(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Santi Down


__ADS_3

...Santi Down...


(Memberikan darah?. apa yang di maksud oleh Andre?. bukankah itu suatu patangan?) batin Raka


“Apa yang kau maksud Ndre?” Tanya Raka dengan keheranan.


“ Jika kamu memberikan darahmu kepada Santi, Santi akan melupakan semua yang pernah terjadi di dalam hidupnya ” Ucap Andre .


“ Apakah hanya menyangkut traumanya yang akan ia lupakan?” Tanya Raka .


“ Santi sekarang sedang istirahat ,alangkah baiknya kita berbicara di luar saja ” Ucap Andre


Mereka bertiga pun keluar dari kamar Raka dan berjalan ke arah ruang tamu.


“ Anna!!!. Tolong ambilkan minum” Teriak Kevin ke perempuan yang dia bawa bersamanya ,saat Kevin datang ke apartemen Raka .


Anna merupakan seorang pelayan yang berkerja di bawah naungan Kevin.


“ Baik tuan!!" Ucap Anna seraya berjalan ke arah dapur.


Tak lama Anna datang dengan membawa 3 gelas minuman, kumudiam ia letakan di atas meja.


“ Anna!!. kamu pergi temani Merry. Kalian sesama perempuan jangan nimbrung dengan laki-laki" Ucap kevin .


Anna hanya membungkuk lalu beranjak dari hadapan 3 tuan muda tersebut .


“ Jadi begini ka, setiap tindakan pasti ada resiko dan efeknya" Ucap Andre membuka pembicaraan.


Raka dan Kevin hanya menyimak apa yang di katakan pria yang ada di hadapan mereka.


“ efek pemberian darah untuk Kebaikan Santi adalah, ia akan terlahir kembali Dan ia akan terikat denganmu. Namun di sisi lain , Santi Akan melupakan semua orang, termaksud orang tuanya, saudaranya dan teman-temannya. Setelah kau memberikan darahmu kepada Santi ,Santi akan menjadi bagian dari kita dan yang Santi ingat dalam ingatannya hanya dirimu,”Lanjut Andre dengan penjelasannya yang panjang, mengenai hal apa yang akan terjadi jika Raka memberikan darahnya.


“ Apakah tidak ada cara lain?.” tanya Raka.


“ tidak!!!.Hanya itu solusinya. Jika kamu sanggup, kamu harus sebisa mungkin menjaga Santi agar ia tak terbentur dengan sesuatu yang dapat memicu traumanya kambuh kembali ” Imbuh Andre.


Raka terdiam, ia berpikir dengan keras. Raka ingin Santi segera sembuh namun, di sisi lain ia tak ingin Santi melupakan orang tuannya.


Di dalam kamar Raka .


Santi terbaring dengan gelisah , peluh telah bertumpuk di sebagian dahi santi.


Dalam keadaan tidak sadarkan diri , santi terlihat resah sembari menggoyang-goyangkan kepalanya, dalam raut wajahnya tersirat suatu kesedihan, di dalam lelapnya, ia teringat kembali dengan Adit .


FLASHBACK

__ADS_1


Santi yang saat itu tiba di rumahnya pukul 3 pagi, mendapati Adit yang sedang duduk di depan teras rumahnya ,dengan pandanganya terlihat sibuk menatap layar ponsel.


Santi terkejut, ketika melihat Adit di depan teras rumahya. Dengan cepat Santi memutar balik arah sepeda motornya, namun dengan tiba-tiba Adit menghadang sepeda motor yang di kendarai oleh Santi .


“ Santi, kenapa kau menghindariku?. Bahkan wisudaku pun kamu tidak hadir” Ucap Adit ketika ia sengaja menunggu Santi hingga larut di depan rumah.


" tidak apa-apa, minggir!!!, aku mau jalan" ucap Santi dengan pandangan yang tak ingin melihat wajah pria di hadapannya.


" kamu mabuk ah?. sejak kapan kamu jadi seperti ini?" Pekik Adit, lalu mendekati Santi kemudian mencengkram tangan Santi.


"apa urusanmu?, minggir!!" ucap Santi yang mulai meninggikan suaranya.


" Kamu tunanganku, jadi aku berhak tahu segala urusanmun. Santi !!, kenapa saat kau kembali dari Bandung kau menjadi berubah seperti ini?, jika ada masalah, tolong bicarakan. jangan selalu menghindariku, ku mohon, " ucap Adit yang meminta penjelasan.


“ untuk apa kau menungguku hingga selarut ini?, oh iya!!, Aditya Prastyo, Sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini, " Ucap Santi dengan tatapan yang sendu menatap Adit .


Adit tecekak mendengar ucapan Santi, Dengan cepat Adit memcengkram ke dua pundak Santi dengan kuat, kemudian menatap tajam ke dalam bola mata Santi.


“ yang kau katakan ini bercanda kan?. kenapa tiba-tiba?” tanya Adit tak percaya dengan ucapan Santi.


“ tidak!!. Aku serius, hubungan kita sampai di sini saja dit,” ucap Santi yang mencoba menahan air matanya yang akan tumpah.


“ San, sejak kau pergi ke Bandung kau makin berubah. Apakah kamu telah berpaling dariku?” Ucap Adit seraya menatap Santi dengan Tatapan menyelidik .


Santi menarik nafas panjang..


Yang nyatanya , Santi menahan kepedihan dengan kalimat yang ia ucapkan kepada Adit.


“ Itu bohong kan San?, ” Tanya Adit dengan mata yang sudah terlihat berkaca-kaca, Dengan tangannya yang kuat menggoyangkan badan Santi .


“ Aku tidak berbohong!!, jika kau tak percaya, Silahkan kau tanyakan saja kepada Iren , dia yang lebih tahu apa yang aku lakukan di Bandung " Ucap Santi mencoba meyakinkan Adit .


Plakkk!!!!


Sebuah tamparan mengenai pipi Santi dengan keras,


“ untuk apa!!, untuk apa aku berjuang sampai sejauh ini?. Untuk apa aku menjaga hati ini?, Jika nyatanya perempuan yang aku cintai adalah seorang J*Lang yang murah*n?" teriak Adit murka dengan nafas yang memburu di sertai mata yang telah berair.


Santi hanya terdiam mematung, bahkan tamparan yang ia terima tak ia rasakan. Karna saat ini ,hatinya jauh lebih sakit dari tamparan yang Adit berikan kepadanya.


“ untung saja kita baru tunangan. Yah!!! .Mungkin Tuhan telah menunjukan kepadaku , bahwa kamu itu wanita seperti apa sebelum kita menikah. Dasar j*Lang!!" pekik Adit ,masih dengan murkanya.


Adit pun melangkah pergi meninggalkan Santi yang sedari tadi mematung tanpa jawaban.


Saat Adit pergi meninggalkan Santi, Santi terkulai ke tanah dengan tangisan yang pecah.

__ADS_1


“ Maafkan aku Dit, maaf!!. Maafkan aku , Aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik. Yah!!, Lebih baik begini, Kau pergi dengan kebencian terhadap diri ini, bencilah aku Dit!!, aku memang pantas untuk di benci" lirih Santi di sela Isak tangisnya.


sebuah tangan lembut mengelus punggung santi dari belakang.


" Dek ,, kakak bukan ikut campur dengan masalah asmaramu, tapi jika seorang pria telah menjatuhkan air matanya untuk seorang wanita, maka wanita tersebut sangatlah penting bagi dirinya . jadi bicarakanlah dengan Adit secara baik-baik, " ucap kakak Santi yang menasehati santi, kakak santi kemudian berlalu meninggalkan Santi yang masih terduduk dengan isaknya.


FLASHBACK END


Di luar kamar, Raka mendengar Santi berteriak histeris dari dalam kamarnya.


Dengan panik , Raka dan Andre berlari menuju ke dalam kamar Raka .


Sesampainya di kamar, mereka melihat Santi masih terlelap namun matanya telah basah dengan air mata dengan teriakan memanggil-manggil nama Adit.


Ternyata Santi sedang mengigau...


Raka yang melihat hal tersebut, berjalan mehampiri Santi yang sedang terbaring.


Raka mengambil beberapa lembar tisu di atas meja yang berada di samping kasur.


Raka kemudian menyeka peluh di dahi Santi yang telah membasahi sebagian wajah Santi.


" Santi!!, rasa sakitmu dan penderitaanmu, akan aku balas lebih sakit dari yang kau alami sekarang" pekik Raka seraya menggenam tangan Santi dengan kuat


"Raka!!, aku harus memeriksa keadaannya " ucap Andre.


Raka kemudian memberi ruang kepada Andre untuk memeriksa keadaan Santi .


Andre kemudian berjalan ke arah Santi, dengan sigap Andre menyuntikan sebuah cairan ke lengan Santi.


Setelah memeriksa keadaan Santi, Andre kemudian menghampiri Raka.


" suhu badannya naik lagi, Karna luka di tangannya terkena air dan menyebabkan lukanya basah , Karna terlalu lama terkena hujan .di tambah , keadaan santi yang menjadi down saat mengingat kejadian yang menimpanya" ucap Andre .


" jadi bagaimana Ndre?, apa yang harus aku lakukan?." tanya Raka khawatir.


" biarkan dia istirahat, aku telah memberinya obat penenang. Santi akan tidur sampai besok pagi. jika ia bangun, langsung antarkan dia pulang. Karna orang tuanya pasti sangat khawatir" ucap Andre


" baik!! . Akan ku ikuti saranmu" jawab Raka .


" ya sudah, kalau begitu aku pamit ya ka, aku masih ada laporan yang belum aku selesaikan" ucap Andre seraya berpamitan kepada Raka .


" terima kasih, aku minta maaf tak mengantarmu sampai ke pintu" ucap raka .


" Santai!! ,aku bukan Anak kecil, aku bisa jalan sendiri" ucap Andre seraya keluar dari kamar Raka.

__ADS_1


setelah kepergian Andre, Raka menatap tubuh Santi yang terbaring dengan nafas yang terdengar bersahutan di dalam lelapnya ketika Santi tertidur.


" kamu tahu San?. ini yang membuat aku jatuh cinta padamu. wanita yang kuat walau pernah melakukan hal bodoh, " guman Raka , yang menggengam tangan Santi lalu di cekupnya tangan tersebut dengan lembut


__ADS_2