk mendandanimu, maaf Karna aku belum punya salon pribadi. Karna rumah lamaku sedang di jaga oleh anak buah ayahku” jawab Raka menjelaskan
“ untuk apa aku di dandani?. Apakah aku harus menghadiri acara suatu acara?" tanya Santi
Raka mengangguk “ yah, nanti malam adalah ulang tahun perusahaan yang aku pimpin” jawab Raka
“ oh!!!. Kau adalah Tuan Direktur?. Ha..ha..” ucap Santi seraya tertawa kikuk
“ Ada yang lucu?” tanya Raka
“Tidak, aku pikir ayahmu yang punya perusahaan. Ternyata kamu juga punya. Oh, tak ku sangka aku seperti wanita yang ada di drama” ucap Santi seraya menggaruk kepalanya
“ Drama?. Apa itu?” tanya Raka
Santi menoleh ke arah Raka, “ oh, bukan apa-apa” jawab Santi dengan tangannya yang di lambaikan
“ Ok kita sudah sampai” ucap Raka ketika menepikan mobilnya.
Mereka kemudian turun dari mobil dan berjalan memasuki sebuah salon mewah dengan tulisan TRUE BEAUTY
“ Selamat datang Tuan Raka, ada yang bisa kami bantu?” ucap seorang wanita menyambut.
“ Urus wanita ini, dan pakaikan dengan gaun yang sudah aku siapkan” ucap Raka
“ baik Tuan Raka” jawab wanita tersebut seraya menerima sebuah papper bag ukuran besar
“ Mari nyonya ikut saya” ucap seorang wanita mengajak Santi
“Ka, aku-“ ucapan Santi terhenti “ aku akan segera kembali menjemputmu” sela Raka seraya meninggalkan Santi.
Santi akhirnya di bawa oleh beberapa wanita.
__ADS_1
Raka kemudian beranjak ke sebuah toko perhiasan. Sesampainya di toko tersebut, Raka langsung memasuki toko.
“ Bagaimana?. Apakah sudah selesai?” tanya Raka
“tunggu sebentar Tuan, saya ambilkan” ucap wanita tersebut
Beberapa saat wanita tersebut kembali “ini Tuan, tolong di cek” ucap wanita tersebut seraya memberikan sebuah kotak perhiasan
Raka kemudian membuka kotak perhiasan tersebut.
Saat kotak perhiasan di buka oleh Raka, ada senyuman di bibirnya, “ baik, terima kasih. Aku sangat puas” ucap Raka seraya menutup kembali kotak perhiasan tersebut.
Raka kemudian beranjak dari toko tersebut dan langsung menuju ke perusahaan untuk bersiap-siap.
Sesampainya di perusahaan, Raka mendapati ruangan telah di dekor sesuai keinginannya.
Ia pun melangkah ke ruang direktur dan mempersiapkan segala urusannya termaksud dengan pakaiannya, yang sebelumnya sudah ia siapkan terlebih dahulu.
Ponsel Raka berdering..
Dengan cepat ia mengangkatnya melalui aerphone bluetoothnya.
“ iya halo” ucap Raka saat sambungannya tersambung
( Di mana?. Aku dan Kevin mau siap-siap berangkat) tanya Andre di sambungan telepon
“ Di perusahaan. Langsung menuju kesini. Aku akan menunggu kalian di ruang tamu” jawab Raka
( Ok, kami akan segera ke sana ) ucap Andre di seberang telefon
Raka langsung memutuskan sambungannya.
Setelah ia memastikan dirinya siap, ia pun keluar dari ruang direktur dan berjalan ke arah ruang tamu .
Raka mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang
“ Jemput nyonya Santi segera!!” ucap Raka ketika sambungan telefonnya tersambung
( Baik Tuan ) ucap bawahan Raka di seberang telefon
Raka pun menunggu ke 2 sahabatnya di ruang tamu .
Tak beberapa lama, suara langkah kaki terdengar.
“ Wow, ternyata kau sangat tampan Raka. Tanpa stylish fashion yang mendandanimu” ucap Kevin saat bertemu Raka
“ Ya mau bagaimana lagi?, Aksesku di blokir saat aku melarikan diri” ucap Raka
“ makanya jangan jadi anak durhaka” timpa Andre
“ Jika aku di perlakukan adil, aku juga akan berbakti” jawab Raka
“ Kakak ipar di mana ?” tanya Kevin seraya matanya mencari-cari
“ Sedang dalam perjalanan kesini” jawab Raka
“ Apa Kalian sedang menungguku?” ucap Santi tiba-tiba datang dari arah pintu
Seketika mereka bertiga menoleh ke arah pintu,.
Deg!!,Jantung Raka seketika berhenti berdetak “ apakah seorang wanita tomboy jika berdandan akan seperti ini?” batin Raka tak berkedip
“ Awww .. kakak ipar, kau sungguh cantik. Lihatlah seorang Direktur sampai tak berkedip” ucap Kevin seraya menepuk bahu Raka .
“ ehem!!. Kamu terlihat sangat berbeda Santi ” ucap Andre ketika menatap Santi dengan pandangan terpesona
“ Serius kau sangat cantik dengan gaun itu” guman Raka
Santi berjalan ke arah Raka, Santi terlihat sangat anggun dengan make-up bold namun ringan di wajah Santi , Santi menggunakan gaun hitam selutut dengan bahu yang terbuka dan juga sebuah hiasan bunga yang berwarna biru navy kombinasi putih yang bertengker di rambutnya.
__ADS_1