
My Man Is A Bunian Bab 59
Masih malu
Santi membuka matanya berlahan, namun ia dapati wajahnya terhalang oleh sesuatu dengan bau parfum yang ia kenal .
seketika Santi melebarkan pupil matanya, ketika sebuah dada yang berotot terpampang tepat di hadapannya.
“ Astaga!!. Jangan-jangan semalam aku bertingkah mesum” guman Santi
Santi mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya, dengan sedikit mengintip melihat ke dalam selimut.
Seketika wajah Santi menjadi merah, ( ya ampun!!. Ternyata benar, Semalam memang aku dan Raka bermain kuda-kudaan . Aku pikir hal tersebut adalah mimpi) batin Santi
“ Kau sudah bangun?” tanya Raka seraya memeluk Santi dengan erat ,dengan mata yang masih terpejam
Santi terperanjat ketika mendengar suara Raka, “ eh.. iya. Raka bolehkah kau mengangkat tanganmu?” ucap Santi
Raka mempererat pelukannya, “ tetaplah seperti ini, aku masih nyaman” ucap Raka Dengan suara seraknya
“ tapi aku mau ke ka,,,” ucapan Santi terhenti “ tetaplah diam, jika kau tidak ingin ku tusuk seperti semalam” ucap Raka
(Eh,, kenapa Raka jadi mesum begini?) Batin Santi seraya membisu.
Santi terdiam dalam pelukan Raka, yang sebenarnya dia sangat malu Karna kejadian semalam.
"Muuuaaacchhh" Sebuah kecupan yang tiba-tiba Santi rasakan di dahinya. Santi mendongkak wajahnya ke atas menatap wajah Raka, seketika Raka juga menatap ke arah Santi dan mereka pun saling menatap.
“ Maaf, Jika tadi malam aku tidak dapat mengontrol diriku” ucap Raka
Santi terdiam..
“ karena kamu semalam terlihat ,sungguh menggairahkan” ucap Raka
Santi tiba-tiba menyubit dada Raka, “ kamu membuatku malu, jika mengingat tingkahku semalam” sahut Santi dengan wajah memerah
“ Sudah terjadi .jadi kau harus ingat, hari ini dan seterusnya kau hanya menjadi milikku.” ucap Raka .
Santi membenamkan wajahnya di dada Raka. Seraya jarinya memainkan dada yang bidang di hadapannya.
“Santi, Jangan memainkan jarimu di situ. Saat ini aku sedikit sensitif, jika kau tak ingin jonniku terbangun ” ucap Raka
Santi yang mendengar hal tersebut, seketika menghentikan jarinya .
“Sana!! Kamu Mandi, kita akan balik ke apartemen. Karna sebentar lagi kantor akan mulai ramai ” ucap Raka kepada Santi
Santi seketika beranjak dari tidurnya. Dan hendak turun dari kasur seraya menyeret selimut yang menutupinya.
Dengan cepat Raka menarik selimut tersebut. Santi yang merasakan hal tersebut sontak menoleh ke arah Raka .
“Kenapa kau menahan selimutnya,?” tanya Santi
“ untuk apa kau menutupinya?. Semalam, aku sudah melihat semuanya” jawab Raka
__ADS_1
Santi yang mendengar ucapan Raka, membuat ia salah tingkah dengan wajah yang sudah memerah seperti saus tomat.
Raka kemudian beranjak dari tidurnya, kemudian memeluk Santi dari belakang, “ tidak usah malu, aku sudah tahu tentang masa lalumu dan sudah menerimamu. Apa yang membuatmu malu?” ucap Raka di balik badan Santi.
Santi terdiam mendengar ucapan Raka di balik badannya.
kini Raka terlihat menepis rambut Santi yang menghalangi tengkuk santi. Raka kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Santi “ ayo, mandi bareng” ucap Raka dengan suara yang terdengar ayal
Santi seketika berdiri dan langsung berlari menuju kamar mandi seraya berteriak “ Raakkaa!!!, Kau mesum” jerit Santi menahan malu
Raka yang melihat hal tersebut hanya bisa tertawa, Karna telah berhasil menggoda Santi.
Di dalam kamar mandi, Santi mengatur nafasnya yang terdengar tak beraturan.
(Oh Santi, apa yang kau lakukan semalam?. Ternyata dirimu hanya wanita yang mesum) batin Santi menatap wajahnya di cermin wastafel.
“ Arrhhhgg... Sudahlah. Ayo bergegas, sebentar lagi perusahaan akan ramai “ guman Santi, membasuh wajahnya dengan gusar.
Tok ..tok...(bunyi ketukan pintu kamar mandi)
Santi seketika menoleh ke arah pintu “ ya!!, ada apa?” jawab Santi dari dalam
“ kau masih lama?. Jika ia, aku ingin masuk” sahut Raka dari balik pintu
“ Ish..siluman itu, kenapa bertingkah semakin berani gara-gara adegan semalam” gerutu Santi kesal, ia kemudian mengambil kimono yang tergantung.
Santi berjalan ke arah pintu, lalu menarik knop pintu di hadapannya “ aku sudah selesai” ucap Santi sambil berjalan melewati Raka.
Raka melirik Santi saat Santi melewatinya “ yah!!. Padahal aku ingin mandi bareng” tukas Raka
Raka dengan handuk yang di lilit ke pinggangnya, beranjak masuk ke dalam kamar Mandi.
Di dalam kamar mandi, Raka menyalakan shower yang seketika membasahi rambut dan tubuhnya.
Raka tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepala, Karna mengingat kejadian semalam.
“ Ya ampun, bisa-bisanya kau menjadi pria yang brengsek” Raka dengan senyum yang terus mengambang.
Raka kemudian melanjutkan mandinya yang sempat tertunda.
Di luar kamar mandi, Santi hendak bersiap-siap, namun ia lupa bahwa ia tidak mempunyai baju ganti.
Akhirnya Santi memutuskan untuk menunggu Raka.
Kreekkk (bunyi pintu)
Santi menoleh ke arah pintu kamar mandi, “ ka, aku tidak punya baju ganti” adu Santi ketika melihat Raka yang baru saja keluar dari kamar mandi
Raka melangkahkan kakinya ke arah Santi, “ sudah ku minta antarkan. Sebentar lagi akan tiba” ucap Raka.
Tok....tok.... (Bunyi ketukan pintu)
Raka menuju ke arah pintu lalu membukanya “ terima kasih” ucap Raka, seraya berjalan ke arah Santi.
__ADS_1
“ Ini, gantilah bajumu” pinta Raka
Santi meraih sebuah paper bag yang di berikan oleh Raka. Ia kemudian menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaian, karna saat ini Santi masih merasa malu.
Setelah selesai, Santi pun keluar dari kamar mandi . Ia dapat melihat, ternyata Raka sudah terlihat rapi .
“ jika sudah selesai, ayo kita jalan” ucap Raka .
Santi mengangguk, ia kemudian berjalan ke arah Raka dengan tangan yang merapikan rambutnya.
Raka kemudian menggandeng tangan Santi lalu berjalan ke luar ruangan.
Saat Raka dan Santi keluar dari ruang Direktur, semua mata memandang mereka.
“Selama pagi tuan”
“Yah pagi,”
“Selamat pagi tuan dan nyonya”
“pagi”
Begitulah para karyawan menyapa Raka dan Santi. Ketika mereka berjalan di sepanjang koridor.
Dan Sesekali Santi membungkuk untuk balas menyapa para karyawan.
Kini, Raka dan Santi telah berada di dalam mobil.
“ kita sarapan dulu” ucap Raka .
Raka kemudian melajukan mobilnya, meninggalkan perusahaan. Setelah beberapa saat melaju, Raka menepikan mobilnya di sebuah restoran.
Setelah selesai sarapan, Raka dan Santi menuju ke apartemen.
Saat mobil hendak mendekati bangunan apartemen, tiba-tiba Raka menginjak rem dengan keras. Yang membuat Santi hampir terbentur.
“Raka, kenapa ngerem mendadak?” tanya Santi menatap Raka.
“Sial, anak buah ayahku ada di apartemenku” pekik Raka seraya menatap lurus ke arah apartemen.
dari kejauhan terlihat beberapa orang sedang berjaga di depan gedung apartemen.
ketika mereka melihat mobil Raka, mereka langsung berlari menuju ke arah mobil. dan sebagian terlihat berlari ke arah mobil mereka.
"aisshh.... merepotkan" pekik Raka dengan cepat membuat arah stir mobilnya.
Raka menginjak pedal gas dengan kencang ketika ia membuat balik mobilnya. sehingga terdengar ban mobil Raka berdecik Karna mencium aspal.
" ada apa sebenarnya" tanya Santi terlihat bingung.
" nanti aku jelaskan, saat ini kau harus keluar dari alamku" jawab Raka.
Raka menghidupkan earphone nya seketika menyambungkan sebuah panggilan.
__ADS_1
" ayahku sudah bergerak" ucap Raka saat panggilan telfonnya tersambung