(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
Adit Mengetahui kebenaran


__ADS_3

...Adit Mengetahui kebenaran...


...****************...


Di Tempat Raka,.


Raka mengeluarkan headset bluetoothnya lalu menaruhnya di telinga. Karna saat ini ia sedang berkendara.


“ Sudah lihat foto yang ku kirim?"Ucap Raka saat panggilan telfonnya tersambung.


(Sudah Tuan!! ) Jawab penerima telfon.


“ segara lakukan penyelidikan . Dan seret mereka ke ruang bawah tanah” perintah Raka dengan nada yang tegas.


( Baik Tuan akan saya usahakan ) Jawab penerima telfon .


Setelah itu Raka langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Raka mempercepat laju mobilnya untuk segera tiba di apartemennya.


Sesampainya di apartemen, ia sudah tidak menemukan Kevin di dalamnya.


“ akhirnya, lelaki j*hanam itu telah pulang” Ucap Raka seraya berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Saat tiba di kamar mandi, dan ketika Raka mendorong pintu kamar mandi, pandangannya tertuju dengan baju dan kemeja bekas muntahan Santi yang di gantung di balik pintu.


Raka menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum , “ Dasar Wanita ceroboh!!, yang sabar ya!! . Akan aku balas 1 per 1 orang-orang yang telah membuatmu menderita” geram Raka seraya tangannya meraih baju yang tergantung dan di remasnya dengan kuat dan Seakan-akan, Raka juga ikut merasakan sakit di dalam dadanya.


kini Raka menuju ke arah westafel lalu membilas wajahnya , setelah selesai dari kamar mandi, Raka menuju ke arah kamarnya kemudian merebahkan badannya.


kring...kring...( dering ponsel )


Tak lama saat ia berbaring, ponselnya berdering, dengan cepat Raka menggeser Layar ponsel di hadapannya.


“Bagaimana?. Sudah kamu seret mereka?” Tanya Raka saat mengangkat telfonnya.


(sudah tuan, kami menaruh mereka di penjara bawah tanah ) jawab si penelfon dari seberang.


“ Ikat yang wanitanya, dan masukan segala jenis macam ular di penjara yang perempuan itu tempati. Dan untuk yang pria, biarkan dia di ruangan interogasi lalu ikat dia. Aku akan segera kesana" titah Raka yang langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Raka bergegas pergi untuk mengambil mobilnya, kemudian ia pun menuju ke tempat di mana para wanita dan pria tersebut di bawa.


Setibanya di sebuah bangunan yang di sekelilingnya hanya terdapat pepohonan. Di karenakan bangunan tersebut di bangun di tengah-tengah hutan.


Raka pun berjalan ke arah bangunan tersebut. kemudian membuka sebuah pintu yang terbuat dari tembaga, ia kemudian berjalan menuruni tangga yang terlihat gelap,pengap,sumpek dan lembab .

__ADS_1


saat barjalan, Raka dapat mendengar teriakkan perempuan dan suara laki-laki, yang terdengar sedang memaki-maki serta berkata kasar dengan nyaring.


Raka kemudian berjalan ke salah satu ruangan, di ruangan tersebut terdapat banyak sekali layar monitor yang berjejer pada dinding ruangan,Di ruang tersebut juga terdapat beberapa alat-alat canggih yang tersedia.


“ SELAMAT DATANG TUAN ADITYA PRASETYO DENGAN NYONYA IREN di BLUE LAKE” Ucap Raka yang melihat ke 2 orang tersebut melalui layar monitor yang berada di hadapannya.


“ bagaimana? apakah kalian menikmati hari kalian di sini?” lanjut Raka.


kini monitor di alihkan ke arah Iren , dengan di iringi lampu sorot yang tepat di arahkan kepada Iren yang sedang terikat di sebuah tembok dalam ruangan.


Terlihat wanita tersebut menangis tersedu-sedu meminta belas kasih. Karna saat ini ke 2 tangannya di ikat dengan cara di rentangkan lalu di bawahnya terdapat ular-ular yang sedang menggeliat di kakinya.


“ Tuan apa salah saya?. Kenapa saya di perlakukan seperti ini. Tolong Tuan lepaskan saya” Ucap Iren dengan sesegukan Karna ketakutan .


“ Apa???. Lepaskan??. Sebelum kamu menderita, tidak akan aku lepaskan. Kamu menanyakan apa kesalahanmu?. Ok, akan aku beritahu di mana letak kesalahanmu!!, kesalahanmu adalah, kau salah menyakiti seorang wanita ” Ucap Raka melalui mikrofon .


“ wanita?....Wanita yang mana?. Tolong...tuan jelaskan, hu..hu..hu.” Tanya iren dengan terbata di sertai sesegukan.


“ Kalian yang berjaga di ruangan ini, pakai wanita itu secara bergilir. Sampai Dia tak bisa berdiri atau pun merangkak ” Titah Raka.


“ Tuan...!!!!. Jangan lakukan ini!!, ku mohon, ” teriak Iren panik serta memohon .


Raka tak menghiraukan teriakan Iren yang sudah menangis histeris.


“ Oh .. iya , Jangan lupa videokan aksi kalian dan sebarkan video tersebut di dunia manusia” Ucap Raka kembali memerintahkan .


Dan entah Iren sudah di apakan dengan pria-pria yang sedang kehausan tersebut.


Raka kemudian menyalakan monitor untuk bagian Adit.


“ Bagaimana bro?. Apakah hidupmu sekarang tenang? " Ucap Raka saat melihat Adit di layar monitor.


“ bedebah, jika kamu laki-laki , Ayo turun dan tunjukan wujudmu. jangan seperti banci yang bersembunyi dan hanya bacot di balik layar” Ucap Adit geram .


“oh.... Hahahaha. Adit...Adit, saking tak sabar kah kau ingin berjumpa dengan diriku?, apakah ini mantan kekasih Santi? " Tawa Raka menggema di ruangan.


“ cuuuiiihhh" adit membuang ludah meledek, " apakah Santi yang menyuruhmu?, hebat Sekali perempuan J4l4ng itu" pekik Adit mengejek.


Raka yang mendengar ucapan Adit, membuat gerahamnya beradu dengan rahang yang sudah mengeras dengan tangannya yang telah mengepal dengan sempurna.


Raka beranjak dari ruangan tersebut. Dari lantai 4, ia langsung meloncat ke lantai dasar dan berjalan ke arah Adit.


“ buka!!!." titah Raka kepada bawahannya yang sedang berjaga.


Raka kemudian masuk ke dalam ruang interogasi dengan mata yang telah memerah menahan emosinya.

__ADS_1


“ lepaskan ikatannya” titah Raka dingin .


Adit terlihat mengoyang-goyangkan ke dua tangannya ,saat ikatan di pergelangannya terlepas.


“ hei.. Adit, aku datang untuk mengucapkan terima kasih, tapi mendengar ucapanmu barusan ,Membuat aku berubah pikiran” geram Raka yang sedang bertatap dengan Adit.


Adit kemudian berdiri dari duduknya lalu menatap lekat ke arah Raka “ Apakah Santi yang menyuruhmu?. Hahahaha... Ternyata wanita j4l4ng itu sukses menjual dirrrr-”Buuuuukkkkk!!!. Sebelum Adit melanjutkan ucapannya, sebuah pukulan tepat mendarat di wajah Adit .


“ sepertinya Santi telah salah mencintai pria yang mempunyai mulut klos*t seperti dirimu . Aku akan bertarung denganmu secara laki-laki” pekik Raka .


“ Cuuiiihhh...” Adit membuang ludahnya yang sudah bercampur dengan darah. Ia memegang rahangnya yang terasa bergeser. “ kamu kena pelet apa dari Santi?, Sehingga pria sepertimu mau membela wanita j*Lang seperti dirinya ” Ucap Adit dengan tatapan mengejek kepada Raka.


“ sampai nyawaku pun akan aku berikan jika Santi yang meminta. Sini kau bedebah!!, Biar aku ajarkan bagaimana cara untuk menghargai perasaan wanita!!!” geram Raka seraya mencengkram kerah leher Adit dengan kuat.


Raka tanpa berkata langsung membenturkan kepalanya ke kepala Adit dengan keras.


" Aaawwwwww" Adit meringis ,


" Bangsat!!" tak terima dengan perlakuan Raka. , Adit pun membalas membenturkan kepalanya ke kepala Raka.


Dan mereka pun terlibat perkelahian .


Hingga beberapa menit kemudian, mereka ber dua pun lunglai Karna kehabisan tenaga dengan baju mereka yang sudah terdapat bercak darah akibat saling Jontor.


“ Adit .. huf..huf.. aku berterima kasih terhadapmu, berkat kamu meninggalkan Santi, tanpa kamu menyelidikinya terlebih dahulu. Akhirnya aku dapat bertemu dengan Santi " Ucap Raka di sela nafasnya yang ngos-ngosan.


“ ambil saja hos..hos..jika kau mau!!" sahut Adit dengan nafasnya yang tak beraturan seraya tangannya mengibas di depan wajah Raka.


“ ada yang ingin aku tunjukan kepadamu” ucap Raka seraya berdiri .


“ Ayo!!!, Ikut aku,” pinta Raka kepada Adit yang tengah duduk.


Mereka berdua berjalan ke arah ruang monitor.


Sesampainya di ruang monitor, Raka kemudian menyalakan layar yang ada di hadapannya.


Dan di layar tersebut telah muncul sebuah video yang di putar oleh Raka untuk di memperlihatkan kepada Adit .


“ ini adalah gambaran ingatan Iren” Ucap Raka seraya duduk di kursi putar sambil menyaksikan video yang ada di hadapannya.


Adit mulai fokus dan menyimak video yang di putar oleh Raka .


Selang beberapa menit, mata Adit melebar lalu kemudian berubah menjadi sendu.


Dan akhirnya, Adit tak dapat membendung air yang lepas dari matanya.

__ADS_1


Kepalan Adit mengeras hingga memutih Karna ia menggenggam tangannya dengan jari-jarinya yang kuat.


“ Wanita ja*Lang!!!, Ku bunuh kau Iren, tega kamu dengan sahabatmu sendiri?, Gara-gara dirimu, aku sampai tega membenci Santi" pekik Adit seraya menjambak rambutnya dengan keras Karna furtasi saat melihat kenyataan di dalam video yang ia tonton.


__ADS_2