
...Berikan Darahmu...
...****************...
Raka yang melihat Santi tergeletak di lantai balkon. dengan shock menjatuhkan barang bawaannya dan dengan cepat berlari menghampiri Santi, terlihat bibir Santi telah membiru karena kedinginan.
“ San!!,Santi... Bangun Santi, ” Panggil Raka dengan panik seraya mengusap-ngusap Wajah Santi .
Raka dengan panik, langsung memberi nafas buatan . Beberapa x Raka mencoba, namun hasilnya, Santi tak membuka matanya
“ Please Santi, Bangun !!. Jangan buat aku kacau seperti ini ” Ucap Raka , dengan terus memanggil nama santi Di bawah rintik hujan.
Raka kemudian menggendong tubuh Santi, dan membawanya ke kamarnya, membaringkan Santi di atas kasur , kemudian Raka beranjak mengambil sebuah selimut untuk melilitkan tubuh Santi dengan selimut tersebut.
Raka mengambil ponselnya dengan cepat menelfon Kevin.
Tut...Tut ...Tut ..
“ Halo!! .Vin ? . Bisakah kamu kesini bersama salah satu wanitamu yang kau percayakan?” Ucap Raka panik saat telfonnya tersambung.
“ Kenapa memangnya?” Tanya Kevin di seberang telfon .
“ Santi Vin, dia jatuh pingsan dengan basah kuyup, aku..- aku takut mengganti pakaiannya” Jawab Raka jujur .
“ ya tinggal di ganti, tapi jangan di ikuti nafsu lah ka. Kalo kamu normal pasti kamu akan memakannya juga ” Ucap Kevin .
“ Ini bukan waktunya becanda Vin. Ku tunggu 20 menit dari sekarang, Aku sedang berada di apartemenku” Ucap Raka kesal dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.
Raka kembali berjalan ke arah kamarnya, setelah di dalam kamar, Raka Menatap sendu dengan wanita yang selama ini telah mencuri hatinya.
“ San, kamu kenapa pergi ke balkon sendirian?. Padahal kau baru sembuh dari sakitmu ” guman Raka seraya menggenggam tangan Santi yang terasa dingin.
“haa!! . Kau tahu?. Kau wanita pertama yang menyentuh relung hatiku. Cepat buka matamu, karna aku rindu dengan celotehmu ,” Lanjut Raka kembali berucap di hadapan Santi yang sedang menutup mata.
Ting!!.Dong!!
Bel pintu berbunyi ...
Raka beranjak dan berlari menuju pintu dan langsung membuka pintu tersebut .
“Calon kakak ipar dimana?,Apakah dia masih tak sadar?” Ucap Kevin yang langsung menyelonong masuk dan menuju ke arah kamar Raka saat pintu di buka.
“ eh.. b*ngsat!!. Ngapain kamu menyelonong ke depan pintu kamarku?” Ucap Raka dengan tangannya yang menahan kerah baju Kevin dari belakang.
“ aku khawatir dengan kakak ipar ka, apa salahnya aku ingin melihat keadaannya?" Ucap Kevin mengalihkan pandangannya ke arah belakang.
“ Hei!!, kau, wanita yang berbaju tosca sana masuk , Itu ambil tas yang jatuh di lantai itu. Lalu bawa masuk dan ganti baju wanita yang ada di dalam kamar ” titah Raka Kepada wanita yang berdiri mematung di depan pintu .
__ADS_1
“Baik tuan!!” jawab wanita tersebut seraya berjalan mengambil sebuah tas berisikan baju Santi yang baru di belikan oleh Raka, wanita itu pun berjalan ke arah kamar Raka.
“ Ka, Kamu tidak menelfon Andre?” tanya Kevin yang kini, sudah duduk di sofa yang berada di ruangan .
“ Aku akan telfon Dokter Hans” Jawab Raka singkat.
“ kok Dokter Hans? . kenapa Bukan Andre sih?” sahut Kevin keheranan.
“ dia tidak menyukai Santi” Ucap Raka singkat .
“ Ah!!. Apa Karna wanitamu seorang manusia?” Ucap Kevin.
“ entahlah, si Andre punya dendam kesumat apa terhadap manusia. Kamu mau minum apa Vin ?” Tawar Raka ke Kevin .
“arabica aja ka, . Oh!!. Mungkin si Andre pernah di tolak kali sama manusia”Jawab Kevin asal.
Raka berjalan ke arah dapur, Raka terlihat membuat minuman untuk dia dan Kevin . Tak lama Raka datang dengan 2 cangkir minuman hangat .
Raka kemudian maraih ponselnya lalu menekan tombol panggil .
Tut ... Tut....
“ Halo Dokter Hans,, mohon maaf jika mengganggu, bisa ke apartemenku segera?” Ucap Raka saat panggilannya tersambung.
“Maaf Raka , aku sekarang sedang berada di Land of dawn” Ucap Dokter Hans diseberang telfon.
Raka mengerutkan dahinya Karna nama tempat yang di sebut oleh Dokter Hans terdengar asing di pendengaran Raka.
“ Ya sama-sama. Aku juga minta maaf ka tidak bisa memban-” . Ucap Dokter terhenti
Raka dengan tidak sopannya langsung memutuskan panggilan tersebut tanpa mendengar jawaban dari Dokter Hans terlebih dahulu.
“telfon Andre aja ka” Suara Kevin memberi saran.
“ Ah!! Tidak akan ” Ucap Raka.
“ Kamu lebih memilih keegoisanmu ketimbang kakak ipar?” Ucap Kevin bertanya.
Raka terdiam, menimbang malu . Karna ia pernah berkata kasar dengan sahabatnya tersebut .
“ pelihara saja gengsimu ka , siapa tahu bisa jadi bunga deposit” Sahut kevin kemudian beranjak menuju ke arah ruang TV.
Raka langsung mencari nomor kontak Andre kemudian menghubunginya. Karna ia sadar, bahwa saat ini keselamatan Santilah yang terpenting .
Tut...Tut ...Tut...
“ Halo ndre ..” ucap Raka .
__ADS_1
“ kenapa Bejo?” Ucap Andre.
“ bisa ke apartemenku?” Ucap Raka.
“ Ada apa di apartemenmu?” Tanya Andre.
“ Santi jatuh pingsan” Ucap Raka .
“ah!!.kok bisa?. kok kamu belum memulangkan anak manusia itu?” tanya Andre.
“ kesini atau tidak?. Aku tak ingin berdebat denganmu . Jika kau tidak kesini, semua saham yang ada di rumah sakitmu akan ku cabut” Ucap Raka mengancam .
“ Ah ... Ia .. ia .. ok..ok ... aku akan segera ke tempatmu sekarang !” Jawab Andre dengan cepat .
Raka kemudian memutuskan sambungan telfonnya.
Ia menatap ke arah Kevin yang sudah sibuk dengan game di ruang TV yang terlihat serius .
Tiba-tiba wanita yang mengganti baju Santi pun keluar dari kamar Raka .
Raka yang melihat wanita tersebut keluar dari kamarnya, langsung berlari menuju kamar.
Ia melihat wajah Santi sudah sedikit ada rona kemerah-merahan. Raka pun menghampiri wanita yang sedang terpejam matanya itu.
“ Sabar ya san , bentar lagi Andre kesini untuk mengobatimu” Ucap Raka seraya mengusap dahi Santi dengan lembut .
Tak lama Andre pun datang bersama asistennya yang bernama Merry
Dengan cepat Andre memasang infus di lengan Santi.
Kevin yang sudah selesai bermain game, datang menghampiri ke 2 sahabatnya.
“ Ka, Ternyata kakak ipar biar pun rata . jika di lihat dan di perhatikan , ternyata dia manis juga ya?”. ucap Kevin dengan membisik di telinga Raka .
Raka yang mendengar hal tersebut langsung menyikut perut Kevin.
“ aauuuwww... Sakit dodol ...!!!. Aku hanya bercanda” Ucap Kevin seraya menggosok-gosok perutnya yang terasa sakit.
“ Jo, kamu juga pasti tahukan, apa yang di derita oleh Santi?.” ucap Andre membuka pembicaraan .
Raka terdiam..
“kamu tahu?, Santi memiliki trauma berat, Jika hal seperti ini terus berlanjut akan mengganggu kejiwaannya. Maka hindari setiap pemicu yang membuat Santi teringat dengan traumanya” Ucap Andre menjelaskan.
“ terus, cara mengobatinya seperti apa?,” tanya Raka kepada Andre .
“ Jauhkan Santi tentang sesuatu yang bisa mengingatkannya dengan hal di masa lalunya. itu pun jika kau sanggup . Jika mau , ada cara yang lebih simpel. kau hanya memberikan darahmu kepada Santi” Ucap Andre .
__ADS_1
Raka dan Kevin tiba-tiba saling berpandang .
“aahhh Darah ??” Ucap Raka dan Kevin secara bersamaan .