
...FLASHBACK OF SANTI...
...Lanjutan bab-12...
...****************...
Di apartemen Raka,.
Setelah Santi berada di dapur, Santi menuju ke arah kulkas 2 pintu. Ia lalu membuka pintu kulkas tersebut. Di dalam kulkas terdapat beberapa bahan makanan yang tersedia, ada beberapa potong ayam mentah, udang, beberapa saus, berbagai kecap, sayur , buah dan beberapa susu kotak .
“Mmm... Untuk pria seperti Raka, lumayan lengkap, apakah Raka juga sering memasak? Ah tidak penting, yang terpenting sekarang adalah menyiapkan makanan sebelum Raka pulang." Guman Santi.
seraya tangannya meraih beberapa bahan yang ada di dalam kulkas. Ia kemudian mengeluarkannya dan menyusunnya di atas kabinet dan Santi mulai melakukan eksperimennya.
Setelah Santi selesai memasak, ia pun menyajikannya di atas meja makan sembari menunggu Raka pulang. Hingga beberapa jama, Raka tidak kunjung datang. Lelah menunggu ,Santi mengalihkan pandangannya ke arah jam yang tak jauh berada dari meja makan. Ternyata jam telah menunjukkan jam 8 malam.
“Selama 2 hari di sini, perasaan waktu terasa begitu lambat. Aku pikir ini sudah pukul 2 pagi ternyata masih petang," guman Santi .
Santi kemudian beranjak dari duduknya lalu menyimpan semua makanan yang telah ia masak ke dalam lemari, ia pun berjalan menuju ke arah jendela yang ada di ruang TV.
Setelah berada di depan jendela , tirai yang menutup jendela kini kibaskan oleh Santi.
Sreeett!!
ternyata ada balkon di balik jendela tersebut. Santi melangkahkan kakinya menuju ke arah balkon.
“wow...ternyata tak hanya siang , malam pun sungguh mengangumkan. "
Guman Santi saat melihat lampu kendaraan yang berlalu lalang seperti bintang yang sedang menari-nari ketika di lihat dari atas balkon. Santi sangat menikmati setiap hembusan angin yang menerpa tubuhnya , ia merasa nyaman dengan tiupan angin yang silih berganti menyapanya.
Saat tak sengaja ,pandangan Santi tertuju ke sebuah wahana permainan yang berkelap kelip dari kejauhan.
“Biang Lala?" Guman Santi dengan pelan.
Wahana permainan yang berupa kincir angin raksasa tersebut ,dapat di lihat dari ketinggian di tempat Santi berdiri. Santi menatap lekat wahana yang sedang berputar yang lumayan jauh dari pandangannya. Sepertinya mata Santi tak ingin mengalihkan pandangannya dari bianglala yang berputar tersebut. Ia terus Menatap bianglala yang ada di hadapannya, seakan-akan Santi juga sedang berada di dalam wahana permainan tersebut dan dengan tiba-tiba, tatapan Santi terlihat kosong .
pikirannya pun berkelana , hingga akhirnya mata yang tadinya berbinar bahagia, sekarang berubah menjadi sendu dengan bulir air di matanya yang sudah menumpuk dan mungkin akan segera tumpah, tak terasa Satu tetes pun lolos lalu jatuh dari sudut mata Santi.
FLASHBACK
Yogyakarta,.
“San kamu tahu Enggak?” Ucap seorang pria yang sedang duduk berhadapan dengan santi.
“Enggak!" Jawab Santi singkat.
“Yah,,makanya aku mau kasih tahu, belum juga aku bicara, kamu sudah nyamber aja . udah kaya bajaj kamu San." Ucap pria itu dengan nada kesal.
Santi terkekeh melihat ekspresi pria di hadapannya.
__ADS_1
“Iya–iya maaf, coba kasih tahu aku ingin dengar, ” Ucap Santi. Kemudian menatap pria di hadapannya dengan tatapan serius.
“Nah! Kamu tahu tidak ,Jika kita membuat permohonan pada saat bianglala tepat berada di tengah-tengah ketinggian , maka permohonan kita akan terwujud." Ucap pria itu menjelaskan.
“Terus, kamu percaya?" Tanya santi.
“Percaya ga percaya sih, tapi apa salahnya kalau kita mencob?" Sahut pria di hadapan santi.
“Yah sudah ayo kita coba untuk membuat permohonan bersama," Ucap Santi, mengajak pria yang ada di hadapannya untuk mencobanya bersama-sama.
“Tunggu dulu dong, kan kita belum berada di ketinggian," Jawab pria tersebut.
“Ah! Iya ya aku lupa! Ok kita tunggu," Jawab Santi dengan semangat.
Mereka pun menunggu saat bianglala yang mereka naiki berada tepat di tengah-tengah.
“San–San , Ayo kita buat permohonan, " Suara pria tersebut terdengar buru-buru.
Santi dengan cepat menutup matanya. Tiba-tiba sebuah tangan dengan lembut menggenggam tangan Santi. Santi membuka matanya, Karna merasa ada sentuhan pada tangannya.
“Pintaku tidak banyak. Hanya memohon untuk dapat melihat orang yang aku cintai selalu bahagia di sisiku . Dan bisa secepatnya menjadikannya sebagai istriku," Ucap tulus pria di hadapan Santi dengan tatapan penuh kasih.
Santi melepaskan genggaman pria tersebut, ia langsung berhambur ke tubuh pria yang ada di hadapannya kemudian mendekapnya dengan erat. Santi tak ingin jika pria dalam dekapannya, menghilang dari hidupnya.
“Makasih! Karna telah mencintaiku hingga saat ini ,terima kasih Karna selalu menjaga dan ngertiin aku." Ucap Santi sambil memeluk pria di hadapannya dengan erat.
“Setelah wisuda , aku akan langsung melamarmu. Selalu jadi yang terbaik ya, maaf baru ini yang dapat aku berikan. Jika sudah punya rezeki lebih ,aku akan beli yang lebih bagus dari ini." Ucap pria tersebut, seraya tangannya mencoba memakaikan sebuah kalung berwarna silver ke leher Santi .
Santi menerimanya dengan gembira, di liatnya kalung yang sudah melingkar pad lehernya. Dan di sana sudah terukir namanya dan nama pria yang Santi cintai.
“Terima kasih, Aku bahagia bisa memilikimu, " Ucap Santi seraya ke dua tangannya di kalungkan ke leher pria yang berada di hadapannya, menatap dalam terhadap pria di hadapannya dengan sayang.
Pria tersebut mendekatkan wajahnya perlahan. Mendekatkan bibirnya dengan bibir Santi, nafas mereka berdua terdengar memburu. Kedua bibir pun saling beradu di bias cahaya yang temaran, di sertai deru nafas mereka yang saling berkejaran.
mereka berdua saling bercumbu dengan ganas di dalam putaran bianglala.
...****************...
Aditya Prastyo, adalah nama lelaki yang selalu Santi doakan . Lelaki yang telah menemaninya selama 5 tahun, lelaki yang Telah berbagi tawa,canda, suka dan duka bersama.
lelaki itulah , yang telah mencuri hati Santi hingga tak tersisa, yang di sisakan hanya bucin-bucin asmara .
...****************...
Yogyakarta,.
Di dalam kamar Santi :
__ADS_1
📞 [Yank! Entar pulang kampung jadi ga?]Tanya Adit di seberang telfon.
📞 [Jadi dong, bareng ya] Jawab Santi.
📞 [Sudah pastilah, masa wanita lanangku. Aku biarkan pergi sendirian?] Jawab Adit.
📞 [Lanang tapi menarik kan?] Goda Santi.
📞 [Dong! Sayanggg..dan cintaaa..bangat sama dirimu.] Ucap Adit dengan tulus di seberang telfon.
📞 [Aku lebih cinta dan lebih sayang sama sayang] Jawab Santi.
📞 [makasih ya yank, sudah mau mencintai aku. Oh iya San, ntar sampai di kampung. Aku punya kejutan buat kamu.] Jawab Adit.
📞 [sama-sama, terima kasih juga. Karna selalu ada buat aku. Terus kamu mau ngasih kejutan apa?] Tanya Santi penasaran.
📞 [Ih si Lanang, kalo aku kasih tau bukan kejutan lagi namanya.] Jawab Adit.
📞 [haa, iya ya? Tuh, besok 'kan sayang kuliah, Sayang bobo gi! Ntar besok bangunnya kesiangan loh.]Jawab Santi sembari mengingatkan.
📞 [Iya Lanang! Kamu juga harus bobo,] Jawab Adit .
📞 [Siap!] Jawab Santi.
📞 [Ya sudah! aku matiin ya telfon'nya?] ucap Adit
📞 [Ok!] Jawab Santi. Dan Panggilan telfon pun terputus.
Santi merebahkan tubuhnya,ia merasa sangat bahagia Karna ia bisa memiliki lelaki yang bisa mengerti akan dirinya. Santi kemudian mencoba untuk tidur.
...****************...
2 Minggu kemudian..
“Dit, Kita ke toko batik Bentaran ya?" Ucap Santi.
Saat ini, mereka sedang makan di salah satu lesehan di pusat perbelanjaan di kawasan Malioboro .
“Iya sayang, Tuh! Makanannya di habisin dulu . Kita isi tenaga dulu baru lanjut buat belanjanya Ya,” Ucap Adit yang tangannya sibuk menyendokan sop buah ke mulutnya.
Santi mengangguk mengiyakan. Ia pun langsung menyendokan soto ayam yang ada di hadapannya. Setelah selesai makan, Santi dan Adit melanjutkan perjalanan. Karna masih banyak pesanan orang yang di kampung yang belum terbeli. Setelah di pastikan semuanya terbeli, mereka memutuskan untuk pulang.
“Yank, langsung istrahat yah! Salam sama Abang, kalo aku ga mampir. nanti, 3 hari lagi aku akan datang menjemputmu dengan taksi, kita ke bandaranya bareng saja." Ucap Adit yang mengantarkan Santi pulang.
“Iya, nanti aku sampaikan sama Abang. Kamu hati-hati ya!” ucap Santi.
“Iya! Ya susah, aku balik ya yank!" Ucap Adit kemudian memutar balik sepeda motornya lalu melaju.
Santi hanya mengangguk, melihat punggung Adit hingga menghilang. Ia pun masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam, Santi menaruh semua bawaan belanjaannya ke dalam kamar. Setelah itu Santi menuju ke kamar mandi, membersihkan badannya .setelah mandi, Santi memutuskan untuk tidur .
__ADS_1