(REVISI) My Man Is A Bunian

(REVISI) My Man Is A Bunian
BAB LXII


__ADS_3

My Man Is A Bunian Bab 61


Masa kecil Raka


kini Raka tidak sadarkan diri, akibat tertembak oleh jarum yang berisi Obat bius. Dan sekarang Raka sedang di bawah oleh bawahan ayahnya menuju ke kediaman Saputra.


"tuan besar, tuan muda sudah kami amankan. Sekarang tuan muda sedang berada di dalam mobil" ucap seorang bawahan tuan Saputra


"borgol dan bawah dia ke kamarnya. Dan suruh dokter kediaman untuk mengobati luka tuan muda" titah Tuan Saputra


"baik tuan besar" jawab bawahan Tuan Saputra seraya menunduk kemudian berlalu


bawahan tersebut kemudian menuju ke arah mobil dimana Raka sedang berada.


"Bawa Tuan muda ke kamarnya" titah bawahan tuan Saputra kepada timnya.


mereka mengangkat tubuh Raka, lalu membawanya ke kamar Raka yang berada di rumah orang tuannya.


setelah tiba di dalam kamar, mereka kemudian membaringkan Raka di atas tempat tidur. Sebelum mereka meninggalkan Raka, mereka memborgol tangan Raka terlebih dahulu. lalu kemudian berlalu meninggalkan kamar Raka .


******


"mami, coba lihat ini. Aku sudah menyusun puzzlenya" ucap Raka ketika ia melihat ibunya yang hendak beranjak menaiki tangga


" he!!.Mami tidak ada waktu untuk melihat hal semacam ini" bentak nyonya Maria, seraya menapik puzzle dari tangan Raka, sehingga puzzle tersebut jatuh dan berhamburan ke lantai .


" anak sial!!. tidak tahu apa orang lagi capek?" sambil berguman, nyonya Maria terus berjalan manaiki anak tangga.


Raka mematung melihat puzzle yang berhamburan di lantai tanpa berkata .


" aduh, Tuan muda jangan sedih. Sini main Sama bibi saja ya" ucap salah satu pelayan yang mencoba menghibur Raka .


" tidak perlu bi, aku mau ke taman belakang" ucap Raka seraya berlari


"tuan,,,tuan muda. Tunggu Bibi!!" teriak pelayan seraya mengejar Raka


Raka tertegun menatap air mancur di hadapannya, " kenapa mami membenciku?" guman Raka dengan tatapan sendu menatap lurus ke depan .


"Tuan muda, nyonya mungkin sedang lelah. tuan jangan marah. kan ada bibi yang selalu menjaga tuan" ucap pelayan tersebut di balik badan Raka


Raka menoleh ke belakang, lalu menatap pelayan yang ada di hadapannya " terima kasih bibi Emma Karna selalu menjagaku" ucap Raka seraya memeluk bibi Emma


bibi Emma menyambut pelukan Raka kecil, seraya mengelus punggung Raka " sama-sama tuan muda, Ayo waktunya tidur siang. Tapi sebelum tidur, Tuan muda makan dan minum susu dulu ya?" ucap bibi Emma


Raka mengangguk, lalu memegang tangan bibi Emma seraya berjalan ke ruang makan.


setelah Raka selesai makan, Raka dan bibi Emma beranjak ke kamar Raka.


" tuan muda, selamat tidur ya" ucap bibi Emma seraya memakaikan selimut untuk Raka


Raka dengan tiba-tiba memegang tangan bibi Emma yang hendak berlalu, " bisakah bibi temani aku?" pinta Raka


langkah kaki bibi Emma terhenti, kemudian menoleh ke arah Raka " baiklah pangeran kecil, bibi akan menemani pangeran. Mau bibi bacain dongeng?" tanya bibi Emma

__ADS_1


Raka mengangguk ...


"ok sebentar, bibi Carikan dulu bukunya" bibi Emma kemudian beranjak lalu mencarikan buku yang akan ia bacakan untuk tuan muda kecil


" Nah, ini sudah ketemu. Baik, bibi bacakan ya?. alkisah di suatu tempat nan jauh di Mato" bibi Emma yang membacakan dongeng untuk Raka


setelah beberapa menit bibi Emma membaca, ternyata Raka sudah tertidur. Bibi Emma menyudahi bacaannya, lalu menatap lekat wajah Raka yang tertidur pulas ," malang sekali nasipmu tuan" ucap bibi Emma seraya mengelus kepala Raka yang sedang tertidur


bibi Emma pun beranjak keluar dari kamar Raka...


Raka terbangun, ia kemudian beranjak keluar dari kamarnya, sesampainya di luar kamar, Raka pun berjalan. Raka ingin mencari bibi Emma, Namun langkah Raka terhenti ketika melihat pintu ruang kerja ayahnya terbuka .


" Maria!!. Raka membutuhkanmu. kau sebagai ibu, kenapa selalu keluyuran?. aku menyesal menikahimu Maria" teriak ayah Raka di dalam ruangan


" he... yang minta anak siapa?. kamu kan?. kamu yang uruslah, aku sudah capek hamil dan kamu meminta aku mengurusi anak itu?" sahut ibu Raka dengan lantang


" Iya!!!. aku yang mau punya anak, Karna harus ada penerus keluarga Saputra. jika aku dan kamu tua, siapa yang akan mengurus perusahaan?" teriak ayah Raka


" yah... kamu minta penerus, ya kamu jugalah yang harus urus itu anak. aku sibuk, gara-gara hamil dan melahirkan anak itu, perutku jadi kendor" jawab Maria


Raka terdiam mendengar perkelahian orang tuanya.


dan Hal tersebut akan terjadi setiap hari, hingga Raka beranjak dewasa.


*******


" he.. Raka, kamu mau kemana?. mami mau ngomong" panggil nyonya Maria ketika melihat Raka hendak keluar rumah .


" sini kamu, nanti ada tamu mami yang datang. Ingat!!. kamu jangan buat malu, jika tamu mami datang. mengerti?" ucap nyonya Maria


" iya mi, aku keluar ke depan doang" jawab Raka


" ya sudah sana!!" ucap nyonya Maria


Raka pun berlalu, dengan cepat melangkahkan kakinya ke teras rumah lalu menuju ke garasi.


saat Raka hendak masuk ke dalam mobilnya, dari kejahuan ia melihat ada sebuah mobil yang memasuki gerbang.


Raka urungkan niatnya untuk memanaskan mobilnya, " mungkin itu tamu yang di maksud oleh mami. aku ga boleh buat mami marah" guman Raka seraya berjalan kembali


padahal tamu yang di maksud nyonya Maria adalah Tuan Robert dan Naura.


tuan Robert dan Naura tidak menyadari jika tak jauh dari mereka berdiri ada Raka yang hendak memasuki rumah.


" sayang!!. pokoknya kamu harus jadi istrinya Raka" ucap tuan Robert


" tapi Dady, seprtinya Raka tidak menyukaiku. dia selalu dingin kepada ku" jawab Naura


" tidak penting, yang terpenting asetnya. Jika kamu sudah menjadi Nyonya Raka dan semua aset sudah tertulis atas namamu, kamu bisa mendangnya" ucap tuan Robert


" tapi, Naura cinta sama Raka" jawab Naura


" jika kamu cinta ya bagus. Tapi harus ingat jika kamu menikah, semua aset Raka harus tertulis namamu. Kamu harus belajar jadi wanita yang pintar" ucap tuan Robert

__ADS_1


" ok dad" jawab Naura


" ayo kita masuk" ajak tuan Robert kepada anaknya


Raka mematung ketika mendengar ucapan Naura dan tuan Robert. " jadi tamu yang di maksud adalah mereka?. sejak kapan aku di jodohkan dengan wanita dempulan seperti Naura?" batin Raka


Raka kemudian beranjak dari balik tanaman yang telah membuat Raka tak terlihat. Raka kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


" nah, itu Rakanya datang" ucap nyonya Maria seraya berdiri memegang lengan Raka


" ayo sini ada yang mami sama papi mau omongin" ucap nyonya Maria ketika menghampiri Raka


Raka menatap tajam kepada ibunya, seraya matanya mulai berkaca-kaca " ngomongin apa mi?. perjodohan?" ucap Raka tegas


" Raka!!. Dengarkan mami" bentak nyonya Maria


" mami, apakah kehadiranku hanya sebagai alat untuk mami?" ucap Raka


"kau-" ucapan nyonya Maria terhenti " oh iya, selama ini aku berdiam diri Karna berpikir aku akan mendapatkan kasih sayang dari mami . dan aku selalu mengalah dalam semua hal, Karna aku masih mengharapkan kasih sayang yang selama ini aku idam-idamkan . Aku sedikit bahagia Karna Akhir-akhir ini mami terlihat berubah, Karna lebih perhatian, aku pikir aku akan dapatkan apa yang aku inginkan . Nyatanya kebaikkan mami hanya Karna perjodohan?" ucap Raka seraya menatap sinis Kepada ibunya


" Raka!!. yang sopan sama ibumu" ucap tuan Saputra


" kalian yang menghadirkan diriku ke dunia, tapi sedikit pun kalian tidak pernah melihat hati dan perasaanku selama ini. kalian terlalu sibuk dengan dunia kalian. aku,,,aku hanya ingin di sayang. Setelah ini kalian masih mau mengatur pasangan hidupku?" ucap Raka emosi, perasaan yang selama ini di pendam akhirnya muntah juga.


Pllllaaakkkk (bunyi tamparan)


sebuah tamparan mengenai pipi Raka, Raka tak bergeming " dan kau. Jangan harap akan menjadi istriku, tidak akan ada nyonya Raka seperti dirimu nona Naura. Karna kau bukan tipeku " ucap Raka seraya menunjuk wajah Naura


" dasar anak tidak tahu di untung!!. percuma aku melahirkanmu, jika begini caramu berterima kasih" ucap nyonya Maria emosi


" mohon maaf tuan Saputra dan nyonya Maria, sepertinya waktunya tidak tepat. kami permisi dulu" ucap tuan Robert


" oh... tidak-tidak, tuan Robert tenang. Naura aku pastikan, akan menikah dengan Raka" ucap nyonya Maria tidak enak dengan tamunya


" mami, kenapa tidak kau suruh saja suamimu menikah dengan Naura ?" ucap Raka dingin


"kauu...." pekik tuan Saputra seraya menghampiri Raka " pllaaakkk" tamparan yang Raka terima


" sudah puas?" ucap Raka.


" jika belum, tampar aku, tampar papi!!!. Bukankah kehadiranku tidak pernah kalian inginkan?. jika tidak kalian inginkan ,untuk apa kalian hadirkan aku di keluarga ini?. Aku Raka Saputra akan keluar dari kediaman ini" ucap Raka


Raka kemudian berlari menuju ke arah mobilnya. tanpa menghiraukan teriakan orang tuanya.


******


" Raka, Aku takut jika kita akan berpisah. janji jari kelingking ya, kalau kita harus terus bersama" Seketika Raka tersadar dari obat bius yang ia terima, ketika Santi hadari dalam ketidak sadarannya.


"ha..Ha...aku dimana?" Raka membuka mata, dengan mengamati sekeliling ruangan


kreekk...kreek...( bunyi borgol di pergelangan tangannya)


"oh, aku sekarang di kamarku dengan borgol sialan ini di pergelanganku" guman Raka .

__ADS_1


__ADS_2