(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Pemberi Nasehat yang Handal


__ADS_3

...Pemberi Nasehat yang Handal...


...****************...


setelah Santi membaca Mantra, Dengan tiba-tiba angin berhembus menerpa tirai jendala kamar yang berada di dalam kamar Santi.


Raka berjalan ke arah Santi" sudah mulai nakal kamu yah!!, memanggil seorang pria tengah malam untuk berkunjung ke Kamarmu" ucap Raka seraya menyubit ujung hidung Santi .


" Raka!!, kau benara datang?, aku pikir aku bermimpi" Santi terkekeh ketika melihat kehadiran Raka.


“ Santi-Santi!!, sudah cukup kamu berlagak bodoh di depanku. Jangankan pikiranmu, isi hatimu pun aku mengetahuinya" Ucap Raka seraya menatap gemas perempuan yang ada di hadapannya.


Santi terkekeh geli melihat Raka yang berada di dalam kamarnya. Ternyata mantra yang di berikan oleh Raka dalam mimpinya bisa bekerja.


“ maafkan aku Raka , aku hanya mencoba Mantra yang kamu berikan padaku . Ternyata semanjur ini" Ucap Santi dengan tawanya.


Tok...tok...!! (Bunyi ketukan pintu kamar Santi)


“ Santi!!, Berbicara dengan siapa kamu Nak?” teriak ibu Santi di balik pintu .


Santi yang kaget, dengan Spontan membekap mulut Raka dengan telapak tangannya.


“ apaan mama?, Santi sendirian kok. Lagi nonton film di laptop" Jawab Santi berbohong.


“ mama kira kamu sedang berbicara dengan seseorang, sudah jangan begadang!!, Lihat ini sudah jam 3 pagi” ujar Ibu Santi di balik pintu.


“ Iya ma, selesai ini Santi mau tidur kok" jawab Santi.


Terdengar suara langkah kaki ibunya sudah menjauh dari pintu kamar Santi


“Hufff... Untung saja!!," Santi membuang nafas lega .


“Ibumu tidak akan mendengarkan suaraku. Hanya kamu yang bisa mendengarkan suaraku” Ucap Raka tiba-tiba .


Santi menoleh ke arah Raka “ apa iya begitu?. Kalau begitu aku bicara bisik-bisik saja ya?” Ucap Santi dengan suara berbisik.


Raka menjawab dengan mengangguk.


“ Kamu lanjutin Bobonya ya, ingat selama seminggu aku belum bisa melihatmu . Jangan nakal dan jangan ceroboh ” Ucap Raka .


“ Siiiaaapp boss!!!” Jawab Santi sembari tangannya menghormat.


“Apa?. Aku tidak mendengarnya ” Ucap Raka seraya mendekatkan pipinya ke arah Santi .


“ iih.. Raka, sini telinganya. Aku kan tidak bisa ngomong keras-keras ” Ucap Santi seraya mendekatkan bibirnya ke arah telinga Raka .


Dengan tiba-tiba Raka memutar wajahnya menghadap ke arah Santi, seketika wajah mereka berdua bertemu .

__ADS_1


Santi yang kaget wajahnya sangat dekat dengan Raka tidak lagi menghindar.


2 pasang mata itu saling menatap, terdengar nafas mereka berdua yang saling beradu, lalu menerpa kulit wajah mereka secara bergantian.


Raka perlahan mendaratkan bibirnya ke arah bibir Santi.


Dengan lembut Raka mengecup bibir Santi.


Dan mereka berdua pun menikmati ciuman tersebut hingga nafas mereka terdengar saling memburu dengan kasar.


Tiba-tiba Raka mendorong tubuh Santi dengan pelan.


“ San, apa pun yang terjadi. Aku akan selalu ada untukmu. Aku harus pergi, kamu jaga diri dengan baik ya!!” Ucap Raka ketika bibir mereka terpisah


Santi mengangguk, “ iya, aku akan selalu menjaga diriku dengan sebaik mungkin. Kamu pergilah, aku takut jika energimu habis” Ucap Santi dengan wajah yang terlihat khawatir akan kekasih gaibnya tersebut .


Raka tak lagi menjawab, ia lalu terbang menghilang melewati jendela dengan tirai jendela yang berkibar akibat angin yang berhembus .


Santi hanya melihat kepergian kekasihnya dengan senyum yang terukir di bibirnya.


Setelah Raka berlalu, Santi merebahkan tubuhnya kembali. Mengingat kembali apa yang terjadi.


Santi merasa bahagia bertemu dengan pria yang mau menerima masa lalunya. ternyata benar apa yang di katakan Amel pada waktu itu.


...FLASHBACK...


Santi menatap lautan yang lepas dengan tatapan sendu, membayangkan masa depannya yang kian meredup dari harapannya. Rasa yang dulu pernah berwarna, kini mulai memudar.


Santi mulai melangkahkan kakinya di deburan ombak. Kaki Santi semakin mendekat ke arah ombak yang terlihat ganas yang berada di hadapannya.


Saat itu yang Santi inginkan , hanya ingin di terpa ombak dan di seret ke dasar samudra, hingga mungkin jasadnya sudah tidak lagi akan di temukan.


mengingat kejadian yang menerpanya, membuat hatinya terasa di sayat, hal tersebut yang membuat keyakinan Santi untuk terus melangkah ke arah deburan ombak yang sedang menunggunya.


Hingga Ia Merasakan ada seseorang yang mendekapnya dari belakang.


“ Hei!!!...Nona, masalah tidak akan selesai jika kamu bunuh diri" Ucap seorang wanita dari arah belakang Santi .


Santi menoleh ke belakang lalu memiringkan kepalanya .


“ Apa urusanmu?” Tanya Santi datar .


“ iya!!!. Aku tahu hal ini bukan urusanku, Itu adalah masalahmu dan urusanmu. Namun yang jadi urusannya, aku tidak bisa melihat seseorang melakukan hal bodoh di depan mataku ” Ucap wanita tersebut .


Santi kemudian menepis tangan wanita tersebut dengan kasar, lalu menatap wanita tersebut dengan tatapan dingin .


“ Jika tidak ingin melihat, anda bisa pergi dari sini.” Ucap Santi .

__ADS_1


Plakkk!!! ( sebuah tamparan )


Sebuah tamparan mendarat di pipi Santi, Santi tak bergeming dengan rasa sakit di pipinya , Santi hanya menatap dingin ke arah wanita tersebut.


“ apakah tamparan itu belum bisa menyadarkanmu?, jika belum!!, Ya sudah, silahkan bunuh diri!!. Aku akan melihatnya dari sini ,Hanya orang pengecut yang dapat melakukan hal tersebut, bukannya mencari cara malah mau bunuh diri. Kan bodoh namanya” Ucap wanita itu , kemudian ia pun duduk di atas pasir.


Santi terdiam mencerna ucapan wanita tersebut “ apakah iya , aku serapuh ini?, apakah aku pecundang?” Santi membatin.


“ kenapa diam?. Kau ragu?. Jika ragu kenapa ingin melakukan hal bodoh?. Ingat!!, Semua masalah ada jalan keluarnya” Ucap wanita tersebut dengan sebatang rokok yang sudah ia bakar .


Santi beranjak dari bibir pantai, lalu ia menuju ke arah wanita tersebut .


“ Aku... Aku bingung dengan masa depanku yang sudah terlihat suram ” Ucap Santi tiba-tiba


“ masa depan tidak usah kau pikirkan. Di jalani, syukuri, nikmati dan jangan di buat stres. Nanti juga datang sendiri di saat waktu yang tepat” Ucap wanita tersebut dengan tatapannya yang lurus ke arah lautan .


“ tapi, bagaimana dengan rasa sakit di hati ku yang tak bisa hilang?" Tanya Santi.


“ rasa sakit hadir Karna kamu selalu mengingat rasa sakit itu, Belajar ikhlas dan cobalah berdamaibdengan waktu. Maka rasa sakit itu akan terbiasa dan hilang dengan sendirinya” Ucap wanita tersebut .


Santi terdiam saat mendengar ucapan wanita yang duduk di sampingnya, tiba-tiba Santi pun merenung dan mencerna setiap perkataan wanita tersebut.


Wanita tersebut menepuk pundak Santi dengan tiba-tiba ,“ jika ingin cerita, ceritakan saja. Aku siap mendengarkan. Jangan khawatir, aku penjaga rahasia yang handal” Ucap wanita tersebut.


Santi kemudian menoleh dan di tatap wajah wanita tersebut dengan lekat .


Dengan menimbang, akhirnya Santi mulai bercerita apa yang selama ini dia alami kepada wanita tersebut.


“ hahahaha ... Masalah seperti itu masih saja kau bebankan di pikiran dan hatimu. Buat capek tahu!!. Capek hati dan fikiran” Ucap wanita tersebut yang di iringi dengan tawa.


“ anda tidak merasakan apa yang aku alami, jadi anda dapat berbicara demikian” Ucap Santi dengan jengkel Karna di tertawakan oleh wanita yang ada di sampingnya tersebut .


“ Kenapa kau jadi marah?. Mmmm... begini, Setiap manusia yang hidup pasti punya beban masing-masing, mungkin ada yang lebih berat dari pada masalahmu. Kuncinya cuma satu , yaitu ikhlas!!, dan temanmu itu suatu saat pasti akan terima karmanya. Jika bukan sekarang ya pasti nanti, Dan untuk tunanganmu biarkan saja, akan ada waktu kamu akan mendapatkan lelaki yang tepat yang mau menerima semua masa lalumu" Ucap wanita tersebut dengan panjang lebar.


Santi hanya mengangguk. lalu mulai menerima nasehat wanita tersebut, Karna terdengar masuk akal di setiap wanita tersebut berucap .


“ Siapa nama anda?" Tanya Santi .


“ Panggil saja Tante Amel";Ucap wanita tersebut seraya tersenyum .


“ aku Santi . Terima kasih untuk hari ini, Karna telah menyadarkanku.” Ucap Santi.


“ Tidak usah berterima kasih, ini adalah takdir kamu dan aku di pertemukan. Agar kau tidak mati hari ini, jika tidak bertemu, mungkin saja kau benar-benar sudah mati " Ucap Amel.


...FLASHBACK END...


Santi tersadar dari lamunannya. Di mana ia pertama kali mengenal Amel.

__ADS_1


“Terima kasih Mel, sekarang aku sudah menemukan pria yang kau maksud” Ucap Santi seraya tersenyum.


Santi pun mencoba memejamkan matanya. Tak lama Santi pun terlelap kembali.


__ADS_2