(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB XLV


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 65


di tempat Santi,.


Santi menyeringai menatap Naura yang hendak menusukan kukunya ke leher Santi " PRANK!!" ucap Santi seketika menusukan belati yang dia punggut saat merangkak. kini belati tersebut menancap di perut Naura.


JLEBBB ( bunyi tusukan)


Santi dengan kuat menusuk belati tersebut ke perut Naura, lalu memutar belati tersebut dengan tekanan yang kuat.


kreekkk ..( bunyi belati yang di putar dan merobek kulit perut Naura)


"Aaahhkkkkk,,, j4l4ng sialan!!!" pekik Naura merasa kesakitan .


Naura dengan cepat menampar pipi Santi dengan kuat. kekuatan Naura yang bukan manusia, di tambah lagi dengan Naura yang sedang emosi, membuat Santi terpental.


"uhuk ...uhuk ...bagaimana nyonya burung, sakit?" ucap Santi seraya berdiri lalu menggosok mulutnya yang telah mengeluarkan darah dengan kasar.


"eegggrrrrrhhh...wanita, kau memang sangat menyebalkan" geram Naura seraya mencabut belati yang menancap pada perutnya seraya menatap Santi dengan tatapan membunuh.


" Ahk..ahk.. nyonya, aku tidak akan mau menyerah walau aku sudah kehabisan tenaga . kau tahu nyonya, kami manusia memang lemah. Namun ada beberapa hal yang membuat kami manusia itu kuat" ucap Santi dengan tangan yang memegang dadanya yang terasa sakit ketika ia bernafas.


Santi meraih obor yang berada tepat di sampingnya " yang membuat kami kuat adalah , Doa, cinta dan Hinaan Yang selalu kau ucapkan" pekik Santi seraya berlari ke arah Naura dengan menyodorkan obor ke arah Naura .


Naura seketika menepis api yang di arahkan oleh Santi kepadanya " he...wanita sialan, aku akui semangatmu. Namun waktuku sudah terbuang sia-sia gara-gara melayanimu. CAMBUK IBLIS DATALANGLAH!!!!" ucap Naura .


FLAZH..FLAZH...( kilatan cahaya yang tiba-tiba datang memenuhi ruangan)


DUARRRR!!!! (bunyi gemuruh yang menggelegar )


suasana di dalam ruangan seketika menjadi seram dan di penuhi aura mistis ,dengan petir yang mengelegar di setiap sudut ruangan. dengan suara gemuruh yang membuat telinga Santi menjadi sakit.


Naura berjalan ke arah Santi dengan menyeringai, seraya di tangannya memegang sebuah cambuk yang mengeluarkan kilatan listrik yang menyala-nyala.


" sungguh hebat untuk ukuran manusia, sehingga senjata turun temurun pun ku gunakan untuk melawanmu" pekik Naura seraya berjalan ke arah Santi dengan tatapan tajam.


******


di tempat Andre dan kevin,.


" Ndre, apakah kita akan menemukan kakak ipar?" tanya Kevin membuka pembicaraan


" entalah, kita harus segera menemukan Santi , apa pun itu kita harus mencarinya hingga ketemu" Jawab Andre


DORR..DORR...!! ( bunyi tembakan )


Andre dan Kevin seketika menghentikan langkah mereka.

__ADS_1


" apa yang terjadi?" tanya Andre menatap Kevin


" mana aku tahu " jawab Kevin


( Tuan, titik lokasi sekitar 2KM dari arah Tuan, kami menemukan para anak buah Robert. dan sekitar 600meter dari titik kami berada, ada sebuah menara) laporan yang Andre terima


" baik!!. terima kasih . kita akan segera menuju ke lokasi" jawab Andre


" ayo Vin, sepertinya keberadaan Santi akan di temukan" ucap Andre seraya mengajak Kevin


Kevin mengangguk, mereka berdua kemudian meloncat dari dahan ke dahan untuk menuju ke Titik lokasi .


******


Di tempat Raka, .


" ka, sepertinya terdengar bunyi tembakan" ucap ayah Raka di dalam mobil


"Pi, berhenti di sini. Raka ingin pergi sendiri" pinta Raka


"baiklah anak muda " ucap ayah Raka seraya menepikan mobilnya


setelah mobil berhenti dengan sempurna, Raka kemudian turun dari mobil ayahnya.


ia kemudian menempelkan tangannya ke tanah seraya memejamkan matanya , " papi, aku pergi!!. papi pulanglah" ucap Raka ketika sudah mengetahui titik lokasi Santi berada. dengan cepat Raka meloncat ke arah dahan kemudian berlalu menuju ke lokasi .


********


di tempat Santi,.


Naura terlihat menyeringai ketika ia sudah berhadapan tepat di depan Santi, " hahahahhaha.... matilah, wanita sialan!!!!. bergabunglah dengan para leluhur di menera terlarang ini" ucap Naura menggema seraya mengarahkan cambuk iblisnya kepada Santi.


Santi seketika melebarkan pupilnya ketika melihat cambuk yang di arahkan ke padanya kian mendekat, ( oh!!!. Akhir yang tidak bahagia. apakah aku harus mati di sini?. terlalu cepat memang, sudahlah!!. yang penting aku sudah berusaha sampai sejauh ini ). batin Santi menutup matanya seraya mengangkat lengannya untuk menghadang cambukan yang akan ia terima.


uhhhuuueeeekkkkk... ( bunyi darah yang keluar dari mulut)


seketika Naura terkejut, lalu melangkah mundur memberi jarak ketika ia melihat siapa yang ia cambuk .


Santi membuka matanya, seketika pupil matanya melebar dengan bening kristal yang telah menumpuk di pelupuk matanya, " RAKA!!!." teriak Santi ketika Raka menghadang cambukan dari Naura yang akan di berikan kepadanya.


wajah Santi kini di penuhi oleh darah Raka yang menyebur keluar dari mulut Raka.


Santi memegang kedua pipi Raka dengan kedua telapak tangannya, " apa yang kau lakukan?" tanya Santi dengan suara bergetar.


Raka tersenyum " wanita ceroboh, kau tidak apa-apa?" tanya Raka dengan tatapan sendu menatap Santi


Santi memeluk Raka dengan erat seraya menangis " pria tolol , kau akan mati jika bertindak seperti ini" ucap Santi dengan Isak di balik punggung Raka .

__ADS_1


"hoho .. sangat menyentuh, apakah kalian sudah selesai dengan drama kalian bedebah!!! " teriak Naura


Raka tidak dapat berdiri, seketika kekuatannya seperti di segel, " uhuk...Santi, kau harus pergi dari sini" ucap Raka pelan dengan suara yang terdengar lemas


Santi menggelengkan kepalanya ," tidak!!! . Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri di sini, dengan kondisi seperti ini?" pekik Santi memeluk tubuh Raka dengan kuat


Naura yang di abaikan membuatnya ia naik pitan, " sialan, aku masih di sini dan kalian masih saja melakukan drama di depanku?" teriak Naura seraya mengangkat cambuknya tinggi-tinggi


" baiklah, akan aku kabulkan permintaan kalian. matilah kalian berdua sebagai romeo dan Juliet dan bergabunglah dengan roh para leluhur" pekik Naura emosi seraya mengarahkan cambuknya ke arah Raka dan Santi yang sedang berpelukan yang terlihat sekarat.


DOOORRR ( suara tembakan )


" Akkhhhhhh...sialan, mahkluk bodoh siapa yang berani menggangguku?" teriak Naura dengan memegang lengannya yang tertembak.


" aku , yang mengganggumu" ucap tuan Saputra dari arah pintu


Naura menoleh ," Om Saputra??" guman Naura kaget.


"papi, terima kasih" ucap Raka yang sudah terlihat sangat lemas


" anak tolol, apa kau tidak berpikir dampak dari cambukan itu?" ucap tuan Saputra


" Om Saputra, kenapa kau ada disini?" tanya Naura yang terlihat ketakutan ketika melihat tuan Saputra menghampirinya.


" jika aku tidak ada di sini, kau akan membunuh anakku?" tanya tuan Saputra dengan wujud yang telah berubah


Naura menggelengkan kepalanya, " tidak om, bukan" jawab Naura menghindar.


" apakah aku akan membiarkan anakku mati dengan sia-sia di tangan wanita sepertimu?" ucap tuan Saputra


Naura sudah tidak dapat berbuat apa-apa, ia meraih cambuk yang sempat terlepas dari genggamannya, " baiklah tua Bangka, aku akan melawanmu" ucap Naura yang sudah kehilangan akal .


" DRAK WEAPON DATANGLAH " ucap tuan Saputra yang memanggil senjata turun temurunnya.


" hahahaha,,,, Manarik!!" pekik Naura


tuan Saputra segera melesatkan serangannya.


sat ... set... sat...set.... ( ketika mengadu senjata)


SRING....SRING....( kilatan cahaya saling terbentur)


tuan Saputra mengarahkan ujung tombaknya ke arah Naura yang sudah terdesak.


DUUUAAAARRR ( suara ledakan yang muncul tiba-tiba)


" hahahaha ... tuan Saputra, lawanmu adalah aku" ucap tuan Robert yang tiba-tiba datang .

__ADS_1


__ADS_2