(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Flashback part v ( end )


__ADS_3

...Flashback part v...


...****************...


Santi merasa perih dan sakit di sekujur tubuhnya, rasanya nyilu di setiap sendi yang saat ini Santi rasakan .


Entah sudah berapa liter air yang keluar dari matanya ,untuk mengangkat tangannya pun Santi tak sanggup.


“Apa yang harus aku lakukan?. Saat ini yang aku tahu ,aku sangat terhina dan sangatlah kotor.” guman Santi dengan air mata yang terus menetes tanpa henti dari pelupuk matanya yang sudah bengkak.


Saat ini , pikiran Santi telah kalut . Yang ada di dalam pikirannya hanya ingin menenggelamkan dirinya di dasar samudra dan menghilang dari muka bumi.


di dalam benak saat ini, Hanya merasakan hampa,penuh amarah,kecewa,terhina, dan sesal menjadi satu .


ingin ia berteriak, ingin marah namun dan ingin memaki, namun ia hanya sendiri di dalam kamar.


di batin Santi, satu hal yang ia sesali yaitu, tidak mempercayai akan kata hatinya pada saat itu.


yang sebenarnya, hatinya telah memberi tahunya akan ada hal buruk yang akan terjadi, namun Santi tetap menepis peringatan tersebut dan memaksakan untuk tetap pergi .


Sungguh kejadian yang tak pernah terbayangkan oleh Santi, sampai-sampai Santi bisa mengalami hari yang se sial ini di kehidupannya .


Harapannya telah pupus, semua impian yang telah di atur dengan sempurna di otaknya kini telah hancur.


kini Santi meratap pilu dengan tatapan lurus tanpa nalar, dengan mata yang sudah sembab dan air bah yang terus menetes yang santi tidak tahu kapan akan berhenti.


Setelah beberapa jam meratapi nasibnya, ia tersadar dengan dering ponsel.


Di ambilnya ponsel tersebut dengan tangan yang terasa gemetar.


Di lihatnya Ada 17 panggilan tak terjawab dan 3 pesan yang keseluruhan notifikasi tersebut berasal dari Adit .


“ Yank!! .Kamu di mana?. Di telfon ga di angkat?” Bunyi isi pesan pertama.


“ sayang, Jika ada sesuatu kabari aku, serius dari semalam aku ga tidur mikirin kamu” Bunyi isi pesan ke 2 dari Adit.


“ san!!!. please jawab telfon aku jangan buat aku khawatir. Angkat telfonnya, biar aku dapat pastikan jika kamu baik-baik aja” Bunyi isi pesan ke-3 dari Adit.


Santi membaca isi pesan tersebut dengan tetesan air mata yang terus jatuh membasahi ponsel yang berada di genggamannya.


Di genggam kuat ponsel yang ada di tangannya dengan gemeteran .


“ maafin aku Adit, sepertinya aku tak pantas lagi buat dirimu," Batin Santi yang terasa perih, ia merasa seperti ada ribuan jarum yang menancap di dalam dadanya , sehingga rasa perih di hati santi tak bisa di jelaskan dengan perumpamaan yang saat ini Santi rasakan .


Santi menyeka dengan kasar air mata yang terus mengalir dengan deras membasahi pipinya.

__ADS_1


di lihat lagi layar ponsel yang ada di dalam genggamannya , ia kemudian menuju ke daftar panggilan masuk.


Disana sudah tertera nama IREN, dengan cepat Santi menekan tombol panggil.


“ maaf!!. Nomor yang ada tuju saat ini tidak dapat di hubungi," Suara operator saat nomor iren di hubungi.


Beberapa kali Santi menekan tombol panggil namun hanya jawaban operator yang ia terima.


"aahhhhhhhrrrrrgggggg....Banggggsssss*****ttttt!!!" Teriak Santi seraya melempar ponselnya ke dinding dengan kuat.


Prraaannkkk!!!! (Bunyi ponsel yang terhantam ke dinding dan jatuh ke lantai, membuat ponsel tersebut terbagi menjadi beberapa bagian)


Santi mengacak rambutnya furtasi.


“ apa aku sebodoh ini?, Apakah aku di jebak oleh sahabatku sendiri?, Kenapa ?,Salahku apa?” geram Santi dengan menarik-narik rambutnya dengan kuat dengan tatapan kosong menatap ke arah lantai.


Santi mencoba berdiri, terasa perih dan sakit di antara kedua pahanya. Ia meringis namun memaksakan dirinya untuk tetap berdiri.


saat Santi telah berdiri, di tatapnya kasur yang telah membuat ia terhina, disana terdapat bercak darah berwarna pink ke merahan yang tertinggal di atas seprei berwarna putih.


“ aaaarrrrgghjhhhhhh... Bangggsss**ttt. Salah aku apa?. Tega kau Iren!! ,sahabat Jahan*m. TERKUTUK kau!!! " Teriak Santi furtasi dengan mengacak-ngacak isi kasur yang tepat berada di hadapannya.


Santi terduduk di lantai dengan punggungnya yang di senderkan ke badan kasur .


ia kembali meratap selama beberapa menit.


Setelah itu, ia pergi dari hotel menuju ke arah stasiun dengan menggunakan taksi.


Se sampainya di stasiun, Santi menuju ke arah loket. Ia pun membeli tiket tujuan ke Jogja , setelah mendapatkan tiket.


Santi berjalan ke arah peron, menatap lekat senja yang megah menyinari rel di area stasiun.


Dari kejauhan , Santi melihat ada kereta yang datang dan akan melintas ke jalur peron di tempat Santi berdiri.


Santi mendekatkan dirinya ke arah peron tersebut, ia berjalan dengan tumpukan air mata yang telah mengumpul di pelupuk matanya.


Saat kereta semakin mendekat, Santi menutup matanya dengan erat.


" Hei!!. Apa kau gila? ” Ucap petugas yang mengawasi peron dengan memeluk badan Santi agar menjauh dari peron saat kereta melintas.


Santi jatuh bersama dengan petugas tersebut.


Santi lalu menangis histeris dengan keras.


“hu...hhuuu.. Kenapa menahan ku?” teriak Santi bersamaan dengan tangisnya.

__ADS_1


“ Hei!! .Semua orang punya masalah tapi tidak begini caranya. Jika ingin mati, jangan mati di sini. Ini adalah tugas saya, saya juga punya keluarga. jika kamu mati disini, saya akan di pecat dan anak istri saya mau makan apa?" Ucap petugas peron yang memarahi Santi .


Santi terdiam, ia lalu melihat kesekeliling di tempat ia terjatuh, ternyata sudah banyak orang yang berkumpul mengerumuninya.


Santi yang sudah tidak punya malu dengan puluhan mata yang menatapnya aneh ,ada juga yang mengambil video dengan menggunakan ponsel ke arahnya, Santi tidak mengubris apa yang mereka lakukan terhadapnya.


Santi kemudian berdiri .


“ Maafkan saya pak!!" Ucap Santi lalu beranjak dari kerumunan.


Santi kemudian menghindari kerumunan yang ia sebabkan dan mencoba menerobos kerumunan tersebut .


Santi kemudian mencari tempat yang sepi, ia pun menunggu kereta yang akan membawanya ke Jogja.


dalam diam, mata Santi seakan tak ingin berhenti mengeluarkan air mata yang terus menetes membasahi pipinya.


Akhirnya kereta yang santi tunggu pun tiba di stasiun.


Santi kemudian menaiki kereta tersebut lalu kereta pun melaju ke arah Jogja.


...FLASHBACK END...


...****************...


Santi terduduk di lantai balkon, dengan tangis yang terdengar pilu. Semua kenangan terlukis jelas di dalam benaknya.


Hingga detik ini, Santi tidak mengetahui alasan apa sehingga iren sahabatnya sendiri se tega itu terhadap dirinya.


Santi menangisi keadaannya di masa lalu yang membuat ia terpuruk .


seketika pikirannya tertuju kepada Raka .


Karna perlakuan Raka yang tak biasa kepada dirinya, membuat Santi makin kalut. Jika Raka akan mengetahui tentang masa lalunya.


Santi takut jika ia akan jatuh cinta kepada Raka dan pada akhirnya, ia akan tersakiti Dan harus kehilangan untuk yang kesekian kalinya.


Membayangkan hal tersebut membuat Santi di landa dilema.


Tak terasa rinai (gerimis) mulai berjatuhan, Santi tak menghiraukan dengan bulir yang jatuh dari langit sebagai penghantar kesedihannya.


Saat ini yang Santi tahu , ia mulai jatuh cinta dengan Raka yang sebenarnya santi juga tak begitu mengenal Raka.


Santi terduduk lalu terdiam di atas balkon yang udaranya sudah terasa dingin dengan di iringi rintik rinai yang mulai deras membasahi tubuhnya.


Santi hanya terdiam mematung meratapi semua yang pernah ia alami.

__ADS_1


sehingga dingin yang datang menyapa Santi pun tak Santi rasakan.


kini Santi hanya dapat menangis meratapi takdirnya di bawah samaran rintik hujan dan angin yang menemaninya di atas balkon.


__ADS_2