5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Penyelesaian


__ADS_3

Sekelompok ibu ibu sedang asyik mengobrol di depan rumah Rian. Lulu sebagai ibu ibu baru juga langsung akrab dan nyaman bersama ibu ibu itu.


" Bu, tau enggak? Kampung ini kan biasanya kena teror hantu anak SMP itu ya?? Tapi makin kesini penampakannya mulai jarang lho bu!!!" Ucap salah satu ibu yang mengenakan daster berwarna kuning.


" ya bagus dong bu!! Jadi kampung kita ini aman dan tenteram kembali seperti dulu." Ucap Ibu ibu yang satunya lagi.


" Emang ada apa sih bu?" Tanya Lulu yang menggendong Lala.


" Ini bu Lulu, komplek kita terkena teror penampakan anak SMP yang selalu muncul di waktu menjelang malam hari. Serem lho bu.." Ujar Seorang ibu yang juga sedang menggendong anaknya.


" Ada sumbernya tidak bu? Maksud saya ada rumah yang sudah lama tak berpenghuni?" Tanya Lulu dengan nada Tegas.


" ada Bu Lulu, di sebelah sana ada Rumah bekas panti Asuhan. Dimana, sebuah wabah penyakit pernah muncul di panti itu. Menyebabkan satu orang anak kecil meninggal...setelah itu banyak anak anak panti yang ingin sesegera mungkin di adopsi, agar mereka bebas dari wabah dan arwah anak kecil itu." Ujar ibu itu.


" Eh Januar!!! Kesini dulu!!!" Sahut Lulu dari depan rumahnya.


" oke.." jawab Fabian.


" kalian ngapain kesini?" Tanya Lulu yang penasaran.


" kita mau mengantar Annete ke makam adiknya yang meninggal di dalam bangunan bekas panti Asuhan itu." Ujar Fabian.


" hah? Adik kamu itu memang berapa umurnya?" Tanya Lulu.


" saat itu umurnya 13 tahun. Aku saat umur delapan tahun diadopsi, sebenarnya aku mau ajak dia tapi ibu panti itu melarang karena khawatir penyakit adikku itu menular." Gumam Annete.


" Dreeetttt!!!!"


" Halo mama? Kenapa?" Tanya Fabian.

__ADS_1


" kamu jemput Rara sama Nabila ya!!!" Ucap Bu Indira. " hmm...baik Ma.." Ucap Fabian yang menutup teleponnya.


" Kata ibu ibu yang meninggal itu anak kecil, kalau yang ini udah remaja dong?" Tanya Lulu.


Hmm...ada yang tidak beres, aku harus segera menyelidikinya. Batin Fabian.


" yaudah Fabian mau jemput adik dulu. Kalian mau lanjut apa Kita lanjut besok?" Tanya Fabian.


" aku rasa cukup sih, nanti tinggal kita konsultasikan sama Bu Nisma." Jawab Zahra.


" yaudah...kalian mau pulang masing masing apa diantar sama Aji? Soalnya mobil mau di pake." Ucap Fabian.


" bisa kok kita pulangnya naik angkot...kalau begitu bye...makasih Fab.." Ucap Zahra dan anak anak lainnya.


" sama sama... Daniar kamu pulang sama Aji naik motor. Lulu bilang ya Ke Rian, Gua enggak mampir dulu." Ucap Fabian.


Daniar dan Aji pulang naik motor sedangkan Fabian pergi menjemput Rara dan Nabila. Lulu pun kembali bergabung dengan kumpulan ibu ibu itu.


*******


Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya Rara dan Nabila keluar dari areal kelasnya. Fabian segera memanggilnya sebelum mereka naik angkot.


" Rara!! Nabila!!!" Panggil Fabian dari dalam mobil. Kedua adiknya itu segera menghampiri Fabian dan naik ke mobil.


" Kakak tumben jemput? Mama mana?" Tanya Rara dan Nabila yang sudah duduk di bangku baris kedua mobil itu.


" Coba telepon mama nih..pake ponsel punya kak Bian." Fabian memberikan ponsel miliknya itu lalu ia menancapkan gas mobilnnya.


" Halo? Mama kemana? Kok enggak jemput Ara sama Abil?" Tanya Rara yang menelepon mama nya itu.

__ADS_1


" Ara, dengerin Mama ya.... Abil sama Bian juga...Mama hari ini lagi nemenin Lestari ke Mall sama perawatan ke Salon. Sekalian sama ke Psikolog juga. Enggak apa apa ya... kalian bertiga kan udah pernah main bareng sama Mama. Nanti kapan kapan Mama ajak semuanya deh... kita jalan jalan." Ucap Mama Indira.


" Iya Ma.. ara sama Abil sama Kak Bian juga ngerti kok. Ngomong ngomong kak Ashinta kemana ya?? Kok dari pagi aku enggak liat?" Tanya Rara.


" Kak Ashinta lagi sama Mama...sama Om Wisnu juga.." Jawab Mama Indira.


" pantesan perasaan ada yang hilang, si Nunu Shopping rupanya. Hahahahaha...." Gumam Fabian yang menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.


" Nah sampai rumah juga, tuh Mama,Kak Lestari sama Kak Ashinta juga sudah sampai juga." Ujar Fabian pada Rara dan Nabila.


" Ara? Abil?" Tanya Fabian.


" lah ini bocah tidur rupanya. Yaudah lah..." Ucap Fabian yang turun dari mobil.


" Hai Fab, sorry gua nemenin adik lu belanja dulu." Gumam Wisnu. " yaudah, bantu gendong si Nabila tuh." Perintah Fabian.


" bus*t, ini anak sama Emaknya dikasih makan apaan sih? Berat sekali???" Tanya Wisnu yang kerepotan membawa Nabila.


" sini tante saya bantu." Ucap Aji,Nisha dan Daniar yang membantu membawa barang belanjaan milik Lestari.


" Lestari? Kamu cantik sekali? Rambutnya diwarnain, gigi pake kawat, sama kulitnya jauh lebih putih dan glowing." Ucap Fabian yang memuji penampilan adiknya itu.


" iya...aku kan ulangtahun hari ini, mama ngebebasin aku buat minta apa aja..akhirnya ini terjadi semuanya." Ucap Lestari.


" oh iya, selamat ya adikku sayang." Ucap Fabian yang membelai rambut Lestari. " iya... selamat ya..kita semua cuman bisa kasih doa buat kamu...agar selalu sehat dan masalah kamu segera bisa berlalu." Ucap Daniar dan anak anak lainnya.


" aminn...makasih...yuk kedalam...kita makan sama sama.." Ucap Lestari.


" ayo.." Teriak anak anak itu.

__ADS_1


__ADS_2