(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LXIII


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 63


Santi Ke Menara


Di tempat Andre dan Kevin,.


Andre dan Kevin menuju ke hutan terlarang dengan beriringan.


Di sebut hutan terlarang, karena di hutan tersebut adalah tempat pambataian para bangsa Moro yang terjadi pada saat perompak berkuasa.


Untuk mengubur masa kelam, Raja memutuskan hutan tersebut di tutup dan di jadikan sebagai hutan terlarang.


Setelah melaju cukup jauh, Andre dan Kevin memutuskan untuk menepikan mobil Meraka.


" Vin, coba lacak. Apakah Santi memang di bawa ke arah sini?" Pinta Andre


Kevin kemudian meminta anak buahnya, yang selalu menatap laptop untuk melacak keberadaan Santi.


" Bagaimana?. Apakah masih sesuai titik?" Tanya Kevin kepada bawahannya.


" Maaf tuan, dari tadi saya mencoba untuk menembus. Namun keberadaan Santi terputus di hutan yang tadi kami lewati" ucap bawahan Kevin


Kevin menatap Andre, " bagaimana?. Dari tadi kita sudah mencari di titik itu. Namun kita tidak menemukan keberadaan kakak ipar " ucap Kevin


" Aku akan membaca aura Santi, semoga bisa terlacak" ucap Andre


Andre kemudian memejamkan matanya untuk menelusuri jejak Santi . Hingga beberapa saat, Andre membuka matanya " tidak bisa di tembus. Sepertinya ada yang memasang penghalang" ucap Andre


" Jadi bagimana kita dapat menemukan kakak ipar?" Ucap Kevin dengan wajah yang terlihat gelisah


" suruh anak buah kita untuk menyebar ke seluruh penjuru hutan terlarang. katakan pada mereka apa pun petunjuknya, segera laporkan " ucap Andre


" Yah, sepertinya itu ide yang bagus" jawab Kevin


" Kita harus tetap waspada dan hati-hati, Karna akan ada pengawas Dari kerajaan yang akan patroli di hutan terlarang " ucap Andre mengingatkan.


Kevin mengangguk, ia kemudian meminta anak buahnya untuk menyebar. Begitu pun dengan Andre.


*****


Di tempat Santi,.


Santi merasakan ia masih berada di dalam mobil. ketika ia membuka mata, ternyata ada 4 pria yang berada dalam satu mobil bersama dengan dirinya. Dan perawakan mereka sungguh menyeramkan, membuat Santi menjadi sungkan untuk membuat sesuatu yang dapat membahayakan dirinya.


Akhirnya setelah berpikir, Santi memilih untuk tetap berpura-pura pingsan. Agar dia tahu kemana ia akan di bawa .


" Apakah wanita ini kita pakai saja?" Ucap satu pria dalam mobil


" Jangan cari masalah, nyonya Naura hanya meminta kita untuk membawanya ke menara" jawab seorang pria


" Sayang sekali , jika manusia ini tidak kita nikmati sebelum di eksekusi" ucap salah satu pria


Santi yang mendengar hal tersebut membuat ia ngeri dengan apa yang akan terjadi pada dirinya .( Ya ampun , apakah mereka dapat membaca pikiranku?. Jika benar aku mungkin akan di jadikan dendeng oleh mahluk yang menyerupai Minotauros ini) batin Santi


Mobil terus melaju, hingga beberapa menit kemudian mobil pun berhenti.

__ADS_1


Ternyata sudah ada Naura yang menunggu di tempat di sana .


" angkat wanita itu lalu baringkan dia di altar persembahan" titah Naura


Beberapa pria mulai mengangkat tubuh Santi.


Santi sesekali mengintip dengan membuka pelan matanya. Dan Ia dapat melihat sebuah bangunan tua yang terlihat tak terurus.


Dan setelah beberapa menit berjalan, pria-pria yang membawa santi menaiki anak tangga.


Sepertinya, tangga yang di naiki tak berujung. Karna sudah 20 menit mereka melangkah, namun mereka tak kunjung sampai.


Hingga Santi melihat ada batu ukuran besar dengan taburan bunga di atas batu tersebut.


para pria tersebut kemudian membaringkan Santi di atas batu yang telah di beri bunga-bunga tersebut .


Setelah itu, para pria yang membawa Santi pun Keluar dari ruangan .


Santi membuka matanya , " astaga!!!. copot jantung aku jika lama-lama di sini " pekik Santi, ketika Santi melihat beberapa patung-patung yang memiliki wajah seram dengan ukuran besar.


Santi menatap kesekeliling, ada perasaan was-was dalam hati Santi. Karna di ruangan Santi berada, hanya terdapat obor sebagai penerang.


klotak...klotak...(bunyi langkah)


Tiba-tiba, Santi mendengar suara langkah kaki menuju ke arah ruangan yang Santi berada.


Santi kemudian pura-pura masih tak sadarkan diri.


Kreekkk (bunyi pintu terbuka)


Klotak...klotak...(suara sepatu menghampiri Santi)


"Wanita liar, sebenarnya aku ingin melepaskanmu. Namun Karna tuanku sudah meminta darah segar, apa boleh buat aku harus menyerahkan dirimu kepada tuanku" ucap Naura kepada Santi seraya menyeringai.


Naura kemudian mengambil sebuah cawan dan sebuah belati. Dengan bodohnya Naura membuka tali pengikat di lengan Santi.


Sreekk ( bunyi tali terlepas )


"Buukkkkkk" Seketika Santi menonjok wajah Naura


"Aawwww" teriak Naura seraya memegang hidungnya .


Santi kemudian berdiri dengan cepat, seraya tangannya membuka lakban yang menempel pada mulutnya.


"Kauu...!!" Teriak Naura


" Hallo nyonya Barbie." ucap Santi seraya melambaikan tangannya


" aku terlalu berbaik hati dengan wanita sepertimu " pekik Naura seraya menghampiri Santi dengan belati di tangannya


"hehehe, terima kasih atas sambutannya nyonya" ucap Santi dengan menghindar dari serangan Naura


Santi yang menghindar membuat Naura emosi, " wanita lemah, kau hanya bisa menghindar?" ucap Naura geram


" menghindar?. apa kamu mati rasa saat pukulanku mengenai hidungmu?" ucap Santi seraya tersenyum

__ADS_1


" hahaha... manusia sepertimu kekutannya sampai dimana ha?" ucap Naura dengan terus menyerang Santi


Santi yang kualahan mengahadapi Naura, Ahirnya menerima goresan dari belati yang di pegang oleh Naura .


dengan cepat Naura menindih tubuh Santi dan hendak menancapkan belati yang ia pegang kepada Santi.


Santi dengan sekuat tenaga menahan pergelangan Naura.


" wanita picik, jadi selama ini kau hanya pura-pura polos di depan Raka ha?. nyatanya kau begitu liar melawanku " pekik Naura dengan sekuat tenaga mendorong tangannya ke arah Santi


" jika tidak begitu, kau tidak akan tahu. siapa saja orang yang peduli dan hanya memanfaatkanmu" ucap Santi dengan cepat menggeser tangan Naura ke samping dan membenturkan kepalanya ke kepala Naura dengan keras.


menerima sundulan dari Santi, mumbuat Naura meringis.


" kau!!!. sudah cukup aku bermain-main denganmu" ucap Naura seketika di tubuh Naura mengerularkan asap hitam .


Santi mundur memberi jarak, seketika Naura telah merubah wujudnya. Naura kini terlihat sangat menyeramkan.


dengan tanduk hitam dan juga sepasang sayang hitam menempel pada punggungnya.


Santi tersentak melihat wujud Naura yang sebenarnya.


Naura menatap Santi dengan tajam " kau sungguh membuatku marah, sampai-sampai aku harus memakai wujudku seperti ini" ucap Naura yang sedang terbang di atas langit-langit


Santi megang lengannya yang tergores, " oh nyonya Naura, sepertinya penampilanmu sangat cocok" ucap Santi mengejek


" uhuk...uhuk...uhuk .." Santi terbatuk ketika Naura dengan cepat melesat ke arah Santi dan langsung mencekik leher Santi .


" berhentilah mengejekku sialan!!." ucap Naura kesal dengan kuat mencekik leher Santi.


Santi merasakan bahwa, maut akan segera datang menghampirinya. Karna kini yang Santi rasakan adalah kehabisan nafas, Santi kemudian menedanga perut Naura dengan kuat, membuat Naura mundur beberapa senti .


Santi terjatuh seraya memegang lehernya yang terasa sakit, sambil mencari nafas yang sempat hilang dari paru-parunya.


Naura menyeringai " mana kesombonganmu yan tadi?" ucap Naura dengan tatapan mengejek


Santi merangkak, menghindari Naura yang mempunyai tatapan ingin memakannya.


huf...huf... (bunyi nafas Santi) " aku akui, kau memang kuat nyonya burung. Biar pun aku mati disini, ada orang yang akan datang membalas kematian ku" ucap Santi tersenyum sinis ke arah Naura , seraya terus merangkak menghindari Naura


" hahaha,,, kau berharap Raka akan datang?. dia tidak akan pernah datang. Karna setelah aku membunuhmu, aku akan segera menikah dengan Raka" ucap Naura yang langsung menarik rambut Santi dengan Kuat.


" dan kau masih berharap, Andre dan Kevin akan menemuimu? . mereka tidak akan pernah menemukanmu. hahahaha" ucap Naura di sertai tawa yang menggema.


Naura menarik rambut Santi dengan kuat lalu melempar Santi ke arah tembok dalam ruangan.


brruuukkkk ( suara hantaman)


Santi terhantam dan jatuh ke tanah. membuat badannya terasa retak.


"uhhuukk...uhukk..." batuk Santi dengan darah yang keluar.


Naura menghampiri Santi, " masih kuat?. baiklah akan aku akhiri ini" ucap Naura seraya mengeluarkan kukunya yang tajam untuk menusuk leher Santi.


Santi pasrah dengan takdirnya saat ini, ( mama dan papa. jangan lupa untuk selalu kirimi aku doa, mungkin Santi tidak akan pernah pulang dan tidak akan ada lagi yang membersihkan kebun. Dan untuk Raka, maaf jika aku tidak bisa melahirkan anak yang banyak untuk mengisi hadiah yang kau berikan. Terima kasih karna telah mencintaiku, terima kasih karena mau menerimaku, dan terima kasih Karna telah membuat hal indah di sisa hidupku. aku mencintaimu Raka) batin Santi seraya menutup mata

__ADS_1


jleeppp (bunyi sebuah tusukan)


__ADS_2