(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LX


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 60


Kediaman Saputra


malam sebelum kedatangan para anak buah ke apartemen Raka,.


Terlihat seorang wanita sedang menatap layar televisi dengan tatapan emosi, " anak tidak berguna itu, saat Ulang tahun perusahaan ,kau bahkan tidak mengundang orang tuamu?." geram wanita dengan tangan yang di kepal dengan kuat.


"Papi!!!, Papiiiii..!!" teriak seorang wanita dengan nyaring


" ada apa sih mi?" tanya seorang laki-laki saat menghampiri wanita yang memanggilnya


wanita tersebut menoleh ke arah laki-laki yang baru saja datang " lihat !!. anak tersayangmu, bahkan tidak menganggap kita sebagai orang tua" ucap wanita itu dengan emosi seraya jarinya menunjuk-nunjuk ke arah televisi.


" Mi, aku sudah ke perusahannya semalam , namun di jaga dengan ketat. sehingga aku tidak dapat masuk" jawab laki-laki


" Pi, mami tidak mau tahu. segera bawa Raka pulang!!. bagaimana pun caranya" ucap si wanita


" mau cari dimana?. orang keberadaannya saja di sembunyikan" jawab lelaki


" apakah seorang tuan Saputra sangat miskin akses untuk mencari keberadaan anaknya sendiri ah?" pekik wanita


klotak..klotak...(bunyi sepatu berhak)


" om, Tante ada apa ribut-ribut?" tanya Naura ketika melihat Tuan Saputra dan Nyonya Maria sedang berselisih.


Tuan Saputra dan Nyonya Maria pun sontak menoleh .


" oh... calon mantu, sejak kapan kau di situ?" nyonya Maria dengan langkah cepat menghampiri Naura.


" baru saja datang Tante, Tante apa kabarnya" tanya Naura basa-basi.


" ayo, duduk. pelayan!!!! . siapkan minuman untuk nona Naura " teriak nyonya Maria, seraya mengajak Naura untuk duduk .


Naura dan nyonya Maria pun duduk bersama di sebuah sofa empuk,.


" om, Tante. apakah om dan Tante Mecari keberadaan Raka?" Naura mulai membuka suara,


" iya!! . Anak itu, bahkan ulang tahun perusahannya saja dia tidak mengundang kami, orang tuanya" ucap nyonya Maria geram.


" aku baru pulang dari acara Rakanya Tante, dan di sana dia terlihat mengandeng seorang wanita dari alam manusia" ucap Naura


" apa??. kau di undang?" kaget nyonya Maria


Naura menggeleng kepala, " tidak, aku mencurinya dari seseorang yang di undang. kemudian masuk untuk menyelinap" jawab Naura


"anak terkutuk itu, bisa-bisanya dia mengabaikan pertunangan ini" geram nyonya Maria.


tuan Saputra hanya memperhatikan 2 wanita yang ada di hadapannya, tanpa ingin ikut campur .


" aku terakhir kali berjumpa dengan Raka, di sebuah restoran Tante. Dan setelah itu aku menyelidikinya" ucap Naura dengan serius


" kamu tahu di mana Raka sekarang?," tanya nyonya Maria penuh harap


" ya,, Raka sekarang tinggal di apartemen di kota blue lake. dan selama ini ,yang menyembunyikan Raka adalah Andre" jawab Naura

__ADS_1


"apa!!!. anak yatim itu, berani-beraninya dia menyembunyikan Raka. selama bebarapa bulan ini" geram nyonya Maria.


nyonya Maria menoleh ke arah suaminya, " papi, apa yang kau tunggu?. segara utus anak buahmu untuk menyergap kawasan blue lake" titah nyonya Maria kepasa suaminya


" yah, baiklah. yang penting kau bahagia, aku akan menyeret anak itu ke sini" sahut tuan Saputra beranjak dari duduknya.


nyonya Maria kembali mengarahkan pandangannya ke arah Naura," calon mantu, kamu tenang saja. jika Raka kembali ke sini . Tante akan segera menikahkan kalian" ucap nyonya Maria kepada Naura


"ta..tapi Tante, Raka sekarang bersama wanita lain" adu Naura dengan wajah memelas .


" oh.. kau tenang saja, setuju dan tidaknya Raka. Raka harus menikah denganmu. Karna ini adalah janji Tante kepada mendiang ibumu" ucap nyonya Maria


Naura seketika memeluk tubuh nyonya Maria," hu...hu.. terima kasih Tante. Tante sangat baik terhadap Naura" ucap Naura di balik tubuh nyonya Maria dengan senyum yang mengambang.


Naura melepas pelukannya, " Tante, aku harus kembali. Karna aku sedang ada urusan. Tante jaga kesehatnnya ya" ucap Naura


" ya, kamu juga. kamu harus hati-hati, salam untuk ayahmu " ucap nyonya Maria kepada Naura


Naura beranjak dari duduknya seraya berjalan ke arah pintu dengan senyum yang terus mengambang di bibirnya.


****


POV Naura


aku, Naura Robert. anak tunggal dari keluarga Robert, tidak heran. semua kemuanku harus terpenuhi Karna aku adalah anak tunggal.


maka apa pun keinginanku harus di kabulkan, bagaimana pun caranya!!.


aku mengenal Raka, saat aku mungkin masih dalam kandungan . Karna ibuku dan nyonya Maria adalah sahabat, hingga aku lahir, aku di jodohkan dengan Raka karena persahabatan ibuku dan nyonya Maria.


hal tersebut, yang membuat aku semakin tertarik dengan Raka. walau pun aku sering di cuekin habis-habisan oleh Raka, namun aku tidak peduli. Karna toh dia juga akan menikah denganku.


suatu ketika, ibuku jatuh sakit. dan keluarga Robert hampir bangkrut, karna semua kekayaan Robert telah habis untuk biaya pengobatan ibuku.


hingga Tante Maria datang dan memberikan sejumlah pinjaman kepada keluarga kami, namun ibuku tetap tidak tertolong dengan penyakitnya.


ha tersebut yang membuat nyonya Maria membuat janji dengan mendiang ibuku, jika bagaimana pun Raka harus menikahiku .


*******


Naura melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil yang telah terparkir di depan pintu,


" Jalan!!" ucap Naura kepada supir


dalam perjalanan, Naura menekan tombol earphone bluetoothnya " Daddy, kirim anak buah Daddy ke pintu portal penghubung dimensi . sebar mereka di bagian Utara, selatan, timur dan barat. Karna tuan Saputra telah bergerak ." ucap Naura ketika sambungan telfonnya terhubung.


********


tuan Saputra mulai mengerahkan anak buahnya, ia meminta anak buahnya menelusuri setiap apartemen di kawasan blue lake.


akhirnya, apartemen Raka di temukan. namun akses untuk masuk ke apartemen milik Raka, sungguh ketat. dengan terpaksa, anak buah tuan Saputra hanya dapat berjaga-jaga di luar bangunan apartemen.


setelah satu malam menunggu, akhirnya anak buah tuan Saputra, melihat mobil Raka yang memasuki kawasan apartemen. dengan cepat mereka mengambil mobil mereka, untuk mengejar Raka yang hendak memutar balik mobilnya.


*********

__ADS_1


di dalam mobil Raka dan Santi,.


dor...dor....( bunyi tembakan )


" aaaahhh" teriak Santi. ketika ia mendengar suara tembakkan yang datang dengan tiba-tiba , sembari menutup kedua telinganya dengan tangan.


" tenang Santi!!. mobil ini di rancang untuk War, jadi kau tidak perlu khawatir jika hanya tembakan" ucap Raka ketika melihat Santi yang terlihat panik. dengan mata yang terus menatap jalan.


" iya, kau mungkin sudah terbiasa denga hal seperti ini. tapi aku?" ujar Santi dengan wajah yang terlihat panik


Santi menoleh ke belakang mobil, terlihat 5 mobil sedang mengikuti mereka.


" ka, mereka mengejar kita" ucap Santi cemas .


cuuiittt....teng... dor .... ( bunyi tembakan yang meleset)


" kau tenang Santi, aku tetap akan membawamu keluar dari sini" ucap Raka .


" ka, apakah orang tuamu tidak setuju denganku Karna aku manusia?" tanya Santi yang mulai tertunduk


Raka terdiam,


" apa yang harus aku lakukan, agar aku bisa di terima?" lanjut Santi


Raka tiba-tiba mengelus kepala Santi, " tidak peduli mereka menerimamu atau tidak, aku akan memperjuangkan mu" ucap Raka lirih


" apakah ini akan menjadi tanda jika kita akan berpisah?" lirih Santi menatap Raka dengan sendu.


Raka menatap Santi " hei, jangan katakan demikian. aku akan selalu bersamamu" ucap Raka menenangkan hati kekasihnya.


tiba-tiba, ponsel Raka berdering,.


dengan cepat Raka menyambukan panggilannya,


" aku di arah Utara, mereka mengejar kami. tolong segera kemari agar kau bisa mengalihkan mereka" ucap Raka ketika panggilannya tersambung.


( yah... aku dan Kevin segera kesana, kau harus mengalihkan arah rutemu. tunggu hingga aku dan Kevin tiba di portal, Karna anak buah Robert sedang berjaga-jaga di semua area portal penghubung). jawab Andre di balik telfon


Raka terdiam,


dengan cepat Raka menginjak rem lalu memutar stir yang ia kemudikan. dengan cepat membating stir ke arah perempatan tikungan tajam yang mengarah ke hutan.


cciiiiitttttt...!!! (bunyi ban yang mencium aspal)


BRAKKK..!!!!. ....SPLASH!!? (bunyi hantaman mobil)


tiba-tiba mobil yang mengejar, seketika menginjak rem dengan mendadak. Karna tidak menduga, bahwa Raka akan berkelok ke jalur tajam , sehingga membuat mobil dari arah belakang sontak menabrak mobil di depan yang berhenti dengan tiba-tiba .


" wow, Raka kau sungguh keren" ucap Santi kagum dengan aksi kekasihnya


Raka menoleh ke arah Santi, " cium dong" ucap Raka seraya menyodorkan pipinya ke arah Santi


Santi mendekatkan wajahnya ke arah Raka kemudian mengecup pipi raka, .


(woi, kami masih mendengar. bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini, kalian masih sempat bermesraan) ucap Kevin dari balik tlfon yang masih terhubung .

__ADS_1


__ADS_2