(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LXXIV


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 74


...Kehadiran malaikat kecil...


Bi sum melihat majikannya yang sedang mengalami kontraksi, membuat Bi Sum menjadi panik.


" Bu.. ibu, tidak apa-apa?. Saya telfon pak Adit ya?" ucap bi Sum dengan panik, seraya ia mencoba memapah Santi yang terlihat kesakitan.


Santi mengangguk...


Bi Sum dengan cepat meraih ponselnya lalu mencari nomor kontak Adit .


Tut...Tut....( Suara penghubung )


(Halo!!. Kenapa bi?) Tanya Adit ketika mengangkat telfonnya.


" Halo, pak!!. Sepertinya ibu mau melahirkan" ucap bi sum ketika panggilan telfonnya tersambung.


( Bi, saya lagi ada meeting, bi sum tolong panggilkan taksi untuk membawa ibu ke rumah sakit ya?. Tolong siapkan perlengkapannya dulu ) ucap Adit di sambungan telfon


" Baik pak" ucap bi sum seraya memutuskan panggilan telfonnya.


" Hadu ... bi, sakit bi.. " teriak Santi yang sudah tak kuat sehingga menyenderkan punggungnya pada tembok pagar dengan terduduk.


" Iya.. iya..yang sabar, yang kuat. Bibi mau ambil perlengkapan dulu" ucap bibi menenangkan Santi.


" Ini bi, ambil tas dan koper kecil di kamar saya" ucap Santi denga menahan sakit, seraya memberikan kunci kamarnya kepada Bi Sum.


Bi Sum meraih kunci tersebut, dengan cepat langsung berlari ke dalam rumah.


" Ya ampun... Mama, sesakit ini kah kau mengandung?. Mama, maafin Santi. jika tidak berbakti kepada mama " Guman Santi lirih dengan peluh yang telah muncul di dahinya.


Tak lama, bi Sum datang dengan beberapa perlengkapan.


" Ibu bisa berdiri?" Tanya Bi Sum


Santi menggeleng,,,


" Kalau begitu, ibu tunggu di sini ya. Saya panggilan taksi ke depan" ucap Bi Sum


Santi mengangguk , dengan ekspresi menahan sakit di raut wajah Santi.


" Ayo Bu, kita ke rumah sakit" ucap bi Sum yang hendak memapah Santi yang terduduk kesakitan.


" Bi, aku.. aku tidak kuat berdiri" ucap Santi terbata.


" Pak supir!!!, bisa tolong bantuin?" Teriak bi Sum memanggil supir taksi


Tak lama, supir keluar, " oh.. ibu mau melahirkan?. Ayo, ayo saya bantu papah" ucap supir taksi


Supir taksi dan bi sum memapah Santi menaiki taksi.


Ketika Santi dan Bu Sum sudah berada di dalam taksi," pak, ke rumah sakit betesda ya" ucap Bu Sum kepada supir.


" Enggeh Bu, itu lakinya kemana Bu?" Tanya supir taksi


" Udah pak, nyetir aja. Ga usah nanya-nanya" ucap bi sum.


Taksi pun melaju, beberapa saat kemudian. Taksi tiba di pintu rumah sakit.


Dengan cepat bi sum berlari ke arah rumah sakit. Dengan cepat para perawat menuju ke arah taksi dengan dengan membawa brankar dorong .


para perawat, langsung mengangkat tubuh Santi lalu membaringkannya ke brankar dorong. kemudian para perawat langsung membawa Santi ke UGD.


Bi Sum menghampiri supir taksi, lalu membayarnya. Setelah itu, bi Sum berlari menyusul majikannya.

__ADS_1


Tak lama, Santi di pindahkan ke ruang ibu dan anak. Ternyata kontraksi yang Santi alami sudah pembukaan 5.


Di ruang ibu dan anak, Bi Sum menunggu dengan cemas Karna melihat Santi yang berteriak kesakitan dengan tubuh yang mengeliat.


" Bu sabar ya, ibu harus kuat" Bi Sum menenangkan Santi, seraya tangannya mengusap kepala Santi berulang kali


" Apakah ibu keluarganya?" Tanya seorang Dokter yang tiba-tiba menghampiri Bi Sum.


" Iya Dok, saya keluarganya" jawab bi sum


" Suaminya kemana?" Tanya Dokter


" Lagi keluar kota Bu" ucap Bi Sum asal


" Baiklah, ibu Santi harus di operasi. Karna bayi kaki berada di bawah" ucap dokter


Bi Sum terlihat bingung," Bu Dokter, bisa tunggu sebentar?" Ucap Bi Sum


" Ya, harus cepat. Karna kita harus bertindak" ucap dokter


" Dokter, bagiaman keadaan Santi?" Tanya Adit dengan nafas memburu menghampiri Dokter.


Dokter menoleh," anda siapa?" Tanya Dokter


" saya yang bertanggung jawab atas pasien yang bernama Santi" ucap Adit menjelaskan


" oh.. baik pak, ibu Santi harus segera di operasi. Melihat kondisi bayinya yang tidak biasa" Dokter menjelaskan


" Lakukan yang terbaik Dok" tanpa menimbang Adit langsung menjawab.


Dokter kemudian menuju ke arah Santi, kemudian meminta para perawat untuk membawa Santi ke ruang operasi.


Ketika Santi di dorong melewati Adit, Adit langsung meraih tangan Santi.


Santi mengangguk dengan mata yang basah menatap Adit . Kini Santi telah di bawa ke ruang operasi.


Saat berada di ruang operasi, Dokter menyuruh Santi untuk bangun dan duduk membukuk.


Santi Merasa ada jarum yang menusuk pada tulang ekornya.


Setelah itu, Santi di baringkangkan Kembali. Kini para asisten Dokter terlihat memasang infus dan selang oksigen dengan beberapa alat yang menancap pada tubuh Santi.


Santi melihat, lampu yang sangat terang yang berada di atas kepalanya. Tak lama, Santi merasa mengantuk dan akhirnya Santi tertidur.


" Maaf Karna tidak ada di sampingmu" Santi seketika mendengar suara Raka sebelum ia tertidur.


Owe...Owe ... ( Tangisan yang terdengar di ruang oprasi )


...********...


Di Laboratorium Andre.,


Kevin terlihat duduk berjongkok di hadapan cangkang, Kevin terus menatap cangkang tersebut tanpa berkedip.


" Vin apa kamu tidak lelah?. Sudah berapa jam kau duduk di situ?" Tanya Andre kepada Kevin yang sudah hampir 8 jam menatap cangkang yang terdapat Raka di dalamnya.


" Entahlah, aku merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi" jawab Kevin.


" Yah semoga saja, kira-kira Santi sedang apa?" Tanya Andre penasaran


Kevin menoleh ke arah Andre," kau bertanya begitu, Karna kau tidak pernah merasakan jatuh cinta. Pasti sedihlah Ndre, apalagi sekarang kita tidak bisa pergi ke dunia manusia. Di tambah lagi kakak ipar pasti sekarang sedang bingung Karna tidak dapat menghubungi kita " jawab Kevin


Biipp...Biipp..( tiba-tiba bunyi suara monitor di ruang laboratorium Andre)


Hal tersebut membuat Andre meloncat dari duduknya dan langsung berlari ke arah monitor.

__ADS_1


"Andre!!!. Lihat, tubuh Raka bersinar " ucap Kevin kaget melihat tubuh Raka di dalam cangkang mengeluarkan cahaya


Andre dengan cepat mengotak- Atik keyboard di hadapannya.


Namun, bunyi pemacu jiwa kembali berhenti. Dan tubuh Raka kembali ke sedia kala.


" Andre apa yang terjadi?" Tanya Kevin


"Aneh, seharusnya jika alat pemacu jiwa berbunyi. Seharusnya Raka akan sadar, kenapa Raka Kembali tertidur setelah beberapa detik jiwanya kembali?" Guman Andre bingung


"Coba Ndre kau cek lagi, mungkin ada yang salah" ucap Kevin kepada Andre


Andre kemudian mulai bekerja kembali. Andre juga berpikir bahwa pasti ada kesalahan saat mengoperasikan system.


Namun beberapa kali Andre mencoba, Raka tetap tak breaksi.


...*******...


Di Rumah Sakit,.


Santi terbangun ketika ia sudah berada di sebuah ruangan.


" Santi!!. Kau sudah sadar?" Tanya Adit menghampiri Santi yang terlihat seperti kebigungan.


Dengan cepat Adit menekan tombol pemanggil di samping ranjang Santi berbaring.


" Adit, aku di mana?" Tanya Santi bingung


" Kau di rumah sakit Santi" jawab Adit dengan wajah yang berseri-seri


" Oh.. bayi, bayiku dimana" tanya Santi panik


Kreeekkk ( pintu ruangan terbuka )


Terlihat seorang perawat berjalan ke arah Santi, dengan sebuah kain yang memilit di dalam gendongan perawat yang menghampiri Santi.


" Selamat ya Bu!!, Bayi anda perempuan. Dia sangat cantik" ucap perawat tersebut dengan tersenyum, seraya menaruh bayi mungil tersebut di lengan Santi.


Santi menatap bayi mungil di hadapannya dengan mata berbinar, ia tak dapat mengucapkan apa-apa selain tangis haru dan bahagia yang saat ini ia rasakan.



" oh.. malaikat kecil, kau sungguh mirip dengan ayahmu" guman Santi menatap bayi yang sedang tertidur lelap pada lengannya.


" Selamat ya Santi, kini kau telah menjadi seorang ibu" ucap Adit seraya mengelus kepala Santi


Santi tak menjawab, ia hanya dapat memandang wajah anaknya dengan perasaan yang sangat bahagia. Seketika beban yang ia pikul di otak dan punggungnya telah hilang ketika melihat sang malaikat kecil yang berada di hadapannya.


"Hei, apakah kau sudah siapkan Nama untuk putri kecilmu?" Tanya Adit kepada Santi yang terlihat sangat bahagia Karna telah menjadi seorang ibu.


Santi menatap Adit, " yah.. aku sudah menyiapkannya" jawab Santi


" Coba aku mau dengar" tanya Adit


" Namanya : Dayana Eka Ranti" ucap Santi menatap gadis mungil yang ada di hadapannya.


" Boleh tau artinya?" Tanya Adit


" arti?. setia nama yang aku berikan adalah, Putri pertama Raka dan Santi. Karna Dayana dalam bahasa sansekerta artinya Putri dan Eka artinya pertama atau satu. Sedangkan Ranti singkatan dari Raka dan Santi" jawab Santi seraya tersenyum


" Hei, tuan putri. Ingat nama kamu ya, tumbuh jadi gadis yang penurut dan jangan ceroboh seperti ibumu . ok Dayana Eka Ranti" ucap Adit seraya mencubit-cubit pipi bayi mungil yang ada di hadapannya.


(Raka, lihatlah putrimu. Dia sungguh mirip denganmu, apakah kau bisa merasakan jika sekarang kau telah menjadi seorang ayah?. Doakan aku dan anak kita dari sana ya. semoga kita selalu sehat sampai kau datang menjemput kami) batin Santi seraya menatap anaknya yang masih tertidur. dengan perasan yang haru bahagia.


...END...

__ADS_1


__ADS_2